
pangeran pertama pun mengumpulkan para peserta yang berpartisipasi dalam acara kali ini di sebuah lapangan. setelah berkumpul sang kaisar pun pergi ke sana dan menyuruh saksi mata untuk memberikan penjelasan. pangeran pertama, kedua dan Li Shang pun maju. kaisar pun menyuruh mereka menjelaskan detail kejadian kepadanya dan juga semua orang yang ada disini.
"ayah kaisar, adik ketiga mengalami luka tusukan saat aku dan yang lain tiba di tempat kejadian"
"dan para pembunuh telah tergeletak serta tewas karena petarung sengit itu dan untungnya ada Li Shang yang datang menolong pangeran ketiga saat penyerangan itu terjadi" ucap pangeran pertama
"yang mulia, yang dikatakan pangeran pertama adalah benar, saat itu hamba pergi ketempat pangeran ketiga karena ditempat hamba berada tak terlihat ada mangsa yang bisa diburu, namun hamba tak sengaja melihat seekor kelinci hutan yang sedang berlarian kedalam hutan"
"lantas hamba mengikuti kelinci itu, saat hamba memasuki hutan hamba tak sengaja melihat bahwa ada sekelompok pembunuh yang sedang menyerang pangeran ketiga, lalu saat itulah hamba pun datang ke sana dan membantu pangeran ketiga"
"saat hamba tiba pangeran ketiga sudah mengalami luka tusukan ditubuhnya dan itu juga disebabkan oleh para pembunuh itu. lalu hamba membantu pangeran ketiga dengan menyerang mereka menggunakan panah dan akhirnya beberapa dari mereka pun tewas ditempat, tapi kami tak lupa untuk menyisakan seorang pembunuh agar nantinya, ia bisa menjelaskan siapa dalang dibalik kejadian ini"
"kalau begitu mana pembunuh itu?" tanya kaisar
"ayah, pembunuh itu sementara sedang kami tahan di suatu tempat, agar ia tak terbunuh saat mengatakan kebenaran"
"kalau begitu, kau ajaklah beberapa orang untuk ikut dengan mu dan bawa pembunuh itu kemari dengan selamat, aku ingin dengar siapa orang yang menyuruhnya membuat onar ditempat ku"
"baiklah ayah, kalau begitu hamba izin pergi sebentar"
"ayah bisa kan aku ikut dengan kakak pertama ke sana, sekalian aku juga bisa membantu untuk mengawasi nya" ucap pangeran kedua
"adik kedua di sini saja dengan ayah, biar aku dan bawahan ku yang pergi ke sana dan kau tenang saja tanpa mu kami juga bisa menjaga dan mengawasi pembunuh itu dengan baik"
"Hem kalau begitu pergilah dan kembali secepatnya" ucap sang kaisar
beberapa saat kemudian, pangeran pertama pun kembali dengan pembunuh itu, lalu kaisar menyuruh pembunuh tersebut untuk mengungkapkan siapa orang yang telah menyuruhnya. mendengar hal itu pangeran kedua mulai panik, ia takut sang pembunuh akan menyebut namanya.
"*baiklah, katakan siapa orang yang menyuruhnya untuk melakukan itu! apakah orang itu ada diantara mereka semua?"
...pembunuh, menunjuk ke arah pangeran kedua...
"yang mulia orang yang memerintah ku adalah pangeran kedua, aku diancam pangeran kedua untuk melakukan itu dan jika aku tak melakukan nya maka ia akan membunuh semua keluarga ku"
"apa yang kau bicarakan? ayah kaisar, aku di fitnah, jelas jelas tadi aku pergi ketempat kejadian bersama dengan kakak pertama dan bagaimana mungkin aku melakukan itu pada adik ketiga?" ucap pangeran kedua sambil mengelak dari tuduhan
"yang mulia, hamba berani bersumpah jika pangeran kedua lah yang menjadi dalang dibalik semua ini, mohon yang mulia bisa percaya pada hamba"
"baik, apa kau punya bukti lain selain itu?"
__ADS_1
"izin menjawab ayah, tadi setelah kami memeriksa beberapa mayat pembunuh itu kami menemukan lencana dengan ukiran nama pangeran kedua di salah satu pakaian mayat pembunuh itu" ucap pangeran pertama
"Hem bagaimana pangeran kedua, apa kau masih mau mengelak dari tuduhan itu? semua bukti sudah tertuju padamu, lalu apa yang ingin kau katakan lagi?" tegas sang kaisar
"ayah, aku tak melakukan itu, pasti aku dijebak, aku di jebak oleh dia" menunjuk kearah pembunuh
...lalu pangeran kedua mengambil pedang dan ia langsung menghabisi pembunuh itu didepan kaisar...
"apa yang kau lakukan? kenapa kau menghabisi pembunuh itu?" ucap kaisar dengan marah
"ayah, aku di fitnah olehnya dan aku tak terima dengan itu. bagaimana orang rendahan seperti dia bisa dipercaya, pasti ini jebakan" teriak pangeran kedua
"sudah cukup, pengawal bawa pangeran kedua kembali dan tahan dia di istana, jangan biarkan siapa pun mengunjungi nya. aku akan segera kembali setelah memberikan penjelasan pada yang lain"
"baik kaisar, laksanakan"
"ayah mohon jangan marah lagi, tahan emosi mu untuk saat ini. sebaiknya kita segera kembali ke istana dan menyelidiki yang sebenarnya"
"ya kau benar, lebih baik kita segera kembali ke istana dan nanti aku sendiri yang akan mengintrogasi pangeran kedua, lalu kau jelaskan pada mereka jika acara perburuan akan dihentikan sampai disini dan berikan mereka masing 1000 teal perak sebagai kompensasi atas kejadian ini"
"baiklah akan hamba laksanakan, kalau begitu ayah kaisar berhati-hatilah"
setelah itu kaisar bersama yang lain pun kembali ke istana. sesampainya di istana kerajaan pangeran kedua pun ditahan disebuah ruang gelap, lalu ia diikat di dekat kursi. beberapa saat kemudian kaisar pun datang bersama beberapa pengawal nya.
lantas kaisar bertanya pada pangeran kedua, apa benar ia yang melakukan pembunuhan itu? pangeran kedua tetap saja mengelak dan dia berkata jika bukan dia pelaku nya. sang kaisar pun makin emosi dengan nya, lalu ia menyuruh pengawalnya untuk mengikatnya di sebuah tiang penyiksaan.
lalu kaisar kembali bertanya padanya, mengapa ia tega menyakiti adiknya, ia pun tak menjawab. lalu kaisar mengambil sebuah cambuk dan ia pun langsung mencambuk pangeran kedua. ia memperingati pangeran kedua jika ia tak mengatakan yang sebenarnya maka ia akan terus mendapatkan cambukan darinya.
pangeran kedua tetap tak mau mengatakan itu, yang ia katakan adalah ia di fitnah. lalu kaisar kembali bertanya padanya siapa yang telah memfitnah nya? ia tak bisa menjawab. lalu kaisar kembali mencambuk nya.
ia pun berteriak kesakitan dan akhirnya ia memilih mengatakan semuanya.
"*ia memang benar aku yang menyuruh pembunuh itu untuk membunuhnya" teriak pangeran kedua
"mengapa kau mau membunuhnya? apa yang telah ia lakukan sampai kau tega membunuhnya?"
"kau masih tanya kenapa? kau ingin tau? baik akan ku katakan padamu. itu semua karena mu! kau sebagai seorang ayah, kau terlalu pilih kasih, kau selalu saja peduli dengannya, apa yang dilakukannya selalu kau puji dan sedangkan aku? kau tak pernah melakukan itu. aku berusaha mati-matian untuk mendapatkan kasih sayang dari mu, tapi apa yang ku dapat? kau hanya peduli dengannya dan itu sebabnya aku benci kepadanya dan itulah mengapa aku mau membunuhnya" teriak pangeran kedua pada kaisar
...kaisar terdiam beberapa saat setelah mendengar itu...
__ADS_1
"pangeran kedua biar ku jelaskan pada mu, kau ingin tau mengapa aku melakukan itu padamu?"
"ini semua salah ibumu, karena tipu muslihat dari ibu mu membuat ku terjebak olehnya. ia menipu ku dan dia juga telah membunuh permaisuri ku, ibu dari pangeran pertama dan ketiga. kau sebenarnya bukanlah anak ku, kau adalah anak dari hasil hubungan haram antara ibu mu dan menteri Yan. aku tidak membunuhmu dan aku juga membesarkan mu, aku membesarkan mu, karena aku tak tega menghabisi anak sekecil dirimu dan waktu itu kau masih berumur 2 bulan. saat itulah aku mengetahui jika ibu mu sudah main gila dengan Menteri Yan dan mereka juga berniat memberontak. sekarang kau sudah tau mengapa aku memperlakukan mu begitu bukan?"
" kalau begitu mengapa ayah tak membunuh saat ini juga? hah" teriak pangeran kedua*
kaisar hanya diam dan tak menjawab pangeran kedua, lalu ia menyuruh pengawalnya untuk menahan pangeran kedua di istana dingin dan kaisar juga meminta beberapa orang untuk mengawasi pangeran kedua dan tidak membiarkan nya keluar dari tempat itu.
setelah pangeran dibawa pergi, sang kaisar pun pergi melihat kondisi pangeran ketiga yang sekarang berada di ruang pengobatan istana. sesampainya kaisar disana ia melihat jika pangeran ketiga sudah sadarkan diri, ia pun masuk dan bertanya bagaimana keadaan pangeran ketiga saat ini.
pangeran ketiga menjawab jika ia sekarang baik-baik saja, lukanya sudah dirawat oleh tabib dan tabib bilang jika ini tak membahayakan nyawanya. mendengar hal itu membuat kaisar memeluk nya. kaisar sangat senang mendengar itu, ia juga bersyukur jika anaknya bisa selamat.
pangeran ketiga pun merasakan kehangatan dari kaisar, ia tak menyangka jika kaisar akan memeluk nya. setelah mengetahui jika pangeran ketiga baik-baik saja, ia pun menyuruh pangeran ketiga untuk tinggal di istana sampai lukanya benar-benar sembuh.
mau tak mau pangeran ketiga pun harus mengiyakan nya. kaisar pun menyuruh para pelayan untuk menyiapkan apa yang pangeran ketiga butuhkan dan setelah itu kaisar kembali ke istana nya. beberapa saat setelah kaisar pergi, pangeran pertama pun datang mengunjungi nya.
ia membawa beberapa obat luka untuk adiknya, lalu ia bertanya pada pangeran ketiga.
"*mengapa kau rela melukai dirimu dengan begitu parah? aku kan sudah mengatakan pada mu, jika kau hanya perlu membuat sedikit luka saja"
"maaf kak, semua ku lakukan agar rencana ini bisa berhasil dan berjalan dengan lancar tanpa adanya kecurigaan dan sekarang kau tak perlu kwahatir dengan ku"
"Hem bagaimana aku tidak khawatir, kau tau sendiri, saat aku menemukan mu kau sudah tak sadarkan diri dan kau juga mengeluarkan begitu banyak darah"
"maaf kalau soal itu, saat itu aku terlalu terburu-buru jadi aku memakai terlalu banyak tenaga saat menusuk dan akhirnya jadi begitu"
"lalu bagaimana Dengan Li Shang? bukannya dia tak termasuk dalam rencana kita? bagaimana dia bisa tau jika kau sedang dalam bahaya?"
"entah lah, aku juga belum sempat berbicara dengan nya, namun setelah luka ini sembuh, aku sendiri yang akan bertanya padanya"
"ya baiklah, kalau begitu"
"dan satu lagi kak, tolong jangan beritahukan kejadian ini pada siapapun termasuk Xiao Yan, aku takut mereka akan khawatir jika mendengar kabar kalau aku terluka"
"ya kau tenang saja, takkan ada orang yang tau selain kau dan aku"
"baiklah kak, kalau begitu terima kasih"
"ya, kalau begitu kau istirahat lah dan jangan terlalu banyak bergerak jika ingin cepat sembuh, kau mengerti?"
__ADS_1
"ya kak, aku tau itu*"