Kisah Dibalik Liontin Giok

Kisah Dibalik Liontin Giok
Kekaisaran Long bagian 4


__ADS_3

"Long Fei, bukannya kau sudah lama berada di kota? mengapa kau baru berkunjung kemari? lalu dimana para cucuku, bukannya kau bilang akan membawa mereka?"


"ayah, aku sibuk Sepenjang hari dan sekarang baru ada waktu mengunjungi mu. lalu untuk cucu mu, mereka akan mengunjungi mu besok"


"baiklah, tapi jangan lupa ya! aku sudah menunggu cukup lama sekali"


"ayah, bukannya aku tak mau membawa mereka pada mu, tapi kau tau sendiri cucu mu sangatlah, susah diatur dan entah terkena angin apa, tiba-tiba mereka mau mengikuti ku kemari"


"ha..ha biarkan saja, mereka kan masih anak-anak jadi masih labil"


"ayah, jika tak ada hal yang ingin ayah katakan, maka aku akan kembali ke penginapan"


"ya pergilah, ingat jangan lupa untuk membawa mereka besok"


"ya baiklah"


setelah mendapatkan kabar jika cucu nya akan mengunjungi nya besok, kaisar Long pun menyuruh para pelayan untuk segera menyiapkan pesta sambutan untuk para cucunya. kini istana mulai sibuk mempersiapkan pesta, Xiao Yan pun juga di ajak untuk membantu di sana.


setelah selesai mempersiapkan apa yang diperlukan, akhirnya kini Xiao Yan bisa beristirahat dengan lega. ia tak menyangka jika kaisar akan menyuruh mereka mempersiapkan pesta besar, lantas ia pun berpikir untuk siapa pesta itu? ia pun bertanya pada temannya yang juga bekerja sebagai Kasim.


lalu dia menjawab pesta itu diadakan untuk menyambut para cucu kaisar, yang baru saja tiba di kerajaan Long. mendengar hal itu, ia merasa jika ini merupakan hal bagus untuk nya. ia kini berencana untuk menyelinap masuk ke ruang harta negara saat pesta sedang diadakan.


keesokan harinya, nyonya Wei pun mengajak anak-anaknya untuk pergi ke kerajaan Long, mereka tak tau, mengapa mereka di ajak pergi ke istana sebab nyonya Wei tak mengatakan apapun pada mereka, mereka pun hanya bisa menurut dan ikut saja. saat diperjalanan mereka baru sadar jika di istana pasti ada Xiao Yan disana dan mungkin mereka akan bertemu dengannya.


awalnya mereka berniat untuk mengabarinya, namun mereka tak tau harus mengabarinya dengan cara apa, akhirnya mereka pun membiarkan nya dan mereka berharap, kelak Xiao Yan akan mengerti maksud mereka.


Ling Mei yang sedang menyamar menjadi Xiao Yan, terpaksa ikut dengan mereka, ia pun sekarang sedang merasa tidak tenang. ia takut jika ia akan ketahuan, jika tak segera bertemu dengan Xiao Yan. Rong Ji pun, menenangkan nya dan mengatakan pada Ling Mei jika ini akan baik-baik saja.


mendengar hal itu Ling Mei kini cukup, merasa tenang sejenak. tak lama kemudian mereka pun tiba di istana kerajaan Long. mereka sangat takjub dengan kemegahan istana ini, dibandingkan kerajaan Xiao, kerajaan Long ini memang tiada tandingannya, pikir mereka.


nyonya Wei pun, menyuruh anak-anaknya beristirahat terlebih dahulu di tempat yang telah dipersiapkan. mereka pun di antar oleh pengawal kerajaan ketempat istirahat. saat mereka lewat Xiao Yan yang sedang menyapu di halaman, tak sengaja melihat mereka bertiga.


ia melihat jika mereka sedang dibawa pergi oleh para pengawal, ia tak menyangka, jika mereka bertiga begitu bodoh sampai bisa tertangkap oleh para pengawal. ia pun akhirnya, mengikuti mereka secara diam-diam. ia tak sengaja melihat, jika pengawal itu membawa mereka ke suatu ruangan, ia pun berpikir jika para pengawal itu sedang mengunci mereka di ruang itu.


setelah para pengawal itu pergi, Xiao Yan dengan cepat pergi ke ruangan itu untuk menyelamatkan mereka. setelah sampai di depan pintu ia pun menendangnya, karena ia pikir jika pintu itu pasti, telah di kunci oleh para pengawal tadi. dengan sekuat tenaga ia menendang pintu itu.


"brak" pintu itu terbuka dan mereka yang ada didalam, otomatis merasa terkejut bukan main, karena tingkah Xiao Yan. awalnya mereka pikir jika orang yang menendang pintu itu adalah orang jahat, Rong Ji tanpa sadar pun berteriak memanggil para penjaga.


Xiao Yan yang panik, lantas segera menutup mulut Rong Ji. Rong Ji pun kaget, namun setelah Xiao Yan memanggil namanya dan bilang jika ini adalah dia, mereka pun baru lah tenang. setelah tau jika itu adalah Xiao Yan mereka pun segera menutup pintu agar tak ada yang melihat.


tapi sayang nya, para penjaga yang mendengar keributan itu telah sampai didepan pintu. para penjaga pun bertanya pada mereka apakah mereka baik-baik saja. lalu mereka menjawab jika mereka baik-baik saja. mereka pun segera menyuruh para penjaga itu untuk pergi dari sana.


setelah merasa aman, mereka pun mulai berdebat dan saling menyalahkan satu sama lain.


"mengapa kalian ada disini? kalian tau ini ada tindakan berbahaya tau?"


"kami juga tau jika ini berbahaya, tapi karena kami diajak oleh nyonya Wei, maka mau tidak mau kami harus pergi dan mengikuti nya"


"lalu mengapa tak satupun dari kalian yang memberikan kabar pada ku?"


"kau mau diberitahukan lewat apa? WhatsApp? atau SMS begitu?"


"ya tidak juga sih, tapi kan seharusnya kalian memberikan kabar atau kalian bisa menyuruh orang untuk pergi mencari ku"


"sudah tidak sempat, kami pun tak tau jika hari ini, nyonya Wei akan mengajak kami kemari"


"tau begini, aku harus nya tak perlu repot-repot untuk pergi dan menyelinap masuk istana, haduh kacau deh"


"terus mengapa tadi kalian di bawa oleh para pengawal?"


"mereka mengawal kami ke ruang istirahat, pengawal itu diperintahkan oleh nyonya Wei"


"Hem.. mencurigakan"


"apanya yang mencurigakan?"


"aku takut jika ini adalah jebakan"


"kau ini selalu berpikir negatif"


"terserah lah, yang penting sekarang kita sudah berkumpul bersama, dengan ini kita akan membuat rencana baru untuk mengetahui dimana liontin giok itu"

__ADS_1


"ya kau benar, tapi bisa kah kalian berdua melepaskan topeng kalian, aku sebenarnya bingung dengan topeng kalian itu" ucap Rong Ji


"ya benar, aku juga sudah tak tahan dengan topeng ini"


"ah, betapa leganya setelah melepas topeng"


"yang kau benar, aku juga sudah tidak sanggup lagi, jika aku harus menyamar menjadi diri mu Xiao Yan"


"hehe maaf Ling Mei telah merepotkan mu tapi aku juga berterima kasih banyak padamu, karena sudah mau bekerja sama dengan ku"


"ya sama-sama"


"lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?"


"bagaimana jika kita melarikan diri? aku tau jalan keluar apa kalian mau ikut?"


"bagaimana jika kita ketahuan? bukankah ini akan menjadi masalah besar"


...tiba-tiba terdengar suara orang berjalan kearah mereka...


"eh.. mengapa bisa ada Ling Mei disini? bukannya kalian bilang jika Ling Mei sedang tidak enak badan?"


"em begini Bu, tadi awalnya memang begitu, tapi karena ia takut sendirian di penginapan makanya ia menyusul kemari"


"Hem baik, lalu mengapa kau memakai pakaian pelayan? bukannya tadi kau memakai pakaian yang sama dengan mereka?"


"e.. anu begini Bu, tadi aku tak sengaja mengotori pakaian ku, karena tak aku tak membawa pakaian lain, jadi aku terpaksa meminjam pakaian pelayan, hehe begitu lah Bu"


"ya sudahlah, kalau begitu kalian ikut dengan ku untuk berganti pakaian, jangan memakai pakaian itu, bikin malu saja"


"hehe baiklah Bu"


"kau Ling Mei juga ikutlah dengan kami"


"e.. begini nyonya Wei, sebaiknya aku di sini saja. aku masih merasa tak enak badan jadi..."


"jadi biarkan dia disini saja Bu, lagian dia kan masih perlu istirahat" ucap Xiao Yan


"baiklah nyonya Wei, terima kasih"


mereka pun akhirnya pergi meninggalkan Ling Mei diruang itu. mereka bertiga pun segera diantar ketempat lain untuk berganti pakaian. setelah beberapa saat mereka pun selesai berganti pakaian dan kini mereka diminta untuk masuk kedalam istana.


"hei lihat, aku tampan bukan... haha"


"ini tidak adil, mengapa kalian memakai pakaian yang keren? sedangkan aku memakai pakaian yang amat merepotkan, terlalu banyak hiasan rambut, membuat kepala ku jadi berat dan pakaian ini juga menghambat langkah kaki ku"


"itu sih derita mu, siapa suruh kau menjadi wanita, lagian kau kan memang pantas untuk memakai pakaian itu" ujar Rong Ji


"ya benar, kau lebih cocok dengan pakaian itu, tahan saja sebentar. ini tidak akan lama, kau sabar saja setelah selesai mengikuti acara nya, kau nanti bebas berganti pakaian" ucap Ye Jing


"terserah lah, setelah acara ini selesai, akan ku buang pakaian ini dan aku tak akan pernah memakainya lagi"


"Hem ada-ada saja kau ini"


"tuan dan nona kita sudah tiba, harap menunggu sebentar disini, setelah ada panggilan aku akan membimbing kalian masuk" ucap sang Kasim istana


"ya baiklah"


...beberapa saat kemudian acara sambutan pun dimulai, mereka pun dipanggil untuk masuk kedalam istana...


"kami persilahkan kepada pangeran dan putri muda untuk masuk ke istana" ucap pembawa acara


...mereka pun berjalan masuk sambil berbisik-bisik karena mereka tak tau apa yang sebenarnya terjadi...


"eh mengapa mereka menyebut kita dengan sebutan pangeran dan putri muda? aku jadi bingung?"


"sutt, tenang sedikit jangan keras-keras, terlalu banyak orang disini, aku juga tak tau, mengapa bisa begitu? tapi tampaknya yang duduk di depan kita itu, adalah kaisar Long, jadi sementara kita harus jaga sikap, kalau tidak mungkin bisa saja, kepala kita semua melayang ditempat" bisik Rong Ji


"ya kau benar, aku jadi gugup karena nya. sudah lah sebaiknya kita lakukan saja, apa yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan diri kita"


...akhirnya mereka bertiga pun sampai dihadapan kaisar...

__ADS_1


"selamat datang di kerajaan Long, aku sangat senang bisa melihat kalian bertiga, haha" ucap kaisar


"salam untuk kaisar, semoga bahagia dan panjang umur" ucap serentak


"ya kalian tak pergi begitu, lagian kita semua disini adalah keluarga"


"em maaf kaisar, bagaimana? dan apa maksud nya? mengapa kami tidak mengerti?"


"hais, pasti ibu kalian tak memberitahukan ini kepada kalian ya, jika aku ini ada kakek kalian"


"hah, kaisar adalah kakek kami? bagaimana bisa?"


"mengapa kalian kaget begitu? apa ibu kalian, juga tak memberitahukan kepada kalian, jika ia adalah putri kerajaan Long?"


"hah, tak di sangka kita adalah bagian dari keluarga kerajaan Long, sulit dipercaya"


"haha, sudah tak perlu dipikirkan, karena kalian sudah tau jika aku Kakek kalian, maka dari itu mulai sekarang panggil aku dengan sebutan kakek ya"


"Hem baiklah kakek"


"baiklah karena cucuku sudah ada disini, dengan ini aku mengangkat mereka bertiga sebagai pangeran dan putri muda kerajaan Long"


"hidup pangeran dan putri muda" ucap para hadirin disana


"haha aku sangat senang, kalau begitu kalian bertiga kemari lah dan duduk di sebelah ku"


"ya baiklah kakek"


"Hem kalian bertiga sangat tampan dan juga cantik, aku sangat senang bisa melihat kalian dari dekat"


"hehe kakek juga tampan dan selain itu kakek sangat berwibawa, kami sebagai cucumu juga sangat bangga dengan mu"


"haha kalian bisa saja, kalau begitu aku akan memberikan hadiah pertemuan pada kalian"


"hehe terima kasih kakek, kakek sungguh baik"


"ya kalau begitu, kalian nikmati lah pesta yang ku siapkan untuk kalian"


"baik kek, terima kasih"


semua orang yang berada di sana mulai menikmati acara pesta. pesta yang di buat, begitu megah untuk menyambut kedatangan cucu kaisar. Xiao Yan kini baru sadar jika yang dibicarakan Kasim kemarin itu adalah mereka dan mereka merupakan cucu dari kaisar.


sungguh tak disangka jika mereka merupakan keturunan kerajaan Long, mereka juga tak menyangka jika nyonya Wei adalah putri kerajaan Long. setelah acara berakhir mereka pun segera kembali untuk menemui Ling Mei dan mereka pun menceritakan apa yang mereka alami disana pada Ling Mei.


"Ling Mei, kau pasti tak menyangka jika kami bertiga adalah cucunya kaisar kerajaan Long, bukan?"


"sungguh? apakah kalian adalah cucunya kaisar? bagaimana kalian bisa tau, jika kalian ada cucunya kaisar?"


"kaisar sendiri yang mengatakan itu pada kami, saat kami dipanggil masuk kedalam istana, kami tentunya juga tak menyangka akan hal itu"


"itu berarti keluarga kalian, ada yang berasal dari keluarga kerajaan ya?"


"ya benar, kau tau jika nyonya Wei adalah putri kerajaan Long atau anak dari kaisar ini, sungguh luar biasa bukan"


"ya memang luar biasa, untungnya kita sudah kembali dari penyamaran kita, jika tidak aku pasti akan berdiri ketakutan disana, saat berhadapan dengan kaisar"


"em kau benar"


"lalu bagaimana dengan rencana kita selanjutnya?"


"Hem mudah, aku akan mengaturnya nanti dan kali ini pasti akan berjalan lancar"


"ya baiklah"


"ya kalau begitu, sebaiknya aku pergi ganti pakaian dulu. aku sangat risih memakai pakaian ini, sangat berat dan merepotkan"


"ya kalau begitu, aku akan mengikuti mu"


"oke, ayo kita ke ruang ganti pakaian"


"ya baiklah"

__ADS_1


__ADS_2