
mendengar apa yang di ucapkan oleh kaisar, membuat mereka semua mulai menjalankan ambisi masing-masing. mereka kini mempersiapkan diri untuk ikut berpartisipasi dalam acara perburuan kali ini.
entah apa yang sebenarnya terjadi, seperti nya sang kaisar memiliki niat tertentu dibalik acara ini. bisa saja melalui acara itu, ia akan memilih kandidat pewaris tahta kerajaannya. setelah kaisar menyampaikan hal itu, ia pun menyuruh para pangeran untuk kembali ke kediaman nya masing-masing.
acara perburuan akan di selenggarakan pada awal musim semi tepat setelah tiga hari kemudian. mengetahui ini merupakan sebuah kesempatan, pangeran kedua mulai merencanakan niat jahatnya. di acara nanti, ia akan menukar pasukan keamanan dengan pembunuh bayaran.
ketika perburuan berlangsung ia akan memancing pangeran ketiga ketempat yang jauh dari daerah perburuan dan setelah itu ia akan menyuruh para pembunuh untuk menghabisi pangeran ketiga di tempat. ketika pangeran ketiga berhasil dihabisi ia tentu akan membuat sebuah alasan dimana ia akan menyatakan bahwa pangeran ketiga tewas karena dibunuh oleh pangeran pertama yang merupakan kakak kandungnya.
lalu ia akan membuat cerita sedemikian rupa untuk membuat semua orang percaya jika itu adalah perbuatan pangeran pertama dan itu juga akan membuat perselisihan antara kaisar dengan pangeran pertama. ketika apa yang ia rencanakan berhasil maka ia akan memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan tahta kerajaan dan takkan ada lagi orang yang akan menghalanginya.
beralih kepada pangeran pertama dan ketiga, mereka sempat membicarakan sebuah kerjasama. mereka juga akan mengambil kesempatan untuk menjatuhkan pangeran kedua dalam acara kali ini.
semua keluarga besar kerajaan Xiao akan diundang dalam acara ini. salah satunya termasuk keluarga Wei. nyonya Wei yang mendapatkan undangan itu tentunya tak ingin melibatkan anak-anaknya dalam acara perburuan itu, karena ia yakin jika perburuan kali ini, bukanlah acara biasa. akan ada banyak korban dalam acara ini, meskipun kaisar menjamin keamanan acara, namun itu tak bisa menjadi jaminan kalau mereka yang mengikuti acara akan baik-baik saja.
lantas demi keselamatan anak-anaknya ia pun tak mengizinkan mereka untuk ikut dalam acara tersebut. mendengar hal itu, membuat Xiao Yan kwahatir dengan nasib pangeran ketiga, ia tak tau apa yang harus ia lakukan untuk membantu nya. lalu ia pergi mengunjungi pangeran ketiga.
pangeran ketiga yang mengetahui kedatangan Xiao Yan pun langsung bergegas menghampiri nya.
"Xiao Yan, ada apa kemari bukannya kau dilarang untuk keluar rumah? kau seharusnya menunggu ku di rumah mu"
"tidak A'Xuan, aku tak bisa hanya duduk diam dan menunggu mu datang, aku tau kau tak sempat dengan itu dan aku dengar tiga hari lagi akan ada acara berburu bukan?"
"Hem benar, tapi apakah nyonya Wei tau jika kau kabur dari rumah?"
"kau tak perlu kwahatir tentang itu, aku menyuruh para kakak sepupu untuk membantu ku kabur dari rumah dan jika aku ketahuan oleh nyonya Wei maka mereka juga akan ikut dihukum karena tidak menjaga ku dengan baik"
"kau benar, kau pandai sekali memanfaatkan mereka, jika mereka tau mereka pasti takkan melepaskan mu"
"A'Xuan aku tak punya banyak waktu sebelum nyonya Wei kembali, ada hal yang ingin ku sampaikan pada mu"
"apa itu Xiao Yan dan mengapa kau terlihat gelisah begitu"
"A'Xuan, tidak perduli kau menang atau kalah, kau tetap harus hidup dan kau tak boleh melakukan hal berbahaya dalam perburuan kali. ku dengar dari nyonya Wei bahwa perburuan kali bukanlah perburuan biasa, kali ini akan ada korban di acara itu dan kau juga harus menjauh dari pangeran kedua. jauhilah dia sebisa mungkin"
"jangan biarkan dia mengambil kesempatan untuk bertindak pada mu, aku yakin dia juga sudah menyiapkan jebakan untuk mu, mungkin kali ini dia takkan membiarkan mu lolos begitu saja setelah kejadian kemarin"
"iya kau benar, aku sudah tau akan ada jebakan dalam acara kali ini"
"jika kau tau ada jebakan mengapa kau nekat mengambil resiko untuk itu? itu adalah tindakan berbahaya, kau tau itu?" tegas Xiao Yan
"maaf Xiao Yan, biar bagaimanapun aku juga harus melakukan nya. ini adalah kesempatan yang tidak datang untuk kedua kalinya"
"katakan alasannya mengapa kau mau mengambil resiko itu?"
"maaf Xiao Yan, aku masih belum bisa mengatakan alasannya padamu, tapi suatu saat aku akan menjelaskan semua itu padamu"
"sudah terserah kau saja, intinya aku sudah memperingatkan mu. jika kau tak mau mendengarkan ucapan ku, aku juga tidak peduli" marah lalu pergi menjauh
......Xiao Yan pun pergi meninggalkan kediaman pangeran dan ia pergi dengan rasa kesal pada pangeran......
"maaf Xiao Yan, aku sudah berjanji pada ibumu jika aku takkan melibatkan mu dalam urusan kerajaan, meski pun aku tau kau akan marah, tapi semua ku lakukan untuk melindungi mu"
"sudah pangeran, kau jangan bersedih lagi, aku tau jika kau melakukan itu juga demi kebaikan bersama dan kau juga tak ingin nona terluka. aku yakin nona pasti bisa memahami mu dan sekarang yang perlu kau lakukan adalah mencari kesempatan untuk mendapatkan liontin giok itu" ucap pengawal pangeran
"Hem kau benar, aku akan berjuang untuk mendapatkan liontin giok itu kembali"
akhirnya Xiao Yan telah kembali ke rumahnya, ia kembali dengan muka masam dan kesal. melihat hal itu membuat kakak sepupu nya Rong Ji mengatainya.
"Hem bau cuka dari mana ini, tercium sampai ke dalam rumah"
...Xiao Yan melirik, lalu ia menutup pintu kamar dengan keras...
"ada apa dengan dengan wanita itu? tak biasanya ia bertingkah seperti itu?"
"entahlah siapa yang tau itu, jika kau ingin tau coba tanyakan padanya" ucap Ye Jing
tok...tok suara ketukan pintu
"hei lihat, ia bahkan tak mau membuka pintu untuk kita, tampaknya ia memang ada masalah"
"ya benar, bagaimana jika kita langsung masuk saja"
"aku mau saja melakukan itu, tapi kau tau jika wanita itu akan sangat sensitif jika sedang marah atau kesal. aku takut jika kita masuk begitu saja pasti ia akan melempar barang-barang kepada kita"
"ya kau benar, satu-satunya caranya yang harus kita pakai adalah dengan memancingnya agar ia mau keluar kamar"
"kau kira dia ikan? sebaiknya kita panggil Ling Mei kemari, biar mereka yang sesama wanita yang bicara, mungkin saja dengan adanya Ling Mei, ia mau bicara tentang masalahnya"
"ya kau benar, jika begitu kau saja yang ke rumah Ling Mei"
__ADS_1
"mengapa harus aku yang ke sana, kau kan lebih dekat dengan nya, harusnya kau yang ke sana" ucap Ye Jing
"cih.. begitu saja tidak mau, sudahlah biar aku saja yang ke sana dan kau tetap di sini untuk memantau Xiao Yan"
"ya sudah, pergilah"
...Rong Ji pun pergi ketempat Ling Mei dan beberapa saat kemudian ia kembali ke rumahnya bersama Ling Mei...
"bagaimana, apakah kau sudah menjelaskan hal apa yang harus Ling Mei lakukan?"
"tentu saja belum, kau kan cuman menyuruh ku untuk menjemputnya"
"dasar Rong Ji bodoh, harusnya kau sekalian menjelaskan padanya bodoh"
"hei jangan panggil aku dengan sebutan itu, kau tau kau juga bodoh? jika kau ingin aku melakukan itu harusnya kau jelaskan dari awal"
"hei mengapa kalian ribut, apakah kalian menyuruh ku kemari hanya untuk menyaksikan keributan kalian?"
"he..he tidak Ling Mei, kau salah paham. kami menyuruh mu kemari untuk membantu kami mencari tau masalah apa yang sedang Xiao Yan alami?"
"memang ada apa dengan Xiao Yan, kenapa dia bisa ada masalah? lalu kenapa tidak kalian saja yang melakukan nya?"
"hais... aku tidak tau, lagian itu masalah wanita, kami para pria mana mengerti soal itu dan kau juga tau jika kami melakukan nya sendiri, Xiao Yan pasti akan lebih marah lagi dan dia akan mengurung diri"
"Hem ya sudahlah, kali ini aku akan membuat kalian"
"terima kasih kau memang yang terbaik tidak seperti si bodoh itu" ucap Ye Jing
"apa maksudmu" teriak Rong Ji
"sudahlah jika kalian ribut terus, maka aku akan pulang dan aku takkan membantu kalian"
"jangan begitu, kami sudah tau salah dan kami takkan membuat keributan lagi"
"oke baiklah, kalau begitu aku masuk duluan"
...Ling Mei pun memanggil Xiao Yan dan meminta izin untuk masuk...
"Xiao Yan ini aku Ling Mei, bolehkah aku masuk? ada hal yang ingin ku tanyakan padamu"
" baiklah, kau boleh masuk"
"tidak, kalian tidak boleh masuk. Ling Mei cepat masuk dan jangan biarkan mereka masuk" teriak Xiao Yan
"Hem dasar wanita"
...setelah itu Ling Mei pun segera masuk kedalam kamar Xiao Yan...
"Xiao Yan ada apa dengan mu? mengapa kau nampak sedih dan kesal begitu?"
"kau ingin tau kenapa? aku begini karena aku kesal padanya"
"padanya..? maksudmu pangeran ketiga, Xuan Ye?
"ya jangan sebut namanya, aku sedang kesal dengan nya"
"memang nya kenapa? apa yang ia perbuat Sampai kau kesal padanya?"
"aku kesal padanya karena dia tak mau mendengarkan nasehat ku. aku sudah mengingatkan dia agar dia tak memaksa ikut dalam acara perburuan itu, tapi dia tetap nekat dan dia menolak untuk mendengar peringatan ku"
"memang nya ada masalah apa, sampai kau datang memperingati nya?"
"aku dengar kabar dari nyonya Wei, jika dalam acara perburuan kali ini, akan memakan korban dan karena aku tak mau dia menjadi korban, lalu aku melakukan itu, tapi dia tak mau dengar. kau tau sendiri dalam acara itu pasti pangeran kedua sudah punya rencana untuk menyerang nya"
"ya kau benar, tapi mungkin dia melakukan itu karena ada alasan lain"
"dia memang ada alasan lain, tapi dia tak mau memberitahukan alasannya pada ku"
"mungkin saja dia tidak ingin kau terlibat dan dia juga takut jika, kau tau alasan sebenarnya, kau pasti akan ikut dia dalam acara, benarkan?"
"ya mau bagaimana lagi, aku hanya ingin dia aman dan aku juga ingin kita semua bisa pulang dengan selamat ke dunia kita"
"Hem, biar bagaimanapun aku yakin dia melakukan itu, untuk melindungi mu dan dia tak ingin kau terluka atau terlibat lebih dalam lagi"
"Xiao Yan berikan dia kesempatan untuk melakukan itu, kelak aku yakin dia akan menjelaskan semuanya padamu dan kau sekarang tak perlu merasa kesal lagi"
"brak" suara dobrakan pintu yang keras"
"oh jadi itu penyebab Xiao Yan kita jadi sedih dan kesal"
__ADS_1
"awas saja si pangeran itu, akan ku hajar dia dan akan ku beri pelajaran yang setimpal untuk nya"
"hei apa-apa kau ini?" teriak Xiao Yan
"apa? memang kenapa? aku ini sedang membantu mu loh?"
"apanya yang membantu, sekarang lihat ulah mu, kau merusak tempat ku, kau tau itu?"
"hanya pintu saja, nanti juga akan ku perbaiki dan ini juga bukan kesalahan ku, kau tau Ye Jing juga berpartisipasi untuk mendobrak pintu mu"
"hei bagaimana kau bisa melibatkan ku dalam masalah mu?"
"kenapa? ini semua terjadi karena ide mu tau?"
"sudah, kalian berdua sama saja. sama-sama salah, tapi masih tak mau mengaku dan siapa juga yang menyuruh kalian menguping pembicaraan ku dengan Ling Mei?"
"maafkan kami Xiao Yan, kau tau jika kami sedari tadi sudah sangat-sangat penasaran dengan mu, kami tak tau apa yang terjadi padamu dan kami juga tak tau harus berbuat apa"
"kalian kan bisa masuk dan berbicara pada ku jika kalian ingin tau"
"awalnya aku juga bermaksud begitu, tapi setelah mendengar ucapan Ye Jing aku jadi ragu untuk bertanya pada mu"
"memang apa yang dikatakan senior Ye?"
"dia bilang, jika wanita itu akan lebih sensitif jika ia sedang marah atau kesal dan jika kami memaksa untuk masuk, mungkin saja kau akan melempar barang-barang kepada kami dan kami tentu tak mau itu terjadi"
"bagaimana mungkin aku melempar barang kepada kalian, palingan aku hanya melempar pedang pada kalian karena sudah mengganggu ku"
"tuh kan dengar, sudah ku bilang jika wanita akan lebih sensitif jika dia sedang marah" ucap Ye Jing
"sudahlah kalian dari tadi ku lihat hanya bisa membuat keributan saja. Xiao Yan sebaiknya kau ikut aku pergi ke suatu tempat dan tinggalkan mereka"
"kita mau kemana? kita akan pergi makan makanan enak di restoran, ku dengar mereka sedang mengeluarkan makanan terbaru dan juga ada diskon disana, aku jamin kau pasti akan puas dengan itu"
"ya kau benar, sebaiknya kita segera ke sana sebelum kita ke habisan tempat"
"oke ayo kita berangkat"
"hei kalian mau pergi kemana? kami juga mau ikut, jangan tinggalkan kami" teriak Rong Ji
"ayo kita susul mereka jangan biarkan mereka menikmati makanan tanpa kita" berjalan sambil menarik Ye Jing
akhirnya mereka pergi bersama ke restoran untuk menikmati makanan. kembali kepada pangeran ketiga, pangeran ketiga kini merasa bersalah pada Xiao Yan, ia pun ingin pergi ke rumahnya untuk meminta maaf pada Xiao Yan, namun saat tiba di sana ia baru mengetahui jika Xiao Yan dan yang lain sedang tidak ada di rumah dan pelayan rumah juga tak mengetahui kemana mereka pergi.
mengetahui hal itu, membuat pangeran makin merasa bersalah, ia ingin segera menyelesaikan masalah ini dan secepat mungkin menjelaskan alasan sebenarnya pada Xiao Yan. karena Xiao Yan sedang tak berada dirumahnya ia pun memutuskan untuk pergi ke rumah pangeran pertama.
saat tiba di kediaman pangeran pertama, ia tak sengaja melihat ada seseorang yang sedang berbicara pada pangeran pertama dan saat menyadari ada sesuatu yang mendekat, orang itu pun pergi dan menghilang dengan cepat.
pangeran pertama yang menyadari kunjungan dari adiknya, ia pun akhirnya menjelaskan pada nya jika yang bicara padanya itu adalah pengawalnya.
pangeran ketiga pun bertanya "apa yang kau bicarakan dengan orang itu?"
pangeran pertama menjawab " aku tadi sedang bicara tentang rencana kita padanya dan kali ini aku perlu kerjasama dengan mu"
"baiklah, apa yang akan kakak rencanakan kali ini?"
"kemari sebentar" pangeran pertama membisikkan rencananya pada pangeran ketiga
"Hem baiklah aku akan menjalankan rencana mu, ku harap kita kali ini akan berhasil dengan rencana yang kau buat"
"ya, aku jamin 90% itu akan berhasil dan kau tenang saja"
"baiklah aku percaya padamu"
"baiklah dik, mumpung kau datang kemari bagaimana jika kau makan malam di rumah ku, Aku jamin kau pasti tak akan mau pulang setelah menyantap makanan dari rumah ku"
"Hem bagaimana mungkin, tapi boleh lah kalau begitu"
"baiklah, pelayan siapkan makanan enak untuk kami dan jangan lupa untuk sajikan arak terbaik dari kediaman ini"
"baik pangeran" ucap para pelayan
setelah itu pangeran pun makan bersama di kediaman pangeran pertama. keesokan harinya adalah hari terakhir sebelum acar dimulai. Xiao Yan pun merasa kwahatir dengan pangeran, rasanya ia ingin pergi ketempat perburuan untuk memberikan dukungan padanya.
lalu ia pergi ke halaman utama untuk bertemu dengan nyonya Wei. rencananya ia akan meminta izin pada nyonya Wei, agar diizinkan untuk pergi melihat acara perburuan besok. namun setelah bertemu dan bicara pada nyonya Wei, ia malah tak diizinkan untuk pergi ke sana. nyonya Wei sangat melarang anak-anaknya untuk ikut meskipun mereka tidak berpartisipasi dalam perburuan, namun nyonya Wei tetap saja takut jika anak-anaknya akan menjadi sasaran kejahatan jika mereka ke sana.
Xiao Yan pun tak bisa berbuat apa-apa, setelah mendengar ucapan dari nyonya Wei ia juga merasa kalau akan bahaya baginya jika ia tetap nekat pergi. nyonya Wei yang tak ingin terjadi apa-apa pada anaknya, akhirnya ia mengajak mereka pergi ke suatu tempat untuk meninjau bisnisnya dan kabarnya tempat itu berada di dekat kerajaan Long.
Xiao Yan yang mendengar hal pun, merasa jika ini adalah kesempatan yang datang padanya dan dengan ini ia akan berusaha mencari tau keberadaan liontin giok di kerajaan Long itu.
__ADS_1