Kisah Dibalik Liontin Giok

Kisah Dibalik Liontin Giok
Perjodohan


__ADS_3

dua hari kemudian tibalah surat keputusan dari kerajaan Qin, untuk kaisar Xiao dan juga Qin Ran yang sedang berada di kerajaan Xiao. sang kaisar pun menyuruh pangeran ketiga untuk melihat hasil keputusan tersebut. pangeran ketiga nampak senang, setelah melihat hasil yang memuaskan. dalam surat menyatakan, jika kaisar Qin bersedia membatalkan pernikahan antara Qin Ran dan Xiao Yan.


selain itu kaisar Qin juga meminta maaf kepada kaisar Xiao dan juga pangeran ketiga. karena Qin Ran telah merebut Xiao Yan darinya. kaisar Qin berharap pangeran ketiga, dapat mengerti mengapa Qin Ran melakukan hal tersebut. itu karena Qin Ran tak mengetahui identitas Xiao Yan yang sebenarnya, lalu waktu itu Xiao Yan juga sedang mengalami hilang ingatan.


setelah mengetahui isi surat tersebut, pangeran ketiga segera memanggil pangeran Qin atau Qin Ran untuk melihat sendiri surat keputusan dari kaisar Qin. tak lama kemudian Qin Ran pun tiba di istana. tanpa basa-basi pangeran ketiga langsung menyerahkan surat tersebut untuk dia baca sendiri. setelah ia membacanya, ia tentu tak terima dengan hasil keputusan tersebut dan ia nampak marah dan kesal.


meskipun pernikahan antara Xiao Yan dan dirinya merupakan anugerah dari kaisar, tapi ia tetap tak terima jika sang kaisar membatalkan pernikahan nya, tanpa berdiskusi langsung dengannya. ia pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke kerajaan nya dan ia ingin menyelesaikan masalah nya. pangeran ketiga pun senang dengan hal itu. akhirnya Qin Ran bisa pergi juga dari sana. rasanya ia ingin segera memberitahukan hal tersebut pada Xiao Yan.


namun karena Xiao Yan masih dalam perjalanan, pasti akan sulit baginya untuk menerima surat tersebut. pangeran ketiga memutuskan untuk mengabarinya, jika dia sudah sampai di kerajaan Long. beberapa hari kemudian, akhirnya Xiao Yan tiba di kerajaan Long. sesampainya di sana ia langsung pergi menemui sang kakek bersama kedua kakak sepupu nya.


sang kakek terlihat baik-baik saja. lantas Xiao Yan yang merupakan ahli medis pun, mencoba untuk memeriksa keadaan kakeknya. setelah di periksa ternyata sang kakek hanya kelelahan saja. Xiao Yan pun membuatkan resep obat penghilang lelah untuk sang kakek. kakeknya pun senang melihat cucunya yang memiliki kemampuan medis yang bagus.


sang kakek pun menyuruh dirinya untuk bercerita, bagaimana ia bisa memiliki kemampuan medis itu. lantas Xiao Yan menceritakan hal tersebut pada sang kakek. setelah beberapa saat, akhirnya Xiao Yan pun kembali ke istana tempat tinggalnya. ia merasa mungkin saja mereka bisa segera kembali, setelah melihat kondisi sang kakek yang baik-baik saja.


Xiao Yan pun bertanya pada nyonya Wei kapan mereka akan kembali ke kerajaan Xiao. nyonya Wei menjawab mereka akan kembali, jika beberapa urusan nyonya Wei telah terselesaikan di sini. lantas Xiao Yan bertanya berapa lama hal itu akan selesai. nyonya Wei kembali menjawab, bahwa ia tidak tau kapan pasti urusan nya akan selesai dan untuk sementara waktu Xiao Yan dan kakak sepupu nya akan menetap dan melanjutkan belajar nya di kerajaan Long.


nyonya Wei sengaja membuat alasan seperti itu, untuk menahan Xiao Yan di sini. agar ia tidak bertemu lagi dengan pangeran ketiga. kini Xiao Yan merasa bosan dan ia terpaksa menuruti kemauan nyonya Wei untuk sementara waktu. ia hanya bisa berharap jika urusan nyonya Wei bisa segera terselesaikan. dua hari kemudian datanglah seorang guru baru, yang di utus oleh nyonya Wei untuk datang mengajar Xiao Yan dan kedua kakak sepupu nya.

__ADS_1


nyonya Wei bermaksud menjodohkan guru baru ini pada Xiao Yan. guru baru ini adalah anak dari guru besar kerajaan Long. ia bernama Ming Hao, ia menjadi guru di usianya yang masih mudah. perbedaan usia antara Ming Hao dan Xiao Yan hanya selisih dua tahun saja. selain itu Ming Hao juga orang yang berbakat serta sopan dan karena hal tersebut, nyonya Wei pun bersedia menjodohkan Ming Hao dengan Xiao Yan.


melalui aktivitas belajar ini, nyonya Wei berharap Xiao Yan bisa memiliki perasaan pada Ming Hao dan bisa segera melupakan pangeran ketiga. mereka pun akhirnya dipertemukan di istana. saat Ming Hao yang baru pertama kali melihat Xiao Yan, ia mulai merasa tertarik padanya. namun karena ia di sini bertugas untuk mengajar mereka, maka Ming Hao pun lebih fokus untuk mengajar mereka belajar.


Xiao Yan dan kedua kakak sepupu nya menyambut kedatangan Ming Hao dengan baik. Ming Hao senang dengan sambutan baik dari mereka. lantas hari pertama belajar, yang mereka lakukan adalah pendekatan dan pengenalan diri. sudah seminggu, Ming Hao mengajar kan mereka belajar dan Ming Hao sekarang juga sudah akrab dengan mereka.


selama Ming Hao mengajar mereka. Xiao Yan adalah orang yang sering ia perhatikan diantara mereka. ia senang melihat Xiao Yan yang begitu antusias belajar dari nya. melihat Ming Hao dan Xiao Yan yang tampak akrab. nyonya Wei pun akhirnya memanggil Ming Hao untuk berbicara tentang Xiao Yan.


"Ming Hao, ku lihat kau dan Xiao Yan begitu akrab. apa kau tertarik padanya? ucap nyonya Wei sambil menatap Ming Hao


"maaf nyonya Wei, tapi jika aku boleh jujur. aku memang sedikit tertarik pada Xiao Yan" ucap Ming Hao dengan malu-malu


"maaf nyonya Wei, apa maksud dari perkataan mu barusan itu? aku benar-benar tidak mengerti? bukankah kau menyuruh ayah mengutus ku kemari untuk mengajar mereka?" Ucap Ming Hao dengan bingung


"awalnya memang begitu niat ku. tapi melihat diri mu yang masih belum memiliki pasangan dan Xiao Yan juga belum punya. jadi aku dan ayah mu sepakat untuk menjodohkan kalian lewat hal tersebut"


"nyonya Wei, ku rasa ini agak berlebihan. aku hanya sedikit tertarik saja, tapi tidak sampai berpikir untuk memiliki Xiao Yan. lagian tugas ku, hanya datang dan mengajar mereka belajar itu saja"

__ADS_1


"Ming Hao, kau tak perlu ragu untuk mengungkapkan perasaan mu. aku lebih paham dari mu. jika kau menyukai Xiao Yan, aku akan sangat merestui hubungan kalian berdua dan aku juga akan memberikan pernikahan yang mewah untuk kalian berdua. Ming Hao, kau satu-satunya pria yang baik dan cocok untuk Xiao Yan. dan aku ingin kau bersamanya"


"tapi nyonya, ku dengar Xiao Yan sedang dekat dengan seorang pria dari kerajaan Xiao dan ku rasa Xiao Yan masih berharap padanya"


"Ming Hao, biar ku perjelas padamu. pria yang saat ini dekat dengan Xiao Yan, itu bukanlah pria baik. karena dia telah membuat Xiao Yan dalam bahaya. Ming Hao, kau lah yang terbaik untuk Xiao Yan dan hanya kau yang bisa menjaganya dengan baik"


"tapi nyonya Xiao Yan masih menyukai pria itu dan aku tidak bisa memaksa nya untuk bisa menerima ku disisi nya. apa lagi aku adalah orang baru baginya"


"Ming Hao, rasa suka dan cinta, memang tidak bisa dipaksa. namun cinta akan ada jika sudah terbiasa. maka dari itu aku ingin kau membuat Xiao Yan, terbiasa dengan kehadiran mu yang selalu ada untuk nya dan lama-kelamaan pasti Xiao Yan akan menyukai dirimu juga"


"baiklah nyonya, aku mengerti jika itu memang yang kau inginkan. aku akan berusaha untuk tidak membuat mu kecewa. aku juga akan membuat Xiao Yan, bisa menerima ku disisi nya dan membuat nya menyukai ku sepenuhnya. aku berjanji akan menjaga Xiao Yan dengan baik dan takkan pernah membiarkan nya menderita"


"bagus sekali Ming Hao. itulah yang mau ku dengar dari mu. aku sangat senang dengan tekad mu dan aku pasti akan memberikan dukungan besar untuk hubungan mu dan Xiao Yan"


"baik nyonya Wei, kalau begitu berarti aku boleh mengunjungi Xiao Yan meskipun aku tidak sedang mengajar mereka kan?"


"ya tentu saja, kau boleh mengunjungi Xiao Yan sesuka hati mu dan yang aku inginkan, hanyalah melihat kalian bahagia, itu saja yang ku harapkan dari mu"

__ADS_1


"terima kasih nyonya Wei. karena telah memberikan kepercayaan dan dukungan bagi ku untuk lebih dekat dengan Xiao Yan. aku janji tak akan mengecewakan mu. kalau begitu aku pamit dulu nyonya" ucap Ming Hao lalu pergi dengan rasa senang"


__ADS_2