
Aku selalu bermimpi. Anehnya semua mimpiku itu terasa nyata. Seperti semalam, Aku bermimpi sedang berlari di sebuah jalan yang asing dan sunyi. Hanya ada Aku di sana, tak ada satu pun Rumah atau Bangunan lainnya apalagi Manusia dan Hewan. Seperti Kota Mati.
Aku terus berlari tanpa tahu kenapa dan Siapa yang mengejarku. Entah mengapa Aku merasa sangat takut. Aku berlari tanpa menggunakan alas kaki, dan itu sangat sakit.
Aku terus menyusuri jalan yang kosong dan asing itu, sampai aku kelelahan. Aku berhenti di tengah jalan yang seperti tak berujung itu. Aku menarik jafas panjang yang sulit untuk ku atur.
Dalam kelelahan yang mendera, Aku mendengar suara langkah kaki semakin mendekat. Aku menoleh dan ....
"Rika ... bangun!" suara nyaring Anti, Teman se Kost denganku membawaku ke alam sadar.
"Antiiii ... Kamu nelan toa apa gimana? Suara Kamu itu bisa membangunkan Orang Sekampung tau!" cercaku sambil mengusap telingaku yang terasa sakit.
"Abisnya, udah dibangunin dari tadi juga ... Kamu gak ada jadwal kuliah ya?" tanya Gadis berbadan tambun itu dengan santai, sambil mengunyah cemilannya.
"Hari apa sih ini?" tanyaku sambil mengambil kacamata minesku di atas nakas.
"Lupa ingatannya, kumat lagi deh ni Anak! Hari senin Non ... "
"Senin ... sial, Aku ada ujian hari ini! Jam berapa sekarang?" tanyaku dengan buru-buru bangun.
"Jam tujuh ... "
"Setengah jam lagi ya ... Okay, Aku cuci muka aja deh .... "
"Biasaan ni Anak! ckckck ... kalo kayak gini terus kapan bisa lepas status jomblonya Rika?"
"Biarin ... kayak sendiri aja punya pacar. Wee .... " ledekku pada Anti sambil menjulurkan lidahku pada Gadis berambut ikal itu. Seperti biasa, Anti hanya tertawa dengan ledekanku.
Saat masuk ke Kamar Mandi, Aku langsung merasa perih pada telapak kakiku. Perasaan sebelum tidur tak ada luka sama sekali di sana, tapi sekarang ... kakiku terdapat luka lecet, ada bekas aspal di sana.
masih dengan tanda tanya yang besar mengenai luka di telapak kakiku, pintu Kamar Mandi sudah di gedor Anti. Terpaksa Aku pun menggosok gigi dan mencuci muka dengan kecepatan penuh.
Anti itu bukan hanya teman se Kost, tapi sudah seperti Saudara. Dia yang selalu mengingatkan Aku tentang semua hal, terutama mengenai kuliahku. Berasa ada di Rumah sendiri. Tapi Aku dan Anti berbeda Jurusan. Hari ini Aku ada ujian, sedangkan Anti tak ada Kuliah.
***
Usai melaksanakan ujian tengah semester, Aku segera Pulang ke Kost. Beruntung hari ini hanya ada satu mata Kuliah saja.
Aku ingin melanjutkan tidurku. Siapa tahu ada jawaban tentang penyebab Aku bisa berlari seperti itu.
__ADS_1
Sebenarnya ini bukan kali pertama Aku bermimpi Aneh, sebelumnya Aku bermimpi tengah berada di sebuah Rumah yang Asing. Rumah itu tampak sangat menyeramkan, tak ada apa pun di sana.
Tapi sekali lagi Aku merasa takut, perasaan itu sangat nyata. Hingga Aku bangun ke esokan harinya, jantungku masih berdetak sangat kencang dan tanganku sangat dingin.
***
Aku bersiap untuk tidur lagi, saat Aku membuka mata Aku sudah berada di sebuah Rumah yang lebih mirip seperti Istana. Sangat besar.
Aku sudah masuk dalam mimpi yang aneh lagi, tapi bedanya di sini banyak Orang. Terlalu banyak malah. Aku sampai tak tahu harus bagaimana, melihat begitu banyak yang lalu lalang di depanku.
"Maaf Nona, mengapa Anda masih di sini?" tanya Seorang Wanita yang menggunakan sebuah pakaian yang rapi seperti yang lainnya di Rumah itu.
Aku melihat ke kanan dan ke kiri, serta menengok ke belakang. Tapi tak ada yang lain di sini hanya Aku yang tak bergerak.
"Nona ... ada masalah?" tanya Wanita itu lagi dengan heran.
"Maaf, Anda berbicara dengan Saya?" sambil menunjuk diriku sendiri, Aku bertanya.
"Benar Nona, Tuan Muda sedang menunggu Nona di Kamar Pengantin sekarang. Nona tadi izin untuk menemui Ibunda bukan? Sekarang Ibunda Nona sudah istirahat. Mari Saya antar di Kamar Pengantin."
"Kamar Pengantin?" Aku bertanya dengan bingung, tentu saja. Walau pun ini dalam mimpi, tapi mendengar kata itu membuatku sedikit takut.
Baiklah, Mari Kita lihat apa yang ada di dalam. Tenang Rika, ini kan hanya mimpi? Tak ada yang perlu di khawatirkan.
Setelah pintu terbuka, Aku hanya bisa melongo melihat isi di balik pintu besar itu. Sebuah Ruangan yang tiga kali lipat lebih besar dari seluruh Ruangan Kost yang Aku tempati.
Di dalamnya terdapat sebuah ranjang yang sangat besar dan penuh dengan bunga beraneka warna. Satu set sofa berwarna putih dan empuk menghiasi Ruang Kamar di depan ranjang yang besar itu.
"Ayo masuk, kenapa masih berdiri di situ Sayang? Kamu seperti baru pertama kali saja kemari?" ucap seorang Pria yang sangat tampan di mataku. Aku belum pernah melihat Pria itu sebelumnya. Dia mendekatiku dan menggandeng mesra tanganku. Aku hanya bisa mengikuti langkahnya.
Kini Aku dan Dia sudah duduk di atas ranjang yang besar dan sepuluh kali lipat lebih nyaman dari tempat tidurku itu.
"Kamu kenapa Sayang? Pasti Kamu mimpi aneh lagi ya? Kamu pasti ketiduran tadi, waktu jenguk Ibunda. Benar kan?"
Walau hanya dalam mimpi, tapi jantungku berdebar seperti dalam nyata. Tanganku bahkan berkeringat, karena merasa gugup.
"Sayang, Kamu jangan hanya diam saja dong? Ini kan malam pertama Kita?" ujar Pria itu sambil mencubit hidungku lembut. Jantungku makin berdebar saat mendengar kata 'malam pertama'.
"Maaf Aku ... Aku sebenarnya bingung dengan semua ini. Aku tahu ini mimpi, tapi anehnya semua terasa nyata," ucapku yang malah membuat Pria itu tertawa.
__ADS_1
"Aku yakin Kamu pasti begini lagi setelah tidur. Baiklah, Aku jelaskan sekali lagi ya ... Nama Aku Rasya, Aku adalah Suami Kamu sekarang Rika. Kita sudah menikah tadi pagi. Ini adalah Rumahku, Kamu sering pergi ke beberapa tempat dalam mimpi Kamu. Tapi Aku dan hubungan Kita itu nyata Sayang."
"Kamu tahu tentang ... mimpi-mimpi anehku?"
"Tentu saja Sayang, Aku tahu semuanya. Kamu kan sering cerita. Aku paling ingat itu soal mimpi Kamu tentang Rumah menyeramkan, mimpi tentang sebuah Pulau yang tak berpenghuni dan oh iya, mimpi terbaru Kamu soal jalanan yang sepi dan membuat kaki Kamu luka."
"Tapi ... ini juga kan .... "
"Ini beda Sayang, sekarang Kamu ada di Dunia Nyata."
"Ayo Sayang, Kita bisa melakukan malam pertama Kita sekarang kan?" ucap Rasya, sambil memandangku dengan tatapan yang sayu. Jantungku semakin berdebar, Aku hanya bisa menurut saat Rasya membimbingku untuk berbaring.
Pria itu mulai memuji Diriku yang katanya terlihat lebih cantik, Aku hanya bisa tersenyum malu mendengarnya. Rasya mulai melakukan sentuhan-sentuhan lembutnya, terlalu lembut hingga membuat Aku lupa diri. Aku makin terbuai, hingga ....
"Rikaaaaaa .... bangun Rika!" suara cempreng itu lagi. Aku membuka mata dan memandang dengan bingung pada Anti yang terlihat cemas.
"Terimakasih Ya Allah ... akhirnya Kamu bangun juga Rika .... " Gadis itu langsung memelukku.
"Kamu kenapa sih Ti? Aku hanya tidur sebentar lo ini .... " tanyaku masih dengan bingung pada Sahabatku yang sangat perhatian itu.
"Rika ... Kamu tuh tidur sudah dua hari tau .... Siapa yang gak takut coba? Aku sudah coba panggil Dokter ke sini, tapi kata Dokter Kamu itu gak kenapa-napa hanya tidur. Aku coba bangunin Kamu dengan segala cara gak bisa Ka ... Aku takut banget."
"Dua hari? Selama itu kah Aku tidur? Terus Kamu bisa bangunin Aku dengan cara apa?"
"Iya Ka, Kamu itu tidurnya selama dua hari. Aku hanya bisa berdoa agar Kamu bangun dan ... Aku langsung mengunduh pengajian di handphone, terus Aku letakkan di dekat telinga Kamu. Aku coba terus panggil nama Kamu, dan ternyata berhasil."
"Mimpi Aku benar-benar aneh kali ini Anti ... Aku .... "
"Kamu digangguin Jin Rika, mulai sekarang Kamu harus rajin Shalat dan Mengaji. Aku juga akan mulai rajin menjalankan kewajibanku itu."
Aku hanya bisa menangis dan merasa takut jika membayangkan terkurung dalam mimpi itu selamanya. Aku tak mau kehilangan semua yang kumiliki sekarang, Orangtua yang selalu mendukungku, Anti yang selalu peduli padaku dan tentu saja mimpi-mimpiku yang ingin selalu bisa membahagiakan Orangtuaku.
Seketika Aku tersadar sudah lama Aku lupakan nasehat Ayah dan Ibuku, yang selalu berpesan untuk selalu ingat pada Yang Kuasa dalam keadaan apa pun. Terutama saat tidur.
SELESAI ....
-----------------------
Terimakasih telah membaca novel ini, jika suka mohon dukungannya dengan like, rate dan vote yaa… biar Author lebih semangat nulisnya🤗 Ditunggu dalam kolom Komentarnya yaa… happy reading😊
__ADS_1