
"Bapak? Bapak, kenapa Pak?" Dela langsung mendekati pak Harun, begitu pun Miko. Setelah menghela nafasnya sebentar, untuk menenangkan Diri.
Pak Harun menjawab, " Bapak Kalian mengalami kecelakaan di jalan tadi. Nyaris tertabrak sebuah mobil, karena menyeberang tiba-tiba. Beruntung pengendara mobil tersebut, menyetir dengan pelan. Tapi mungkin karena usia Pak Burhan yang memang sudah lanjut, sehingga Beliau langsung pingsan di tempat. Jika ingin tahu kondisi Bapak kalian seperti apa, sebaiknya sekarang langsung ke Rumah Sakit 'Harapan'. Ikut mobil Bapak Saja."
Dela dan Miko segera mengikuti Pak Harun, yang memang datang untuk menjemput Kakak-Beradik tersebut. Sesampainya mereka di Rumah Sakit, segera bergegas ke Ruangan pak Burhan dirawat. Di dalam sudah ada Pria dan wanita yang mereka tidak kenal terlihat khawatir dengan kondisi pak Burhan yang sedang terbaring di Ranjang. Namun Dela dan Miko tak perduli dengan kedua orang 'asing' tersebut. Mereka berdua langsung mendekat pada Bapak yang belum juga sadar.
"Bapak, bangun Pak ... ini Dela dan Miko datang untuk menjemput Bapak," sambil terisak Dela mengenggam tangan Bapaknya, begitupun Miko yang sedang menangis di samping Bapak.
"Maafin Dela gak secepatnya mencari Bapak ... Bangun Pak ... "
Tak lama jari tangan Pak Rahman, mulai bergerak sedikit. Dela langsung merasakannya, "Bapak, bangun Pak ... Kita pulang ke Rumah ya Pak ... Dela akan masakin makanan kesukaannya Bapak."
Perlahan tapi pasti, mata dari pak Burhan mulai membuka. Membuat mereka yang ada di Ruangan mulai merasa lega. Segera pak Harun berlari menemui Dokter, untuk memeriksa kondisi pak Burhan.
"Ela ... Iko .... " hanya itu kata yang keluar dari bibir Laki-laki renta itu. Pak Burhan dan Buk Ana istrinya (Orang tua Dela dan Miko) memang memiliki keturunan diusia senja mereka. Lebih tepatnya di Usia Pak Burhan yang sudah 47 tahun baru mendapatkan keturunan, yakni Dela ... Setelah itu dua tahun berikut lahir Miko. dan dua tahun setelahnya buk Ana meninggal. Sehingga mereka berdua di asuh oleh pak Burhan, yang hingga di usia yang sudah 82 tahun ini tak menikah lagi.
"Ya Pak ... Ela dan Iko ada di sini ... " jawab Dela yang mulai terisak, begitupun Miko yang hanya bisa mengangguk.
"Anak-anak Bapak ... jangan berantem ya ... Bapak Sayang Ela dan Iko .... " ucap Pria renta itu sambil tersenyum, "Ela dan Iko juga Sayang Bapak, Kita gak akan berantem Pak. Ela dan Iko janji. Tapi Bapak harus sehat yaa ... Ela akan rawat Bapak."
"Maaf ... Permisi, Saya mau periksa kondisi Pasien dulu. Semuanya harap keluar sebentar ya ... " ucap Dokter yang bertugas.
Mereka semua yang berada di ruangan terpaksa keluar sebentar, termasuk Dela dan Miko. Meski berat, mereka tetap melangkah ke luar. Dalam hati keduanya berdoa semoga Bapak baik-baik saja.
Sesampainya mereka di luar, Dela langsung terduduk dengan lemah di kursi tunggu. Wanita yang tadi berdiri di dalam segera mendekat, "Yang sabar ya, semoga Pak Burhan baik-baik saja ... perkenalkan saya Nita, " sambil mengulurkan tangan pada Dela, yang menyambut uluran tangan dengan lemas.
__ADS_1
Nita kembali berucap, "Yang sedang duduk di samping pak Harun itu Aldi, Suami Saya. Kami berdua ingin minta maaf pada Mbak Dela dan Mas Miko atas kejadian ini. Kami akan bertanggung jawab, dan setia menemani hingga Pak Burhan sembuh, " Dela langsung menatap Nita dan Aldi yang mengangguk dengan wajah yang serius. Dela hendak mengatakan sesuatu, namun tak jadi karena Pintu ruangan pak Burhan terbuka.
"Maaf saya bisa bicara dengan Keluarga Pasien? ucap Dokter sambil melihat kelima orang yang kini telah berkumpul di depannya.
"Saya Dok ... Saya Dela Putri Pasien," Dela langsung mengangkat tangannya, " Saya juga Dok, Saya Miko Putra Bapak ..." Miko juga mengangkat tangannya.
Sambil tersenyum, Dokter Rudi berucap, "Baik, tenang Buk Dela dan Pak Miko ya ... Alhamdulillah Bapak Anda berdua baik-baik saja sekarang. Beliau hanya terkena shock sesaat, menyebabkan Beliau hilang kesadaran."
"Tapi kenapa Bapak bisa pingsan, Dok? Apakah semua baik-baik saja? Bapak tidak terluka kan Dok? tanya Dela tetap khawatir.
"Karena faktor usia, sehingga beberapa organ vitalnya sudah tak berfungsi dengan terlalu baik lagi. Jadi tolong ini diperhatikan ke depannya ya ... Beliau tidak terluka."
"Alhamdulillah ... lalu apa yang harus Kami perhatikan dengan kondisi Bapak sekarang Dok? " kali ini Miko yang bertanya.
"Baik Dok. Terimakasih. Boleh Kami temui Bapak sekarang?" tanya Dela pada Dokter yang menjawab dengan anggukan, " Tapi tolong jangan masuk bersamaan ya ... maksimal tiga orang, "Baik Dok," jawab mereka bersamaan.
Akhirnya Miko dan Dela yang masuk lebih dulu, Mereka menangis memeluk pak Burhan yang sedang tersenyum hangat.
*
Setelah dirawat selama tiga hari, pak Burhan akhirnya sudah diperbolehkan pulang oleh Dokter. Namun harus dengan pengawasan yang lebih ketat lagi, mengingat penyakit Demensia yang bisa kambuh kapan pun.
Nita dan Aldi juga sudah menanggung semua biaya Rumah Sakit pak Burhan, dan memberikan sedikit biaya tambahan untuk obat-obatan pak Burhan nanti. Dela dan Miko tak menuntut Suami-Istri yang selalu datang selama pak Burhan di rawat tersebut. Nita juga selalu membawakan makanan untuk Dela dan Miko selama mereka menjaga pak Burhan di Rumah Sakit.
Setelah melihat kondisi Bapaknya, Dela mengambil keputusan untuk merawat Bapaknya sendiri di Rumahnya yang berada di Kota yang lain. Ia juga ingin kedua Anaknya bisa mengenal Kakek mereka, Miko mulai mendapatkan penghasilan dari game online yang ia seriusi dengan membuat chanel youtube yang berisi konten tentang game tersebut. Tak disangka mendapat banyak respon positif dari para gamer lainnya.
__ADS_1
Setiap akhir pekan ia sempatkan waktunya untuk berjalan-jalan bersama Bapak. Meski sudah berusia 82 tahun, pak Burhan sangat kuat berjalan. sehingga ia bisa menikmati masa senjanya kini dengan lebih berwarna.
Semua bisa terjadi karena kedua Anaknya yang telah sadar dari kesalahan mereka selama ini. Nita yang memperlihatkan rekaman dari kamera mobilnya pada saat tabrakan terjadi pada Dela dan Miko saat mereka di Rumah sakit.
"Apa ini Mbak?" tanya Dela pada Nita saat ia hendak memperlihatkan rekaman tersebut di laptop yang ia bawa ke Rumah Sakit.
"Kamu lihat saja sendiri, ini akan menjawab semuanya." jawab Nita sambil memutar video dihari kejadian.
Dalam rekaman itu, tampak pak Burhan tengah berjalan dengan dua payung ditangannya dengan sangat bahagia. Kakinya terus melangkah dan berhenti di depan sebuah Gedung Sekolah Dasar. Miko dan Dela langsung menangis melihatnya, itu adalah Sekolah mereka dulu.
Pak Burhan menanti mereka cukup lama disitu, setelah itu ia tampak membuka payung yang kuning yang sebelumnya terlilat rapi. Berjalan sambil bercerita dengan riang ... sendiri. Lalu tiba-tiba ia berteriak sambil menatap ke seberang jalan, "Ela, Iko ... jangan lari Nak ... " sambil berlari tanpa memperhatikan sekeliling dan ... saat itulah insiden itu terjadi. Pak Burhan pingsan karena kaget, beruntung Suami Nita mengendarai mobilnya dengan hati-hati. Video berakhir.
Kini Miko dan Dela menyadari makna terbesar dari kejadian ini. Semua tentang kenangan Bapak akan masa paling indah Mereka dulu. Bapak yang juga menggantikan peran sang Ibu yang telah tiada, selalu menemani mereka dalam kondisi apa pun. Menjemput mereka setiap hujan turun dengan kedua payungnya.
Bergembira selama perjalanan, sesampainya di Rumah Bapak akan memasakkan mie instan untuk mereka makan dengan nasi. Karena kondisi ekonomi mereka yang boleh dibilang kurang saat itu. Tapi mereka berdua tak pernah kekurangan cinta dan perhatian dari Bapak.
Mereka berdua telah melupakan semua kenangan indah itu dan sibuk dengan kehidupan sendiri. Lupa bagaimana perjuangan Bapak yang kerja serabutan, hanya untuk memastikan kedua Anaknya bisa makan dan Sekolah.
Lupa bahwa hanya untuk membuat mereka kenyang, Bapak rela kelaparan. Mereka lupa dengan semua itu. Seperti pak Burhan yang juga melupakan semua kepahitannya dalam menjalani hidup, yang tersimpan dalam ingatannya hanya kenangan indah dengan kedua Anaknya yang masih polos. Itulah kenangan yang paling dirindukan Bapak hingga hari ini dan nanti.
SELESAI ....
---------------------------
Terimakasih telah membaca novel ini, jika suka mohon dukungannya dengan like, rate dan vote yaa… biar Author lebih semangat nulisnya🤗 Ditunggu dalam kolom Komentarnya yaa… happy reading😊
__ADS_1