Kisah Dibalik Liontin Giok

Kisah Dibalik Liontin Giok
Petunjuk Baru


__ADS_3

"pangeran bukunya sudah terkumpul semua, apa kau yakin akan membaca seluruh isi buku ini?"


"tentu saja tidak, aku hanya membaca beberapa halaman yang berkaitan dengan liontin giok saja, selain itu lewatkan saja. lagian jika kita membaca seluruh isi buku ini belum tentu isinya berkaitan dengan apa yang kita cari"


"benar sekali pangeran, untungnya kita datang lumayan pagi hari ini, jadi bisa punya banyak waktu untuk membacanya disini"


"ya benar sekali, baiklah tanpa membuang-buang waktu mari kita selesaikan semua ini"


"ya tentu saja"


mereka pun melanjutkan membaca dan mencari informasi tentang liontin giok itu. halaman demi halaman, mereka cari dan telusuri namun masih belum mendapatkan hasil. memang sulit untuk mendapatkan hasilnya, namun mereka tetap berjuang untuk terus membaca dan menelusuri tiap-tiap halaman buku.


tak Terasa mereka sudah membaca selama 2 jam lamanya tapi belum mendapatkan hasil juga, mereka sempat istirahat beberapa saat lalu kembali melanjutkan membaca. hari mulai sudah sore dan sebentar lagi akan malam, namun mereka tetap saja belum menemukan jawabannya.


Xiao Yan mulai merasa ngantuk berat, ia pun tak sengaja tertidur saat membaca buku. melihat Xiao Yan yang tertidur karena kecapekan membaca buku lantas pangeran membiarkan nya. waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam, kini hanya tersisa 3 buku lagi untuk dibaca.


dua buku sudah terselesaikan, tapi hasilnya tetap nihil. kini hanya tersisa 1 buku saja, yaitu buku yang berada dibawah tangan Xiao Yan. pangeran pun mengambilnya dengan penuh hati-hati. setelah mendapatkan buku itu lantas ia membuka dan membacanya. akhirnya ia menemukan sebuah petunjuk tentang liontin giok itu. lantas ia sangat senang dengan penemuan nya itu. ia membaca dan menelusuri tiap-tiap halaman dengan penuh ketelitian.


setelah mendapatkan informasi yang dibutuhkan, pangeran pun menyusun kembali buku bukunya, sedang Xiao Yan masih tertidur pulas di sana, pangeran tak tega untuk membangunkan nya. setelah selesai menyusun buku pangeran kembali ketempat duduknya lalu ia berpikir untuk membangunkan Xiao Yan namun melihat wajahnya yang kelelahan ia malah membiarkan nya. lalu pangeran pun hanya duduk diam ditempat sambil membaca beberapa buku lain di sana.


saat membaca buku ternyata pangeran juga merasa ngantuk akhirnya ia juga tertidur di tempat itu. waktu menunjukkan Sudah pukul 10 malam, Xiao Yan yang sudah cukup tidur pun terbangun dari mimpi indah nya. ia pun melirik mejanya, melihat meja sudah bersih dan buku-buku tadi sudah tersusun. ia pun merasa bersalah pada pangeran, ia tak menyangka ia bisa ketiduran tadinya. lalu ia melihat pangeran, ternyata pangeran juga tertidur lalu Xiao Yan membiarkan nya tertidur. sembari pangeran tertidur Xiao mencari penjaga perpus untuk bertanya sudah jam berapa sekarang ini.


saat melihat keluar pintu ternyata hari sudah malam. ia pun segera bertanya pada penjaga perpus yang ada didepannya.


"maaf tuan, kalau boleh tau ini sudah jam berapa ya?"


"nona, sekarang sudah jam 10 malam dan sebentar lagi perpus akan kami tutup. mohon untuk segera menyelesaikan bacaan nya"


"ya baiklah kalau begitu, terima kasih"


"sama sama nona"


tak disangka ternyata hari sudah begitu malam, kali ini ia akan melewatkan janjinya kepada kakak sepupunya untuk merayakan tahun baru bersama. mau tidak mau ia pun memberanikan diri untuk membangunkan pangeran.


"pangeran, oh pangeran apa kau bisa mendengar ku" ucap Xiao Yan dengan pelan


"Hem ternyata pangeran tak mendengar. baiklah ku coba sekali lagi. mungkin suara ku harus lebih kuat agar bisa terdengar olehnya"


"teng teng" bunyi lonceng yang nyaring tanda waktu perpustakaan akan di tutup


"waduh pangeran, ayolah bangun perpustakaan akan segera ditutup, bisa-bisa kita terkunci di sini"


ternyata suara lonceng dan panggilannya gagal membangunkan pangeran. ia pun terpaksa menggunakan cara lain. caranya kali ini adalah dengan menepuk keras bagian meja tempat pangeran tidur.


"baiklah akan ku lakukan, kali ini jangan salahkan aku pangeran, siapa suruh kau susah dibangunkan"

__ADS_1


"brukkk"... suara tepukan tangan Xiao Yan ke meja yang cukup terdengar keras sampai membuat penjaga perpus meliriknya dan akhirnya pangeran terbangun juga.


"maaf pangeran aku mengagetkan mu, ku pikir kau akan susah dibangunkan jika tidak begitu, jadi aku terpaksa melakukan itu harap pangeran mengerti"


"ya tidak apa-apa, terima kasih sudah membangunkan ku. aku tadi terlalu terbawa mimpi sampai susah dibangunkan, untungnya ada kau yang membangunkan ku tadi"


"*syukurlah, ku pikir pangeran akan marah tadinya, ternyata tidak"


"kenapa harus marah, yang penting sekarang kita harus bergegas pulang ke rumah, nanti kakak sepupu mu khawatir"


"iya benar pangeran, sebaiknya begitu*"


mereka pun bergegas pulang ke rumah, namun saat diperjalanan ke rumah Xiao Yan, ia melihat banyak sekali orang yang merayakan malam tahun baru, banyak orang yang berjualan dan banyak kedai makanan serta pernak pernik yang menarik. melihat Xiao Yan yang begitu antusias, pangeran pun mengajak nya untuk pergi melihat. Xiao Yan yang senang karena diajak pangeran, lantas menarik tangan pangeran untuk segera ke sana.


melihat Xiao Yan yang tiba-tiba menarik tangan nya, membuat pangeran merasakan sesuatu yang tak dapat ia ucapkan dengan kata-kata, ia merasa senang dan bahagia saat Xiao Yan menarik tangan nya. namun ditengah kesenangannya itu, terdapat gangguan dari para kakak sepupu Xiao Yan yang tiba-tiba muncul dari kedai makanan.


lantas mereka langsung menghampiri Xiao Yan dan pangeran. melihat Xiao Yan yang masih menarik tangan pangeran, mereka pun tak tahan untuk menggoda nya.


"lihatlah mereka berdua, begitu mesra. sampai mereka tak sadar kalau kita sudah menunggu mereka begitu lama dari tadi" ucap Rong Ji


...Xiao Yan masih belum sadar kalau ia masih menarik tangan pangeran, namun setelah diberikan kode oleh pangeran ia pun segera melepaskan tangan pangeran....


"apa yang kau katakan, kau jangan sembarang bicara ya. kalau iri bilang saja"


"Hem siapa yang iri, lagian kau darimana saja kenapa jam segini baru kembali" ucap Rong Ji


"dasar kau ini, janjinya mau merayakan malam tahun baru bersama, tapi nyatanya kau malah merayakan nya bersama pangeran" kata Rong Ji


"sudahlah, ini bukanlah salahnya ini juga salah ku, aku minta maaf karena sudah membawa Xiao Yan pergi begitu lama. bagaimana jika kita merayakan malam tahun baru bersama kali ini?" ucap pangeran


"Hem bagaimana ya, kami takut akan menggangu pasangan serasi ini. sebaiknya kalian saja yang merayakan nya" ucap Rong Ji


"ya benar, kalian saja yang merayakan nya. kami sudah cukup lama disini dan kami berencana akan segera pulang untuk beristirahat, lalu kalian lanjutkan saja" kata Ye Jing


"kalian ini sedari tadi selalu mengejek ku ya, awas saja jika pulang nanti akan ku hajar kalian berdua"


"hem sebelum kau menghajar kami, kami tentu sudah mengunci pintu dan kau takkan bisa masuk"


"kalau kau berani mengunci pintu masuk, aku akan mengadu pada nyonya Wei, kalau kalian sudah mengunci ku diluar dan kalian pasti akan merasakan akibatnya"


"sudah-sudah jangan bertengkar lagi, sebaiknya kita merayakannya bersama sama" ucap pangeran


"tidak pangeran kau dan Xiao Yan saja, kami harus pulang sekarang bye" ucap Rong Ji yang pergi sambil menarik Ye Jing


"bagaimana ini, apakah kau masih ingin disini Xiao Yan?

__ADS_1


"tentu saja pangeran, abaikan mereka berdua. aku masih ingin menikmati suasana tahun baru disini, jarang-jarang bisa main ketempat seperti ini"


"ya baiklah kalau begitu"


...berjalan kearah kedai makanan...


"pangeran bagaimana jika, kita *ke kedai makanan yang didepan sana sepertinya ada makanan yang enak disana"


"ya baiklah, mari kita ke sana"


"wah ternyata disini ada yang jualan sate, aku suka sekali dengan ini. pangeran kau mau tidak, kalau kau mau aku bisa membayar mu anggaplah sebagai tanda maaf ku karena sudah merepotkan mu tadi"


"tidak perlu, kau pesan saja biar aku yang bayar"


"tidak pangeran, kau tak boleh menolak ini, jadi biar aku saja ya"


" bos pesan 2 porsi ya"


"baiklah nona, mohon tunggu sebentar ya" ucap bos kedai*


Xiao pun mengambil uang untuk membayar, namun ia tak menyangka jika uangnya tidak ada atau hilang, ia mencurigai kalau uangnya telah diambil oleh kakak sepupu nya. merasa tak enak dengan pangeran, ia pun memberanikan diri untuk berbicara pada pangeran dengan maksud meminjam uang.


"*pangeran bisa mendekat sebentar, ada hal yang ingin ku sampaikan pada mu"


...*mendekat...


"ada apa Xiao Yan"


"pangeran, tolong menunduk sedikit"


...*pangeran pun menunduk*...


Xiao Yan berbisik didekat telinga pangeran lalu ia mengatakan sesuatu.


"pangeran aku minta maaf, sebenarnya aku malu mengatakannya tapi mau tidak mau harus ku katakan padamu, jika aku telah kehilangan uang ku dan sekarang aku ingin meminjam uang mu dulu. lalu ketika sampai di rumah akan ku kembali kan"


" ya tidak apa, ambillah ini beli apa pun yang kau mau. anggap saja aku sedang mentraktir mu kali ini"


"tidak pangeran, jangan begitu. kau anggap saja sebagai pinjaman ya"


saat Xiao Yan telah pergi untuk membayar makanan nya, wajah pangeran pun tiba-tiba memerah dan sedikit salah tingkah karena ulah Xiao Yan yang tiba-tiba berbisik didekat telinganya. ia hampir salah tingkah saat Xiao Yan meminjam uang nya tadi. kini ia merasa sedikit nyaman saat berada didekat Xiao Yan padahal mereka belum kenal begitu lama. ia merasa ada yang tak wajar darinya karena sudah beberapa tahun menjomblo dan menutup diri dari wanita.


tak lama kemudian Xiao Yan, kembali dengan makanan nya, ternyata ia tak hanya membayar makanan saja namun ia juga memesan beberapa makanan lainnya. pangeran tak menyangka jika ternyata Xiao Yan suka beli jajanan seperti ini. setelah itu Xiao Yan mengajak pangeran untuk pergi mencari tempat duduk agar bisa menikmati makanan yang sudah ia beli tadi.


tepatnya dibawah pohon sakura yang rimbun mereka duduk dibawah nya sambil menikmati makanan, tak berselang lama dari itu tibalah saat dimana kembang api dinyalakan. kembang api dinyalakan sebagai tanda awal memulai tahun baru.

__ADS_1


bunyi kembang api yang begitu meriah, lalu diimbangi dengan sorakan para penonton dan juga Xiao Yan, membuat pangeran merasa sangat senang dengan malam ini. sesuatu hal yang sudah lama tak ia rasakan kini kembali ia rasakan. rasanya ia ingin memeluk Xiao Yan saat ini, namun ia merasa jika waktunya belum tepat.


__ADS_2