
beberapa saat setelah Xiao Yan dan Qin Ran pergi. pangeran ketiga yang sedang menyamar, berhasil masuk kedalam kediaman pangeran Qin. ia masuk sendirian, agar ia lebih mudah untuk melakukan rencana nya. kini pangeran ketiga berpura-pura menjadi pelayan rumah dan ia sekarang sedang mencari dimana tempat tinggal Xiao Yan yang sekarang ini.
sementara itu, Qin Ran yang melihat jika Xiao Yan merasa kurang nyaman seketika langsung memegang tangannya, agar ia menjadi lebih tenang. bukannya tenang, tindakan Qin Ran justru membuatnya makin tak nyaman, jika harus berlama-lama berada di istana dan Xiao Yan berharap mereka bisa cepat kembali.
beberapa saat kemudian mereka berdua dipersilahkan untuk masuk kedalam istana. Qin Ran dan Xiao Yan dipertemukan langsung dengan keluarga besar Qin Ran. mereka semua menatap Xiao Yan dari atas hingga kebawah. beberapa orang disekitarnya, nampak seperti sedang meremehkan nya. Xiao Yan pun menjadi canggung dengan keadaan ini.
lantas Qin Ran segera memperkenalkan Xiao Yan dengan keluarganya. setelah memperkenalkan Xiao Yan pada keluarga nya, nampaknya ibunda Qin Ran kurang senang dengan Xiao Yan yang saat ini, tidak memiliki identitas yang jelas. selain itu mereka juga tau, jika Xiao Yan mengalami hilang ingatan. melihat pandangan dari keluarga Qin Ran yang kurang senang dengannya, membuat Xiao Yan merasa tak enak untuk berlama-lama di istana.
Qin Ran yang nekat tanpa pikir panjang, lantas langsung meminta izin dari sang kaisar untuk segera menikah dengan Xiao Yan. Xiao Yan terkejut dengan pernyataan Qin Ran yang tiba-tiba ingin menikah dengannya. lantas ia pun akhirnya menyadari jika Qin Ran, selama ini telah berbohong padanya mengenai perkara adiknya yang sedang sakit.
seketika Xiao Yan merasa kecewa dengannya. namun karena masih dalam istana, ia tentu tak berani untuk sembarang bertindak. lalu keluarga Qin Ran yang mendengar pernyataan dari nya, merasa kurang setuju. apalagi ibunda Qin Ran yang sekarang merupakan seorang permaisuri kerajaan Qin itu. ia menentang keras mengenai pernikahan Qin Ran dengan Xiao Yan.
namun sang kaisar tidaklah begitu. ia justru memberikan kebebasan pada Qin Ran anaknya, untuk menentukan pernikahan nya. namun meski begitu, sang kaisar hanya setuju jika Qin Ran menikahi Xiao Yan sebagai selirnya. awalnya Qin Ran berniat menikahi Xiao Yan sebagai permaisuri Qin, namun karena masalah identitas membuatnya harus menerima itu. ia pun akhirnya menyetujui permintaan kaisar.
lantas setelah itu, sang kaisar mengajak mereka untuk makan bersama sebelum pulang. ibunda Qin Ran tidak senang, lantas ia pergi tanpa mengikuti acara makan bersama itu. Xiao Yan yang melihat itu, nampak tak enak hati dengan permaisuri kerajaan Qin. ia merasa setelah ini pasti akan banyak permasalahan yang akan datang padanya.
__ADS_1
lalu pangeran ketiga yang sekarang berada di kediaman pangeran Qin, sampai saat ini belum menemukan dimana tempat tinggal Xiao Yan. lantas ia menunggu Xiao di sekitar area taman. ia berharap jika Xiao Yan nanti akan muncul di sana. beberapa saat kemudian Qin Ran dan Xiao Yan pun telah kembali dari istana. mereka kebetulan melewati taman dan pangeran ketiga melihatnya.
tapi pangeran ketiga berusaha untuk tidak terlihat mencolok, agar ia tak ketahuan oleh Qin Ran. akhirnya pangeran ketiga telah mengetahui keberadaan Xiao Yan yang sekarang. kini ia hanya perlu menunggu waktu yang tepat untuk berbicara dengan Xiao Yan. Qin Ran pun mengantar Xiao Yan kembali ke kamarnya. lalu Xiao Yan menyuruh Qin Ran untuk tidak pergi dulu, sebab ada hal yang ingin ia tanyakan padanya.
"pangeran Qin, Mohon untuk tidak pergi dulu. ada hal yang ingin ku tanyakan pada mu" ucap Xiao Yan dengan serius
"adik mengapa kau memanggilku begitu? aku tidak suka dengan panggilan itu. sebaiknya kau panggil aku kakak Qin saja seperti dulu" ucap Qin Ran dengan lembut
"pangeran Qin, apa maksudmu tentang pernikahan itu? apa kau bermaksud untuk mempermainkan ku? apakah selama ini kau telah menipuku? jawab pangeran!" ucap Xiao Yan dengan serius
"adik, aku tak bermaksud untuk menipu mu atau pun mempermainkan mu. aku hanya ingin memiliki mu sepenuhnya dan aku tidak ada maksud lain lagi" ucap Qin Ran yang panik
"adik, aku sebenarnya tak ingin melakukan itu. tapi karena hal mendesak, membuat ku tak punya cara lain selain itu. adik aku benar-benar terpaksa melakukan itu. ku mohon agar kau bisa paham itu"
"kau meminta aku untuk bisa memahami alasan kebohongan mu itu? tidakkah kau memikirkan bagaimana perasaan ku setelah dibohongi oleh mu? aku benar-benar kecewa dengan mu. sia-sia selama ini telah mempercayai mu dan menganggap mu sebagai orang baik" ucap Xiao Yan dengan marah
__ADS_1
"adik, apa maksudmu perkataan mu itu? tidakkah kau tau bertapa besar nya perasaan ku padamu? aku rela menurunkan derajat ku agar aku bisa bersama mu, tapi apa? kau malah menganggap ku sebagai pembohong. tidakkah kau juga memikirkan perasaan ku?" ucap Qin Ran dengan serius
"sudah cukup. aku tak ingin bicara lagi dengan mu. setelah ini tolong pangeran Qin untuk segera membatalkan pernikahan dengan ku, karena aku tak ingin membuat mu menurunkan derajat mu demi aku. setelah ini aku juga akan kembali ke kerajaan Xiao sendiri dan kau tak perlu mengantar ku kembali" ucap Xiao Yan dengan serius
"Hem... setelah apa yang ku lakukan untukmu, kau malah membalas ku dengan begini? asal kau tau saja, sampai kapanpun aku takkan membatalkan pernikahan ini dan jangan harap bisa kembali ke kerajaan Xiao. mulai hari ini, kau takkan bisa keluar dari tempat ini sampai hari pernikahan tiba. jadi tidak perduli kau mau menikah atau tidak, aku tetap akan menikahi mu dan kau tak punya pilihan lain selain itu, camkan itu" ucap Qin Ran dengan marah lalu pergi meninggalkan Xiao Yan
setelah meninggal tempat Xiao Yan, Qin Ran menyuruh para pengawal nya untuk memperketat penjagaan terhadap Xiao Yan dan mencegah nya untuk kabur dari tempat itu. sementara itu pangeran ketiga yang telah mendengar pertengkaran diantara mereka berdua. kini tau bagaimana cara Qin Ran, membuat Xiao Yan mau ikut dengannya. ia pun menjadi marah setelah mengetahui hal tersebut.
saat situasi sudah lebih tenang ia berniat membawa Xiao Yan untuk segera pergi dari tempat ini. ia tak ingin Qin Ran berhasil menikahi Xiao Yan, karena ia sendiri sudah sangat mencintai Xiao Yan. setelah Qin Ran pergi, Xiao Yan menangis di dalam kamarnya. ia sedih dan marah dengan sikap Qin Ran yang sangat egois itu. ia merasa menyesal telah di selamatkan oleh nya.
namun meski begitu, ia tidak menyerah begitu saja. agar bisa pergi dari tempat ini, sebelum ia benar-benar menikah dengan Qin Ran, ia tentu akan merencanakan sesuatu untuk itu. karena Xiao Yan tau tentang obat-obatan, ia pun berencana untuk membuat beberapa obat tidur dengan bahan yang ia bawa dari klinik dan untungnya itu bisa digunakan.
saat malam tiba penjagaan mulai sedikit longgar. pangeran ketiga pun memanfaatkan situasi ini untuk menyusup ke tempat Xiao Yan. beberapa saat kemudian pangeran ketiga berhasil masuk melalui jendela samping kamar Xiao Yan yang kebetulan bisa ia buka. sementara itu Xiao Yan yang sedang mempersiapkan obat tidur, nampak tak menyadari kehadiran pangeran ketiga karena terlalu fokus dengan hal tersebut.
pangeran ketiga memanggil nya dengan pelan, agar tak ketahuan oleh para pengawal itu. Xiao Yan menengok kebelakang dan melihat seorang yang tidak ia kenali. namun beberapa detik setelah melihat pangeran ketiga yang sedang memakai topeng itu, membuat dirinya mengalami sakit kepala yang membuatnya hampir pingsan.
__ADS_1
lantas pangeran ketiga segera melepaskan topeng nya dan ia memperlihatkan dirinya yang sebenarnya pada Xiao Yan. Xiao menatap pangeran ketiga dan tiba-tiba ia berhasil mendapatkan ingatan nya kembali, setelah mengalami sakit kepala tadi. namun ia masih belum ingat semuanya. hanya beberapa hal saja, yang ia bisa ingat saat ini.
pangeran ketiga senang melihat Xiao Yan yang sudah tak asing lagi dengannya. ia pun memanggil nama Xiao Yan untuk yang kesekian kalinya. kemudian Xiao Yan menjawab nya dengan baik. kini pangeran ketiga sadar, jika separuh ingatan Xiao Yan telah kembali. namun meski begitu, pangeran ketiga tak memaksa Xiao Yan untuk mengingat semua hal yang pernah ia alami saat ini. yang ia prioritas kan adalah segera membawa Xiao Yan untuk pergi dari sini.