Kisah Dibalik Liontin Giok

Kisah Dibalik Liontin Giok
Penyerangan dan penyakit misterius


__ADS_3

pangeran dan yang lain berusaha bergerak secepat mungkin agar bisa menghindari kejaran dari orang suruhan pangeran kedua. namun pergerakan mereka masih kalah cepat dari orang yang sekedar membawa kuda saja, menyadari hal itu pangeran akhirnya memilih untuk turun dan melawan mereka.


karena kalah cepat akhirnya mereka berhasil dikepung oleh orang suruhan pangeran kedua dan tanpa basa-basi kawanan itu langsung menyerang pangeran dan teman-temannya. perlawanan berlangsung sengit, masing-masing saling bertarung untuk mempertahankan nyawa mereka.


mereka tak menyangka jika kawanan ini adalah kelompok pembunuh. mereka menyerang dengan gesit dan tak pernah memberikan celah bagi pangeran dan yang lain untuk menyerang balik. dibantu dengan pengawal pangeran akhirnya membuat mereka mendapat sedikit celah saat menyerang namun para pembunuh itu tak menyerah begitu saja.


tampak nya ini adalah kawanan pembunuh yang siap mati, mereka rela kehilangan nyawa agar bisa menghabisi targetnya. luka sayatan tak dapat terelakkan dan karena pembunuh lebih banyak daripada mereka, membuat mereka kewalahan menghadapi kawanan pembunuh itu.


entah datang darimana, tiba-tiba A'jue pengawal nyonya Wei kembali dan membantu mereka, karena ia terkenal hebat dalam bertarung, maka jika sekedar melawan para pembunuh ini bukanlah hal yang sulit baginya karena pada dasarnya ia lebih berpengalaman daripada mereka semua.


melihat A'jue yang kembali membantu mereka membuat mereka kini punya banyak celah untuk mengalahkan kawanan pembunuh itu. setelah beberapa saat kini mereka sudah mengalahkan sebagian pembunuh itu, karena kawanan pembunuh sudah berhasil ditangani, mereka pun segera meninggalkan tempat itu sebelum para pembunuh yang lain kembali menyerang mereka.


A'jue menuntut jalan yang aman untuk mereka, kini mereka terpaksa berlari melewati semak-semak agar mereka bisa lari dari kejaran pembunuh. namun apalah daya ternyata di belakang mereka masih ada sekitar lima orang pembunuh, meski jumlahnya lebih sedikit dibandingkan yang tadi, tapi karena sudah banyak mengeluarkan tenaga saat pertarungan tadi membuat mereka lebih memilih untuk melarikan diri.


saat pelarian pangeran menyarankan untuk membagi mereka menjadi dua kelompok untuk memisahkan mereka dari kejaran para pembunuh itu. mereka pun setuju, lalu pangeran menyuruh A'jue masuk ke dalam kelompok Rong Ji, Ye Jing dan Ling Mei sedang pengawal pangeran bersama dengan Xiao Yan dan pangeran. awalnya A'jue kwahatir dengan kelompok pangeran namun pangeran berusaha menyakinkan nya bahwa ia mampu menjaga Xiao Yan dengan baik.


akhirnya mereka berpisah tepat setelah mereka menemukan dua jalan yang berbeda. kelompok A'jue ke jalan sebelah kiri sedangkan kelompok pangeran ke jalan sebelah kanan. mereka pun berpisah dan mereka sepakat untuk bertemu kembali di kabupaten Chen.


saat mereka berpisah dengan jalan masing-masing akhirnya, membuat para pembunuh itu juga membagi tugas pengejarannya. tiga orang di antaranya pergi ke jalan sebelah kiri dan dua lainnya ke jalan sebelah kanan. mengetahui para pembunuh itu masih mengejar mereka membuat pengawal pangeran turun tangan untuk menahan para pembunuh itu, sedangkan Xiao Yan dan pangeran pergi mencari tempat yang aman.


namun pangeran menolak, melihat ia dan yang lain sudah banyak mengalami luka, ia tak ingin kejadian ini sampai mengorbankan nyawa. lantas mereka bersatu untuk melawan dua pembunuh itu. mereka berhenti dan bersembunyi dibalik pohon, saat para pembunuh datang, maka mereka akan langsung menyerang nya.


sesuai dengan dugaan dua orang pembunuh itu pun masuk kedalam perangkap mereka, lantas tanpa membuang kesempatan mereka pun menyerang dengan sekuat tenaga. tak perlu waktu lama karena para pembunuh kalah jumlah akhirnya mereka pun kalah dari kelompok pangeran.


salah satu dari para pembunuh itu masih ada yang hidup, namun ia sedang sekarat, melihat itu lantas pengawal pangeran mendekati nya dan bertanya pada nya siapa tuan mereka dan kenapa mereka ingin membunuh terhadap pangeran dan teman-temannya. seperti biasa sebelum menjawab pertanyaan pembunuh itu sudah mati terlebih dahulu.


meski begitu mereka berhasil mengetahui dalang dibalik kejadian ini. saat pengawal pangeran memeriksa para pembunuh itu ternyata didalam pakaiannya terdapat sebuah lencana dengan ukiran nama pangeran kedua. tampak nya pangeran kedua ini tak main-main dalam hal ini bahkan ia sampai nekat untuk mengerahkan semua pembunuh untuk membunuh mereka semua.


melihat pangeran kedua begitu kejam membuat Xiao Yan semakin benci kepadanya. hanya karena ambisi untuk mendapatkan tahta maka pangeran kedua rela menghabisi siapa saja yang menurutnya adalah penghalang baginya.


setelah mengalahkan para pembunuh itu, mereka segera pergi mencari tempat Aman untuk memulihkan tenaga mereka dan juga menghindari para pembunuh itu. mereka pun berjalan cukup jauh hingga akhirnya mereka melihat ada sebuah gua di dekat air terjun itu. awalnya tak ada yang mengira jika air terjun memiliki gua, tapi setelah di dekati ternyata memang ada gua.


mereka akhirnya memilih beristirahat didalam gua, sambil membalut luka di tubuh mereka. karena hari sudah mulai gelap akan bahaya bagi mereka jika mereka nekat melanjutkan perjalanan, akhirnya pangeran menyarankan untuk beristirahat di dalam gua saja lalu kembali melanjutkan perjalanan keesokan paginya.


kini matahari sudah mulai terbit, mereka pun segera bergegas untuk melakukan perjalanan. mereka berjalan menelusuri semak-semak dan tak lama setelah itu mereka sampai di sebuah desa yang ada didekat sana. mereka bersyukur bisa menemukan desa disana sehingga mereka bisa mencari bantuan disana.


...penyakit misterius ...


mereka pun memasuki desa tersebut, penduduk desa yang berada disana terlihat aneh. penduduk desa terus menatap mereka dengan tatapan tajam. mereka mulai merasa aneh dengan tingkah penduduk desa, lalu mereka memilih untuk melanjutkan perjalanan melewati desa itu.


awalnya mereka berniat untuk mampir ke sana namun melihat penduduk desa yang aneh mereka pun lebih memilih pergi saja dari desa itu. saat ingin meninggalkan desa mereka tak sengaja bertemu dengan seorang tabib yang baru saja kembali dari ladang obat.


tabib itu menghentikan perjalanan mereka dan ia juga menawarkan diri untuk mengobati luka mereka. melihat tabib ini punya maksud baik mereka pun menerima tawaran tabib. tabib mengajak mereka kerumahnya, disana tabib juga menawarkan beberapa makanan pada mereka.


lalu tak lupa mereka juga bertanya pada tabib mengenai tingkah aneh penduduk desa ini. mereka heran mengapa penduduk desa bisa seperti itu. lalu sang tabib menjelaskan pada mereka tentang apa yang telah terjadi pada desa ini sehingga membuat para penduduk yang disini menjadi begitu.


"awalnya para penduduk disini biasa-biasa saja dan mereka juga terkenal ramah dengan orang asing yang sering masuk ke daerah mereka, hingga pada suatu hari ada sekelompok orang asing yang mampir ke desa mereka dan penduduk desa menyambut mereka dengan baik"

__ADS_1


"awal tak terjadi apa-apa namun lambat laun salah satu dari kelompok orang asing itu terkena penyakit aneh dan misterius. tak ada yang tau darimana asal penyakit itu, karena sebelumnya ia baik-baik saja"


"orang asing itu terkena penyakit dengan gejala awal yang umum seperti demam dan kelelahan serta tak nafsu makan. namun setelah mengalami demam ia mulai merasa panas di sekujur tubuhnya. akhirnya teman-temannya membawa ia pergi untuk berobat"


"namun karena desa terpencil maka mereka sulit mendapatkan tabib disana dan mereka harus membawanya ke kota untuk mendapatkan pengobatan, karena jarak kota yang jauh membuat teman-temannya hanya bisa merawat temannya yang sakit di sebuah rumah kosong"


"karena kurangnya penanganan membuat penyakit itu semakin parah, demam nya tak kunjung turun, lalu mulai nampak bercak-bercak kemerahan disekitar kulitnya. melihat hal itu membuat teman-temannya waspada dan merasa cemas akan tertular dengan nya"


"akhirnya tidak ada satu pun dari mereka yang mau merawat temanya kecuali tunangan orang itu. tunangannya sangat baik, ia dengan sabar merawat nya, Sampai akhirnya ia juga tertular penyakit itu. temannya yang mengetahui jika sudah ada orang tertular pun segera memberitahukan teman lainnya untuk segera pergi dari desa itu dan meninggalkan mereka berdua"


"kelompok orang asing kini telah pergi meninggalkan desa dan teman-temannya. dan mereka Sampai di setelah keesokan paginya. karena takut tertular mereka pun memutuskan untuk memeriksa diri mereka ke tabib yang ada di kota"


"setelah diperiksa oleh tabib kota, mereka pun merasa lega karena mereka tidak tertular dengan penyakit itu, lantas karena penasaran sang tabib pun bertanya apa yang menyebabkan mereka semua menjadi cemas begini"


"salah satu dari mereka menjelaskan jika dua orang teman mereka telah terjangkit penyakit misterius dan sekarang mereka mungkin sedang sekarat karena tak ada tabib yang bisa mengobati mereka"


"mendengar hal itu membuat tabib kota menjadi penasaran dengan penyakit itu. lalu orang yang ada di tempat pengobatan juga menjadi ngeri setelah mendengar cerita itu, lalu mereka memberitahukan pejabat kota untuk segera menindaklanjuti hal itu karena kota mereka berbatasan dengan desa itu"


"karena keluhan penduduk kota akhirnya membuat pejabat kota mengambil tindakan, ia mengirim beberapa pasukan ke desa untuk memeriksa kebenaran itu, sesampainya mereka di desa para utusan dari kota pun mulai memeriksa desa itu"


"lalu mereka menemukan kedua orang yang terkena penyakit seperti yang diceritakan sebelumnya, selain itu juga ada beberapa penduduk yang mulai terjangkit penyakit itu. penduduk desa melihat utusan dari kota dan mereka mengira jika para utusan itu adalah bantuan yang dikirimkan untuk desa"


"utusan kota mengetahui bahwa kondisi penduduk desa ini merupakan hal yang serius dan perlu ditangani segera, ia pun mengirim surat ke pejabat kota. pejabat kota yang mengetahui hal ini pun menjadi cemas ia takut jika penyakit misterius ini akan menjadi wabah berbahaya jika para penduduk desa sampai berobat ke kota"


"untuk mencegah para penduduk desa pergi ke kota pejabat kota menyuruh pasukan nya Untuk menjaga pintu masuk dan tak membiarkan siapa pun dari mereka keluar desa, sampai jika penduduk desa itu telah di nyatakan sembuh dari penyakitnya"


"lantas ia dengan tega nya menyuruh pasukan nya untuk membakar desa itu, ia menyuruh mereka membakar desa itu sampai habis agar tak ada lagi orang yang akan tertular penyakit itu. sang tabib kota yang mendengar berita itu lalu nekat pergi ke desa"


"ia ingin memberitahukan kepada para penduduk untuk segera pergi dari desa itu, namun apalah daya saat tabib itu tiba, desa itu sudah terbakar dengan api yang sangat besar, sangat tabib merasa gagal. ia berpikir seharusnya waktu itu ia pergi ke desa untuk membantu mereka"


"setelah desa itu terbakar habis dan hanya tersisa serpihan kayu gosong karena terbakar, ia menelusuri desa itu. lalu ia tak sengaja menemukan sebuah jalan menebus ke hutan, akhirnya ia pergi melihat ke sana dan tak disangka ia menemukan beberapa penduduk desa yang selamat dari kejadian itu"


"ternyata penduduk desa yang belum terjangkit penyakit dibiarkan untuk pergi dari desa mereka sejauh mungkin dan sebagian penduduk desa yang terkena penyakit ditahan di dalam desa dan tak diizinkan keluar sampai akhirnya desa itu dibakar habis oleh utusan kota "


"tabib menangis melihat kejadian itu, lalu ia bertekad untuk menyembuhkan penduduk desa itu dan juga membangun kembali desa mereka. setelah kejadian itu membuat para penduduk desa yang tersisa merasa trauma dengan kejadian yang menimpa mereka"


"setiap ada orang asing yang masuk ke desa mereka pasti mereka akan menatapnya dengan tajam dan mereka juga membuat orang asing itu merasa tak nyaman hingga membuat orang asing itu pergi meninggalkan desa"


mengetahui hal itu, mereka kaget ternyata tabib ini merupakan tabib kota yang ia ceritakan itu, mereka merasa bersyukur telah dibantu oleh tabib ini, tabib pun menjelaskan pada penduduk desa kalau mereka adalah temannya dan mereka tak membawa penyakit aneh apapun, dan mereka hanya terluka saja. penduduk desa yang mengetahui jika mereka bukan orang yang berbahaya dan kini penduduk desa mulai menyambut keberadaan mereka.


penduduk desa juga memberikan mereka tempat istirahat dan juga makanan. setelah mengobati luka mereka, tabib pun bertanya pada Mereka


"darimana luka ini berasal? dan mengapa kalian bisa terluka begitu?"


"terima kasih sebelumnya tabib, luka kami ini disebabkan oleh serang dari para pembunuh" ucap pangeran


"lalu bagaimana kalian bisa diserang oleh pembunuh?" ucap sang tabib

__ADS_1


"mengenai itu sangat sulit dijelaskan, namun tak perlu kwahatir pembunuh itu sudah berhasil dilumpuhkan dan besok kami juga akan segera pergi untuk melanjutkan perjalanan" ucap pangeran


"baiklah aku mengerti, tapi sebelum kalian pergi bawa lah beberapa obat ini. ini adalah obat luka yang sengaja ku buat dan ini akan berguna untuk kalian" ujar sang tabib


"baiklah kami akan menerima nya, terima kasih karena sudah membantu kami" ucap pangeran


"sama-sama"


keesokan paginya mereka pergi meninggalkan desa itu dan mereka juga meninggalkan beberapa emas untuk sang tabib. karena sang tabib belum bangun jadi mereka pergi, tanpa memberi kabar pada sang tabib. saat tabib bangun ia melihat ada sebuah kantong kecil terletak di atas mejanya, lantas ia membuka nya dan ia menemukan surat didalam kantong tersebut.


disurat tertulis jika mereka memberikan sedikit hadiah kepada nya karena ia telah menolong mereka dan tabib melihat kembali isi kantong itu, ia terkejut karena ada beberapa emas di dalamnya, saat ia ingin mengucapkan terima kasih pada mereka, mereka sudah tak ada di desa itu lagi.


setelah itu sang tabib menyadari jika mereka bukanlah orang biasa melainkan mereka adalah orang yang berasal dari pusat kota kekaisaran, ia tau karena terdapat ukiran Xiao pada emas ikut.


untungnya mereka telah meninggalkan desa, jika mereka sedikit lebih lambat maka mereka akan di tangkap oleh para pembunuh itu dan para pembunuh itu kini baru saja sampai di desa, mereka pun bertanya pada penduduk sekitar apakah mereka pernah melihat orang dalam lukisan itu. tabib yang melihat ada orang yang mencari mereka lantas ia mengatakan bahwa mereka tak pernah melihat orang yang ada dilukiskan itu.


mereka pun tak begitu percaya dan mereka memeriksa desa itu. setelah diperiksa ternyata memang tidak ada orang yang mereka cari, lantas mereka pun pergi dari desa itu.


setelah meninggal kan desa mereka melanjutkan perjalanan menuju kota berikut nya yaitu kota yang berbatasan dengan desa itu. sesampainya mereka di kota lantas mereka mencari penjual kuda. karena kali ini mereka akan melakukan perjalanan menggunakan kuda agar bisa cepat sampai dan bertemu dengan kelompok Ye Jing.


setelah berhasil mendapatkan kuda, pangeran memutuskan untuk mencari penginapan dan beberapa pakaian yang bisa mereka ganti. sayangnya tiap-tiap penginapan sekarang sedang penuh dengan pengunjung. akhirnya mereka pun pergi ke penginapan lain yang berada di ujung jalan.


saat menghampiri penginapan itu untungnya masih ada kamar yang tersedia, namun kamar itu hanya tertinggal satu saja, mereka mau tak mau mengambil kamar itu. mereka pun masuk ke kamar dan berdiskusi.


"karena Xiao Yan wanita maka biarkan dia yang tidur di kamar saja, sedangkan aku dan pengawal ku tidur di dekat pintu kamar" ucap pangeran


"jangan begitu, yang memesan kamar ini kan pangeran bagaimana mungkin pangeran tidur di pintu kamar, bagaimana jika meminta pelayan untuk menambahkan kasur ekstra saja jadi kalian tak perlu tidur didekat pintu" ucap Xiao Yan


"tidak perlu pangeran dan Xiao Yan tidur saja di dalam kamar, lagian kamar nya juga luas. biar aku saja yang menjaga pintu jadi kalian istirahat lah" ucap pengawal pangeran


"tidak bisa, nanti Xiao Yan akan merasa tidak nyaman" ucap pangeran


"bagaimana mungkin, sudah cepat masuk dan beristirahat saja, besok masih harus melanjutkan perjalanan" ucap pengawal pangeran sambil mendorong pangeran masuk


"maaf Xiao Yan, aku akan keluar sekarang" ucap pangeran


"tunggu pangeran, tidurlah disana lagian benar kata pengawal jika kamar ini luas, jika hanya tidur saja tak masalah" ucap Xiao Yan


"apa ini tidak menggangu tidur mu?" ucap pangeran


"tentu saja tidak"


"baiklah aku janji, aku takkan melakukan apapun padamu dan kau akan baik-baik saja jadi tak perlu kwahatir" ucap pangeran


ternyata Xiao Yan sudah tertidur. Xiao Yan memang terkenal dengan tukang tidur, Karena jika ia sudah berbaring di atas kasur pasti ia akan langsung tertidur. pangeran yang melihat itu pun sudah memakluminya lantas ia pun tidur disana.


keesokan harinya mereka turun untuk sarapan, setelah sarapan mereka lanjut melakukan perjalanan dan meninggalkan kota. sebelum meninggalkan kota mereka tak lupa membeli persediaan makanan dan juga bertanya pada penduduk kota seberapa jauh dan lama untuk sampai ke kabupaten Chen.

__ADS_1


penduduk kota mengatakan jika mereka akan sampai di kabupaten Chen dalam waktu tujuh hari jika berangkat dari kota ini. ternyata itu masih memakan waktu yang cukup lama untuk sampai disana, sekitar tujuh hari lamanya dan dari sini nanti nya mereka akan melewati beberapa kota dan desa kecil, setelah itu mereka akan sampai di kabupaten Chen yang berbatasan dengan kerajaan Long.


__ADS_2