
Diam di depannya dan mengikuti apa pun yang ia perintahkan, adalah caraku untuk mengecoh pria jahat itu. Aku sedang mencari jalan keluar dari Neraka Daniel.
Selama enam bulan ini, Aku sudah mencari tahu hal yang membuat Daniel mengubah hidupku jadi seperti di Neraka. Dari banyaknya data yang ku temukan setelah menyewa seorang Detektif Swasta. Membuntutinya secara diam-diam, Akhirnya di bulan kelima Aku mendapatkan kenyataan yang cukup mengejutkan.
Daniel membeli sebuah Apertemen mewah di Kota Lain. Atas Nama seorang perempuan. Dania Putri. Nama yang asing, Aku belum pernah mendengar sebelumnya.
Secara rutin Daniel Ke Apartemen itu seminggu sekali di akhir pekan. Hari yang memang ia tak pernah pulang ke Rumah setelah pulang Kerja, ia tak akan berkata apa-apa padaku. Aku pun tak pernah bertanya seperti perjanjian Kami dulu.
Selain membelikan Apartemen, Daniel juga sepertinya memberikan banyak uang untuk Peremuan yang berambut panjang dan tinggi tersebut. Melihat bagaimana rutinnya perempuan itu, membeli barang-barang mewah setiap minggunya. Semua ada dalam foto yang yang diberikan Detektif itu padaku.
Aku sedang mengumpulkan sejumlah bukti untuk bisa menceraikannya, tanpa menyakiti Keluargaku. Sebentar lagi bukti ini akan lengkap, tinggal satu langkah lagi semuanya akan berakhir.
Setelah yakin semuanya sudah lengkap, Aku pun mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan semua padanya langsung. Di Kamar Privasi Kami yang kedap suara ini.
"Daniel, Ceraikan Aku Sekarang!" kalimat pembuka yang sudah Aku siapkan untuknya.
Daniel menatapku dengan matanya yang dulu begitu hangat itu, dengan tatapan merendahkanku. Tapi Aku sudah terbiasa diperlakukan dengan buruk. Hati ini masih bisa bertahan.
"Jadi Maksud Kamu, sekarang Kamu sudah siap melihat Keluargamu hancur? Begitu Kiara Ananta Lestari?" masih dengan senyuman mengejek. Aku mengehela nafas, Aku tak akan pernah menangis lagi untuk Pria me*ji*ikan di depanku ini.
"Aku akan pastikan Keluargaku baik-baik saja!" jawabku dengan yakin. Kali ini Daniel bukan hanya tersenyum, tapi ia tertawa sangat keras. Beruntung Kamar ini kedap suara, jika tidak suaranya pasti akan memenuhi seisi Rumah.
"Bagaimana caranya Kiara? Sekarang Kamu benar-benar membuatku tertawa! Apa sekarang Kau sedang melawak? Jika ia, Aku harus membayarmu mahal. Karena leluconmu benar-benar lucu!" kali ini tawanya semakin keras, bahkan kulihat ada sedikit cairan di matanya. Dia bahkan tertawa sambil memegang perutnya.
"Silahkan Kamu tertawa sepuasnya Daniel, Aku juga ingin tahu seberapa keras Kamu bisa tertawa saat melihat hadiah kecilku untukmu ini."
Sambil memberikan dokumen yang sudah ku kumpulkan dengan santai ke arahnya, yang langsung berhenti tertawa dan mengambil dokumen dalam map berwarnah coklat tersebut. Aku menantikan jawabannya atas pernyataanku sebelumnya, sambil meminum coklat panas kesukaanku dengan santai.
"Wah, hebat juga istriku ini. Tapi sayang semua ini tak bisa merubah apa pun!" Daniel melempar map itu dengan kasar.
"Kenapa Kamu bisa seyakin itu Daniel Putra Atmaja?"
"Tentu saja ini tak akan mempengaruhiku. Kamu tahu bagaimana orang akan melihat masalah ini nanti? Mereka tetap akan menyalahkanmu, perempuan yang tidak ingin memiliki Anak. Jadi wajar saja Suaminya selingkuh!" wajah arogannya semakin membuatku muak.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin mereka menyalahkanku? Bukankah Kamu sendiri yang bilang ke Mereka bahwa Kamu ingin memiliki banyak waktu luang denganku?"
"Kamu sepertinya lupa Kiara, bagaimana mudahnya Aku membalikkan keadaan! Apalagi hanya untuk menarik simpati Orang lain. Usahamu masih belum cukup untuk membuatku melepasmu dengan suka rela. Kamu masih harus banyak belajar lagi Istriku!"
"Benarkah? Bagaimana jika Kamu belajar tentang reproduksi dulu Suamiku?" kini balik Aku yang tersenyum menatapnya.
"Maksud Kamu?" sepertinya dia mulai terpancing.
"Maksudku adalah ini!" sambil kulemparkan padanya satu dokumen lagi dengan anggun.
Daniel menerima dokumen yang tertera nama salah satu Rumah Sakit besar itu dengan kening mengkerut. Sekali lagi Aku hanya menyeruput Coklat panasku dengan santai, sambil melihatnya mulai membuka dokumen tersebut.
"Apa ini?" Daniel berteriak kaget sambil memandangku tak percaya.
"Bukankah Kamu sudah membacanya? Di bagian mana dari penjelasan dalam dokumen tersebut yang membuatmu bingung Suamiku yang cerdas?" ledekku sambil tersenyum melecehkannya.
"Aku sangat mengerti dengan isinya! Karena Aku ingin memastikannya! Benarkah Kamu masih ... Virgin?" kali ini Daniel tak bisa menyembunyikan kekagetannya.
Kali ini Daniel tertawa terbahak, entah apa yang membuatnya tertawa sekeras itu. Aku hanya melihatnya tanpa bertanya.
"Kiara ... Kiara ... Aku gak nyangka Kamu sampai melakukan tes keperawanan hanya untuk bisa lepas dariku. Usaha yang bagus. Tapi apa Kamu lupa? Sekali lagi Aku bisa mengubah semuanya? Mereka tetap akan menyalahkanmu, Aku tak akan menceraikanmu!" Daniel mentapku dengan yakin.
"Bagaimana bisa mereka menyalahkan Aku untuk masalah ini? Bukankah sangat jelas Kau yang salah?
"Kamu lupa ya? Disini Aku selingkuh dengan perempuan lain tapi tak menyentuhmu. Aku tinggal bilang saja Kamu yang tak ingin ku sentuh. Kamu selalu saja lupa Daniel Putra Atmaja, bisa membalikkan Dunia ini jika ia mau!"
Suara angkuhnya kembali terdengar. Baiklah sepertinya senjataku tersisa satu Aku yakin Dia tak akan berkutik setelah melihat yang satu ini.
"Aku mengakui semua kehebatanmu Daniel, tapi Kamu harus lebih banyak belajar lagi untuk menyembunyikan Rahasia!" kali ini kutatap wajahnya yang sedikit terperangah.
"Maksud Kamu ... Rahasia apa?" terlihat jelas ia mencoba tenang, namun gestur tubuhnya tak bisa berbohong. Aku tersenyum simpul.
"Aku sudah tahu segala tentangmu Daniel Putra Atmaja! Jadi berhentilah untuk berpura-pura kuat dan berkuasa di hadapanku. Semua sikap Angkuhmu itu membuatku Muak! Sebaiknya sekarang Kau tanda tangani Surat pengajuan Cerai ini. Jangan lupa untuk menghancurkan kontrak yang sudah ditanda tangani oleh Mama-Papaku, karena itu sudah tak berlaku lagi. Bukankah sekarang Kamu yang akan melepaskanku? Terserah bagaimana Kamu mengakhiri hubungan pernikahan yang mengerikan ini. Tapi ingat, harus dengan sebaik mungkin. Jangan menyakiti siapa pun. Bukankah Kamu ahlinya membuat sesuatu yang tidak mungkin jadi kenyataan? Jadi kuserahkan semua di tanganmu."
__ADS_1
Daniel tampak terhenyak di tempat duduknya. Dia bahkan tak bisa menatapku.
"Oh iya, Aku hampir lupa ... malam ini Aku akan tidur di Hotel. Aku sudah tak tahan tinggal di Neraka ini, dan jangan lupa satu hal Daniel Putra Atmaja ... Jika esok Aku tak menerima surat gugatan cerainya, maka hidupmu akan hancur, terutama keluargamu!"
Setelah itu Aku berlalu dari hadapannya yang terdiam membisu, keangkuhannya selama ini musnah sudah. Aku yang memenangkan pertarungan ini, semua karena Rahasia kelamnya.
*
Daniel memang luar biasa, ia bisa memanipulasi perpisahan Kami dengan sangat Apik. Dengan Alasan yang diplomatis 'Karena sulitnya waktu untuk bersama dan berbedanya prinsip hidup' Kami memilih berpisah, atas kesepakatan bersama. Semua orang bersedih atas perpisahan ini, terutama Keluarga Kami. Tapi semua berlalu seiring berjalannya waktu.
Aku bisa menikmati kembali kebebasanku, menghilangkan kepalsuan yang harus kuperankan selama ini. Benar-benar sangat menyenangkan. Aku segera liburan ke Eropa, menikmati kehidupanku yang bebas dan ... dengan uang yang banyak. Biaya yang pantas untuk menyimpan rahasia besarnya.
[Pastikan Rahasiaku hanya berakhir di tanganmu!] pesan singkat Daniel padaku di sore yang indah ini.
[Tenang saja Daniel, semua bukti sudah kuhancurkan! Semoga Kamu bahagia dengan pilihan hidupmu!]
[Tentu saja! Pastikan bahwa ucapanmu bukan hanya isapan jempol belaka! Selamat tinggal Kiara]
[Selamat tinggal Daniel].
*
Akhirnya semua sudah berakhir, hubunganku dan semua intrik di dalamnya. Saatnya menata hidupku lagi, Kupandangi cahaya mentari yang mulai meredup di depanku. Sambil kupandangi potret ditanganku dengan senyum kemenangan. Potret seorang wanita cantik dengan makeup tebal yang tetap menampilkan fitur asli dari wajah itu.
Wajah yang tak asing bagi banyak orang. Dania Putri yang tak lain adalah Daniel Putra Atmaja. Terimakasih untuk Rahasia besarmu, yang terungkap saat tak sengaja Aku membuntuti kemana Kau pergi saat itu. Ternyata inilah kepribadianmu yang sebenarnya, dibalik tubuh lelaki sempurna yang Kamu tonjolkan.
Dengan satu gerakan, kuhapus 'Pria Cantik' itu dari handphone. Meski Daniel Arogan, tapi dia tak pernah ingkar janji. Daniel hanya dipaksa untuk terlihat sempurna oleh Keluarganya, mereka tak tahu ada jiwa 'lembut' yang tersembubyi di dalam dirinya. Itulah Dania, Rahasia Niel.
SELESAI ....
----------------------
Terimakasih telah membaca novel ini, jika suka mohon dukungannya dengan like, rate dan vote yaa… biar Author lebih semangat nulisnya🤗 Ditunggu dalam kolom Komentarnya yaa… happy reading😊
__ADS_1