
"bagaimana keadaannya tabib?" tanya pangeran
tabib menjawab "hanya sedikit luka memar saja, cukup dioleskan salep nanti juga akan sembuh sendiri. jadi tidak perlu kwahatir"
" baiklah tabib, terima kasih bantuannya" ucap pangeran
"pangeran ketiga, terima kasih atas bantuannya. sekali lagi aku minta maaf atas kejadian tadi"
"tidak apa, itu juga bukan kesalahan mu sepenuhnya. salah ku juga, karena jalan begitu lambat hingga menyebabkan kejadian tadi"
"tidak, ini salah ku. pangeran tak seharusnya menyalakan diri sendiri"
"baiklah lupakan itu. bagaimana keadaan mu sekarang? apa kau bisa berjalan saat ini?"
"pangeran tak perlu pikirkan tentang itu. aku masih bisa berjalan sendiri, cukup pelan pelan saja"
"tidak kau tampak masih kesakitan karena luka memar tadi, biar aku bantu membawa mu pulang untuk beristirahat"
"tapi pangeran, aku masih ada kelas yang harus diikuti"
"tidak masalah, aku akan membantu mu untuk memberitahu kan gurumu kalau kau tidak bisa hadir dikelasnya"
"Hem, baiklah kalau begitu"
seusai pengobatan, pangeran pun mengantar Xiao Yan kembali kerumahnya. setelah mengantar Xiao Yan, pangeran kembali ke akademi untuk memberitahu kan kepada yang lain bahwa Xiao Yan tak masuk kelas karena sakit. setelah selesai pelajaran kedua kakak sepupu Xiao Yan kembali ke rumah untuk melihat keadaan Xiao Yan.
"kau ini baru saja sembuh dari sakit. sekarang sudah jatuh sakit lagi, dasar ceroboh" ucap Ye Jing
"ini hanya memar saja, tak ada sakit apa pun jadi tenang lah" ujar Xiao Yan
"Dasar ceroboh, kapan kau akan berubah dari dulu sampai sekarang selalu bertindak ceroboh, untung hanya luka memar" tegas Rong Ji
"kalian cerewet sekali, dari dulu sampai sekarang juga selalu saja memarahi ku"
"kami begini juga demi kebaikan mu, siapa lagi yang peduli dengan mu selain kami disini ha?" ucap Rong Ji
"ya ya terserah kalian saja. lain kali takkan ku ulangi lagi"
setelah perdebatan tadi mereka pun pergi meninggalkan Xiao Yan sendiri. namun setelah keesokan harinya mereka terus menempel pada Xiao Yan dan mereka terus mengawasi nya agar ia tak membuat masalah. melihat kakak sepupu nya selalu mengikutinya, membuat Xiao Yan merasa risih sempat terlintas dibenaknya untuk mencoba melarikan diri dari mereka berdua.
sambil mengamati situasi. Xiao Yan tak sengaja bertemu dengan pangeran ketiga lantas mereka pun menyapa sang pangeran.
"hormat pada pangeran ketiga" ucap mereka bertiga
"ya, ada apa kalian disini?" tanya pangeran
"oh kami hanya mencari angin segar saja kok, lalu bagaimana dengan mu pangeran?" ucap Rong Ji
"aku kebetulan ada keperluan dengan adik kalian"
"pangeran ada keperluan apa dengan ku?"
"hanya ingin memberitahukan kepada mu kalau aku berencana mengajak mu mengikuti seminar pelajar yang akan diadakan di perpustakaan negara."
"wah bagus sekali, tapi kenapa pangeran mengajakku, kenapa pangeran tidak mengajak yang lain?"
"jumlah peserta yang akan menjadi perwakilan kelas hanyalah satu orang untuk tiap kelas, jadi aku berpikir untuk mengajak mu saja dan aku juga sempat bertanya kepada ketua kelas kalian tadi, dia bilang tidak ada yang bisa pergi ke sana mungkin karena harinya bertabrakan dengan hari perayaan tahun baru"
"Hem benar juga pasti banyak yang menolak karena mungkin mereka ingin melakukan perayaan dengan keluarganya"
"ya benar, lalu apakah kau bisa ikut dengan ku?"
"kalau pangeran yang minta maka aku tak bisa menolaknya "
__ADS_1
"baiklah jika kau setuju, nanti Aku akan menjemput mu"
"pangeran tidakkah kau membawa kami juga? kau hanya membawa Xiao Yan, kau tau dia adalah orang yang ceroboh bagaimana jika dia mengacaukan acara pangeran nanti?" tanya Rong Ji
"tidak masalah aku bisa memastikan jika dia tak berani membuat masalah dan aku juga akan mengawasi nya agar tak bertindak ceroboh" ucap pangeran
"Hem, baiklah kami percaya padamu. namun jika dia bertindak ceroboh lagi, mohon pangeran masukkan saja dia ke penjara" ucap Ye Jing
"mengapa berkata seperti itu, aku bukan anak kecil aku bisa menjaga diriku sendiri agar tidak bertindak ceroboh"
"entah lah kau sangat sulit dipercaya, lebih baik percaya dengan pangeran saja. aku yakin dia akan bisa mendisiplinkan mu dengan baik" tegas Ye Jing
"Hem, kalian lihat saja nanti aku akan membuat pencapaian besar dan kalian akan iri padaku nanti"
"terserah kau saja, namun jika kau bertindak ceroboh nanti kami yang akan menertawakan mu ketika dipenjara nantinya.. hahaha" tertawa Rong Ji
"baiklah, keperluan ku sudah selesai dan aku akan kembali ke istana"
"baiklah pangeran, hati hati di jalan"
pangeran pun pergi meninggalkan mereka
...***...
"akhirnya pangeran pergi juga" ucap Rong Ji
"mengapa kau berkata begitu" tanya Ye Jing
"kau tau tadi aku sempat terkejut setelah tau kalau sebentar lagi akan masuk tahun baru, apa kau tidak merasa jika waktu yang kita lalui disini berlalu begitu cepat?" tanya Rong Ji
"ya kau benar sekali, hampir setahun berlalu tapi kita masih belum menemukan jawaban bagaimana cara agar kita bisa kembali kedunia kita, tapi kali ini aku mendapatkan kesempatan yang bagus karena dengan mengikuti seminar ini, nanti akan ku gunakan untuk mengunjungi perpustakaan dan mencari tau tentang fenomena ini"
"ya kau harus manfaatkan itu dengan baik jika tidak kita takkan tau kapan kita bisa kembali lagi" ucap Rong Ji
setelah itu mereka mempersiapkan apa saja yang harus Xiao Yan cari tau di perpustakaan nanti. tak lama kemudian, hari dimana mereka pergi mengikuti seminar pun tiba. Xiao Yan dijemput oleh pangeran dan mereka menuju ke perpustakaan negara.
setelah perkenalan mereka pun segera menuju ruang seminar karena seminar akan segera diadakan. tak berselang lama seminar telah selesai dan berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Xiao Yan senang karena kali ini ia berhasil dan tidak melakukan hal ceroboh.
pangeran pun mengajak Xiao Yan untuk mengunjungi perpustakaan negara, sesampainya di perpustakaan Xiao Yan merasa takjub dengan tempat ini, sebab tempat ini begitu luas dan banyak sekali buku-buku yang tersusun dengan rapi. ia tak menyangka ia dapat mengunjungi tempat yang sehebat ini, ia tak sabar untuk segera membaca koleksi buku-buku yang ada disana.
sembari pangeran mendaftar masuk perpustakaan Xiao Yan tak lupa melihat isi buku didekat nya, lalu ia melihat ada sebuah buku dengan judul yang menarik. melihat Xiao Yan begitu senang pangeran pun menyuruh nya pergi membaca terlebih dahulu.
setelah selesai mendaftar pangeran pun mencari buku yang berisi informasi tentang benda kuno peninggalan sejarah yang ada di kerajaan Xiao ini.
Xiao Yan menari nari dengan gembiranya dia senang disini terdapat banyak sekali buku yang ingin dia baca sampai ia lupa tujuannya pergi ke perpustakaan negara.
pangeran yang tak bisa menemukan buku itu, lantas iya bertanya pada penjaga perpus tentang buku itu. lalu penjaga perpus memberitahu kan kepada pangeran bahwa buku yang pangeran cari berada di rak dekat Xiao Yan dan pangeran pun pergi ke tempat itu.
saking asyiknya Xiao Yan membaca ia tak sadar dengan kelakuan nya. ia berbaring dilantai sambil mengangkat satu kakinya dan membaca buku. pangeran yang melihat itu lantas melewati nya dengan perlahan, ia takut nanti akan menggangu Xiao Yan.
Xiao Yan yang sedang asyik, menyadari ada orang yang sedang lewat dari samping lantas ia segera bangun. setelah bangun ia melihat kesamping dan baru menyadari kalau yang melewatinya tadi ada pangeran. betapa malu nya ia dengan pemandangan tadi, semua ini karena ia terlalu ke asyik membaca sampai tak menghiraukan orang yang ada didalam.
ia pun memutuskan menghampiri pangeran dan membantunya.
"pangeran apa yang sedang kau cari? biar aku bantu"
"tidak perlu, kau lanjutkan saja membacanya, aku tak enak jika harus mengganggumu"
"maaf pangeran tadi aku terlalu keasyikan membaca sampai lupa dengan pangeran"
"tidak apa, aku mengerti itu"
"kalau boleh tau apa yang sedang pangeran cari sekarang?"
__ADS_1
"oh aku sedang mencari buku tentang benda kuno peninggalan sejarah, bisa kau membantuku mengumpulkan nya?"
"ya tentu saja pangeran"
...setelah beberapa saat...
"pangeran aku sudah mengumpulkan nya, sekarang harus di taruh dimana?"
"ya taruh saja didekat meja sana, nanti aku akan membacanya"
"Hem baiklah, aku taruh di atas meja sana"
"iya, terima kasih"
setelah berhasil mengumpulkan semua buku yang berisi kan tentang benda kuno. pangeran pun pergi ke meja tempat Xiao Yan mengumpulkan buku.
"akhirnya aku bisa mendapatkan buku-buku ini"
"maaf pangeran mengapa kau mengumpulkan semua buku yang berisi tentang benda kuno. kalau boleh tau apa yang sedang pangeran cari?"
"ceritanya panjang, jika aku memberitahukan mu yang sebenarnya kau pasti akan terkejut"
"mengapa pangeran bisa tau kalau aku akan terkejut dengan cerita pangeran, padahal pangeran belum menceritakan tentang itu"
"Hem baiklah akan ku ceritakan padamu tapi kau harus memastikan kalau cerita ini tidak bocor kemanapun"
"em baiklah pangeran, aku janji cerita hari tak ku beritahu siapapun termasuk saudara ku"
"baiklah aku percaya padamu, Aku hanya ingin kau tau bahwa aku sebenarnya bukan pangeran ketiga dan aku tidak tau mengapa saat aku membuka mataku tiba-tiba aku sudah menjadi pangeran ketiga"
" dan satu hal yang pasti adalah, mungkin kejadian ini ada kaitannya dengan liontin giok yang sempat jatuh waktu itu"
"liontin giok" tegas Xiao Yan
"mengapa ekspresi mu begitu? apa kau tau tentang liontin giok itu?"
"tidak aku tidak tau, hanya saja aku juga adalah orang mengalami kejadian yang sama dengan pangeran"
"waktu itu aku tak sengaja menyenggol kotak liontin giok itu sampai jatuh, namun untungnya liontin giok itu tidak pecah tapi saat aku ingin menyerahkan nya ketempat yang aman. liontin itu tiba-tiba mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan dan setelah itu aku berusaha membuka mataku, aku juga terkejut mengapa aku bisa menjadi anak dari keluarga Wei yaitu Wei Yan."
"selain itu juga kedua saudara sepupu ku Rong Ji dan Ye Jing juga ikut masuk kedunia ini. oh dan satu lagi aku lupa juga ada Ling Mei"
"berarti ada lima orang yang masuk kedunia ini termasuk pangeran dan jika kau bukan pangeran lalu kau siapa?"
"aku sendiri adalah dosen baru di sebuah universitas niatnya ingin mengajak para mahasiswa untuk melakukan riset tentang penemuan terbaru"
"hehe pangeran maafkan aku, karena kecerobohan ku ini, sekarang kita berlima ikut terseret ke dunia ini"
"ya semua ini juga bukan salah mu, andai saja waktu itu aku datang lebih cepat mungkin tak akan ada kejadian seperti ini"
"pangeran jangan menyalakan diri sendiri, semua terjadi karena ku. biar bagaimanapun aku juga akan bertanggung jawab atas kejadian ini"
"jangan terlalu membebani diri sendiri itu tidak baik, tapi karena kita sudah terseret sampai kesini berarti ini menjadi tanggung jawab kita bersama"
"pangeran sangat baik dan pengertian sekali aku jadi malu dengan diriku yang ceroboh ini"
"tak perlu merasa seperti itu, tapi sekarang tolong jangan panggil aku dengan sebutan pangeran sebenarnya aku tidak terbiasa dengan ini, panggil saja Xuan Ye"
"bagaimana mungkin aku bisa memanggil mu seperti itu, ini bukanlah dunia kita jika aku ketahuan tak memanggil mu dengan sebutan pangeran aku takut kepala ku akan hilang jika kulakukan itu, ku harap kau mengerti"
"Hem baiklah, tapi kau juga boleh memanggil nama ku jika tidak ada orang nanti nya"
"ya baiklah aku mengerti"
__ADS_1
...***...
setelah mengetahui identitas masing-masing akhirnya kini mereka tau kalau mereka berlima telah terseret kedunia lain dan petunjuk tentang kejadian itu adalah liontin giok.