
"Di, Diandra! Hei, kok bengong? Lo lagi gak halu sama ... Siapa tuh namanya? Rap ... Rapu ... ah!
Rapunzel itu kan?" suara Risya yang cempreng mengagetkan Diandra seketika. Segera gadis yang berambut hitam itu mendelik kesal pada sahabatnya yang sedang cekikikan.
"Rapunzel? Enak aja Lo main ganti nama pacar Gue. Namanya Rafanza ... ingat yaa ... RA-FAN-ZA! Artinya Cahaya Ketampanan. Sesuai namanya, dia tuh Makhluk paling tampan Sejagad Raya. Lee Min Hoo, Idola Lo mah ... lewat ... "
"Mo Rapunzel kek, mo Siapa kek namanya ... tapi Idola Lo gak ada di Dunia Nyata! weee ... " jawab Risya sambil menjulurkan lidah, meledek Sahabatnya yang terlihat makin kesal, namun langsung tersenyum.
"Enak aja, Gue yakin suatu saat nanti bakalan ketemu Rafanza di suatu tempat yang ... "
"Stop! Makin halu deh ni Anak. Gak bisa kepancing dikit, kumat lagi sakit halunya. Udah yuuk dari pada Lo sibuk sama dunia hayalan Lo itu, mending sekarang Kita cepetan pergi ke Toko Kuenya. Anak-anak udah pada nungguin tuh ... Nanti kalo kelamaan, si Lana bakalan tahu lagi," setelah mendengar penjelasan Risya barusan, menyadarkan Gadis tujuh belas tahun itu tentang rencana mereka untuk memberikan kejutan ulang tahun pada Lana teman sekelas mereka.
"Astaga! sorry, sorry, Gue jadi lupa rencana Kita. Gara-gara baca Novel ini! Yuuk, cepetan. Kuenya juga tinggal di jemput kok. Udah Gue pesen kemarin."
"Ya udah ... yuuk ... "
Kedua sahabat itupun segera beranjak dari Taman Kota, tempat mereka janjian untuk bertemu. Karena Rumah mereka yang berbeda arah, kedua sahabat ini memilih untuk ketemuan di titik tengah Rumah mereka. Dan kebetulan jarak Toko Kue yang mereka maksud tak jauh dari Taman.
***
Diandra yang lebih dulu sampai sebelum Risya, memilih menunggu sahabatnya itu sambil membaca novel yang sudah setahun ini ia gemari. Novel yang berjudul sama dengan tokoh utamanya 'Rafanza', sebuah novel romantis bersampul lukisan abstrak tentang sosok seorang Pria yang menghadap ke samping.
Diandra adalah gadis yang tidak terlalu suka membaca novel yang bertemakan kisah cinta, Gadis yang memang sedikit tomboy ini lebih suka dengan gendre misteri atau cerita yang memacu adrenalin.
Novel Rafanza merupakan hadiah ulang tahun dari Lana untuk Diandra. Karena Diandra adalah gadis yang sangat menghargai pemberian seseorang, sehingga diapun membaca novel romantis ini.
Dari alasan karena tak mau mengecewakan teman, akhirnya berubah jadi mengidolakan. Diandra benar-benar dibuat tertarik pada Rafanza. Kisah romantis dalam novelpun bukan kisah yang terlalu dewasa, rasa yang dibangun oleh penulisnya terasa sangat nyata.
Setiap hari Diandra pasti akan meluangkan waktunya untuk membaca novel yang cukup tebal tersebut. Seolah Diandra telah mengenal Rafanza yang digambarkan sebagai sosok yang tenang, memiliki tatapan tajam namun hangat. Keras pendirian, namun lembut hatinya. Sampai penggambaran tentang fisiknya yang tak terlalu sempurna bak Pangeran dalam cerita dongeng, tapi itulah yang makin membuat Diandra jatuh hati pada sosok dalam novel yang hingga kini tak diketahui penulisnya itu.
__ADS_1
Pernah dulu Diandra menanyakan tentang penulisnya yang bernama Leonid, tampaknya bukan nama aslinya. Karena saking penasarannya dengan novel ini, Diandra sampai mencari informasi lewat internet namun hasilnya nihil. Tak ada Penulis buku bernama Leonid, yang ia temukan hanya arti dari leonid itu sendiri adalah 'hujan bintang'.
Pada sampul buku yang juga harusnya ada nama Penerbitnya, namun pada novel ini tak ada. Biasanya Diandra tak akan sedetail ini mencari tahu tentang sebuah novel yang ia baca, namun kali ini benar-benar berbeda. Ia ingin bertemu langsung dengan sang Penulis, ingin ditanyakannya langsung mengenai inspirasi sang Penulis akan Rafanza yang telah mencuri hatinya.
Namun harapnya tak jadi nyata, Lana mengaku buku itu adalah pemberian dari kakaknya. Lana memang mempunyai seorang kakak yang bernama Lani. Karena bukunya ada dua, dan Lana merasa Diandra akan suka dengan ceritanya sehingga ia pun memberikan pada Diandra sebagai hadiah. Begitu penjelsan Lana pada Diandra.
"Kok Lo bisa yakin kalo Gue bakalan suka sama ceritanya? Kan Gue sukanya sama yang berbau misteri?" tanya Diandra kala itu.
"Gak tahu. Feeling Gue sih Lo bakal suka. Tokoh ceweknya mengingatkan Gue tentang sosok Lo yang cuek, simpel dan setia kawan. Itu sih alasan Gue sampe ngasih lo hadiah ini."
"Terus, Kak Lani dapet bukunya dari mana? Soalnya Gue beneran udah cek ke semua Toko Buku, dari yang emang ada di Kota ini sampe yang Online Gue gak nemuin Lan ... serius! Jadi Gue makin penasaran jadinya."
"Gue juga gak nanya sedetail itu sih Di, atau nanti deh Gue tanyain ke Kak Lani dia dapat novelnya dari mana. Tapi kalo Dia dah liburan yaa ... soalnya Lo tahu sendiri kan Kakak Gue kalo udah mulai belajar gak boleh diganggu."
"Kakak Lo pulangnya kapan Lan?"
"Liburan semester ini Di. Nanti deh Gue kabarin Lo yah, kalo Kakak Gue udah pulang ... "
Setelah itu Diandra tak mendapat kabar apapun dari Lana, karena memang kakaknya yang kuliah di London belum pulang.
Karena disibukkan dengan banyak tugas dan aktifitas Sekolah lainnya, Diandra sudah tak terlalu peduli lagi pada Penulis novel tersebut. Namun perhatian dan hatinya sudah direbut oleh Rafanza.
Risya sahabatnya sudah paham betul atas 'penyakit' baru Diandra ini. Selama tidak mengganggu aktifitasnya dan akal sehatnya, Risya merasa bisa menerima. Tapi jika sudah kumat 'penyakit' hayalnya, Risya hanya bisa meledek dan mengatakan pada Diandra untuk sadar dari hayalannya yang tidak logis itu.
Jika sudah begini yang ada Diandra akan balik meledek Risya soal kecintaannya pada Aktor Korea Selatan Lee Min Hoo, yang membuat Risya hanya bisa tersenyum nyengir. Dan berakhir dengan tawa keduanya.
***
Setelah mengambil kue ulang tahun, kedua sahabat itu pun segera ke rumah Lana. Teman-teman sekelas mereka juga sudah menunggu di Rumah Lana, mereka memang sengaja memilih Rumah Lana sebagai tempat latihan untuk membuat pertunjukan pada pentas seni sekolah nanti. Lana yang memang terkenal polos itu, tampaknya tak menyadari rencana teman-temannya yang ingin membuat pesta kejutan ulang tahun untuknya.
__ADS_1
"Kayaknya mereka udah berhasil deh bikin Lana nangis!" celetuk Risya pada Diandra yang berdiri di belakangnya. Saat ini keduanya tengah bersembunyi di dapur Lana, setelah sampai dari Toko Kue tadi.
Sesuai rencana mereka masuk lewat pintu belakang. Rencana kejutan ini sudah dirundingkan dengan Orangtua Lana dan Asisten Rumah Tangganya.
"Beneran Sya?"
"Iya Di, Lo tahu sendiri kan tuh Anak emang gampang banget nangis? Kayaknya akting Teman-teman berhasil deh. kasian juga sih liatnya."
"Terus, sekarang gimana?"
"Tunggu aba-aba dari Ketua Kelas dulu, baru Kita masuk."
Setelah beberap menit, hape Risya bergetar. Sms dari Randi, Ketua Kelas mereka.
[Sekarang!]
Segera Risya dan Diandra ke Ruang Tengah, yang jadi tempat mereka membuat kejutan. Semua berkumpul dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun pada Lana yang sedang menangis sesenggukan dan langsung bertambah tangisnya kala melihat Diandra dan Risya yang datang dengan kue tart yang cukup besar dengan Kapten luffy dan Krunya berdiri di atasnya. Gadis mungil ini memang sangat menyukai komik buatan Eiichiro Oda, alasan Diandra memesan kue ulang tahun spesial bertemakan One Peace.
Mereka semua tertawa dan satu persatu mengucapkan selamat ulang tahun pada Lana, sekaligus meminta maaf karena sudah membuatnya menangis. Lana hanya bisa tertawa menanggapi permintaan maaf dari teman-temannya.
Tak Lama kemudian, Papa dan Mamanya juga sampai dengan membawa banyak makanan. Lana tak percaya dengan yang ia lihat, kedua orangtuanya yang punya kesibukan masin-masing itu bisa meluangkan waktu untuk merayakan ulang tahunnya yang ketujuh belas. Ia kembali menangis terharu sambil memeluk Orangtuanya.
Saat semua tengah menikmati makannya, Lana dikejutkan dengan kedatangan sang Kakak yang pulang dari London. Sekali lagi ia menangis dan memeluk kakaknya, yang ternyata tak datang sendiri.
Diandra yang saat itu sedang ke Kamar Mandi karena 'panggilan alam', tak mengetahui kedatangan Lani. Ketika ia keluar dari Kamar Mandi, Gadis yang berwajah oriental ini langsung terkejut dengan apa yang dilihatnya sekarang. Tepat di hadapannya ....
BERSAMBUNG...
--------------------------
__ADS_1
Terimakasih telah membaca novel ini, jika suka mohon dukungannya dengan like, rate dan vote yaa… biar author lebih semangat nulisnya🤗. Serta tolong sampaikan kritik dan sarannya juga jika ada kesalahan dalam penulisan. Di tunggu dalam kolom comentarnya yaa… happy reading😊