Kisah Dibalik Liontin Giok

Kisah Dibalik Liontin Giok
kerjasama antara Qin Ran dan pangeran kedua


__ADS_3

sesampainya di pelabuhan chong, Xiao Yan langsung menceritakan semua kejadian yang ia alami selama tinggal di kerajaan Long. pangeran ketiga nampak sedih saat mendengar hal tersebut. ia tak menyangka jika Xiao Yan akan menderita lagi karenanya. Xiao Yan yang melihat raut wajah pangeran ketiga yang sedang sedih, mencoba untuk menghiburnya.


pangeran ketiga senang dengan keberadaan Xiao Yan, yang selama ini selalu membuat nya semangat untuk menjalani hidup di dunia ini. karena Xiao Yan telah menceritakan semuanya pada pangeran ketiga. lantas mereka memutuskan untuk segera pergi dari kerajaan Long, sebelum nyonya Wei memerintahkan pengawalnya untuk membawa Xiao Yan.


sementara itu, Rong Ji yang saat ini sedang menjalani prosesi pernikahan dengan Ming Hao merasa bersalah pada Ming Hao. karena telah berpura-pura menjadi pengantin wanita nya. ia tidak bisa membayangkan, bagaimana ekspresi dan perasaan Ming Hao saat melihat Rong Ji di kamar pengantinnya.


semua orang telah hadir di sana. pesta terlihat begitu meriah dan megah. Rong Ji tak bisa membayangkan kemarahan nyonya Wei, jika mengetahui Xiao Yan yang berhasil kabur darinya. Rong Ji dan Ye Jing sepakat jika mereka telah berhasil mendapatkan liontin giok tersebut, mereka akan segera pergi dari sana secepatnya. sebelum nyonya Wei menyadarinya.


sementara itu, Ye Jing bertugas untuk mencari tahu dimana nyonya Wei meletakkan liontin giok itu. karena nyonya Wei telah berjanji akan menyerahkan liontin itu pada Xiao Yan, ketika dia menikah nanti. beberapa saat kemudian, upacara pernikahan telah selesai dilakukan. lalu beberapa orang membawa pengantin wanita kembali ke kamarnya.


Rong Ji agak gugup saat berjalan ke kamar pengantin. namun ini tetap harus ia lakukan agar rencana mereka berjalan lancar. tak lama kemudian, pengantin pria atau Ming Hao datang ke kamar pengantin. Ming Hao berdiri didepan Rong Ji yang sedang menyamar itu. lalu Ming Hao berkata pada Rong Ji jika sekarang sudah aman.


Rong Ji tak paham dengan maksud perkataan dari Ming Hao. lantas ia bertanya pada Ming Hao.


"apakah kau sudah tau jika aku bukan Xiao Yan?" tanya Rong Ji yang penasaran


"ya begitulah. saat pertama melihat nya aku sudah sadar jika pengantin ini bukanlah Xiao Yan. dilihat dari postur tubuh dan suara yang baru kau keluarkan nampak jelas jika ini bukanlah dia" ucap Ming Hao sambil menatap kearah Rong Ji


"kau sudah tahu soal itu. lantas mengapa kau tidak membongkar didepan orang agar semuanya tahu jika aku bukanlah Xiao Yan?" ujar Rong Ji yang ingin tahu


"aku tidak sejahat itu. lagian Xiao Yan sudah menjelaskan semua padaku dan aku juga telah bertekad untuk membantu nya, meyelesaikan masalah nya" ucap Ming Hao dengan serius


"Ming Hao kau terlalu baik. mengapa kau tidak mengejar Xiao Yan tadi, jika kau tahu aku bukanlah dia?" ucap Rong sambil melepaskan kain merah di atas kepalanya


"jika aku mengejarnya, itu berarti aku berniat membuat nya rencananya gagal dan aku tak ingin mengecewakan dia. aku akan melakukan apa saja untuk nya agar dia bisa bahagia" ucap Ming Hao sambil tersenyum kecil


"kau melakukan nya meskipun kau harus merusak reputasi mu itu? tidakkah kau berpikir jika ini sangat merugikan dirimu?" ujar Rong Ji yang serius


"aku sudah tidak perduli lagi dengan itu. yang ku mau hanyalah melihat Xiao Yan bahagia, meski tidak bersama ku dan aku yakin sekarang pasti Xiao Yan telah bertemu dengan kekasihnya" ucap Ming Hao sambil melihat Rong Ji


"aku salut dengan mu. aku tak menyangka jika kau rela berbuat seperti itu untuk Xiao Yan. lalu sekarang kau sudah tahu jika pengantin mu adalah aku dan apa yang akan kau lakukan sekarang?" ucap Rong Ji dengan rasa keingintahuan


"aku berniat menutupi ini sebisa mungkin dan aku berharap kau bisa bekerjasama dengan ku" ucap Ming Hao dengan serius

__ADS_1


"ya tentu saja. jika ini demi kebaikan Xiao Yan pasti akan ku lakukan" ucap Rong Ji


"baiklah. ku harap setelah ini kau bisa menutupi nya dari siapapun dan hal ini cukup kita saja yang tahu" ujar Ming Hao


"Hem... baiklah. lalu apakah kau tidak takut jika nyonya Wei mengetahui hal ini?"


"tidak. aku akan berusaha untuk menutupinya sebaik mungkin dan kau tidak perlu khawatir. setelah ini aku akan mencari alasan untuk pergi dari sini" ucap Ming Hao


"memangnya kau ingin ke mana?" tanya Rong Ji yang penasaran


"ketempat yang selama ini, ingin aku kunjungi dan dengan menggunakan alasan ini, aku akan berkata pada nyonya Wei jika aku mengajak Xiao Yan untuk tinggal di sana dan memulai hidup baru di tempat itu" ucap Ming Hao sambil membayangkan nya


"sebenarnya itu adalah alasan yang bagus. namun aku juga kasihan padamu jika kau harus melakukan itu. aku sangat heran, mengapa kau bisa begitu rela melakukan itu untuk Xiao Yan? padahal kau tau sendiri jika Xiao Yan tidak menyukai dirimu" ucap Rong Ji yang kasihan dengan Ming Hao


"aku juga tidak mengerti, bagaimana aku bisa punya rasa suka yang sebesar ini untuk nya. sampai aku rela melakukan segala hal untuk nya. aku tak bisa menjelaskan ini. semua itu muncul saat aku mulai mengenal Xiao Yan dan sekarang perasaan itu juga tidak akan berubah sedikitpun, meski dia sedang bersama orang lain" ucap Ming Hao yang tersenyum kaku


"aku tak menyangka, jika kau adalah orang yang begitu lapang. jika kau tidak keberatan, bersedia kah kau menjadi kakak angkat kami? tapi aku tidak memaksa dirimu. kau bisa menolaknya jika kau merasa tidak nyaman" ucap Rong Ji dengan nada kaku


"em...aku senang bisa Akrab dengan kalian dan aku tentu tidak akan menolak nya" ucap Ming Hao yang tersenyum bahagia


"ya baiklah. terima kasih sudah menganggap ku sebagai saudara kalian" ucap Ming Hao


"ya terima kasih kembali dan sekarang sebaiknya kita melanjutkan rencana ini dengan baik agar tidak ketahuan oleh nyonya Wei"


"ya kau benar"


untungnya masalah ini, bisa terselesaikan dengan baik oleh Rong Ji dan Ming Hao. Rong Ji juga tak menyangka jika Ming Hao bersedia membantunya. ia sangat bersyukur bisa bertemu orang baik seperti Ming Hao. sementara itu, pangeran kedua yang selama ini tidak menunjukkan tanda-tanda keberadaan nya.


kini mulai melakukan rencana baru nya untuk menjatuhkan kaisar dan merebut kembali tahta kerajaan Xiao. kali ini ia berniat untuk bekerjasama dengan Qin Ran atau pangeran Qin. selama ini pangeran kedua mengetahui informasi mengenai Xiao Yan dan Qin Ran lewat mata-matanya. kini ia telah secara khusus mengundang pangeran Qin untuk datang dan membahas rencana besar dengannya.


lalu Qin Ran yang mendapatkan undangan dari pangeran kedua pun, awal menolak hubungan kerjasama ini. karena pangeran kedua sendiri, tidak memiliki kekuatan ataupun kekuasaan lainnya. apalagi sekarang pangeran kedua merupakan buronan kerajaan Xiao. meskipun begitu Qin Ran telah saja sulit menolak, jika salah satu rencana nya berhubungan dengan Xiao Yan.


pangeran kedua yang licik, mengajak Qin Ran bekerjasama dengan nya dan ia berjanji akan membantu nya untuk memiliki Xiao Yan sepenuhnya dan ia benar-benar menjamin itu. karena ia memiliki sesuatu yang sangat berguna sekali untuk bisa membuat Xiao Yan menurut dengan pangeran Qin.

__ADS_1


lantas hal tersebut, membuat pangeran Qin tertarik dan ia pun segera pergi ke kerajaan Xiao, untuk memulai kerjasama antara dirinya dan pangeran kedua. beberapa hari kemudian pangeran Qin, telah tiba di kerajaan Xiao. mereka melakukan pertemuan di sebuah tempat rahasia yang juga merupakan markas besar milik pangeran kedua.


setelah tiba pangeran kedua menyambut pangeran Qin secara langsung. lalu mereka mulai membahas tentang kerjasama nya.


"selamat datang pangeran Qin yang terhormat" ucap pangeran kedua yang licik


"Hem...tidak perlu formal. sekarang yang perlu kita lakukan adalah membahas apa saja yang ingin kau lakukan untuk bekerjasama dengan ku" ucap Qin Ran yang tak suka basa-basi


"baiklah pangeran Qin. tanpa basa-basi lagi mari ikuti aku ke sebuah ruangan khusus. ada hal yang ingin ku tunjukkan padamu" ucap pangeran kedua sambil tersenyum licik


"baiklah" ucap Qin Ran yang berjalan mengikuti pangeran kedua


beberapa saat kemudian mereka telah tiba di sebuah ruangan khusus dan pangeran kedua mulai menjelaskan rencana untuk mendapatkan Xiao Yan.


"pangeran Qin, pernah kau melihat ini? ku yakin kau tak asing dengan mahkluk yang satu ini bukan?" ucap pangeran kedua sambil melirik Qin Ran


"bagaimana kau bisa mendapatkan mahkluk itu? ini kan adalah parasit yang pernah kau berikan pada seorang gadis yang merupakan salah satu temannya Xiao Yan" ucap Qin Ran yang terheran-heran


"ya memang benar itu dan kau tau jika kau bisa memasukkan parasit itu kedalam tubuh Xiao Yan, dia pasti tidak akan pernah bisa berpaling darimu dan dia akan menuruti semua keinginanmu" ucap pangeran kedua sambil membujuk Qin Ran


"bagaimana aku bisa percaya padamu? bagaimana jika ini gagal? lalu dengan cara apa kau akan menaruh parasit itu pada Xiao Yan?" ucap Qin Ran dengan serius


"pangeran Qin. kau tak perlu khawatir mengenai itu. aku akan melakukannya dan kau hanya perlu duduk manis, lalu menunggu Xiao Yan kembali padamu" ucap pangeran kedua yang tersenyum licik


"baiklah sebelum aku benar-benar bisa percaya padamu. kau harus terlebih dulu membuktikan nya untuk ku" ucap Qin Ran


"baiklah pangeran Qin. aku juga telah menyiapkan ini untuk diperlihatkan padamu dan kau pasti akan terkejut setelah melihatnya. tapi sebelum itu, kau harus bersedia menyiapkan lima puluh ribu tentara untuk ku bagaimana?" ucap pangeran kedua yang licik


"baik. aku bersedia menyediakan tentara untuk mu. tapi kau harus menjamin jika Xiao Yan benar-benar akan kembali dan menurut pada ku" ujar Qin Ran dengan serius


"tenang saja pangeran Qin. ini adalah kerjasama yang paling menguntungkan untuk kita berdua. selain itu jika aku berhasil menguasai kerajaan Xiao, maka aku juga akan memberikan mu sebagian daerah kekuasaan kerajaan Xiao. bukankah itu menarik?" ucap pangeran kedua sambil melirik ke arah Qin Ran


"baik, cukup menarik dan aku menerima kerjasama ini. lalu aku harap kau bisa segera melakukan nya. karena aku sudah tak sabar untuk segera bertemu kembali dengan Xiao Yan" ucap Qin Ran sambil tersenyum kecil

__ADS_1


"baiklah pangeran Qin akan segera ku lakukan" ucap pangeran kedua sambil menyeringai lebar


akhirnya pangeran kedua berhasil melakukan kerjasama dengan pangeran Qin. kini ia memiliki tambahan kekuatan untuk segera merebut tahta kerajaan Xiao.


__ADS_2