Kisah Dibalik Liontin Giok

Kisah Dibalik Liontin Giok
kisah Liontin giok


__ADS_3

"tapi apalah daya, si pembuat itu tak tau dimana rumah pasangan kekasih yang telah memesan giok itu. satu satunya petunjuk yang ia punya hanyalah sebuah kantong uang yang terdapat bordiran naga. ia sempat menduga jika pasangan itu pasti berasal dari kota kekaisaran"


"ia pun nekat menuju ke sana, dalam waktu beberapa hari, akhirnya ia sampai juga di kota kekaisaran, namun apa yang harus iya lakukan selanjutnya. pada akhirnya ia memilih beristirahat terlebih dahulu di sebuah kedai makan dekat pinggir jalan"


"ia memesan satu teko teh dan juga makanan, untuk ia santap di sana. sambil menyantap makanan nya, ia tak sengaja mendengar beberapa orang disana yang sedang bergosip tentang pasangan suami istri yang mati bersama setelah terjadi pemberontakan di istana"


"wanita itu mati dengan cara menusuk dirinya sendiri, ia tak terima jika satu-satunya orang yang ia cintai harus pergi meninggalkannya begitu saja, lantas si wanita pun ikut mengakhiri hidupnya dan memilih mengikuti jejak suaminya ke akhirat"


"mendengar kisah itu, membuat si pembuat liontin itu merasa iba dengan pasangan suami istri itu, ia sempat berpikir bagaimana kabar pasangan kekasih yang waktu itu memesan liontin giok padanya"


"ia penasaran siapa pasangan suami istri yang mati bersama itu, lantas ia bertanya pada orang-orang yang bergosip disana. mereka mengatakan kepada nya jika pasangan itu adalah seorang pangeran dan juga putri dari keluarga kekaisaran"


"sang suami adalah seorang pangeran kerajaan dan istri juga merupakan putri kerajaan namun mereka berasal dari kerajaan yang berbeda. setelah menikah sang istri meninggalkan kerajaannya dan lebih memilih mengikuti sang suami"


"pasangan itu difitnah oleh orang yang membencinya dan membuat tuduhan palsu kepada pasangan itu, pasangan kekasih itu mati dengan tragis. sang suami yang dibunuh karena tuduh pemberontakan sedang sang istri bunuh diri karena ditinggal kan"


"lalu orang-orang disana menyampaikan kepada si pembuat jika ia penasaran seperti apa orang yang mereka katakan, maka coba lah datang ke pusat kota kekaisaran disana ada tempelan wajah pasangan suami istri itu. lukisan itu ditempelkan disana agar semua orang tau jika pasangan suami istri ini adalah pemberontak.


"mendengar hal itu si pembuat langsung bergegas ke sana, sebab setelah mendengar cerita dari orang-orang itu membuat nya merasa cemas dan berfirasat buruk pada pasangan kekasih yang telah memesan liontin giok itu"


"ia pergi dengan terburu-buru, saat tiba disana sudah banyak orang yang mengerumuni lukisan itu. ia berusaha untuk menemukan celah agar ia bisa melihat lukisan itu, setelah mati-matian ia berdesakan dengan banyak orang, akhirnya ia mampu sampai kedepan dan melihat lukisan itu"


"yang benar saja ternyata lukisan itu memang lah lukisan sepasang kekasih yang pernah datang ketempat nya untuk membuat liontin giok. ia terkulai lemas, ia tak percaya mengapa pasangan kekasih yang menurut nya baik itu mendapatkan fitnahan yang begitu kejam"


"ia pun tak tau harus di apakan liontin giok ini, tapi ia sudah menerima banyak emas sebagai bayaran nya. sekarang pemiliknya sudah tiada dan ia tak tau harus menyerahkan ini kepada siapa"


"lantas ia memberanikan diri untuk mengunjungi istana dan untungnya ia memiliki seorang teman yang bekerja sebagai Kasim di istana. saat sampai di istana ia menyuruh temannya untuk mengantarkan nya kepada pemilik liontin giok ini"


"awalnya Kasim itu menolak karena sekarang istana sedang dalam masa berkabung, namun si pembuat itu tetap memaksa untuk mengantarkan liontin itu, ia pun sampai nekat mempertaruhkan nyawanya hanya untuk mengantarkan liontin itu. melihat kegigihannya membuat Kasim itu akhirnya luluh dan Kasim pun mengantar nya ketempat dimana pasangan suami istri itu berada"


"awalnya ia ragu, namun karena sudah sampai di depan pintu masuk ia hanya bisa berdiri diam ditempat dan meratapi jasad pasangan kekasih itu. Kasim menyampaikan niat si pembuat kepada adik dari sang suami itu, lalu adiknya menghampiri si pembuat"


"ia ketakutan, berdiri sambil gemetaran. namun saat adik dari suami wanita itu bertanya padanya ia pun langsung menjawabnya dengan sopan dan setelah tau jika liontin giok itu adalah pesanan dari kakak nya, sang adik pun menerima nya, lalu ia memberikan sekantong emas pada si pembuat"


"si pembuat itu menolak, sebab ia sudah menerima itu sebelumnya dari pasangan suami istri itu. ia pun berkata pada adiknya yang juga merupakan pangeran itu, jika tugasnya telah selesai dan kini ia harus kembali ketempat nya"


"adik pangeran membiarkan nya pergi, lalu ia membuka bungkusan liontin giok itu. setelah dibuka terpancar cahaya yang lembut dan membuat siapa saja yang melihat berniat untuk memiliki nya, namun karena itu milik kakaknya dan istri kakaknya ia pun berniat untuk menyimpan nya di dekat jasad kakaknya"


"saat meletakkan liontin itu ketempat kakaknya, liontin itu terbelah menjadi dua. ia baru sadar jika liontin giok itu memiliki dua tali dan dua batu giok yang saling menyatu. melihat kejadian itu membuat nya merasa terharu dengan kisah cinta sang kakak kepada istrinya. ia pun akhirnya meletakkan satu sisi liontin giok kepada kakaknya dan satu lagi ingin ia letakkan untuk istri kakaknya"


"tapi satu sisi liontin giok diambil langsung oleh kakak dari pihak wanita atau istri dari kakak nya, ia merebutnya dan setelah itu ia mengatakan bahwa ia akan membawa jasad adiknya pergi untuk dimakamkan di kerajaan nya. namun pihak dari adik pangeran menolak, karena penolakan itu membuat kedua orang itu berselisih. kakak dari pihak wanita tak terima dengan apa yang terjadi dengan adiknya lalu ia menyatakan perang melawan pihak pria jika ia masih tak ingin menyerahkan jasad adiknya"


"akhirnya pihak dari pria melepaskan jasad sang putri untuk kembali ke kerajaan nya. sejak kejadian itu membuat pihak kerajaan pangeran dengan pihak kerajaan putri yang mati itu tak pernah akur, mereka masih terus bersaing namun tak sampai menyatakan perang"


"dan begitu lah kisah Liontin giok" ucap sang nenek

__ADS_1


"lalu apakah nenek tau kerajaan mana yang dimaksud dari kisah itu?" tanya Xiao Yan


"tak ada yang tau nama kerajaan itu, si pembuat hanya menceritakan tentang itu tapi tak pernah menyebut atau pun menyinggung nama kerajaan dari pasangan suami istri itu" ungkap sang nenek


"lalu apakah nenek tau dimana keberadaan si pembuat giok itu?" tanya pangeran


"dulu ia pernah membuka toko disini namun karena sudah tua ia akhirnya memilih menghabiskan waktunya di kampung halamannya" ucap sang nenek


"apa nenek tau dimana kampung halaman si pembuat itu?" tanya Xiao Yan


"kalau aku tak salah ingat dia pernah bilang kalau dia akan kembali ke kampung yang terletak di kabupaten Chen"


"lalu apa nenek tau siapa nama si pembuat itu?" tanya Xiao Yan


"namanya adalah Lian Feng dan letak kabupaten Chen itu sendiri ada di perbatasan antara kerajaan Xiao dengan kerajaan Long" ucap sang nenek


"baiklah nenek terima kasih atas informasinya, maaf kami sudah merepotkan nenek untuk menceritakan kisah itu. ini ada sedikit hadiah untuk nenek harap nenek tak menolaknya" ucap pangeran sambil memberikan sekantong uang


"terima kasih nak, tapi nenek tak dapat menerima nya" ucap sang nenek


"tak apa nek, terima lah itu dan nenek bisa gunakan saat nenek butuh anggap saja sebagai rasa terima kasih kami padamu, karena nenek kami jadi menemukan petunjuk tentang liontin giok itu" ucap pangeran


"Hem baik, kalau begitu terima kasih" ucap sang nenek


"ya nek sama-sama, kalau begitu kami pamit dulu ya nenek dan nenek jangan lupa jaga kesehatan ya" ucap Xiao Yan


setelah menemukan petunjuk mereka pun segera kembali ke penginapan untuk menemui yang lainnya. sampai di penginapan Xiao Yan dan pangeran pun menceritakan informasi yang mereka dapat dari sang nenek.


setelah mendengar cerita dan penjelasan dari pangeran, mereka pun memutuskan untuk pergi mencari si pembuat giok itu ke kabupaten Chen. perjalanan kali akan lebih panjang dari sebelumnya, lantas mereka mulai mempersiapkan semua hal yang mereka perlukan.


lalu dari kelompok Ye Jing juga mendapatkan informasi bahwa ada beberapa orang yang terlihat mencurigakan di sekitar sini. awalnya mereka pikir mereka akan ketahuan oleh orang itu namun mereka segera berbaur dengan orang orang yang ada disana, sehingga mereka aman.


mengetahui hal itu membuat pangeran merasa tak senang dengan itu. lalu ia juga mengatakan pada mereka kalau orang yang mereka lihat kemungkinan adalah orang dari pangeran kedua. lalu pangeran mengajak mereka untuk berdiskusi tentang rencana Perjalanan ke kabupaten Chen.


dalam diskusi kali ini mereka semua setuju untuk melakukan perjalanan saat tengah malam, dan mereka pergi dengan berjalan kaki sampai ke gerbang kota. mereka lebih memilih berjalan kaki dari pada menggunakan kereta kuda, karena pada saat mereka melewati kota akan membuat bawahan pangeran kedua curiga dan mengetahui keberadaan mereka.


mereka sebisa mungkin menghindarinya, lalu ketika mereka telah sampai di gerbang kota, mereka harus berjalan sedikit untuk sampai ke tempat dimana pengawal pangeran dan kereta itu berada, lalu jika dirasa sudah aman mereka akan melanjutkan perjalanan langsung ke kabupaten Chen.


keesokan malamnya mereka pun mulai menjalankan rencana yang telah mereka siapkan mereka pergi dari penginapan melalui pintu belakang. mereka berjalan dengan hati-hati agar tak membuat bawahan pangeran kedua curiga. mereka berjalan sambil membawa sebuah kereta berisi jerami.


selain jerami, kereta dorong itu juga berisi beberapa orang di dalamnya yaitu kedua kakak sepupu Xiao Yan, sedangkan Ling Mei telah pergi terlebih dahulu bersama pengawal pangeran dan bertugas menunggu mereka disana. mereka akan di untungkan saat berjalan ditengah malam karena akan sulit untuk di lihat atau pun di periksa karena keterbatasan cahaya.


mereka memanfaatkan ini untuk pergi dari kota dan Xiao Yan serta pangeran juga menyamar menjadi penduduk kota mereka memakai pakaian lusuh dan mengenakan tudung untuk menutupi wajahnya. perjalanan berjalan lancar, namun saat melewati gerbang kota ternyata ada pemeriksaan dan disana juga ada bawahan pangeran kedua.


saat pemeriksaan berlangsung mereka yang berada dibawah tumpukan jerami pun tidak bergerak, agar tidak ketahuan. saat diperiksa dan ditanya apa yang mereka bawa itu membuat Xiao Yan menjadi gugup, namun pangeran langsung menyuruhnya untuk tenang dan Jangan cemas. setelah itu pangeran pun menjawab jika mereka hanya membawa jerami dan jerami ini akan di bawa ke peternakan untuk memberi makan sapi yang ada disana.

__ADS_1


sang penjaga pintu pun memeriksa jerami itu, karena tak ada hal yang mencurigakan, mereka dibiarkan melewati gerbang kota.


saat melewati gerbang kota salah satu dari bawahan pangeran kedua melihat ada beberapa jerami yang jatuh ke tanah saat mereka bergerak meninggalkan kota. lantas ia curiga ada orang di dalam tumpukan jerami itu karena tadi isi jerami terlihat sangat padat, ia pun menyuruh salah satu dari mereka untuk diam-diam mengikuti nya.


setelah berhasil melewati gerbang kota mereka akhirnya bisa bernapas lega, lantas Xiao Yan segera menyuruh teman temannya untuk segera keluar dari tempat persembunyian. mereka pun melanjutkan perjalanan dengan penyamaran lain. namun mereka tak sadar jika salah satu bawahan pangeran kedua sedang mengikuti mereka.


mereka akhirnya sampai di tempat dimana kereta pangeran ketiga berada, lalu mereka segera berangkat. saat mereka telah melewati kota A'jue bertanya mereka mengapa mereka tiba-tiba mau meninggalkan kota. mereka tak memberitahukan A'jue tentang rencana mereka dan yang A'jue tau hanyalah kalau mereka kemari hanya untuk mengikuti seminar. lantas Xiao Yan menjelaskan nya pada kejadian sebenarnya dan juga tentang identitas mereka.


"A'jue maaf kami sebenarnya tak bermaksud membohongi mu, kami melakukan ini demi kebaikan kita semua, awalnya kami tak ingi melibatkan mu tapi karena nyonya Wei memaksa jadi kami harus menerima mu"


"A'jue tujuan sebenarnya kami kemari iyalah untuk menemukan liontin giok seperti di gambar itu" ucap Xiao Yan


"lalu untuk apa kalian mencari benda itu dan bagaimana dengan seminar nya?" tanya A'jue


"maaf A'jue, seminar itu sebenarnya tidak ada dan kami memakai alasan seminar untuk pergi dan jika tidak lakukan maka kami takkan bisa pergi ketempat ini" ucap Xiao Yan


"mengapa kalian tega membohongi nyonya, kalian tau sendiri jika perjalanan ini akan berbahaya jika kalian lakukan itu" tegas A'jue


"kami tau itu, A'jue dengar kau sudah berada di sisi nyonya Wei selama bertahun-tahun lamanya, kau pasti tau dengan sifat nyonya Wei yang sebenarnya. jika dia tau kami melakukan perjalanan mencari benda ini, lalu apakah kami akan bisa sampai ketempat ini?"


"ya aku tau itu, lalu mengapa kalian mencari liontin giok itu? apa tujuan kalian sebenernya? tegas A'jue


"A'jue sebenarnya kami semua bukan orang yang berasal dari dunia ini dan aku juga bukan nona Wei, nama asli Ku adalah Xiao Yan, tujuan kami mencari benda itu adalah agar kami dapat kembali ke dunia kami sebelumnya. maaf A'jue aku tau kau tak akan memahami dengan semua ini, ini terlalu rumit dan sulit bagi mu untuk mengerti"


"A'jue sekarang kau sudah tau jika kami bukan nona dan tuan mu, dan sekarang aku tak tau harus mengatakan apa lagi. aku juga tak tau mengapa ini bisa terjadi pada kami. satu-satunya cara untuk mengembalikan semua ini adalah dengan cara mendapatkan liontin giok itu kembali" ucap Xiao Yan


A'jue hanya terdiam dan setelah itu ia pergi meninggalkan mereka, mereka juga hanya bisa membiarkan A'jue pergi karena mereka tak ingin melibatkan A'jue terlalu jauh. selain itu pengawal pangeran juga mengetahui hal itu, namun ia tetap berjanji setia pada pangeran meski sekarang orang yang ia layani bukan pangeran asli.


bawahan pangeran kedua kini telah kembali ketempat pangeran kedua, lalu ia memberitahu kan informasi yang telah ia dapatkan disana. ia mengatakan jika ada beberapa orang yang mencurigakan pergi keluar kota tengah malam dan beberapa orang itu meninggalkan kota dengan berjalan kaki lalu setelah melewati gerbang kota mereka pun lanjut pergi menggunakan kereta kuda dan kereta kuda itu adalah kereta kuda pangeran ketiga.


mendengar hal itu pangeran kedua merasa bahwa ini ada kesempatan bagus untuk menghabisi pangeran ketiga dan teman-temannya, karena sekarang mereka tidak berada di kota kekaisaran maka sangat mudah baginya untuk menjalankan rencananya. ia pun menyuruh para bawahan nya untuk segera menghabisi pangeran ketiga dan teman-temannya.


kembali ketempat Xiao Yan dan teman-temannya berada kini mereka merasa bersalah pada A'jue karena A'jue pergi begitu saja tanpa sepatah kata pun. namun mereka juga tak bisa memaksanya untuk tetap ikut bersama dengan mereka karena suatu saat ia juga akan curiga pada mereka.


sementara itu pengawal pangeran kedua dan bawahan lainnya membawa kuda dengan sangat cepat untuk mengejar mereka. untungnya mereka terus melanjutkan perjalanan tanpa berhenti sedikit pun sehingga jarak antara mereka dengan para pembunuh itu masih lumayan jauh.


pagi pun tiba dan mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak di dekat perbukitan sambil memberi makan pada kuda mereka. mereka tak menyadari jika ada dua orang bawahan pangeran kedua yang sedang mengawasi mereka. mereka pun beristirahat di sana dengan tenang.


saat mereka beristirahat, pangeran bersama dengan pengawalnya pergi memeriksa seberapa jauh jalan yang harus mereka lalui untuk sampai di kota berikut nya. saat berjalan beberapa saat pangeran tak sengaja melihat dua orang mencurigakan sedang mengawasi teman-temannya.


ia dan pengawalnya diam diam menyergap mereka. pangeran pun berhasil menyergap mereka, namun mereka langsung menyerang pangeran dan pengawalnya. perlawanan sengit, terdengar sampai kearah Xiao Yan dan yang lainnya. mendengar suara kegaduhan itu membuat mereka bergegas menghampiri sumber suara.


saat mereka tiba lantas Rong Ji dan Ye Jing langsung membantu pangeran dan pengawalnya untuk menangkap kedua orang itu, akhirnya mereka berhasil di lumpuhkan. setelah berhasil melumpuhkan kedua orang itu, pangeran dan yang lain langsung melakukan interogasi terhadap orang itu. namun kedua orang itu tak menjawab pertanyaan dari pangeran dan kedua orang ini lebih memilih menelan racun yang mereka sembunyikan didalam mulutnya.


Gagal mendapatkan informasi membuat mereka merasa cemas dengan kejadian barusan. namun ada dugaan jika kedua orang itu adalah orang suruhan pangeran kedua. orang itu dikirim untuk mengawasi mereka dan untuk berjaga-jaga mereka pun memilih untuk segera melanjutkan perjalanan ke kota selanjutnya.

__ADS_1


tanpa diduga orang suruhan nya pangeran kedua sudah dekat dengan tempat dimana mereka berhenti istirahat, lalu ketika mereka melewati tempat itu mereka melihat kedua rekannya mati disana, tak terima dengan itu mereka semua bergegas mengerjakan pangeran dan yang lainnya.


__ADS_2