Kopi Dan Gula

Kopi Dan Gula
26. Kenangan Bapak (Part 1)


__ADS_3

*Pria itu berjalan dengan menggunakan payung kuning ditangan kanannya, dan di tangan kirinya ia juga membawa sebuah Payung berwarna hitam yang masih terlipat dengan rapi. Tersungging senyum dibibirnya yang tak pernah berhenti menyapa setiap orang yang berpapasan di jalan yang ia lewati.


Pria itu berjalan melewati jalanan yang menjadi saksi betapa ia sangat menikmati saat ini. Di bawah rinai hujan yang jatuh dengan lembut, menapaki jalanan yang basah sambil menghirup aroma khas Aspal yang basah karena tetesan hujan yang tak menyurutkan langkah kedua kakinya untuk terus berjalan*.


*


"Miko, Bapak di mana?" suara Dela terdengar gusar melihat tingkah Adik satu-satunya yang tengah asyik bermain game online di gadgetnya.


"Bapak? Ada kok di Kamarnya. Cek aja sendiri Mbak!" sambil menatap layar hand phone, tanpa melihat ke arah sang Kakak yang semakin kesal dibuatnya.


Sesekali keluar suara dari mulut Miko "Ke kiri ... ya ... aduh bukan ... Awas di Samping Kanan ... "


"Miko! Bisa gak stop dulu main game? Bapak gak ada di Kamarnya, Mbak sudah cek tadi!" dengan suara yang semakin tinggi, Dela bicara pada Adiknya yang bahkan terlihat semakin serius bermain.


"Gak bisa Mbak! Ini tuh lagi seru-serunya!" masih tetap dengan posisi yang sama, "Mungkin di Kamar Mandi kali Mbak ... bisa saja kan Bapak kebelet?"


"Mbak juga sudah cek Miko! Cepetan dong bantu Mbak cari Bapak ... mana ujannya belum berhenti lagi ... " sambil melihat ke arah luar, Dela semakin gelisah, "Atau jangan-jangan Bapak keluar Rumah? Miko ... Kamu tuh udah Tua! Bukannya serius cari Kerja yang bener ... dan nikah ... stop lah main-main game!"


"Gak mungkin lah ... Apa? Mbak, jangan-jangan ... " secepat kilat Miko beranjak dari kursi di Kamar Tidurnya dan meletakkan hand phone nya di Meja belajar yang berada tepat di depannya.

__ADS_1


Dela hanya menatap Adik lelaki nya itu dengan heran, begitu susahnya ia mengajak Miko sejak beberapa menit yang lalu namun tak pernah dihiraukan. Dan sekarang lihatlah Pria jangkung itu sudah berlari ke ruang dapur, entah apa yang ia cari.


"Kamu nyari apa Miko di Dapur?" sambil mengikuti Adiknya yang terlihat khawatir.


"Miko gak nyadar sekarang sedang hujan Mbak, ini Miko lagi nyari Bapak di Dapur, biasanya Bapak suka ke Dapur buat masak mi instan. Kalo gak ada ... " suaranya terhenti saat melihat tempat mi instan yang sudah kosong.


"Bapak ... Mbak, Bapak pasti pergi keluar lagi!" sambil berlari ke Ruang Tamu, Dela juga masih mengikuti Miko dengan semua tanda-tanya di kepalanya.


"Ngapain Bapak di luar saat hujan gini?" sambil tetap membuntuti langkah Miko, yang tiba-tiba berhenti di Ruang Tamu dengan gerakan mendadak. Dela hampir saja menabraknya.


"Kenapa berhenti? Ada apa memangnya?" tanya Dela pada Miko yang berbalik, menatapnya tak suka.


"Bapak sudah melakukan hal itu setahun belakangan Mbak! Setelah Bapak dinyatakan Demensia oleh Dokter, Bapak selalu berjalan saat hujan turun dengan tak terlalu deras. Bapak akan pergi dengan dua payung di tangannya. Yang satu untuk memayungi dirinya, satunya lagi ... gak tahu Miko buat siapa."


"Miko juga tidak tahu Bapak kemana. Setelah berjalan seperti ini, biasanya Bapak akan pulang dengan gembira. Saat Miko menanyakannya, Bapak gak akan jawab apa pun tapi lebih memilih untuk ke dapur dan masak mi instan. Mengajak Miko makan bersama, Setelah itu Bapak akan masuk ke Kamarnya dan tidur."


"Makanya Kamu itu sebagai Anak yang tinggal dengan Bapak harus lebih perhatian lagi ke Bapak! Jangan sibuk main game terus!" Wajah Miko berubah jadi merah, pertanda emosinya mulai meningkat atas perkataan Kakaknya.


"Mbak jangan hanya nyalahin Miko dong. Siapa yang selama ini ngurus Bapak kalo bukan Miko? Mbak apa kabar? Datang ke Rumah ini hanya saat ada perlunya saja! Sekarang apa lagi yang mau dijual Mbak? Mbak kira Miko gak tahu Mbak itu kan, sering jual barang-barang Bapak secara sembunyi-sembunyi!"

__ADS_1


"Apa maksud Kamu ngomong gitu? Mbak juga gak pernah minta sepeserpun uang pensiun Bapak yang Kamu habiskan sendiri. Gak banyak kok yang bisa dijual, Mbak cuma coba bantu Bapak jual Hewan ternak Bapak yang udah gak keurus. Lagi pula Mbak juga kasih ke Kamu kan bagiannya Bapak dan Kamu?" sambil ikut duduk di Kursi Ruang Tamu, Perempuan berumur tiga puluh lima tahun itu menjelaskan pada Adiknya.


"Maksud Mbak pembagian Miko dan Bapak yang hanya lima juta itu Mbak? Miko tahu kok harga Ternak itu Puluhan Juta Mbak!"


"Tapi itu kan untuk Cucu Bapak juga! Lagi pula Bapak juga gak keberatan dulu, kenapa sekarang malah Kamu yang ngungkit masalah itu?"


"Bapak hanya kasian sama Mbak! Bapak juga gak bisa apa-apa karena Mbak ngasih uangnya yang tinggal sisa dari uang yang Mbak pakai untuk melunasi utang Kalian yang banyak itu kan? Miko tahu semuanya Mbak!"


"Miko, Kamu sekarang sudah banyak bicara ya? Seolah Kamu yang paling tahu tentang Bapak dan peduli pada Bapak! Padahal Kamu sendiri sama aja! Cuma jadi benalu dalam hidup Bapak! Kerjaannya cuma main game terus! Beruntung ada uang pensiun Bapak!"


"Benalu Mbak bilang? Hanya benalu ini yang selalu ada buat Bapak Mbak! Benalu ini juga yang bawa Bapak ke Rumah Sakit jika Bapak sakit, Bukan Mbak yang sulit dihubungi jika Bapak dalam kesulitan. Datang hanya untuk mengambil uang Bapak!"


Dela langsung berdiri hendak melayangkan telapak tangannya ke wajah Miko, "Silahkan Mbak, Miko siap kok. Mbak mau nampar Miko sekarang? Karena tersinggung? Semua itu benar kan?" tantang Miko pada sang Kakak yang semakin marah dan ....


"Hentikan!" gerakan Dela terhenti seketika mendengar suara seseorang dari arah pintu depan Rumah. Yang membuat Kakak-Adik yang tengah bersitegang itu menoleh ke asal suara.


"Kalian Berdua hanya sibuk bertengkar! Sedangkan Bapak Kalian sekarang sedang dalam keadaan kritis di Rumah Sakit!" pak Harun, Tetangga Bapak mereka yang berbicara dengan nada marah.


BERSAMBUNG ....

__ADS_1


------‐-------------------


Terimakasih telah membaca novel ini, jika suka mohon dukungannya dengan like, rate dan vote yaa… biar Author lebih semangat nulisnya🤗 Ditunggu dalam kolom Komentarnya yaa… happy reading😊


__ADS_2