Kisah Dibalik Liontin Giok

Kisah Dibalik Liontin Giok
Perburuan dan rencana pembunuhan


__ADS_3

"Xiao Yan, tunggu aku... tunggu" teriak Ling Mei dengan terburu buru


"ada apa Ling Mei? mengapa kau datang begitu terburu-buru?"


"aku tadi mendapat kabar dari Rong Ji, dia bilang jika kalian akan pergi ke wilayah kerajaan Long dengan ibu kalian, apa itu benar?"


"ya begitulah, mulai hari ini kami akan berangkat ke sana"


"mengapa pergi begitu cepat? lalu kapan kalian akan kembali ke sini?"


"entahlah aku, belum tau jelas kapan kami akan kembali, tapi jangan khawatir kami pasti akan kembali lagi ke sini"


"jika kau tak tau kapan kalian akan kembali, lalu aku bagaimana?"


"Ling Mei, tujuan ku ikut dengan nyonya Wei ke sana ialah untuk mendapatkan bagian kedua dari liontin giok itu dan ini mungkin akan berbahaya jika kau ikut. aku menyarankan pada mu, sebaiknya kau tetap di sini dan tunggu sampai kami kembali, kau mengerti"


"tapi.."


"sudah tidak ada tapi.. tapi, ini demi kebaikan kita bersama dan satu hal lagi, tolong Jangan beritahu kepada pangeran jika aku pergi ke wilayah kerajaan Long, oke"


"Hem baiklah, akan ku usahakan"


"baguslah kalau begitu, aku harus berangkat dulu, jaga dirimu baik-baik dan Sampai jumpa lagi" ucap Xiao Yan sambil masuk kedalam kereta


"baiklah aku akan menunggu kalian kembali ke sini" teriak Ling Mei"


hari ini adalah hari dimana kerajaan Xiao akan melaksanakan acara berburu bersama dan hari ini juga merupakan hari dimana Xiao Yan dan keluarga nya pergi ke kerajaan Long. Xiao Yan tak memberitahukan hal itu pada pangeran, ia takut itu akan membuat pangeran kepikiran, jadi ia lebih memilih pergi secara diam-diam saja.


kini mereka semua telah berkumpul di hutan kerajaan Xiao. banyak pejabat dan menteri kerajaan yang ikut menyertakan anaknya untuk ikut serta dalam kompetisi berburu kali ini. pemenang ditentukan dari jumlah dan ukuran hewan yang diburu. terlihat di dekat baris pertama adalah tiga pangeran dari kerajaan Xiao dan dibarisan belakang terdapat anak pejabat serta menteri kerajaan.


kompetisi berburu akan dimulai setelah ada bunyi dari drum. mereka semua kini sedang bersiap-siap sebelum acara dimulai. pangeran kedua memperlihatkan senyuman yang tajam ke arah pangeran ketiga, pangeran ketiga yang menyadari jika senyuman itu adalah ejekan pun, tidak menghiraukan nya.


"Dum.. Dum.. Dum" drum telah dibunyikan dengan keras.


para peserta pun bergegas dengan kuda mereka masing-masing. ada yang berkelompok dan juga ada yang sendirian. pangeran pertama awalnya pergi bersama pangeran ketiga, namun saat sampai di persimpangan mereka memilih berpisah. sebelum berpisah pangeran pertama sempat memberikan isyarat kepada pangeran ketiga.


pangeran ketiga menerima isyarat tersebut dan mereka mulai menjalankan rencananya. pangeran kedua melihat pangeran ketiga yang sedang sendirian pun, akhirnya berniat memancing nya untuk masuk ke perangkap. ia terus mengikuti pangeran ketiga, setiap ada hewan buruan pasti selalu di ambil oleh pangeran kedua, ia berharap rencananya ini akan membuat si pangeran ketiga pergi ke tempat yang sudah ia siapkan.

__ADS_1


yang benar saja, sesuai dengan dugaan pangeran kedua, akhirnya pangeran ketiga pergi ke wilayah para pembunuh bayaran. kini para pembunuh sedang mengawasi target nya. dekat dalam hutan ada sekitar 6 pembunuh handal dan mereka ditempatkan di posisi yang cukup baik sehingga mungkin untuk beberapa orang awam tidak akan menyadari keberadaan mereka.


saat pangeran ketiga sudah memasuki hutan, para pembunuh pun sudah siap di posisi masing-masing. saat memasuki hutan pangeran ketiga mulai menyadari jika tempat yang ia masuki ini sangat aneh, tempat nya terlalu sepi dan juga tak terlihat satu pun hewan yang bisa diburu.


melihat pangeran ketiga yang mulai curiga, para pembunuh, segera melepaskan seekor mangsa untuknya. mereka melepaskan seekor kelinci hutan ke arah pangeran ketiga. pangeran ketiga yang melihatnya bersiap dengan panahnya, lalu ia mulai membidik mangsanya.


"jrettt" suara anak panah yang mengenai sasaran


tapi itu bukan anak panah pangeran ketiga, Anak panah itu berasal dari Li Shang si anak walikota. pangeran ketiga tak menyangka mengapa ia bisa ada disini. saat menyadari ada yang tidak beres para pembunuh langsung mengambil keputusan untuk langsung membunuh pangeran ketiga dan Li Shang di tempat itu sebelum ada orang yang datang.


sedangkan pangeran kedua kini pergi mengikuti pangeran pertama. seperti rencananya, ia kali ini akan menempatkan pangeran pertama sebagai tersangka dalam kasus ini, kali ini ia akan membimbing pangeran pertama ke lokasi pembunuhan tak lupa ia juga memerintahkan beberapa bawahan untuk bersiap membawa beberapa orang saksi.


mereka sengaja mengajak beberapa saksi ketempat kejadian, saat saksi sudah berada disana mereka akan melihat jika pangeran pertama telah melakukan pembunuhan terhadap adiknya dan ditambah lagi dengan seorang pembunuh yang nantinya akan berpura-pura menjadi orang suruhan pangeran pertama dan saat itulah semua kesalahan itu akan di arahkan untuk pangeran pertama.


namun pangeran pertama sendiri juga sudah mengetahui jika pangeran kedua kini sedang menjebaknya untuk masuk ke perangkap, alhasil ia pun mengajak beberapa anak menteri untuk mengikuti nya, kini peluang pangeran kedua untuk memberikan tuduhan palsu pada pangeran pertama semakin sedikit, ia tak menyangka jika pangeran pertama begitu pintar.


lalu pangeran ketiga dan Li Shang kini sedang di kepung oleh sekelompok pembunuh bayaran. para pembunuh itu langsung menyerang dan pertarungan sengit terjadi diantara mereka. untungnya ada Li Shang yang datang membantu jika tidak mungkin pangeran ketiga akan mengalami luka berat meskipun sudah berhasil mengalahkan mereka.


mereka bertarung menggunakan pedang, lalu dari posisi lain ternyata sudah ada tim pemanah dari pangeran pertama, mereka menuju ketempat dimana pangeran ketiga berada sekarang. Tim itu sengaja di kirim pangeran pertama, saat ia menyadari jika pangeran kedua memiliki gelagat mencurigakan.


Tim pemanah langsung bergegas membantu pangeran ketiga dan juga Li Shang. para pembunuh tak menyangka jika mereka kini juga masuk kedalam perangkap pangeran ketiga. mereka kini mencari cara untuk melarikan diri. namun sayang, pelarian mereka berakhir dengan sia-sia sebab para pembunuh itu telah terkena banyak anak panah.


Li Shang menyadari ada yang tidak beres dengan pembunuh lantas ia langsung membuka mulut pembunuh dan membuat nya memuntahkan racun itu. setelah berhasil melumpuhkan pembunuh kini pangeran ketiga, ingin pembunuh mengatakan sebenarnya kepada kaisar dan para saksi, jika ia adalah pembunuh dari pangeran kedua.


pembunuh itu nampak gemetar dan ketakutan, ia pun masih bertekad untuk bunuh diri, namun rencana nya di hentikan oleh pangeran. pangeran memasukkan sebutir obat untuknya dan obat itu akan membuat seluruh tubuh si pembunuh itu lemas dan tak bertenaga.


pembunuh itu akhirnya tak punya pilihan lagi, kini ia terancam jika pangeran kedua tau, ia gagal maka keluarga nya akan dimusnahkan oleh pangeran kedua. tak ingin itu terjadi lantas ia menangis menyesali perbuatannya dan memohon pada pangeran agar ia di bebaskan. pangeran ketiga sudah tau, mengapa ia tak mau mengungkapkan kebenaran, itu karena pembunuh itu di ancaman oleh pangeran kedua.


pangeran ketiga menyadari itu lantas ia menyuruh pengawalnya untuk membawa salah satu anak dari si pembunuh. ia sudah merencanakan dari awal dan ia juga sudah mengetahui identitas para pembunuh. si pembunuh itu melihat anaknya yang selamat dari tangan pangeran kedua, ia kini tambah menangis melihat kejadian itu, lalu ia berubah pikiran karena pangeran ketiga telah menyelamatkan keluarganya maka ia bersedia mengungkapkan kebenarannya untuknya.


akhirnya kini pangeran ketiga mendapatkan saksi serta bukti yang kuat untuk menjatuhkan pangeran kedua. lalu karena waktu tak banyak ia pun mengambil pedang dari si pembunuh dan ia dengan sengaja menusuk dirinya sendiri, Li Shang terkejut melihat kejadian itu, ia tak menyangka jika pangeran ketiga berencana seperti itu.


pangeran ketiga melukai diri dengan cukup kejam, kini ia menderita sakit karena luka buatan nya. lantas ia menyuruh Li Shang untuk segera berteriak memanggil pangeran pertama dan yang lain untuk ketempat kejadian, ia juga menyuruh Li Shang mengatakan apa yang sudah ia katakan padanya.


"tolong... tolong ada pembunuh... siapa pun tolong selamatkan pangeran ketiga" teriak Li Shang dengan lantang


pangeran pertama mendengar suara itu, lalu ia mengajak beberapa orang untuk pergi melihat. pangeran kedua seketika terkejut dengan asal suara, dan itu bukanlah bagian dari rencana nya. ia pun pergi menyusul pangeran pertama dan melihat apa yang terjadi.

__ADS_1


"ada apa ini, mengapa pangeran ketiga bisa terluka begitu parah, apa yang terjadi?" tanya pangeran pertama


"pangeran pertama, saat aku sampai di sini pangeran ketiga sudah mengalami luka karena para pembunuh itu dan aku juga sempat melawan beberapa pembunuh bersama pangeran" ucap Li Shang


"cepat bawa pangeran ketiga kembali untuk segera diobati, lalu apakah itu pembunuh yang berhasil kalian lumpuhkan itu"


"ya pangeran, kami sengaja menyisakan dia. agar dia bisa memberikan saksi dan bukti kepada yang mulia"


"bagus, pengawal bawa dia kembali dan jaga dia baik-baik, jangan biarkan ia terbunuh sebelum mengatakan kebenaran pada yang mulia"


"baik pangeran"


"apa yang terjadi, mengapa adik ketiga bisa terluka begitu parah?" ucap pangeran kedua sambil berpura-pura tak tau apa-apa


"adik ketiga di serang oleh para pembunuh dan kini, mereka sedang di bawa kembali ke perkemahan"


"bagaimana bisa ada pembunuh bukankah tempat ini dijaga ketat oleh pasukan keamanan?"


"entahlah, aku juga tak tau mengapa hal itu terjadi, mungkin kita akan tau setelah pembunuh itu mengatakan nya pada ayah kaisar"


"mengapa tidak dibunuh saja pembunuh itu, bagaimana jika dia nanti dia mencari kesempatan bertindak dan dia melakukan balas dendam? itu akan berbahaya bagi kita nantinya"


"Hem mengapa adik kedua begitu terburu-buru untuk menghabisi pembunuh itu? apakah adik kedua tau apa yang di rencanakan pembunuh itu?"


"bagaimana mungkin, aku tak ada sangkut pautnya dengan pembunuh itu, kau tau sendiri jika aku dari tadi mengikuti kalian terus kan" ucap dengan gugup


"baiklah kalau begitu, mari kita kembali dan memberi laporan pada ayah kaisar tentang apa yang terjadi dan biarkan kaisar yang menyelidiki kasus ini"


...mereka pun pergi meninggalkan tempat perburuan, sedangkan pangeran kedua masih merenung ditempat...


"sial, bagaimana ini bisa terjadi, semua rencana ku gagal dan sekarang aku harus bagaimana? jika kaisar tau yang sebenarnya, maka aku akan di keluarkan dari kandidat pewaris tahta"


"ini semua karena pangeran ketiga si bajingan itu, karena dia semua rencana ku gagal begitu saja"


"sudahlah sebaiknya aku pikirkan cara lain untuk menghindar dari tuduhan itu nanti"


...pangeran kedua pun bergegas menyusul mereka...

__ADS_1


tak lama kemudian mereka sudah kembali dari tempat perburuan, lalu pangeran pertama menghadap sang kaisar dan memberitahukan apa yang terjadi. kaisar terkejut mendengar apa yang disampaikan oleh pangeran pertama padanya, lalu kaisar pergi melihat kondisi pangeran ketiga.


pangeran ketiga mengalami luka tusukan yang cukup dalam hingga membuat nya tak sadarkan diri setelah kejadian tadi. kaisar yang melihat itu menjadi marah dan ia kini menyuruh pangeran pertama untuk pergi mengumpulkan semua orang yang terlibat dalam perburuan kali ini.


__ADS_2