Kopi Dan Gula

Kopi Dan Gula
33. Cinta Brian (Dua)


__ADS_3

"Maksud Kamu?" tanyaku pada Pria yang kini makin tertawa melihat wajahku yang kaget dengan pernyataannya.


"Kamu itu memang Pacarku Liana ... tapi nanti ... saat Kamu terima Aku jadi Pacar Kamu. Kalo sekarang Kamu mau ... juga bisa kok!" ucap Brian sambil mengacak rambutku pelan. Aku hanya bisa melongo dengan tingkahnya yang semakin 'aneh' di mataku.


"Kamu Aneh!" hanya dua kata itu yang bisa ku ucapkan pada Brian sambil melangkah pergi menjauhinya, yang kini mengikuti langkahku.


"Cocok dong Liana ... Setahu Aku, Aneh adalah julukan yang disematkan Padamu bukan?"


Aku langsung menghentikan langkah kakiku, yang juga di ikuti Pria yang jauh tingginya dariku itu. Aku bahkan harus mendongakkan kepalaku untuk menatapnya.


"Aku gak tahu maksud Kamu deketin Aku apa Brian. Tapi yang Aku tahu, banyak Gadis yang sepertinya ingin menjadi Kekasihmu ... " Brian langsung tersenyum lebar, memotong ucapanku yang belum selesai, " Termasuk Kamu?" sambil menunjuk ke arahku.


"Tentu saja ... TIDAK! Jadi, berhentilah menganggu hidupku!" sambil menekankan kata tidak, agar ia menyerah mengikutiku.


"Tapi Aku tidak bisa melepaskanmu. Aku ingin jadi Kekasihmu. Jangan pernah larang perasaanku Padamu Liana. Bahkan jika Aku ingin, tak akan bisa. Tidak usah perdulikan Aku, biarkan Aku yang berusaha agar Kamu bisa menerimaku. Okay ... bye, calon pacarnya Brian ... Aku masuk Kelas dulu, ada Kelas," ucapnya sambil mengacak lembut rambutku. Lalu berlari ke Ruang Kuliah yang terletak di ujung kanan. Aku hanya bisa menghela nafas.


Sialnya, banyak Mahasiswa di koridor Kampus yang memperhatikan Kami tadi. Kini Aku bisa melihat mereka seperti berbisik satu sama lain, dan menatapku tak suka.


Aku menggunakan kembali headphoneku dan tak mempedulikan pandangan mereka yang seperti sedang menikam tubuhku itu.


Saat Aku tengah melangkah, sambil melihat handphoneku ... tubuhku terjatuh, karena ditabrak seseorang, "Makanya, jalan tu pake mata! Gak bisa lihat apa, ada Orang di depan!"


Aku langsung berdiri, dan ... di depanku tengah berdiri angkuh seorang Gadis yang tampak seperti seorang Model, lengkap dengan tampilannya yang modis dan ... cantik.


"Kamu jangan besar kepala hanya karena di ikuti seorang Brian ya ... Dia itu cuma lagi nyari mainan baru aja, karena ingin Aku cemburu! Jadi, sebelum Kamu sakit hati! Segera jauhi Brian. Mengerti!" ucap Gadis yang bahkan Aku tak tahu namanya itu, sambil menunjuk ke arahku.


"Sepertinya Kamu salah Orang ya Nona ... Siapa pun Kamu, atau tentang Brian itu, Aku tidak peduli. Sekarang bisa menyingkir dari jalan ini? Karena Aku harus cepat pulang. Ada urusan penting!"


"Kamu benar-benar sombong ya ... Kamu selain Aneh, ternyata Manusia Gua juga ya? Sampai gak kenal Aku? B-I-A-N-C-A! Idola Cewek paling Populer di Kampus ini dan Pasangannya Brian!"

__ADS_1


"Baik, Nona Bianca pasangannya Brian ... Aku permisi ya ... " ucapku sambil menerobos jalannya, yang langsung menyingkir dengan tertawa angkuh. Entah apa yang ia ucapkan di belakangku, Aku tak peduli karena sibuk mendengarkan musikku yang menenangkan.


***


Hari berikutnya, Brian selalu datang ke Kelasku. Dia seperti tahu jam berapa Aku datang, dan seperti biasa Dia akan tidur disampingku. Aku tidak peduli dengan kehadirannya. Aku bahkan tak menatapnya. Tapi Pria itu tak pernah absen datang ke tempatku. Teman-teman sekelasku bahkan sudah biasa dengan hal itu, ditambah lagi ia akan dengan cuek melangkah keluar dari Kelas.


Semakin sering Brian mendekatiku, semakin sering pula Bianca meneror Aku. Akhirnya hari ini, Aku ungkapkan kekesalanku pada Pria yang mulai bersiap untuk tidur di meja tepat di sampingku.


"Brian, Kita harus bicara!" ucapku pada Brian yang langsung bangkit dari posisinya dan menatap padaku dengan sumringah. Entah apa yang ada dalam benak Pria itu.


"Kenala Li? Kamu sudah mempertimbangkan perasaanku? Aku sudah siap! Katakan saja!" ujarnya antusias, wajahnya benar-benar ceria. Seperti Anak kecil yang senang di beri permen.


"Bukan itu Brian, tapi ... berhentilah menggangguku! Hidupku tak seperti dulu lagi. Aku hanya ingin sendiri, tanpa ada yang peduli padaku. Menyerahlah! Aku tak akan pernah masuk ke dalam perangkapmu!"


"Perangkap apa maksudmu?" tanya Brian sambil mengerutkan keningnya.


Pria itu kini langsung tertawa terbahak, entah apa yang membuatnya tertawa sekeras itu.


"Liana ... Liana ... tak salah Aku memilihmu untuk jadi Kekasihku. Kamu memang tidak tahu apa-apa, dan Aku suka itu. Bianca itu bukan Kekasihku, Dia hanya terobsesi denganku. Aku juga tak pernah berniat untuk bermain-main dengan perasaan. Karena Aku memang benar-benar mencintaimu, Liana! Sudah sejak lama!"


"Jika seorang gadis secantik Bianca bisa terobsesi Padamu, kenapa Kamu memilih Gadis Aneh sepertiku? Mengapa Aku Brian?"


"Karena itu Kamu Liana! Bukan Orang lain!"


"Iya ... Tapi kenapa Aku?"


"Karena Kamu adalah orang paling tulus yang pernah Aku tahu!"


"Sepertinya Kamu salah untuk hal yang satu ini Brian, Aku Orang yang ingin sendiri. Kamu lihat sendiri kan? Aku bahkan tak mengenal Bianca dan Dirimu yang sepertinya Orang paling populer di Kampus ini! Jadi alasanmu tak berdasar!"

__ADS_1


"Bukan itu maksudku. Kamu hanya tak ingin dikenal. Tapi itulah arti dari ketulusan yang sebenarnya. Kamu juga tak mencari tahu hal yang bukan urusanmu, sampai itu Kamu bahkan tak mengenalku. Tapi Aku semakin jatuh cinta karenanya."


Pria itu menghentikan kalimatnya sejenak, lalu mengeluarkan sesuatu dari tas ransel hitamnya. Sebuah amplop besar berwarna coklat, diserahkannya padaku. Aku membukanya dan ...


"Itu semua adalah bukti, bahwa Kamu adalah orang yang paling peduli dan paling tulus Li. Aku tahu saat Kamu menolong beberapa Kucing yang terlantar dan merawat mereka di Rumahmu. Aku tahu Kamu kerja paruh waktu di Toko, setiap malam. Setiap Kamu gajian, Kamu akan menyisihkan untuk dibagikan pada Orang yang membutuhkan."


Aku mendengarkannya sambil memperhatikan isi dari amplop coklat, yang ternyata adalah beberapa foto yang memperlihatkan saat Aku tengah memberi makan Kucing-Kucing malang, yanh sekarang ada di Rumahku. Foto yang lain saat Aku kerja di Toko Tanteku, dan Foto yang lain saat Aku tengah membagikan makanan. Aku selalu menggunakan masker, saat membagikan makanan. Agar tak ada yang tahu.


"Tapi ... bagaimana bisa ini ... "


"Aku memotretnya. Tanpa Kamu sadari. Kamu hanya peduli pada mereka yang membutuhkanmu, tanpa mau tahu bagaimana Orang Lain melihatmu. Aku sudah lama mengikuti Kamu Liana. Tepatnya Setelah Kamu menolongku dulu."


"Aku? Menolong ... Kamu?" tanyaku heran, yang dijawab dengan anggukan oleh Brian.


"Iya Liana. Waktu itu, Aku mengalami kecelakaan karena mabuk. Aku kehilangan banyak darah, Kamu ada di tempat kejadian. Lalu menelepon Ambulance dan mendonorkan darahmu. Kamu bahkan mengunjungiku setiap hari, tanpa bertanya siapa Aku dan kenapa bisa celaka? Kamu hanya merawatku dengan tulus. Setelah Aku sembuh, Aku mencarimu. Dan ternyata Kamu sudah melupakanku."


"Tapi waktu itu ... seingatku, itu sudah lama. Orang yang kutolong rambutnya ... "


"Rambutku panjang, Aku sedang bermasalah dengan Keluargaku. Aku sudah menyerah dengan hidupku. Boleh dibilang, kecelakaan itu memang Aku sengaja. Tapi setelah mendapatkan pertolonganmu, Aku jadi punya alasan untuk melanjutkan hidup. Aku berubah karena Kamu Liana. Aku mencintai Kamu dengan semua kebaikan hatimu yang Kamu tutupi dengan kesendirianmu. Tolong izinkan Aku untuk menemani Kamu dalam menjalani kehidupan ini kedepannya. Kamu adalah alasan Aku jadi seperti sekarang ini." ucap Brian sambil menggenggam tanganku erat.


"Kamu yakin bisa menemaniku Brian?" ucapku lirih, entah mengapa ada getar yang kurasa di dalam hatiku melihat kesungguhan wajahnya.


"Aku sangat yakin, Aku tak pernah seyakin ini dalam hidupku. Maukah Kamu menerima cinta dari Brian, Liana?" Aku menjawabnya dengan mengangguk. Brian langsung memelukku erat. Kami berdua menangis terharu, Aku akui cintanya telah menyentuh hatiku.


SELESAI


--------------------------


Terimakasih telah membaca novel ini, jika suka mohon dukungannya dengan like, rate dan vote yaa… biar Author lebih semangat nulisnya🤗 Ditunggu dalam kolom Komentarnya yaa… happy reading😊

__ADS_1


__ADS_2