Kisah Dibalik Liontin Giok

Kisah Dibalik Liontin Giok
Kekaisaran Long bagian 1


__ADS_3

"ibu, mengapa kita pergi dengan jalur laut? dan mengapa bukan dengan jalur darat?"


"kalian kan belum pernah ke sini sebelumnya, jadi tau apa? jalur darat membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dengan jalur laut"


"memang jika menggunakan jalur darat bisa memakan waktu berapa lama?"


"sekitaran satu bulan"


"satu bulan untuk perjalanan darat?" yang benar saja, aku bisa bosan jika lama begitu"


"maka dari itu, kita memakai jalur laut"


"lalu jika memakai jalur laut, makan waktu berapa lama?"


"ya kalau tidak salah, sekitar delapan atau sembilan hari"


"gila ya tetap saja lama, andaikan saja ada kapal incat disini, mungkin tak perlu waktu lama kita juga sampai, palingan beberapa jam saja"


"kau gila ya? mana ada yang seperti itu disini"


"apa itu kapal incat?" tanya nyonya Wei


"hahaha tidak ada Bu, itu kapal khayalan milik Rong Ji"


"ada-ada saja kalian ini. sudah beristirahat lah dulu, sebentar lagi kita akan sampai ke pelabuhan"


"hais, ya sudahlah kalau begitu"


...beberapa saat kemudian, tiba-tiba terdengar suara teriak seorang wanita yang sedang memanggil nama mereka...


"Xiao Yan...Rong Ji... senior Ye, "Berhenti" kalian dengar tidak?"


"haduh suara ku sampai habis karena ini"


"nona apa perlu melempar sesuatu agar bisa menarik perhatian mereka?" ucap pengawal Ling Mei


"ya kau benar, mengapa aku tidak kepikiran ya? kalau begitu aku harus melempar apa, agar bisa membuat mereka berhenti?"


"ha aku tau, pinjamkan aku panah mu sebentar"


"apa nona bermaksud untuk memanah kereta mereka?" tanya sang pengawal


"ya benar, aku akan memanah kereta nya, itu cukup untuk membuat mereka berhenti"


"baiklah kau tolong stabilkan kudanya, agar aku bisa tepat sasaran"


"baiklah rasakan ini" menembak anak panah


...akhirnya anak panah itu mengenai atap kereta mereka, mengetahui hal itu membuat mereka berhenti untuk memeriksa kereta...


"hei ada apa? apakah ada perampok?" tanya rong


"jangan banyak bicara cepat kau turun dan Periksa kereta nya"


"hei mengapa harus aku, kenapa tidak kau saja?"


"aku kan wanita, mana pantas bagi ku untuk melakukan itu"


"lalu, menurut mu aku juga pantas melakukan itu"

__ADS_1


"sudahlah kalian berisik sekali, biar A'jue yang pergi memeriksa nya" ucap Ye Jing


"baiklah nona biar kan aku yang memeriksanya"


"ada apa, kalian tak perlu memeriksa nya lagi, tadi ibu sudah turun dan bertanya padanya, dia bilang jika dia teman kalian"


"hah, siapa? ataukah...?"


"dia bilang namanya Ling Mei, aku sudah menyuruh nya untuk masuk ke dalam kereta"


"mengapa ibu menyuruh nya masuk kedalam kereta?"


"dia bilang jika dia ingin mengikuti kalian pergi, dia memohon sambil menangis agar aku bersedia membawanya"


"hais ada-ada saja, Ku pikir ada apa tadinya"


"memang apa yang kau pikirkan? kalian tau aku berteriak sepanjang jalan memanggil nama kalian, tapi kalian malah mengabaikan usaha ku, jadi mau tidak mau aku harus memakai cara lain agar kalian mau berhenti"


"ada-ada saja kau ini, lalu mengapa kau tiba-tiba datang menyusul kami?"


"firasat ku mengatakan jika kalian mungkin akan sangat lama untuk kembali ke sana jadi karena itu aku nekat kemari menyusul kalian, lagian kalian tau jika..."


"suttt... katakan saja nanti, aku sudah tau apa yang akan kau katakan"


"kenapa tidak lanjut bicara nya? apa kalian takut ibu mendengar hal itu?"


"tidak Bu, ini bukanlah hal yang bisa di dengar oleh orang tua, hehe"


"Hem terserah kalian saja lah"


beberapa saat kemudian akhirnya mereka pun tiba di pelabuhan, kini mereka akan melanjutkan perjalanan menggunakan kapal dan ini akan memakan waktu cukup lama. kapal yang disiapkan oleh keluarga Wei pun juga tidak main-main, kapal yang membawa keluarga Wei ada kapal dagang yang sangat besar, lebih besar daripada kapal milik kerajaan Xiao.


melihat kapal yang sangat besar itu membuat mereka merasa takjub dan tak percaya jika mereka bisa merasakan berlayar menggunakan kapal besar itu. setelah semua telah siap, mereka pun akhirnya pergi meninggalkan pelabuhan. karena perjalanan jauh jadi kali ini mereka berniat untuk menjelajahi isi kapal besar ini.


delapan hari kemudian, akhirnya perjalanan laut berakhir. Kini mereka telah sampai di pelabuhan chong yang berada di dekat kota chong. perjalanan yang panjang kini telah berakhir dan entah apa yang akan mereka lakukan setelah ini.


setelah sampai di pelabuhan, nyonya Wei meminta mereka untuk turun dan beristirahat sebentar di kota chong. lantas nyonya Wei menyuruh A'jue untuk mengantarkan mereka ke penginapan. sesampainya di penginapan, mereka mulai mendiskusikan rencana mereka.


"baiklah ini sudah aman, lalu selanjutnya kita akan melakukan rencana apa?"


"Hem biar ku pikir sebentar"


"baiklah biarkan aku yang menyampaikan rencana berikut nya. kali ini aku sendiri yang akan menyusup ke dalam kerajaan Long"


"apa yang kau bicarakan? apa kau sudah gila, karena kelamaan didalam kapal?"


"tidak, aku ini sedang serius, dengar kan sebentar karena ada Ling Mei yang mengikuti kita, maka rencana nya berubah dan aku berencana untuk masuk dan menyusup ke dalam kerajaan Long dengan memakai identitas lain, maka itu aku perlu bantuan dari senior Ye" sambil menunjuk ke arah Ye Jing


"mengapa aku? memang aku bisa apa?"


"satu-satunya orang yang bisa menggunakan ilmu sihir di tempat ini hanyalah kau, dan aku ingin meminjam kekuatan mu untuk melakukan itu"


"aku tidak bisa menggunakan sihir, lagian itu berbahaya, sihir tidak bisa sembarang digunakan, kau tau itu?"


"ya aku tau, tapi satu-satunya cara hanya dengan itu saja"


"kenapa tidak memakai cara lain? bagaimana jika kita menyusup bersama dengan begini tujuan kita akan cepat tercapai benar bukan?" ucap Rong Ji


"tidak, tidak bisa begitu, bagaimana jika nyonya Wei tau kalau kita semua pergi dan menyusup ke kerajaan Long. pasti kita akan terkena hukuman dan mungkin hukuman nya akan lebih mematikan daripada sebelumnya"

__ADS_1


"kau berpikir terlalu jauh, mana mungkin nyonya Wei tega menghukum anaknya sampai begitu" ujar Ye Jing


"entah lah, kita akan tau setelah mencoba nya" ucap Rong Ji


"kalian memang kawanan gila, kan sudah ku bilang jika cukup aku saja yang pergi ke sana dan kalian cukup di sini untuk menjaga keamanan agar tidak ketahuan oleh nyonya Wei"


"lalu bagaimana dengan rencana mu, jika menggunakan sihir?"


"rencana ku adalah mengubah identitas ku dengan sihir saat kita mendapat kesempatan untuk pergi nanti, saat itu aku akan menyuruh senior Ye untuk mengubah wajah ku menjadi orang lain sebentar, lalu aku akan melarikan diri dan setelah itu aku minta senior Ye untuk mengubah Ling Mei menjadi aku untuk sementara waktu. bagaimana bukankah, itu ide yang hebat?"


"hebat darimana? itu adalah ide gila, mana mungkin, aku bisa melakukan itu? kau tau aku ini baru pemula, sihir ku juga sihir pemula bagaimana aku bisa melakukan itu?"


"lalu sekarang harus bagaimana?"


"bagaimana jika memakai topeng?"


"maksudmu topeng kulit?"


"ya, ku dengar dari ayah ku jika di kota chong ini, terkenal akan kerajinan kulitnya dan mereka juga hebat dalam membuat topeng, pasti kita akan terbantu dengan itu" ungkap Ling Mei


"ya kau benar, tapi apa yang harus kita lakukan agar bisa mendapatkan topeng itu"


"pertama kita suruh salah satu pelayan mu untuk mencari si pembuat topeng, setelah berhasil menemukan tempatnya, kita akan pergi sendiri ke sana, untuk menjelaskan topeng seperti apa yang kita butuhkan" ucap Ling Mei


"Hem ide bagus, kalau begitu kita akan melakukan nya sekarang"


"Hem baiklah"


setelah itu, mereka pun mulai menjalankan rencana mereka. tak perlu waktu lama akhirnya mereka kini mengetahui dimana lokasi si pembuat topeng. lantas mereka mencari alasan agar bisa keluar dari penginapan.


setelah mendapatkan alasan yang bagus, mereka pun memberanikan diri untuk pergi ke kamar nyonya Wei. beberapa saat setelah keluar dari kamar nyonya Wei mereka terlihat senang, ternyata mereka berhasil dan mereka diizinkan oleh nyonya Wei untuk pergi melihat kota chong.


mereka diizinkan pergi dengan syarat mereka harus membawa A'jue di samping mereka agar mereka bisa aman saat berkeliling kota. mereka pun setuju dengan itu, karena mereka tau jika A'jue tak akan membocorkan rahasia mereka.


mereka pun pergi ketempat dimana mereka telah membuat janji temu dengan si pembuat topeng. sesampainya di tempat itu mereka pun ditawarkan makan dan minum oleh si pembuat topeng. lalu ia memperkenalkan diri nya sebagai si pembuat topeng paling handal di kota chong.


awalnya mereka ragu, tapi setelah melihat beberapa karya dari si pembuat topeng, membuat mereka takjub dengan itu. mereka tak menyangka jika topeng kulit yang ia buat bisa sama persis dengan kulit manusia, mereka pun sempat berpikir jika ini memang lah kulit manusia asli, namun setelah di jelaskan oleh si pembuat, mereka baru tau jika topeng itu terbuat dari kulit binatang seperti kulit rubah, macam, sapi dan yang lainnya.


mengetahui hal itu lantas mereka memulai membicarakan hal yang mereka inginkan, pada si pembuat. mereka menyuruh si pembuat topeng untuk membuat topeng manusia dengan dua wajah yang berbeda. pertama topeng dengan wajah mirip Xiao Yan dan satu lagi topeng wajah pria tampan.


si pembuat pun akhirnya mulai melukis wajah atau sketsa wajah yang akan dijadikan topeng. setelah beberapa saat, sketsa yang mereka inginkan pun sudah selesai dibuat, lalu mereka melihat hasilnya ternyata memang mirip dan mereka merasa, jika mereka tidak salah pilih orang.


akhirnya mereka membuat kesepakatan dengan si pembuat topeng dan mereka akan mengutus orang untuk mengambil topeng jika sudah jadi. namun karena tak tau pasti, kapan topeng bisa selesai di buat, mereka pun akhirnya memilih menetap sementara di kota chong Sampai mereka berhasil mendapatkan topeng itu.


setelah selesai melakukan kesepakatan dengan si pembuat topeng, mereka pun memutuskan untuk pergi melihat kota chong. mereka pun pergi ke pusat kota chong dan membeli berbagai macam jajanan dan juga souvernir. setelah puas bermain mereka pun akhirnya memilih kembali ke penginapan.


merasa jika topeng pesanan mereka akan lama untuk diselesaikan, mereka pun memilih menghabiskan waktunya dengan mengikuti nyonya Wei pergi meninjau bisnisnya yang ada di kota chong.


setelah beberapa hari kemudian, mereka mendapatkan sebuah surat yang entah dari siapa, lalu setelah di lihat ternyata itu adalah surat dari si pembuat topeng, ia memberitahu kan pada mereka jika pesanan mereka telah selesai dibuat dan kini sudah bisa diambil.


Xiao Yan sangat senang setelah tau hal itu, lalu ia dengan segera mengutus pelayan nya untuk pergi mengambil pesanan mereka. sesampainya topeng itu di penginapan, mereka pun langsung membuka nya dan melihat betapa detail topeng itu dan akhirnya mereka tak sia-sia mengeluarkan banyak uang hanya untuk topeng itu.


akhirnya kini mereka bisa menjalankan aksinya dengan lancar. dengan adanya topeng ini nantinya Xiao Yan akan meminta Ling Mei untuk menyamar menjadi dirinya untuk sementara waktu dan Xiao Yan sendiri akan menyamar menjadi pria tampan dan menyusup kedalam kerajaan Long.


mereka memberikan Xiao Yan batas waktu, sampai dua Minggu lamanya dan jika dalam waktu dua Minggu mereka tak mendapat kabar dari Xiao Yan, maka mereka akan pergi menyusul Xiao Yan dan menyusup ke kerajaan Long untuk menjemputnya.


setelah kesepakatan berhasil dibuat, kini mereka hanya perlu mencari kesempatan untuk melakukan rencana mereka. setelah urusan nyonya Wei selesai di kota chong akhirnya ia mengajak mereka untuk pergi ke pusat kota kekaisaran Long, mereka dengan semangat mengikuti nyonya Wei untuk pergi.


sesampainya di pusat kota kekaisaran Long, nyonya Wei malah meminta mereka untuk tidak keluar dari tempat mereka menginap dan mereka harus tetap berada di penginapan sampai ia kembali ke sana. mendengar hal itu membuat Xiao Yan mendapatkan satu kesempatan untuk melarikan dan menyusup ke kerajaan Long ketika nyonya Wei pergi.

__ADS_1


awalnya, mereka masih nekat ingin pergi, namun setelah mendengar ancaman dari nyonya Wei membuat mereka, takut melangkah pergi dari penginapan dan kini hanya Xiao Yan saja yang bisa pergi ke sana. setelah nyonya Wei pergi, Xiao Yan pun juga ikut pergi. ia pergi melalui pintu belakang agar tak berpapasan dengan nyonya Wei nantinya.


sebelum pergi, ia tak lupa untuk memakai topeng saat keluar penginapan. setelah berhasil keluar penginapan ia pun melihat ke arah teman-temannya ia memberikan isyarat jika ia berhasil keluar dari penginapan. mereka yang melihat, hanya bisa menatap nya dari jendela karena jika mereka berteriak nanti akan membuat nyonya Wei curiga dengan aksi mereka.


__ADS_2