Kisah Dibalik Liontin Giok

Kisah Dibalik Liontin Giok
Tebing


__ADS_3

para kelompok penjahat akhirnya menyadari jika ada orang disekitar mereka. lantas A'jue segera menarik tangan Xiao Yan dan membawa nya pergi sejauh mungkin. ketika mereka pergi ke arah lain untuk menghindari kejaran para penjahat itu, mereka malah bertemu dengan kelompok itu lagi. tampaknya seluruh kawasan hutan ini telah di penuhi oleh kelompok penjahat tersebut.


A'jue mencari kesempatan agar Xiao Yan bisa melarikan diri dengan selamat. saat melihat beberapa orang yang mulai pergi kearah mereka. A'jue langsung menyuruh Xiao Yan lari ketempat yang aman dan jangan pikirkan tentang nya. A'jue berkata padanya jika setelah ini, ia akan pergi menyusul nya. Xiao Yan akhirnya pergi dari tempat itu dan segera mencari tempat perlindungan.


seperti yang diketahui, seluruh hutan ini telah dikuasai oleh orangnya pangeran kedua dan kemanapun Xiao Yan pergi pasti akan bertemu lagi dengan mereka. saat Xiao Yan yang terus berlari tanpa arah malah dikejar oleh beberapa orang dari kelompok bertopeng. salah satu dari mereka, menyuruh untuk menangkapnya.


Xiao Yan makin panik dan ia terus dikejar oleh kelompok itu. hingga akhirnya mereka sampai di ujung tebing. Xiao Yan tak tau harus kemana lagi, karena jalan yang ia ambil sekarang adalah jalan menuju tebing. kini ia dan kelompok tersebut sedang berada di pinggir tebing. salah satu orang dari kelompok itu maju dan menghampiri kearahnya.


lalu ia membuka topengnya dan ternyata orang dibalik topeng itu adalah pangeran kedua. Xiao Yan tak menyangka jika pangeran kedua adalah otak dibalik kejadian ini. lantas Xiao Yan langsung mengambil pedang dan menyerang pangeran kedua. pangeran kedua berhasil menghindari serang itu dan ia juga berbalik menyerang Xiao Yan.


mereka pun bertarung dengan sengit dan serangan pangeran kedua juga semakin kuat. Xiao Yan mulai kehabisan tenaga dan ia tak mampu menyeimbangi nya. lantas pedang miliknya pun di buat terjatuh ke tanah dan kini Xiao Yan sudah terpojok. dibelakangnya adalah tebing, jika ia terus berjalan mundur maka ia akan terjatuh.


karena sudah berada di ujung tanduk, Xiao Yan memutuskan untuk bertanya pada pangeran kedua, tentang teman-temannya. ia berharap saat ia mengundur waktu adalah orang yang datang menyelamatkan nya.


"dimana kau sembunyikan teman-teman ku? dan mengapa kau masih ingin melakukan hal jahat seperti ini?"


"hahaha... lucu sekali, kau masih saja bertanya mengapa dan dimana teman mu? apa kau ingin tau?" ucap pangeran kedua dengan nada sombong


"baiklah biar ku beritahu padamu, teman-teman mu sudah ku habisi dan sekarang tersisa kau saja" ucap pangeran kedua sambil mendekati Xiao Yan

__ADS_1


"tidak mungkin, kau pasti berbohong pada ku bukan?" ucap Xiao Yan sambil berjalan mundur


"hahaha... kau masih saja tak percaya dengan ku. bagaimana jika kau, ku beri satu kesempatan untuk hidup? tapi kau harus menjadi pelayan ku, bagaimana?"


"aku tidak Sudi, menjadi pelayan mu dan jangan bermimpi tentang itu" terus berjalan mundur


"aku menawarkan kesempatan terbaik untuk mu, tapi mengapa kau menolak nya? apa kau yakin setelah ini, kau masih bisa hidup dengan tenang?"


"aku tidak perduli dengan mu dan kau jangan mendekat" mundur perlahan


"kenapa? kau takut aku akan mendorong mu jatuh dari tebing ini. kalau begitu cepatlah memohon pada ku, mungkin saja aku bisa berubah pikiran dan mau menyelamatkan mu"


"Hem... biar pun harus mati, aku juga tak akan pernah memohon pada orang jahat seperti mu" teriak Xiao Yan


"baiklah kalau begitu, akan ku kabulkan keinginan terakhir mu. semoga kau menikmatinya dan sampai jumpa di akhirat Xiao Yan" ucap pangeran kedua sambil mendorong Xiao Yan


pangeran kedua mendorong nya dengan kuat, hingga akhirnya membuat Xiao Yan terjatuh dari tebing itu. setelah berhasil mendorong Xiao Yan, pangeran kedua tertawa dengan puas melihat kejadian itu. untuk melihat apakah Xiao Yan masih hidup atau tidak, para pengawal memutuskan untuk turun kebawah tebing dan memastikan kondisi Xiao Yan.


namun pangeran kedua menyuruh mereka untuk tidak usah melakukan itu. karena ia yakin takkan ada orang yang bisa selamat setelah jatuh dari tebing yang curam itu. lantas pangeran kedua menyuruh kelompok tersebut untuk terus mencari keberadaan pangeran ketiga dan temannya. terlintas sejenak di pikiran pangeran kedua, jika ia masih tak tau keberadaan tentara elit itu.

__ADS_1


lalu ia menyuruh bawahannya untuk menangkap pangeran ketiga dalam keadaan hidup, sedangkan yang lainnya cukup dihabisi saja. lalu bawahan pangeran kedua bertanya lagi padanya bagaimana dengan Ling Mei? apakah Ling Mei juga ikut dibunuh saja? lantas pangeran kedua menjawab untuk tidak membunuh Ling Mei, karena sekarang Ling Mei adalah mainan nya dan ia masih ingin menjadikan Ling Mei sebagai selirnya.


setelah mendengar perintah dari pangeran kedua, lantas kelompok itu pergi ke segala tempat dan pergi mencari keberadaan pangeran ketiga. sementara itu Xiao Yan yang didorong oleh pangeran kedua merasa tak menyangka, jika ia akan mati ditempat ini dan ia juga tak dapat menyelamatkan teman-temannya.


kini Xiao Yan hanya bisa berharap semoga temannya yang lain, bisa kembali ke dunia mereka dengan selamat. ia pun pasrah dengan hidup nya ini dan membiarkan dirinya terjatuh. dibawah tebing yang curam ternyata ada sebuah sungai berbatuan. Xiao Yan terjatuh kedalam sungai itu dan kepala nya tak sengaja terbentur dengan bebatuan yang ada di sungai.


kepalanya terluka dan berdarah, tubuhnya hanyut terbawa arus. sementara itu pangeran ketiga dan Ye Jing terus melanjutkan berjalan menelusuri gua. mereka berharap bisa segera menemukan jalan keluar dari tempat ini. setelah berjalan beberapa saat Ling Mei yang pingsan, akhirnya bangun dan ia masih tetap berniat membunuh mereka.


karena takut kelompok penjahat mengetahui keberadaan mereka. Ye Jing terpaksa menutup rapat mulut Ling Mei agar ia tak terus berteriak. setelah memastikan keadaan sudah aman, mereka pun melanjutkan perjalanannya. lalu prajurit yang kaisar kirim, bersama dengan Li Shang yang ikut membantu, kini telah tiba di hutan tersebut.


saat tiba mereka bertemu dengan kelompok penjahat tersebut. beberapa dari mereka ada yang melarikan, lalu sisanya pergi menghambat prajurit itu, agar kelompok yang tersisa bisa segera membawa pangeran kedua pergi dari hutan itu. Li Shang tak melepaskan mereka begitu saja, lantas ia juga ikut menyerang kelompok itu bersama prajurit kerajaan.


salah satu orang dari kelompok itu berhasil menemukan pangeran kedua. lantas ia memberitahukan kepada pangeran kedua, jika orang kerajaan datang untuk menangkap mereka. mendengar kabar itu pangeran kedua bersama kelompok yang tersisa terpaksa harus pergi dari tempat itu dan tidak melanjutkan mencari pangeran ketiga.


sementara itu terowongan yang ada di dalam gua itu ternyata cukup panjang dan jauh. mereka sudah berjalan selama tiga puluh menit, tapi masih saja belum sampai di ujung terowongan. tapi mereka tak menyerah begitu saja. beberapa saat kemudian mereka mendengar suara kegaduhan dari luar dan akhirnya mereka berhasil menemukan jalan keluar.


pangeran ketiga keluar terlebih dahulu dan ia melihat A'jue yang sedang bertarung dengan lawan nya. melihat A'jue yang mulai kewalahan menghadapi kelompok itu, pangeran ketiga pun turun tangan dan segera membantu nya. akhirnya kelompok itu berhasil dikalahkan dan mereka kini telah selamat.


setelah diselamatkan oleh pangeran ketiga, A'jue memutuskan untuk segera pergi dan mencari Xiao Yan karena tadi ia sempat melihat Xiao Yan di kejar oleh kelompok bertopeng kearah tebing. pangeran ketiga ikut bersamanya, sedangkan Ye Jing tetap berada disana sampai mereka kembali. tak lama setelah mereka pergi, prajurit kerajaan dan Li Shang telah sampai ketempat dimana Ye Jing berada.

__ADS_1


melihat mereka yang banyak mengalami luka Li Shang langsung menolongnya dan segera membawa mereka pergi dari tempat itu. sedangkan pangeran ketiga dan A'jue terus mencari Xiao Yan dan ia juga meneriakkan namanya, tapi tetap saja tak ada jawaban dari Xiao Yan. mereka takut jika telah terjadi sesuatu pada Xiao Yan.


__ADS_2