
tak berselang lama, setelah kabar penangkapan pangeran kedua dan Qin Ran beredar. Rong Ji dan Ye Jing telah tiba di istana kerajaan Xiao. lantas mereka langsung menemui Xiao Yan dan yang lain. Xiao Yan yang melihat kedatangan mereka sangat senang. lalu Xiao Yan, pangeran ketiga dan juga Ling Mei langsung pergi menghampiri mereka.
akhirnya setelah sekian lama mereka bisa berkumpul kembali. selain itu misi mereka untuk mendapatkan liontin giok itu juga telah terpenuhi. lalu mereka sepakat untuk kembali, setelah eksekusi pangeran kedua selesai dilakukan. kini mereka merasa senang, namun tanpa mereka sadari bawahan pangeran kedua telah tiba diperbatasan wilayah kerajaan Qin.
karena dia memang token Qin, maka para tentara itu akan mengikuti perintahnya. sesuai dengan kesepakatan yang telah pangeran Qin sampaikan pada mereka. lalu disisi lain para tentara diperbatasan telah ditarik sebagian karena kaisar merasa sudah tidak ada ancaman lagi, setelah tertangkap nya pangeran kedua.
meski begitu, pangeran ketiga tetap lah waspada pada hari eksekusi pangeran kedua. karena bisa saja, masih ada beberapa bawahan nya yang belum tertangkap dan masih berkeliaran di kerajaan Xiao. keesokan paginya, hari eksekusi telah tiba dan banyak sekali orang yang berkumpul di tempat pelaksanaan.
Xiao Yan dan yang lain juga ikut menyaksikan secara langsung disana. beberapa saat kemudian pangeran kedua beserta para pemberontak dikawal ketat ketempat pelaksanaan. di hari terakhir nya pangeran kedua masih sempat menyeringai lebar, seolah-olah akan ada hal besar yang datang padanya.
beberapa saat sebelum mereka di eksekusi mati. pangeran ketiga mendapatkan laporan bahwa di wilayah perbatasan kerajaan Xiao telah diserang dan diterobos oleh pasukan tentara Qin yang dipimpin oleh jenderal Qin sendiri. ini lah hal yang di cemaskan oleh pangeran ketiga. kini perang akan benar-benar terjadi.
pasti mereka datang untuk menyelamatkan pangeran kedua dan juga Qin Ran. lalu para tentara itu telah memasuki kota dan kini telah tiba di gerbang istana. salah satu bawahan pangeran kedua, meminta agar pangeran kedua segera dibebaskan dan jika tidak, maka mereka akan membantai semua orang ditempat ini.
pangeran ketiga marah dan tidak terima. lantas ia mengerahkan pasukan tentara elit dan tentara kerajaan, untuk menyerang balik. pertempuran sengit pun terjadi dan tidak bisa dielakkan lagi. pangeran ketiga meminta sebagian tentara nya untuk melindungi kaisar dan yang lain.
sementara itu pangeran ketiga akan menangani para pemberontak itu. karena kondisi sedang gaduh, maka pangeran Kedua dan tahanan lain segera dikembalikan ke dalam penjara, agar mereka tidak melarikan diri. namun sayangnya, saat itu terjadi beberapa pengawal dengan brutalnya menyerang orang-orang yang mengawal pangeran kedua.
tampaknya para pengawal itu telah dikendalikan pangeran kedua dengan parasit. kini pangeran kedua telah berhasil bebas. sementara itu, Xiao Yan dan yang lain berusaha untuk membantu pangeran ketiga menghadapi para pemberontak.
Li Shang yang saat itu melihat, jika pangeran kedua berhasil melarikan diri. lantas ia mengejarnya dan melawan nya. pangeran kedua merebut senjata milik para pengawal yang berhasil ia bunuh dan ia pun akhirnya memutuskan untuk melawan Li Shang. pertarungan sengit pun terjadi diantara Li Shang dan pangeran kedua.
__ADS_1
lalu beberapa saat kemudian bawahan pangeran kedua datang membantunya dan mereka juga menyerang Li Shang. Li Shang kewalahan menghadapi mereka, karena mereka terlalu banyak. Li Shang tak sanggup melawan mereka semua. lantas ia berusaha mencari kesempatan untuk memanggil bantuan.
pangeran kedua tentu tidak akan membiarkan hal itu terjadi. karena Li Shang adalah bagian dari pangeran ketiga, maka pangeran kedua berniat mengendalikan Li Shang untuk melancarkan rencana nya. lalu pangeran kedua menyuruh para bawahan nya untuk menangkap Li Shang dan membawanya kemari.
Li Shang tak sanggup lagi melawan mereka. karena sudah banyak mengalami luka, dia hanya bisa menyerah saja. sebab dia pikir setelah ini, pasti dia akan langsung dibunuh oleh pangeran kedua. tapi ternyata tidak, pangeran kedua justru memanfaatkan dirinya untuk membunuh pangeran ketiga.
Li Shang terlihat tak berdaya saat dihadapan pangeran kedua. pangeran kedua yang melihat itu sangat senang. lalu ia mencoba menawarkan kesempatan hidup untuk Li Shang, jika Li Shang setuju untuk bekerjasama dengan nya. tapi Li Shang menolak. Dia lebih memilih mati daripada harus bergabung dengan pemberontak.
pangeran kedua terlihat tidak senang dan dia hampir ingin membunuh Li Shang saat itu. namun karena Li Shang masih berguna untuk nya, maka dia menahan niat membunuh nya. Li Shang tak berdaya dan terlihat sangat pasrah. lalu pangeran kedua mendekati nya dan memasukkan parasit kedalam mulutnya.
dan dia dipaksa untuk menelan parasit itu. selain itu pangeran kedua juga memberikan dia sebuah obat. ternyata obat yang diberikan oleh pangeran kedua adalah obat yang dapat memicu si parasit untuk lebih cepat mengendalikan Li Shang.
beberapa saat, setelah Li Shang menelan obat dan parasit itu. kini ia merasa ada yang aneh pada dirinya. pikirannya seperti ada yang mengendalikan. bahkan sekarang tubuhnya tidak mau bergerak sedikitpun. pangeran kedua yang melihat Li Shang yang mulai kehilangan kendali akan dirinya pun, tertawa jahat.
karena Li Shang telah berada dalam kendali nya, maka pangeran kedua segera melaksanakan rencana selanjutnya. ia pun pergi ke tempat dimana pangeran ketiga dan yang lain berada. Xiao Yan dari jauh melihat Li Shang dan berpikir jika Li Shang datang untuk membantu mereka.
namun ia salah. Li Shang justru datang untuk membunuh mereka. pangeran kedua memerintah Li Shang untuk segera membunuh pangeran ketiga. lalu Li Shang yang sedang dalam kendali pangeran kedua pun, melakukan perintah nya. dia dengan cepat menyerang pangeran ketiga.
pangeran ketiga kaget melihat Li Shang yang tiba-tiba datang dan menyerang nya. padahal saat itu pangeran ketiga sedang menyerang jenderal Qin. Xiao Yan yang melihat gelagat aneh dari Li Shang, akhirnya mengetahui jika Li Shang telah dikendalikan oleh parasit dari pangeran kedua.
Xiao Yan berteriak memberitahukan pangeran ketiga, jika Li Shang bukanlah sengaja menyerang nya. dia melakukan itu karena sedang dikendalikan oleh parasit. pangeran ketiga yang mendengar itu, kini hanya bisa mencari cara untuk membuat Li Shang pingsan saja.
__ADS_1
lalu Xiao Yan datang dan membantu pangeran ketiga untuk menangani Li Shang. pertarungan sengit pun terjadi. lalu Rong Ji yang melihat jika Xiao Yan sedang diserang oleh Li Shang mencoba datang dan membantu nya. Xiao Yan menyuruh Rong Ji mencari cara untuk membuat Li Shang pingsan dan jangan menyakiti nya. karena sekarang dia sedang dikendalikan oleh parasit.
Rong Ji mengerti, lantas dia dan Xiao Yan pun berusaha untuk menaklukkan Li Shang. pangeran kedua yang melihat jika Li Shang gagal menyerang pangeran ketiga, akhirnya memilih untuk turun tangan dan menyerang pangeran ketiga. lalu ia mengambil pedangnya dan ia mengoleskan racun pada pedang nya.
Xiao Yan yang sedang menyerang Li Shang, melihat pangeran kedua sedang mengoleskan sesuatu pada pedangnya. lantas ia menyuruh pangeran ketiga untuk berhati-hati. pangeran ketiga tidak mendengar nya dan sekarang pangeran ketiga hanya fokus menyerang jenderal Qin saja.
pangeran kedua dengan cepat langsung berlari dan menyerang bagian belakang pangeran ketiga. namun serangan itu ditahan oleh Xiao Yan. karena Xiao Yan berusaha menghalangi nya, maka pangeran kedua pun akhirnya berbalik menyerang nya.
mereka berdua saling adu pedang dan beberapa saat kemudian Ye Jing yang telah selesai dengan bagian, datang membantu Xiao Yan. kini Xiao Yan telah terbantu dengan datangnya Ye Jing. mereka pun melawan pangeran kedua. Xiao Yan juga tak lupa menyuruh Ye Jing untuk berhati-hati terhadap pedang milik pangeran kedua.
karena pedang yang saat ini, digunakan oleh pangeran kedua telah diolesi racun. saat Xiao Yan lengah, pangeran kedua berhasil memberikan sayatan di lengan kanan nya. Xiao Yan terluka dan dia berusaha bertahan sebisa mungkin, sampai ia berhasil mengalahkan pangeran kedua.
Ye Jing yang melihat, jika Xiao Yan terkena serang pedang milik pangeran kedua, lantas segera menyuruh nya untuk mundur dan jangan ikut bertarung lagi. Xiao Yan menolak dan berkata jika ia ingin membunuh pangeran kedua dengan tangannya sendiri. pangeran kedua tertawa mendengar hal itu.
lalu ia berkata pada Xiao Yan, jika dia tidak akan bisa bertahan melawan racun yang telah ia oleskan di pedang nya. hanya perlu waktu setengah jam bagi racun itu untuk membunuhnya. pangeran kedua juga mengatakan, jika Xiao Yan terus memaksa untuk terus mengeluarkan tenaga nya, maka racun itu akan lebih cepat menyebar dan mempercepat kematian nya.
meskipun begitu, Xiao Yan tetap tidak menyerah. dengan tekadnya yang kuat, ia pun sangat-sangat ingin pangeran kedua mati ditangan nya. Ye Jing yang mendengar itu, langsung menyuruh Xiao Yan mundur dan segera menetralisir racun nya. akhirnya Xiao Yan mundur sejenak dan menelan obat penawar sementara.
ia berharap obat penawar ini dapat bertahan sampai, ia berhasil membunuh pangeran kedua. pangeran kedua yang melihat itu memperingati Xiao Yan, jika racun itu tidak akan mempan terhadap obat apapun. karena pada dasarnya racun yang ia buat adalah racun langka. dimana sangat sulit untuk mendapatkan penawarnya.
Xiao Yan tidak menyerah. lantas ia mengerahkan seluruh tenaganya untuk menyerang pangeran kedua. saat pangeran kedua memperingati Xiao Yan, terlihat sebuah celah untuk Ye Jing menyerang nya. akhirnya pangeran kedua menerima tusukan pedang milik Ye Jing di bagian kakinya.
__ADS_1
Dia kesakitan dan sulit berdiri tegak. lalu di saat itu, Xiao Yan menyerang nya dengan sisa tenaga yang ia miliki saat itu. karena gerakan pangeran kedua yang mulai melemah, akhirnya membuat Xiao Yan mendapatkan celah untuk membunuhnya. lalu Xiao Yan melayangkan satu tusukan pedang menembus tubuh pangeran kedua.
pangeran kedua tidak menyangka, jika hidup nya akan berakhir ditangan Xiao Yan. karena mengalami luka tusukan yang cukup fatal. akhirnya pangeran kedua tewas ditempat itu. Xiao Yan menarik kembali pedang yang tertusuk ditubuh pangeran kedua. ia sangat senang akhirnya ia bisa membunuh musuhnya dengan tangannya sendiri.