Kopi Dan Gula

Kopi Dan Gula
43. RUANG RAHASIA


__ADS_3

"Adakah diantara ketujuh wanita dalam foto ini yang Anda kenal?" tanya Penyidik Wanita pada Inez, sambil memperlihatkan beberapa foto Wanita berbeda yang tengah bergandengan mesra dengan Rudi Suaminya.


"Saya tidak mengenal satu pun diantara Mereka!" jawab Inez pada Penyidik tersebut.


"Bukankah Wanita ini adalah Selingkuhan Suami Anda?" tanya Penyidik Pria pada Inez yang langsung menatap kedua Penyidik tersebut secara bergantian.


"Maaf, Apa menurut Anda berdua Saya harus kenal dengan semua Wanita yang jadi Selingkuhan Suami Saya?" Inez membuat Penyidik Wanita itu berdehem.


"Maaf Nyonya Inez, bukan maksud Kami untuk menyinggung soal perselingkuhan itu. Tapi Kami perlu semua data dan bukti yang bisa membawa Kami pada kebenaran tentang hilangnya beberapa Wanita yang jadi selingkuhan Suami Anda. Kami harap Anda mau bekerja sama dalam hal ini."


"Saya tidak pernah bertemu Mereka secara langsung, Suami mana yang mau membawa selingkuhannya pada Istrinya? Bukankah sudah menjadi tugas Anda untuk mencari tahu hal itu? Sekarang saja Saya masih berduka atas hilangnya Suami Saya, yang tak ada kabar berita sejak sebulan yang lalu," sambil mengusap air mata dengan sapu tangannya.


"Sepertinya Kasus hilangnya Suami Anda ada hubungannya dengan menghilangnya ketujuh Wanita dalam foto ini. Semua jejak digital yang Kami telusuri selama sebulan terakhir ini, Kami menemukan beberapa bukti mengarah pada salah satu Wanita yang terakhir bersama Pak Rudi, yaitu Wanita yang berambut ungu ini." ucap Penyidik Pria sambil menunjuk salah satu foto.


Inez memperhatikan wajah Wanita yang tak terlalu jelas itu, sepertinya hanya gambar yang di ambil dari kamera CCTV dari jarak yang cukup jauh. Wanita berambut ungu tersebut, bergandengan mesra dengan Rudi di beberapa tempat. Di Hotel dan Restoran yang berbeda.


"Bagaimana Nyonya Inez? Apakah ada gambaran tentang sosok Wanita ini?" tanya Penyidik wanita pada Inez yang hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan yakin.


"Saya benar-benar tak mengenalnya. Tapi jika Saya mendapatkan sebuah petunjuk mengenai Wanita ini, pasti Saya akan segera menghubungi Anda. Karena Saya juga ingin segera menemukan Suami Saya, dalam kondisi apa pun."


"Baik. Kami juga akan berusaha yang terbaik dalam memecahkan kasus ini."


*


Inez mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. Wanita itu pergi kesebuah Villa di Puncak, yang hanya diketahui olehnya dan Rudi.


Wanita yang menggunakan pakaian serba hitam lengkap dengan kerudung hitam yang menutupi seluruh kepalanya tersebut berjalan dengan langkah yang lebar menuju Villa kosong tersebut.


Meski kosong, namun Villa yang letaknya cukup tersembunyi ini cukup terawat. Inez sendiri yang datang membersihkannya. Karena dalam Villa ini tersembunyi fakta yang tak pernah terfikirkan siapa pun.


Inez masuk ke kamar tidur utama, memilih salah satu buku yang tersusun rapi pada Rak yang penuh dengan ratusan buku. Tiba-tiba, rak buku tersebut bergerak dan terbuka layaknya sebuah pintu dengan sebuah panel di dalamnya.


Saat terbuka, tampak sebuah ruangan yang gelap di belakangnya. Inez melangkah masuk dengan anggun. Ruangan itu ternyata masih berupa lorong panjang. Setelah melangkah cukup jauh, tibalah ia pada sebuah tangga yang menuju ke ruangan lain di bawah.


Inez kembali berjalan menyusuri tangga yang tak terlalu lebar itu, dengan langkah yang santai. Hingga sampailah ia pada Sebuah ruangan yang lebih besar dari Kamar utamanya.

__ADS_1


Ruangan itu begitu dingin, tapi Inez tak bergeming dengan suhu yang tak normal bagi manusia biasa itu. Di ruangan yang bernuansa hitam itu, terdapat berbagai macam senjata tajam yang cukup lengkap.


Ada beberapa lemari pendingin yang cukup besar di kedua sisi dindingnya yang lebar. Inez membuka salah satu lemari pendingin, di dalamnya berisi seorang wanita muda yang cantik, namun telah membeku.


Inez mengeluarkan Wanita muda tersebut, menggunakan salah satu alat yang tajam seperti seorang ahli. Memisahkan setiap persendian Wanita muda itu dengan satu potongan yang rapi dan bersih. Inez memang sangat suka dengan Kebersihan dan sesuatu yang rapi.


Tak ada noda Apa pun mengenai baju hitamnya, karena ia telah menggunakan celemek yang khusus dipakai untuk eksekusi. Potongan-potongan itu, ia pisahlan menjadi beberapa bagian dalam kotak-kotak pendingin yang kecil. Yang bisa di bawa dengan mudah kemana pun.


Setelah semua telah selesai, Inez membersihkan semua sisa eksekusinya dengan tersenyum. Kemudian Inez menutup kembali ruangan rahasia itu dan berjalan kembali ke Kamar Tidurnya.


Wanita anggun itu membuka seluruh pakaian hitamnya, sekaligus kerudung hitamnya dan membuka rambutnya yang berwarna ungu sambil menatap tubuhnya di depan cermin yang besar sambil tersenyum bangga.


Setelah itu Inez berendam di bath up sambil mendengarkan musik jazz dan meminum segelas wine dengan sangat nyaman sembari mengenang kembali apa yang telah terjadi sebelumnya.


*


"Sayang, Aku sangat mencintai Kamu. Bagaimana mungkin Aku selingkuh?" tanya Rudi siang itu pada Inez, Isteri yang baru dinikahinya delapan hari lalu.


"Bukan selingkuh Sayang, tapi pura-pura selingkuh. Kamu harus membuat wanita-wanita itu mencintai Kamu, setelah itu Kamu bawa mereka ke Villa yang ada di Puncak. Aku sudah atur semuanya, gak ada yang tahu tentang Villa itu."


"Kamu pikir bagaimana Aku bisa sesukses sekarang? Aku punya segalanya. Bahkan jauh sebelum Aku mengenalmu."


"Karena bisnis perhiasan Kamu kan sudah sangat besar, bahkan sudah membuka cabang di beberapa Kota Besar."


"Sebelum itu? Aku bukan dari Keluarga Konglomerat Rudi, Aku hanya Anak seorang Tukang Jagal."


"Terus dari mana modal yang Kamu dapatkan?"


"Tapi janji ya Sayang, Kamu jangan tinggalin Aku jika Kamu tahu yang sebenarnya. Gimana?"


"Aku janji."


"Jadi Aku itu selama ini berbisnis penjualan organ tubuh manusia. Tapi yang sehat, selain itu harus dari gadis-gadis muda yang kesepian dan tinggal sebatang kara. Agar tak ada yang mencari Mereka."


"Apa? Kamu .... " Rudi tak bisa menyembunyikan keterketutannya atas pengakuan sang Isteri. Alasan mengapa ia sangat terkejut adalah karena sosoknya yang anggun dan terlihat lemah. Rudi tak bisa membayangkan Wanita yang sangat dicintainya ini melakukan kekerasan pada siapa pun.

__ADS_1


"Kenapa Sayang? Kamu tidak perlu sekaget itu. Aku memang terlihat lemah, tapi Kamu jangan lupa bahwa sejak kecil Aku sudah terbiasa dengan benda tajam, terutama alat jagal. Aku juga sudah terbiasa soal potong-memotong." sambil tersenyum manis Inez menjelaskan pada Suaminya yang tiba-tiba merasa mual.


Segera Rudi berlari ke Kamar mandi menumpahkan semua isi perutnya yang baru selesai diisi tadi. Kembalinya ia dari Kamar Mandi, Inez hanya menyambutnya dengan tawa yang renyah. Membuat Wanita itu semakin cantik di mata Rudi, meski sulit menerima tapi Rudi tak ingin kehilangan Inez.


"Jika Kamu tak bersedia, silahkan ceraikan Aku. Tapi jangan berani bicara apa pun pada orang lain, jika tidak maka Aku bisa pastikan Kamu jadi Pria pertama yang akan berakhir di lemari pendinginku!"


"Aku akan melakukan apa pun yang Kamu minta. Tapi mungkin Aku akan sedikit kesulitan jika harus berurusan dengan ... darah!" ucap Rudi dengan keringat dingin.


"Tenang saja Suamiku, Aku tak akan memintamu untuk membunuh siapa pun. Sudah ku katakan, biarlah kesenangan itu, Aku yang melakukannya. Kamu cukup bawakan Korbannya ke Villa, selebihnya Aku yang akan urus!"


"Baik isteriku. Aku mau!" ucap Rudi dengan yakin.


*


Begitulah cerita awalnya hingga Rudi berganti Wanita setiap sebulan sekali, tugasnya hanya untuk membuat para Wanita yang notabene adalah gadis-gadis yang kesepian dan tanpa keluarga. Mencari Pria yang bisa menopang hidup mereka.


Para Gadis itu dengan mudahnya diajak ke Villa yang tersembunyi, Inez telah menanti di Ruang rahasianya. Rudi Akan memberikan mereka minuman yang sudah diberi obat tidur dengan dosis tinggi, selanjutnya ia akan menggendong wanita yang tak sadarkan diri itu kepada Istrinya untuk dieksekusi.


Rudi akan menunggu di luar sampai eksekusi selesai. Setiap Rudi menyelesaikan satu tugas, isterinya akan melayaninya di atas ranjang dengan sangat hebat. Itulah yang bisa membuat Rudi tetap melakukan hal keji itu, rasa cintanya pada Inez bertambah setiap harinya.


Namun sayangnya pada Korban ke tujuh, Rudi melemah. Gadis yang berambut ungu itu telah merebut hatinya, Rudi jatuh cinta pada gadis polos itu. Hingga Rudi tak tega harus membawanya pada Inez, Rudi berniat untuk mengirim Gadis bernama Sherli itu ke Kota yang lain.


Sayangnya Inez mengetahui semuanya, Rudi tidak tahu bahwa Inez telah memasang alat pelacak pada mobilnya. Jadi Inez tahu kemana pun ia pergi.


Rudi selalu berbohong saat ia bersama dengan Sherli, Inez merasa dihianati. Hingga Inez mengatur siasat untuk menjebak Rudi, Inez menyamar jadi Sherli dengan mengecat rambutnya jadi sama dengan warna rambut Sherli.


Rudi tertipu, Sherli tetap jadi korban ketujuh Inez, dan Rudi pun berakhir jadi korban ke delapan Inez. Sama seperti Inez menipunya soal perdagangan manusia, Inez sebenarnya ikut dalam sebuah perkumpulan hitam yang mengharuskan mereka menjadi Pemangsa Manusia. Itulah yang mendatangkan kekayaan berlimpah pada Inez dan penyebab Petugas Polisi sulit untuk melacaknya.


*


Kini Inez selesai berendam, setelah itu ia merubah warna rambutnya jadi hitam. Warna favoritnya. Lemari pendinginnya kini kosong, saatnya untuk berburu ke Kota yang Lain.


SELESAI


----------------------

__ADS_1


Terimakasih telah membaca novel ini, jika suka mohon dukungannya dengan like, rate dan vote yaa… biar Author lebih semangat nulisnya🤗 Ditunggu dalam kolom Komentarnya yaa… happy reading😊


__ADS_2