Kisah Dibalik Liontin Giok

Kisah Dibalik Liontin Giok
Pangeran Qin Ran


__ADS_3

"baiklah besok pagi, aku akan pergi ke kota Yihe untuk memeriksa nya"


"kalau begitu kami juga ikut dengan mu. kami juga masih penasaran dengan wanita itu. jika benar dia adalah Xiao Yan maka usaha kita tidak akan sia-sia" ucap Rong Ji


"baiklah kalau begitu sampai ketemu besok pagi" ucap pangeran ketiga


"oke"


pengawal pribadi pangeran ketiga, yang awalnya disuruh untuk mencari tau tentang tebing. kini telah kembali dengan beberapa informasi yang telah ia dapatkan. ia pun melaporkan pada pangeran ketiga, jika memang benar dibawah tebing terdapat sebuah desa, namun penduduknya hanya sedikit saja.


lalu ia juga sempat bertanya pada penduduk setempat, apakah mereka pernah menemukan seorang wanita yang telah terjatuh dari atas tebing? para penduduk mengatakan, jika pernah sekali mereka melihat jika tuan tabib membawa pulang seseorang ke rumahnya. katanya orang itu sedang terluka parah dan membuat orang itu tak sadarkan diri dalam waktu cukup lama.


namun setelah beberapa waktu lalu, tuan tabib akhirnya pindah ke kota bersama dengan Qin Ran dan juga seorang wanita yang kini menjadi murid nya. mendengar hal itu, sudah bisa dipastikan jika wanita yang mereka temui kemarin benar adalah Xiao Yan. mendapatkan informasi tentang Xiao Yan yang masih hidup, membuat pangeran ketiga merasa senang dan ia tak sabar menunggu hari esok untuk menjemput Xiao Yan kembali.


keesokan harinya pangeran ketiga dan kedua kakak sepupu Xiao Yan pergi ke kota Yihe. setelah beberapa jam kemudian mereka pun tiba di kota Yihe. tanpa basa-basi mereka langsung pergi ke klinik yang pernah mereka kunjungi kemarin. Qin Ran yang melihat mereka, lantas ia dengan cepat menahan mereka agar mereka tidak bertemu dengan Xiao Yan.


Qin Ran bertanya pada mereka, apa keperluan mereka datang kemari? mereka menjawab jika mereka ingin bertemu dengan tabib wanita yang bekerja disini. mendengar hal itu membuat Qin Ran menjadi khawatir, jika mereka akan merebut Xiao Yan darinya. ia pun mencari cara agar mereka tidak berhasil bertemu dengan Xiao Yan.


ia berpura-pura kebelakang untuk memanggil Xiao Yan. namun yang sebenarnya ia lakukan adalah memanggil salah satu pelayan untuk menyuruh Xiao Yan bersembunyi dan jangan biarkan Xiao Yan bertemu dengan mereka. Qin Ran juga menambahkan jika mereka bertiga kemungkinan adalah orang jahat yang ingin memanfaatkan Xiao Yan.

__ADS_1


mendengar hal tersebut, membuat pelayan itu segera melakukan tugasnya dan pergi menjaga Xiao Yan agar tidak keluar sementara waktu. beberapa saat kemudian Qin Ran keluar dan ia mengatakan pada mereka jika Xiao Yan saat ini sedang sibuk melayani pasien dan sementara waktu Xiao Yan tidak bisa bertemu dengan mereka.


lantas Qin Ran segera menyuruh mereka kembali. mendengar hal itu membuat pangeran ketiga merasa ada yang janggal dengan ucapan Qin Ran. pangeran merasa, jika Qin Ran sengaja melakukan itu agar mereka tidak bisa menemui Xiao Yan secara langsung. melihat gelagat Qin Ran yang begitu mencurigakan membuat pangeran ketiga dan kedua kakak sepupu nya pergi, lalu merencanakan sesuatu untuk bisa bertemu dengan Xiao Yan.


setelah pergi dari klinik itu, pangeran ketiga dan mereka berdua berbicara tentang sikap Qin Ran yang aneh itu. lantas mereka bertiga merencanakan sesuatu. mereka pergi kesebuah penginapan yang dekat dengan klinik tersebut. nantinya dari sana, mereka akan mengawasi Qin Ran dan Xiao Yan. Qin Ran merasa bahwa sudah tidak aman lagi baginya untuk tetap disini.


lantas ia mencari alasan agar bisa membawa Xiao Yan kembali ke kerajaannya. setelah beberapa saat mereka pergi, terlihat seorang wanita yang mirip Xiao Yan datang menghampiri Qin Ran dan mereka tampak sedang membicarakan suatu hal. pangeran ketiga merasa, jika Qin Ran sedang merencanakan sesuatu.


pangeran ketiga pun segera menyuruh beberapa orangnya untuk berjaga disekitar lokasi dekat klinik. setelah hari mulai gelap, klinik akhirnya ditutup dan mereka kembali ke rumah tuan tabib yang berada di bagian timur dekat klinik. pangeran ketiga dan yang lain pun pergi, lalu mengikuti mereka. sesampainya di rumah tuan tabib, Xiao Yan langsung masuk kamar untuk beristirahat.


lalu beberapa saat kemudian datang lah Qin Ran, yang berniat berbicara suatu hal pada Xiao Yan. pangeran ketiga pun langsung mendekati kamar Xiao Yan dan ia menaiki atap kamar Xiao Yan untuk mendengar hal apa yang dibicarakan oleh Qin Ran. sedangkan Rong Ji dan Ye Jing bertugas untuk memantau keadaan sekitar. Qin Ran pun mengetuk pintu dan memanggil Xiao Yan.


"adik Ruyi, apa kau sedang sibuk sekarang? jika tidak bolehkah aku masuk? ada beberapa hal yang ingin ku sampaikan pada mu" ucap Qin Ran dengan lembut


"adik Ruyi, sebenarnya aku bingung mau mengatakan hal ini. tapi biar bagaimanapun juga, aku tetap harus mengatakan nya pada mu" ucap Qin Ran dengan nada kecil


"ada apa kak? apakah kau sedang sakit? atau bagaimana? coba katakan saja padaku" ucap Xiao Yan dengan rasa penasarannya


"adik, ku harap setelah mendengar hal ini. kau tidak akan marah padaku" ucap Qin Ran dengan wajah sedih

__ADS_1


"ada apakah kak? katakan saja, aku janji aku tidak akan marah padamu"


"Hem... baiklah. maaf adik sebelumnya, aku pernah bilang pada mu jika aku adalah orang biasa yang mengikuti tuan tabib sebagai murid biasa. tapi identitas ku yang sebenarnya bukanlah orang biasa. sebenarnya aku adalah pangeran ketujuh dari kerajaan Qin. alasan mengapa aku tak mengatakan identitas ku, Sebenarnya adalah aku takut setelah kau tau tentang diriku, kau akan menjauhi ku dan tidak ingin bersama ku lagi" ucap Qin Ran yang pura-pura merasa bersalah


"sebenarnya aku sempat ingin marah, tapi ini bukan hak ku untuk marah pada mu. kau memang berhak menyembunyikan identitas mu, tapi kau juga tidak perlu sampai sejauh ini. aku merasa amat bersalah pada mu, seandainya kau cerita lebih awal, mungkin aku tak akan bertingkah aneh didepan mu. tapi sekarang kau sudah mengetahuinya dan itu membuat ku merasa malu padamu" ucap Xiao


"adik, kau tak perlu merasa malu pada ku meskipun aku adalah seorang pangeran, tapi aku tetap akan menerima mu apa adanya. kau tau selama ini, kita sudah sering bersama jadi aku sudah beradaptasi dengan mu. jadi kau tak perlu kwahatir akan hal itu dan aku juga ingin mengucapkan terima kasih, karena kau tidak marah padaku"


"lalu apa tujuan kak Qin mengatakan hal ini padaku? apakah telah terjadi sesuatu di kerajaan mu?"


"adik sebenarnya beberapa waktu lalu, aku sempat menerima surat dari kerajaan ku. di surat itu mengatakan, jika adik ku pangeran ke sembilan sedang sakit parah sehingga dia membutuhkan penanganan khusus. tapi sayangnya tak ada yang bisa mengobati penyakitnya. aku sempat ingin memberitahukan hal itu padamu. namun melihat kau yang begitu sibuk akhir-akhir ini, membuat ku menunda nya"


"tapi sekarang aku sudah tak bisa menundanya lagi. aku harus segera kembali ke kerajaan Qin untuk menyelamatkan adikku. Ruyi maukah kau ikut dengan ku untuk kembali ke kerajaan Qin? Ruyi hanya kau yang bisa menyelamatkan adikku untuk saat ini dan aku mohon ikut lah, aku kembali ke sana. aku janji setelah selesai mengobati adikku, aku pasti akan mengantarkan mu kembali ketempat ini, bagaimana?" ucap Qin Ran dengan nada memelas


"kak Qin, aku tak sehebat apa yang kau katakan. kau terlalu memuji ku dan aku juga tidak tau harus bagaimana? tapi karena ini berhubungan dengan nyawa seseorang, maka aku akan berusaha membantu mu. tapi setelah adikmu berhasil sembuh dari penyakitnya, maka kau harus segera mengantarkan ku kembali kesini. kau tau sendiri, jika aku masih belum mendapatkan ingatan ku yang dulu dan aku juga tidak bisa berlama-lama di sana karena identitas ku yang belum diketahui ini"


"adik, kau tenang saja tidak akan ada orang yang berani mempermasalahkan identitas mu selagi ada aku di samping mu. percayalah setelah masalah ini selesai, maka aku akan membantu untuk mendapatkan ingatan mu kembali" ucap Qin Ran yang pura-pura serius


"baiklah kak. lalu kapan kita akan pergi ke kerajaan mu?"

__ADS_1


"adik kita akan pergi secepatnya setelah aku memberitahukan hal ini pada tuan tabib dan kemungkinan kita akan berangkat besok lusa"


"baiklah kalau begitu aku akan mengikuti mu"


__ADS_2