
"Abang beneran mau nikahin Neng?" tanya wanita berdandan menor itu pada Pria yang sedang memeluknya di aras ranjang tempat mereka melampiaskan na*su b**ahi.
"Benar lah Neng, kapan coba Abang bohong sama Neng?" jawab Pria yang telah berumur 40 tahun itu, pada wanita yang kini tengah tersenyum manja padanya.
"Terus, Istri sama Anak Abang gimana?" tanya wanita berusia 20 tahun itu, sambil memainkan jarinya di atas dada pria yang lebih pantas menjadi Ayahnya tersebut.
"Abang akan tetap mempertahankan Dia, tapi setelah hartanya jadi milik Abang ... baru deh Abang ceraikan," ucap Pria itu sembari tersenyum nakal pada Gadisnya yang kini tengah cemberut."
"Jangan cemberut gitu dong Sayang ... nanti Abang gigit nih. Kita tetap nikah dong, tapi nikah siri aja dulu ya ... Kamu kan tahu sendiri, Abang itu sekarang cuma jalanin usaha keluarganya si Lidya, Istri Abang. Tapi semua kendali masih di tangan Dia. Nanti Abang akan ambil alih semuanya, setelah itu ... baru deh Abang tinggalin Janda beranak dua yang udah kalah jauh sama Kamu itu. Kamu kan masih seger ... masih ... " ucap Pria itu kembali melakukan perbuatan mereka sebelumnya.
*
Setelah berpisah dengan Gadis muda simpanannya yang ia temukan di tempat pr*s*itusi langgannyanya. Pria bernama Baron itu, pulang dengan sejumlah rencana buruk dalam benaknya.
Pria yang terlihat lebih muda dari usianya karena penampilannya yang selalu menggunakan pakaian yang bermerek itu, sedang mengendarai mobil mewahnya sambil bersiul kecil.
Pria yang melupakan masa lalunya yang hanya seorang pengangguran tanpa masa depan yang jelas itu kini tengah tersenyum lebar membayangkan kehidupan yang akan dijalaninya nanti dengan Sinta Gadis muda yang telah mencuri hatinya.
Belum lama Baron mengenal Sinta, Gadis baru di Rumah Bordil tempatnya melampiaskan na*su be**dnya yang tak merasa puas dengan sang istri yang memang dua tahun lebih tua darinya.
Tiga bulan tepatnya ia mulai mencari Sinta setiap berkunjung ke tempat ma**iat tersebut.
Boleh dibilang, Baron adalah pelanggan tetapnya Sinta. Hingga ia menebus Sinta dari Rumah Bordil tersebut dan menjadikan Sinta sebagai simpanannya.
Baron membelikan sebuah Rumah dan kendaraan beroda dua untuk Gadis yang terpaut usia 20 tahun dengannya tersebut.
Semua itu bisa Baron lakukan dari hasil korupsi yang ia lakukan di beberapa Cabang Perusahaan milik Lidya, yang merupakan Bisnis turun-temurun Keluarganya.
Aksi Korupsi Baron ini di bantu beberapa Karyawan yang masuk atas bantuan Baron. Baron memiliki satu Putra dari hasil pernikahannya dengan Lidya. Putranya itu sekarang berusia lima tahun.
Baron mengenal Lidya dari sebuah aplikasi biru. Pria yang hobinya berpetualang dengan banyak perempuan ini, dengan mudahnya menggoda janda kaya seperti Lidya. Hal yang biasa ia lakukan hampir setengah hidupnya.
__ADS_1
Semua akal bulusnya berhasil pada wanita yang hanya mementingkan bisnis dan Putranya tersebut dengan cukup sulit. Butuh tenaga ekstra agar ia bisa merebut hati wanita yang di usia senjanya itu masih terlihat menawan.
Setelah menikah, Baron menikmati semua kemewahan yang hanya ada dalam khayalannya. Tapi Baron tak akan mudah merasa puas akan semua hal, termasuk harta dan wanita.
Sampai ia merasa yakin pada Sinta sang perebut hati dan pikirannya. Baron rela meninggalkan Lidya dan Putranya nanti, Sinta seperti candu baginya.
*
Tak terasa mobil yang dikendarai Baron telah sampai di tujuan. Rumah besar Lidya yang bagaikan sebuah istana itu berdiri Kokoh di kelilingi pagar beton yang menjulang tinggi.
Mobilnya masuk melewati gerbang yang di buka Satpam yang selalu stand by di Pos jaganya, tanpa harus turun tangan langsung menyentuh gerbang kokoh itu. Hanya dengan satu sentuhan kecil pada tombol di depannya, Satpam tersebut memberikan jalan pada mobil yang di kendarai Baron.
Jarak dari Gerbang ke teras Rumah pun cukup jauh, di samping kiri-kanan nya membentang luas taman hijau nan asri. sangat tertata rapi di setiap sudut Rumah dengan di penuhi warna-warni bunga yang indah dipandang mata.
Baron masih membayangkan Rumah ini kelak akan ia tempati dengan sang Gadis pujaan. Sampailah ia di depan teras Rumah yang tak kalah luas.
Sudah Ada Pekerja di Rumah yang akan memarkirkan mobil ke Garasi yang cukup besar, karena berisi 7 mobil dan 5 sepeda motor. Sebagian besar justru di beli Baron untuk kesenangannya.
Baron tahu pasti Lidya tak akan ada di Rumah sekarang, Wanita itu pasti sedang mengecek pembangunan Supermarketnya yang baru. Lidya memang tengah membangun sebuah Supermarket yang cukup lengkap di Kota ini. Sepertinya Supermarket ini akan jadi yang terbesar nanti.
Namun betapa terkejutnya Pria tersebut saat menemukan Lidya sedang duduk dengan santai di kursi kerjanya.
"Kenapa Mas? Mukanya kok kaget melihat Aku?" tanya Lidya santai pada Baron yang langsung menenggak saliva beberapa kali. Pertanda Pria itu cukup gugup.
"Eng ... enggak apa-apa kok ... Kamu gak lihat pembangunan Supermarket sekarang?" tanya Baron sambil mendekati istrinya.
"Udah kok, tadi pagi. Sekarang udah sore lo Mas," jawab Lidya sambil mengetik sesuatu di keybord komputernya.
"Mas dari mana?" tanya Lidya sambil mencium punggung tangan Baron.
"Dari ... dari Temen tadi. Ada urusan bentar."
__ADS_1
"Oww ... Teman memadu Kasih?" tanya lidya tanpa melihat ke arah Baron.
"Maksudnya apa Lid? Mas gak ngerti ucapan Kamu!" Lidya langsung menatap Baron dengan tersenyum sinis, "Kamu gak bisa mengelak sekarang Baron! Aku sudah tahu semuanya!"
"Tau apa sih? Kamu jangan berbelit-belit dong Lid ... Aku benar-benar gak ngerti dengan perkataan Kamu sekarang!" masih tetap menutupi perbuatannya.
"Sekarang Kamu tinggal pilih. Cerai atau penjara? Atau ... mau keduanya juga bisa!" jawab Lidya sambil berdiri dari kursinya yang empuk.
"Kamu ingin pisah dari Aku? Baik. Tapi Aku akan bawa Putra denganku!" tantang Baron pada Lidya yang langsung tertawa.
"Baron ... Baron ... apa yang membuatmu seangkuh ini? Kamu fikir ... Kamu akan bisa menang dari Aku? Kamu itu hidup dengan uang siapa? Ha? Dasar Laki-laki Buaya! Sekali Buaya gak akan bisa berubah! Bodohnya Aku yang sudah percaya sama Orang gak punya hati kayak Kamu!" sambil menunjuk kesal pada Baron.
"Kamu sudah menghina Aku Lidya! Jaga mulut Kamu ... Atau .... " sambil mengangkat tangannya, "Atau apa Baron? Kamu mau pukul Aku? Silahkan saja! Kamu lupa ya, ruangan ini dilengkapi dengan camera pengintai. Semakin mudah Aku menyingkirkan Kamu!" jawab Lidya sambil menyodorkan wajahnya ke arah Baron, seperti sedang menawarkan diri untuk di sakti Baron.
Pria itu mendengus kesal dan mengacak rambutnya kasar, "Lidya, Sayang ... Maafkan Mas ya ... kali ini saja ... Kamu gak kasian sama Putra? Dia masih kecil ... " sambil memeluk Lidya dengan erat. Wanita itu berkelit. Lidya melepaskan pelukan Baron dengan kasar.
"Putra biar jadi urusanku! Selama ini Aku yang menjaganya! Kamu mana tahu tentang Anakmu sendiri? Yang Kamu tahu hanya tempat pemuas nafsu setanmu! Aku tak bisa memaafkan semua kesalahanmu! Korupsi dan Wanita simpananmu!"
Baron langsung berlutut di kaki Lidya, "Maafkan Aku Lidya, Aku khilaf .... " Lidya menatap Lelaki yang pernah ia cintai itu dengan tatapan benci, "Berhenti melakukan sesuatu yang sia-sia Baron! Silahkan angkat kaki dari Rumah ini, setelah Kamu menandatangani surat cerai ini. Jika tidak, maka bukti korupsi yang telah Kamu lakukan akan ku pastikan bisa menyeretmu ke Penjara!" ucap Lidya sambil melemparkan sebuah dokumen di hadapan Baron yang masih berlutut di lantai.
Pria itu terpaksa menandatangani surat cerainya dengan Lidya. Hal yang harusnya Dia lakukan nanti.
"Semua pakaianmu sudah siap di luar, dan ... satu lagi, sampaikan salamku pada ... Sinta. Gadis yang telah berjasa membongkar semua kedokmu! Tapi Aku lupa, Kamu tak akan bisa menemui Gadis itu lagi. Ia kini tengah menikmati liburan indahnya di Hawai, hadiah untukku padanya yang telah membuat semua rencanamu hancur!"
Baron melangkah gontai mendapati semua rencananya untuk menguasai harta Lidya hancur lebur, seperti kehidupannya sekarang. Semua musnah tak bersisa.
SELESAI
----------------------
Terimakasih telah membaca novel ini, jika suka mohon dukungannya dengan like, rate dan vote yaa… biar Author lebih semangat nulisnya🤗 Ditunggu dalam kolom Komentarnya yaa… happy reading😊
__ADS_1