Kisah Dibalik Liontin Giok

Kisah Dibalik Liontin Giok
Hukuman


__ADS_3

Xiao Yan yang saat ini belum kembali ke rumahnya membuat nyonya Wei atau ibu Xiao Yan yang sekarang merasa cemas dan kwahatir kepadanya, karena hari sudah begitu malam namun ia belum kembali juga. selain itu kedua kakak sepupu nya ternyata juga belum kembali ke rumahnya.


nyonya Wei pun memutuskan untuk menunggu mereka didepan pintu masuk. tak lama setelah itu, dari kejauhan ia melihat Rong Ji dan Ye Jing yang kembali kerumahnya namun anehnya ia tak melihat Xiao Yan. sesampainya mereka didepan pintu masuk, lantas nyonya Wei bertanya pada mereka.


"anak-anak, dimana adik kalian? mengapa hanya kalian saja yang pulang? bukannya aku menyuruh kalian untuk tidak keluar rumah"


"oh ibu hello, ibu sudah kembali ya, sejak kapan ibu kembali? mengapa tidak ada yang memberitahukan kami?" ucap Rong Ji


"ibu sengaja menyuruh mereka tak memberitahukan kalian kalau ibu akan pulang, ibu kembali karena ibu sempat mendapatkan laporan, kalau adikmu Wei Yan sempat berkelahi dengan anak walikota, makanya ibu cepat kembali"


"ibu, Wei Yan sebenarnya tidak berkelahi dengan nya, ia hanya ditantang oleh Li Shang anak walikota untuk adu skill bela diri saja. namun ibu tak perlu kwahatir Wei Yan tidak terluka dan dia baik baik saja" ujar Ye Jing


"lalu sekarang dia kemana mengapa dia tak pulang dengan kalian? tidak baik bagi seorang gadis pulang begitu larut malam tanpa pengawasan"


"Hem untuk itu ibu tenang saja, Wei Yan sekarang berada ditangan yang aman jadi ibu tak perlu kwahatir tenang dia" ucap Rong Ji


"bagaimana aku tidak khawatir, hari sudah begitu larut malam tapi dia belum kembali juga, lalu apa maksudmu tentang dia berada ditangan yang aman itu"

__ADS_1


"ibu, hari ini Wei Yan diajak pangeran ketiga mengikuti seminar pelajar, lalu setelah seminar selesai mereka berencana itu merayakan malam tahun baru di pusat kota jadi ibu tak perlu kwahatir tentang itu"


"meski pun begitu, aku tetap aku menghukum nya saat dia kembali nanti dan juga kalian"


"ibu, mengapa kami juga ikut dihukum? bukannya kami sudah pulang tetap waktu?" ucap Rong Ji


"apa kalian bilang, sekarang kalian sudah pulang tetap waktu, lihat lah langit sudah begitu gelap masih bilang tepat waktu?" teriak nyonya Wei


"baiklah Bu kami minta maaf, mohon ibu jangan marah lagi tak baik untuk kesehatan" ucap Ye Jing


"Hem, kalau begitu kalian masuklah dulu dan tunggu aku di aula keluarga, setelah aku selesai dengan adikmu aku akan ke sana memberi kalian hukuman"


tak lama setelah mereka pergi, akhirnya Xiao Yan kembali dan ia kembali bersama dengan pangeran. saat sampai didepan pintu masuk ia melihat nyonya Wei dengan raut muka masam. Xiao Yan merasa kan aura kemarahan dari ibunya, ia kwahatir jika pangeran juga akan kena imbasnya. lantas ia menyuruh pangeran untuk langsung pergi saja, namun karena ibu Xiao Yan sudah melihatnya ia menolak untuk pergi.


melihat Xiao Yan yang sudah kembali, nyonya Wei pun langsung menyuruhnya masuk tanpa basa-basi ia menyuruh para pelayan membawa Xiao Yan ke aula keluarga. Xiao Yan pun langsung dibawa pergi oleh para pelayan. ia tak sempat mengucapkan selamat tinggal pada pangeran namun ia juga tak bisa melawan ibunya yang kini tengah marah besar.


setelah Xiao Yan pergi, pangeran pun menjelaskan kepada nyonya Wei, mengapa ia bisa pulang larut malam. selain itu pangeran juga meminta nyonya Wei untuk tidak menyalahkan Xiao Yan. setelah mendengar penjelasan dari pangeran, nyonya Wei pun sudah tak marah lagi dengan mereka. namun nyonya Wei nampak tak suka jika anak-anaknya memiliki hubungan dengan pihak kerajaan.

__ADS_1


ia pun menyuruh pangeran, untuk tidak terus mendekati anaknya. karena ia takut anak-anaknya akan terlibat dalam pertarungan di istana. yang dimaksud oleh nyonya Wei adalah pertarungan memperebutkan tahta kerajaan Xiao saat ini. nyonya Wei tak ingin anaknya menjadi korban dari perebutan tahta ini, sebisa mungkin ia ingin anaknya aman.


mengetahui hal itu, lantas pangeran memberitahukan kepada nyonya Wei bahwa ia tak ada maksud untuk menyeret mereka kedalam urusan kerajaan, pangeran juga berjanji kepada nyonya Wei kalau ia akan melindungi anaknya nyonya Wei dengan baik dan takkan membiarkan anak-anaknya terlibat dengan urusan kerajaan.


mengetahui hal itu, membuat nyonya Wei sedikit tenang, ia tak banyak bicara setelah itu. namun sebelum ia menyuruh pangeran untuk pulang ia sempat mengatakan kepada pangeran, jika ia ingin mendekati Wei Yan maka pangeran ketiga harus merelakan tahta kerajaannya dan juga berjanji takkan terlibat pada urusan kerajaan, dengan begini nyonya Wei tak akan mempermasalahkan jika Wei Yan dekat dengan pangeran.


lantas pangeran mengiyakan hal itu lalu ia berjanji pada nyonya Wei bahwa ia takkan terlibat dalam perebutan kekuasaan dan ia juga akan menyatakan mundur dari pemilihan calon putra mahkota. hal itu nyonya Wei pun sudah merasa tenang, ia pun menyuruh pangeran untuk segera kembali.


setelah menyelesaikan urusannya dengan pangeran, nyonya Wei pun pergi ke aula keluarga dan memberikan hukuman kepada anak-anaknya. nyonya Wei menghukum nya dengan menyalin aturan keluarga sebanyak 100 lembar dan mereka bertiga tak diizinkan keluar rumah setelah pulang dari akademi selama sebulan lamanya.


mengetahui hal itu membuat mereka menjadi lemas, mereka tak menyangka kalau hari-harinya akan berakhir dengan seperti ini. mereka terus membujuk nyonya Wei agar bisa meringankan hukuman mereka, namun sayangnya nyonya Wei menolak. nyonya Wei memberikan mereka hukuman sebagai pelajaran agar mereka tak bertindak semena-mena ketika ia tak ada di rumah.


Keesokan harinya mereka bertiga pergi ke akademi seperti biasa, namun mereka tampak lesu sebab setelah pulang nanti mereka harus mulai menyalin aturan keluarga sebanyak 100 lembar. melihat mereka yang tampak lesu membuat pangeran datang dan menghibur mereka. lalu pangeran menyuruh mereka untuk tetap bersemangat menghadapi itu.


tak lupa pangeran memberitahukan kepada mereka jika setelah akhir bulan ini pihak akademi akan menyelenggarakan ujian kenaikan kelas. mengetahui hal itu, membuat mereka tambah lemas karena mereka mungkin tak akan punya waktu untuk beristirahat. namun pangeran tetap saja menyemangati mereka, agar mereka tak putus asa.


akhirnya mereka pun pergi ke kelasnya setelah mengetahui hal itu. sebelum pulang pangeran sempat bertemu dengan Xiao Yan. saat bertemu, pangeran pun memberikan ia seekor merpati surat. awalnya Xiao Yan tak tau untuk apa pangeran memberikan merpati surat padanya, tapi setelah mendengar penjelasan dari pangeran, ia pun tau kegunaan nya dan itu membuat Xiao Yan merasa senang, kerena dengan ini ia sekarang dapat berkirim kabar dengan pangeran.

__ADS_1


mereka bertiga pun kembali ke rumah dan mulai menjalankan hukuman dari nyonya Wei. mereka bahkan tak sempat berbicara satu sama lain karena mereka terus diawasi oleh nyonya Wei. jika mereka ketahuan tak serius menjalankan hukum maka hukuman mereka akan ditambah oleh nyonya Wei, sebab itu lah mereka kini sangat serius menjalankan hukum nya.


__ADS_2