Kisah Dibalik Liontin Giok

Kisah Dibalik Liontin Giok
Kekaisaran Long bagian 6


__ADS_3

setelah mendengarkan penjelasan dari Xiao Yan dan yang lainnya, Kasim pun berkata, jika selama ia berada di kerajaan ini ia belum pernah, melihat liontin giok yang mereka maksud. mereka pun merasa aneh, mengapa orang kerajaan Long tidak tau dengan liontin giok itu.


karena tidak menemukan apa yang mereka cari, akhirnya mereka memilih untuk kembali dan berkumpul bersama di kamar Xiao Yan. mereka pun membicarakan hal itu dan saling bertanya.


"aku heran, mengapa liontin giok itu bisa tidak ada di tempat ini?"


"ya kau benar, berdasarkan cerita yang kita di dengar, pemilik liontin giok ini adalah putri kerajaan Long, lalu mengapa liontin giok itu bisa tidak ada disini?"


"apakah liontin giok itu berada di kerajaan Xiao?"


"mana mungkin, kau tau sendiri kan jika kerajaan Xiao dan Long, masing-masing mengambil satu bagian liontin giok dan liontin giok milik putri Long juga telah diambil oleh adik putri kerajaan Long"


"Hem... kalau begitu, harusnya benda itu berada di makam nya putri Long"


"ya bisa jadi, lalu bagaimana? kita tak mungkin menjadi perampok makam kan?


"entahlah, kalau memang sudah mendesak, terpaksa kita harus melakukan itu"


"kau bicara santai begitu, seperti orang yang sudah berpengalaman saja"


"coba katakan sekali lagi" ucap Ye Jing


"tidak, aku hanya bercanda"


"kalau begitu, kita harus bagaimana? mengapa mencari benda itu saja, begitu sulit?"


"ya kau benar"


beberapa saat kemudian, nyonya Wei pergi menghampiri mereka. karena urusan nya di kerajaan Long sudah selesai, ia pun berniat mengajak mereka untuk kembali ke kerajaan Xiao. mereka yang mendengar itu pun, mencari cara agar mereka agar mereka bisa tetap disini.


mereka meminta bantuan kakek dan sang kakek pun, juga setuju untuk membantu mereka, karena sang kakek juga masih belum merasa puas bermain dengan cucunya. karena bujukan sang kakek, akhirnya nyonya Wei pun menetap selama sepuluh hari disana.


mereka merasa lega dengan itu dan akhirnya mereka memutuskan untuk mencari liontin giok itu di makam putri Long. mereka pun mencari informasi tentang letak makam. ternyata setelah ditelusuri letak makam itu, berada tak jauh dari wilayah istana kerajaan. karena tak jauh dari istana, mereka pun memutuskan pergi ke sana.


bermodal kan nekat dan secuil peta jalan yang mereka dapat dari pelayan kerajaan, mereka pun bersiap-siap untuk pergi. agar tak ketahuan oleh orang-orang, mereka pun pergi saat malam sudah tiba. akhirnya setelah makan malam, mereka pun kembali dan berkumpul ditempat yang telah di janjikan.


jalan menuju makam cukup sempit mereka tak tau apakah jalan yang mereka lalui itu sudah benar atau belum, tapi karena nekat akhirnya mereka pun tetap melanjutkan perjalanan. di tengah perjalanan, mereka mendengar suara-suara yang bisa di bilang cukup menakutkan bagi mereka.


semakin dalam mereka berjalan, semakin sempit pula jalan yang mereka lalui. kini mereka harus berjalan secara bergiliran agar bisa melewati jalan itu. lama kelamaan mereka merasa ada yang aneh.


"hei, apa kalian tak merasa aneh?"


"aneh apanya? jangan bicara hal yang tidak-tidak ya!"


"tidak aku memang merasakan itu, ada yang aneh"


"apanya yang aneh? coba kau katakan"


"apa kalian tak merasa, jika jalan yang kita lalui semakin sempit? atau kita sedang salah jalan atau bagaimana ini?"


"jangan asal bicara ya, aku mendapatkan informasi jalan ini dengan menukar beberapa teal perak tau dan mana mungkin pelayan itu menipu ku, dia kan tau jika kita adalah tamu terhormat disini"


"tapi mau kau tamu terhormat atau biasa, jika dia sedang butuh memang apa yang tidak bisa dia lakukan, kau dia mau?"


"Hem memang ada benarnya"


"tapi bagaimana kita kan sudah berjalan begitu jauh, mana mungkin kita berhenti begitu saja" ujar Rong Ji


"begini saja, perjalanan tetap kita lanjutkan, tapi jika jalan semakin sempit dan tidak dapat dilalui, maka kita semua akan berbalik arah dan pulang, bagaimana?" ucap Ye Jing


"ide bagus, aku setuju dengan mu"


mereka pun melanjutkan perjalanannya, namun ditengah perjalanan, kaki Xiao Yan ternyata tersangkut sesuatu. ia pun berusaha untuk melepaskan kaki, karena ia berjalan paling belakang maka, ia pun sekarang di tinggal oleh teman-temannya.


ia pun memanggil bantuan pada mereka, namun mereka tak mendengar, tapi setelah sedikit berusaha keras, akhirnya ia berhasil melepaskan kakinya yang tersangkut itu. ia pun mengejar mereka, untungnya ia kembali ke barisan. mereka pun bertanya mengapa ia lari-larian? Xiao Yan menjawab jika tadi kaki nya tersangkut sesuatu, tapi saat ia ingin meminta bantuan, tak ada dari mereka yang mendengar suaranya.


akhirnya itu membuat Ling Mei berpikir jika mungkin telinga mereka sedang ditutupi sesuatu, sehingga mereka tak mendengar suara panggilan Xiao Yan. mereka semua yang mendengar hal itu, mulai merasa sedikit cemas, sebenarnya mereka juga takut untuk melakukan ini, namun mau bagaimana lagi, demi bisa mendapatkan liontin giok itu, mereka pun nekat melakukan itu.

__ADS_1


setelah beberapa saat, Xiao Yan yang berjalan paling belakang, merasa sedikit merinding di dekat pundak nya. tapi ia berpikir positif jika itu bukan hantu, ia pun melanjutkan perjalanan nya. saat ia kembali berjalan tiba-tiba ada sesuatu yang menepuk pundak nya, lalu Xiao Yan juga mendengar suara yang sedang memanggil nama nya.


ia pun memutuskan untuk tidak menengok kebelakang dan terus berjalan saja. saat ia berjalan lagi, tiba-tiba sesuatu menarik tangan nya dan ia pun akhirnya memutuskan untuk berteriak.


"ah... ada hantu, hantu"


...mereka semua pun kaget dan mereka berlarian ke segala arah dan meninggalkan Xiao Yan...


"apa yang terjadi? mengapa bisa ada hantu?"


"entahlah aku juga tak mengerti, tiba-tiba saja ada yang berteriak hantu"


"lalu dimana Xiao Yan mengapa dia tidak ada disini?"


...sementara itu, ditempat Xiao Yan berada...


"nona ini aku A'jue, tolong berhenti berteriak"


"hah.. aku kaget, tadinya kupikir ada hantu, ternyata itu adalah kamu"


"maaf nona, tadi aku sudah mencoba memanggil mu beberapa kali, tapi kau tak menanggapi ku. jadi aku terpaksa menarik tangan mu"


"maaf A'jue, ku pikir tadi itu suara hantu jadi aku mengabaikan suara itu"


"ya nona, lalu apa yang kalian lakukan disini? ini kan sudah malam, bagaimana jika nyonya Wei tau kalau kalian tidak ada dikamar?"


"a.. itu A'jue aku minta maaf, sebenarnya kami ingin mencari makam putri Long"


"untuk apa kalian mencari makam putri Long?"


"kami menduga, jika liontin giok itu sekarang berada di makam putri Long, jadi kami nekat untuk pergi mencarinya ke sana"


"tapi makam putri Long bukan ada di arah sini, kalian sudah kelewatan dan jika kalian berjalan lebih jauh lagi, pasti akan benar-benar tersesat"


"maaf A'jue, kami benar-benar tidak tau itu, kami hanya berjalan sesuai dengan peta yang Rong Ji dapat dari pelayan istana"


"hais.. pasti kalian ditipu oleh nya, kalau begitu sebaiknya kalian cepat kembali, sebelum nyonya Wei marah besar nantinya"


"kalau begitu kau pulang duluan saja, aku yang akan mencari mereka"


"mana bisa begitu, biarkan aku ikut dengan mu. kau tau jika sekarang aku tak tau jalan pulang"


"ya sudah, kalau begitu kau ikut dengan ku dan jangan jauh-jauh agar kau tidak tersesat nantinya"


"Hem, baik aku mengerti"


...tak lama setelah mereka berjalan kedepan akhirnya mereka pun kembali bersama...


"akhirnya ketemu juga"


"eh, A'jue bagaimana kau bisa bersama Xiao Yan?"


"aku mengikuti kalian dan setelah tau kalian akan tersesat, aku pun berniat untuk mengajak kalian kembali, tapi saat aku memanggil Xiao Yan untuk memberitahukan itu, kalian semua malah lari dan kalian pikir aku adalah hantu"


"bukan begitu maksud kami, kami hanya kaget saja mendengar Xiao Yan berteriak hantu dan tanpa pikir panjang kami pun lari menjauh"


"Hem...dasar kalian, bisa-bisanya kalian berlari tanpa mengajak ku, tidak setia kawan"


"hei itu juga salah mu, karena berteriak tidak jelas. seandainya kau tak berteriak hantu, mana mungkin kami pergi meninggalkan mu"


"sudahlah, sebaiknya kalian segera kembali, jika tidak aku akan melaporkan kejadian ini kepada nyonya Wei"


"A'jue jangan mengancam begitu, kami akan pulang jika kami sudah menemukan liontin giok itu"


"tidak bisa, kalian harus kembali sekarang. lagian kalian juga tak tau dimana letak makam itu berada"


"tidak bisa, kami sudah berjalan begitu jauh. kami takkan berhenti sebelum menemukan liontin giok itu"

__ADS_1


"hais... kalian begitu keras kepala ya, bagaimana jika terjadi sesuatu pada kalian? nanti aku mau bilang apa pada nyonya Wei, jika dia tau kalian pergi ke makam"


"maaf A'jue, tapi kami tetap ingin melanjutkan perjalanan ini, meski pun kau melarang kami hari ini, tapi besok atau pun lusa kami pasti akan tetap pergi mencarinya"


"sudahlah aku memang tak bisa menghalangi kalian, tapi karena kalian nekat jadi biarkan aku ikut dengan kalian"


"nah begitu dong, kan enak jadinya, kalau begitu ayo kita pergi"


"sebentar, biar aku lihat peta yang kalian bawa itu"


"oh peta ini, kalau begitu lihatlah"


"ada yang salah dengan kalian, pasti karena peta nya terbalik. pantas saja kalian tersesat, kalau begitu biar aku yang pimpin jalan"


"wah hebat, aku tak menyangka jika peta itu akan terbalik"


"haha, aku juga tak menyangka akan hal itu, pantas saja jalannya makin sempit, ternyata tukang bawa jalan salah peta" ucap Ye Jing


"hei kalian jangan terus menyalahkan ku, itu kan karena hari terlalu gelap dan aku tak sadar jika peta nya terbalik" ujar Rong Ji"


"sudahlah jangan berdebat lagi, sebaiknya kita segera lanjutkan perjalanan nya"


...beberapa saat setelah A'jue membawa jalan, akhirnya mereka pun sampai di makam putri Long...


"nah ini baru benar, seharusnya kita sudah sampai sedari tadi jika peta nya tidak terbalik"


"terus saja menyalahkan ku, awas saja jika nanti butuh bantuan, takkan ku tolong kalian"


"jangan begitu lah Rong Ji, kami tak bermaksud begitu, jadi maafkan kami ya"


"baiklah, kali ini ku maafkan kalian, tapi ingat jangan pernah katakan itu lagi ya"


"oke baiklah"


"Hem, baiklah kita sudah sampai di makam putri Long yang kalian cari itu. sekarang apakah kalian berniat untuk masuk kedalam makam?"


"tentu saja iya, mana mungkin kami tak masuk kedalam"


"baiklah kalau begitu ikuti aku dan jangan berjalan sembarang"


...mereka pun masuk kedalam makam putri, tak lama kemudian mereka pun sampai di dalam makam...


"wah makam putri kerajaan memang beda ya"


"bahkan dalam makam saja masih banyak harta benda di dalamnya"


"ya kau benar, sebaiknya sekarang kita mencari benda itu"


"baiklah kalau begitu"


...beberapa saat kemudian...


"hei bagaimana dengan kalian apa kalian menemukan liontin giok itu?"


"tidak, kami sudah memeriksa segala sisi makam dan tempat penyimpanan, tapi kami tak menemukan adanya tanda-tanda liontin giok"


"bagaimana ini bisa terjadi, bahkan prediksi kita saja bisa salah. lalu dimana liontin giok itu berada?"


"apa mungkin liontin giok itu telah di curi oleh orang lain?"


"tidak mungkin ada pencuri di kerajaan Long, penjagaan kerajaan Long ini sudah cukup ketat, jadi kemungkinan besar terjadinya pencurian sangat lah kecil" ucap A'jue


"meskipun begitu, lalu mengapa kami tak bisa menemukan liontin giok itu?"


"entahlah, aku juga tak mengetahui itu, kalau begitu kita kembali saja ke istana"


"ya sudahlah, lagian kami juga sudah lelah"

__ADS_1


"ya baiklah"


akhirnya mereka pun memutuskan untuk kembali ke istana.


__ADS_2