
Perkembangan kota ajaib kali ini mendapatkan perhatian khusus dari beberapa orang.
Sebuah gedung sekolah virtual anti zombie di bangun sekitar jam lima pagi.
Masalah ini sudah diberitahukan terlebih dahulu di papan Messi dan juga informasinya sudah diberikan kepada gelang identitas.
Tidak seperti sekolah yang lain memakai biaya per semester. kondisi di sekolah virtual.Ini murni seperti permainan game online di masa lalu.
Hadir nya sekolah virtual juga memberikan beberapa orang kesempatan untuk bernostalgia kembali ke masa lalu.
Kebanyakan orang yang datang hanya pergi untuk melihat tanpa tergerak untuk mengetahui apa yang ada di dalamnya.
"kira-kira seperti apa sekolah virtual ini, aku ingin tahu tapi ragu untuk masuk"
"Hem kita sudah dengan susah payah menghindar dari zombie. sekarang ada sekolah yang dikhususkan untuk zombie hahaha bukankah itu lucu?"
"yang namanya sekolah itu artinya sebuah pelajaran mungkinkah ada pelajaran yang bisa diambil dengan zombie?"
"pelajaran apa yang bisa diambil dengan zombie. pelajaran tentang memilih tulang manusia yang lembut. atau bagian mana Yang lebih enak dibanding bagian yang lain?"
"kenapa kalian banyak bertanya kenapa tidak masuk dan mencobanya lebih dulu baru memberikan komentar. kota ajaib membuka sekolah virtual ini artinya hal ini adalah sesuatu yang bagus. kapan kau tak ajaib membuat sesuatu yang sia-sia?"
"Ya benar begitu, lagi pula satu jam harganya cuman segitu. apalah artinya ,itu bahkan tidak bisa membeli sekeping roti. aku masuk kalian tinggal di sini dan tunggu kabar dariku hahaha"
"Heh kalian penakut atau sayang uang selamat tinggal pengecut"
"Hah yo pengecut? tunggu aku sialan"
"Mati... kalian pergi sendiri maka kalian akan mati. tunggu aku ikut"
Walaupun tidak semua yang pergi ke tempat itu tapi beberapa orang yang masuk segera menyadari situasinya.
ketika anda mendaftar Anda juga diberikan pilihan. pilihan-pilihan ini juga menyesuaikan level pengguna yang sudah terdaftar pada gelang.
Misalnya seseorang pengguna kemampuan level 3. lawan yang dihadapi tentulah zombie yang berada di level 3 ke atas.
Walaupun semua orang masuk serentak mereka tidak akan mendapatkan kelas yang sama.
Satu nyawa berharga dua inti kristal.
Satu jam di kelas juga dua inti kristal.
Jadi pilihannya terserah padamu.
"Kau... kau bukan pengguna kemampuan jadi untuk apa kau masuk?"seseorang menyapa gadis kecil yang berusia di bawah 20 tahun.
seseorang yang mengenalinya mengetahui jika dia tidak memiliki kemampuan apapun. Jadi apa hubungan dengan gadis ini dengan sekolah virtual.
"semua orang bebas untuk masuk selagi mereka membayar"kata gadis itu acuh tak acuh.
"Ohh terserahlah lagi pula uangmu adalah milikmu"
Ana namanya.
Dia adalah seorang gadis yang sulit jadi memilih tinggal di hotel kapsul demi penghematan.Meski begitu dia sama sekali tidak menyesali jika dirinya bukanlah pengguna kemampuan khusus.
Kota ajaib menghargai semua orang termasuk manusia normal. jika anda normal maka anda masih akan menjadi pahlawan di kota ajaib dengan hamil dan memiliki anak.
Jadi manusia normal yang berada di kota ajaib masih bisa mengangkat kepala mereka tinggi-tinggi.Seperti yang dia lakukan saat ini.
( normal,level pertama)
Ketika sekolah virtual mendeteksinya sebagai manusia yang normal mereka menempatkannya di level pertama.
Ana memilih 2 jam dengan 10 nyawa sekaligus. semua orang yang memandangnya hanya bisa menatapnya seperti gadis yang hilang.
Ini mirip seperti seorang ibu yang menyaksikan putranya bermain game di warnet. Menghabiskan uang dengan kesia-siaan.
Setelah mendapat setelah mendaftar Ana mendapatkan sebuah kunci dengan nomor khusus.
Meskipun tidak tahu apa yang ada di dalamnya tapi dia tetap nekat ingin melihat dan mencari tahu bagaimana sekolah ini dilakukan.
Ketika pintu dibuka tidak ada barang apapun di ruangan itu. Dinding juga terlihat putih bersih tanpa ada noda sedikitpun.
Tapi ketika pintu tertutup, Ana merasa dia sedang berada di sebuah supermarket yang dulu pernah dia datangi.
Ada begitu banyak orang yang berbelanja berbisik bahkan tertawa. di sini Ana menjadi bingung.
Katanya sebuah sekolah khusus anti zombie tapi mana zombie nya.
Mulut gagak hitam.
__ADS_1
begitu dia berkata di mana zombienya tiba-tiba saja semua orang yang tadinya tertawa menjadi heboh menjerit bahkan berlari-larian seperti orang gila.
sekelompok zombie kaku datang berlari benarkan siapapun yang lewat menggigit dan mengunyahnya di detik yang sama.
Suara kunyahan dan jeritan isak tangis membahana di mana-mana. Dalam sekejap aroma darah juga menjadi tersebar sehingga ana ingin muntah.
Ana pernah mengalami ini tapi dia tidak pernah merasa sejijik ini. aroma darahnya semakin kental dan lebih banyak orang yang tewas dalam beberapa menit.
Ana bahkan tidak sempat menjerit sama sekali. Dia terpanas seolah-olah dirinya kembali ke masa lalu kembali di mana pertama kalinya zombie dilahirkan.
Rasa sakit dan sesak kembali menghampirinya sehingga dia lupa untuk bergerak.
Krass...
Entah bagaimana tiba-tiba Ana sosok lembut yang datang dari belakang. Menggigit leher anak yang membuat Ana merasa kesakitan yang teramat sangat.
"sialan sekolah macam apa ini aku tidak sekolah tapi aku pergi bunuh diri"pikir Ana di saat dia sudah lemah dan tidak lagi bisa melawan.
tubuhnya mengejang dan mengejang lagi. tepat pada saat anda merasa ingin mati, pada saat itulah ada suara otomatis yang terdengar di telinganya.
("Mati,sisa sembilan nyawa.terus kan atau mundur?")
Karena tidak ada jawaban dari Ana dalam lima menit.Tiba-tiba Ana berada di ruang kosong lagi.
Rasa sakit yang dideritanya masih ada seolah-olah itu adalah nyata. Tapi kemudian Ana baru menyadari inilah yang disebutkan dengan sekolah virtual anti zombie.
"sialan kupikir aku mati beneran tadi.huh ini... ini hebat"bukannya marah ana langsung merasa gembira.
Pengalaman ini sangat berguna jika diterapkan di luar sana. Ana ada seseorang yang tidak memiliki kemampuan. meski begitu dia sudah melatih tangannya selama hampir 1 tahun.
Walaupun tidak memiliki kemampuan tentu saja Ana harus tetap hidup dengan mengumpulkan inti kristal.
Hanya setelah menjadi penduduk di kota ajaib dia lebih rileks dan tidak lagi pergi ke luar sana untuk bertempur.
Ana menjadi pengrajin apakah yang jadi untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.
Meskipun kehidupan di kota ajaib itu aman dan nyaman tapi siapa yang tidak iri melihat seseorang yang bisa membangkitkan kemampuan khusus.
Walaupun Ana bukan seseorang yang berkemampuan khusus.Tapi dia masih harus berlatih terus-menerus dan tetap waspada.
Anda tidak bisa terlena dengan kenyamanan kota ajaib setiap saat. itu hanya akan membuat lubang kuburanmu sendiri.
"Lagi....
Sama seperti sebelumnya dia saat ini masih berada di supermarket besar yang dipenuhi dengan orang-orang yang tertawa dan bercanda.
Karena sudah mengalaminya jadi Ana tahu apa yang harus dilakukan. Dia berlari cepat ke arah di mana , ada pisau semangka di jual.
karena ini adalah virtual tentu semua barang ini juga adalah sesuatu yang virtual. Tapi rasa sakit yang dia alami tadi adalah nyata tanpa kepalsuan sedikitpun.
Walaupun darah dan daging yang tadi terkunyah oleh zombie itu tidak ada lagi tapi rasa sakitnya masih berdenyut-denyut sampai saat ini.
Tepat pada saat orang sudah mulai heboh dan jeritan ketakutan terdengar dia sudah siap dengan pisau semangka di tangannya.
Tidak menunggu para zombie datang ,ana langsung maju dan menebas mereka satu persatu.
Krass.. krass..
Selagi anak bersemangat menebas para zombie yang maju untuk menggigitnya. Dia lupa dengan satu hal. manusia yang tadinya tertawa dan sedang bercanda itu sudah digigit zombie yang artinya mereka akan menjadi zombie di detik berikutnya.
Jadi semakin banyak manusia yang ada di lingkungan supermarket maka semakin banyak zombie lagi yang mencoba mengincarnya sebagai makanan segar.
(mati, sisa 8 nyawa diteruskan apa tidak")
lagi-lagi anak berhasil digigit oleh zombie yang berdatangan ke arahnya seperti air bah.
Kali ini Ana menggigit lidahnya sendiri dan berteriak ,lagi...
ketika perubahan area terjadi seperti sebelumnya, Ana tidak lagi mencari pisau semangka tapi mencari mesin gergaji listrik.
Dengan menggunakan mesin gergaji listrik ini kinerjanya dalam membunuh zombie lebih cepat cepat dan cepat lagi.
Namun begitu berat dari mesin ini juga membuat tenaganya terkuras. setelah melakukannya beberapa kali pada akhirnya rasa takut yang dia punya tidak ada lagi.
Yang ada adalah perasaan bersemangat ingin membunuh zombie terus menerus.
Tapi sayang zombie semakin banyak dan tidak bisa terkendali sama sekali. Sekuat apapun Ana dia hanya bisa bertahan sekitar 15 menit paling lama di area itu.
(nyawa nol, pesanan di hapuskan)
Ketika sistem mengatakan nyawanya sudah habis sebenarnya Ana bahkan tidak bisa bangun dari lantai.
__ADS_1
Tangannya mati rasa begitu juga dengan kakinya yang barusan digigit oleh zombie. tubuhnya berkeringat banyak dengan tenaga yang terkuras .Sehingga ana juga merasa tidak tahu apakah dia akan pingsan apa atau masih sadar di detik berikutnya.
"tambah satu jam lagi, lima nyawa"
("pesanan dipenuhi, sisa nyawa lima fan satu jam tambahan")
"ahh apakah tidak ada suplemen virtual yang bisa mengembalikan tenaga aku yang terkuras.Ahh ini tidak seperti game di masa lalu"kata ana dengan kesal.
Sebelum Ana benar-benar marah tiba-tiba pemandangan berubah lagi. sudah berapa kali anak berada di gedung supermarket virtual ini.
Karena terlalu lamban Ana bahkan tidak sempat berlari untuk mencari pisau semangka.Tapi dia memiliki pemukul baseball di tangannya karena lokasi awal nya memang di sini.
Karena sudah 10 kali melakukannya Ana dengan cepat mengetahui di mana lokasi zombie pertama muncul.
Dengan sisa kemampuan yang ada anak langsung bergegas dengan tongkat bisbol ke arah itu.
Seorang pria separuh baya yang mengalami gagal jantung. Sedang berbaring di lantai dikelilingi oleh beberapa orang. Posisinya lebih mirip seperti keluarga terdekat yang merasa khawatir.
"ambulans dokter adakah yang bisa membantu, apakah ada dokter di Antara kalian?"petik seorang gadis muda yang memegang dada pria tua itu air matanya sudah penuh yang mengatakan dia bersedih hati.
Ana menggelengkan kepalanya dengan keras.Kenapa adegan ini seperti nyata sekali seolah-olah ini adalah sebuah dunia yang asli bukanlah virtual.
tapi tujuan Ana di sini adalah jelas, dia perlu membunuh zombie yang baru lahir pertama kali.
Korbannya adalah si kakek yang saat ini terkena serangan jantung. Tentu saja korban kedua adalah gadis yang sedang menangis itu.
"Kakek ada apa denganmu" teriak gadis itu lagi.
Sang kakek yang sudah mati dan sekarang berubah menjadi zombie di detik berikutnya. setelah tubuhnya mengejang dua kali pada akhirnya gadis cantik itu di kunyah dengan lahap.
"Ahh kakek.. lepaskan tolong?"
Ana yang baru saja tiba bergegas maju bukan saja untuk menolong tapi dia langsung memukulkan kepala kakek itu dengan ganas.
Karena dia sudah memiliki banyak pengalaman, dia mengetahui kepala adalah sesuatu yang sangat fatal bagi para zombie.
Trass ..
Begitu kepala diketuk tentu saja pecah dan membuat adegan berdarah yang sangat mencengangkan.
"Pembunuh....
semua orang tercengang melihatnya seperti reaksi orang-orang pada umumnya melihat kejadian pembunuhan.
Tapi Ana sangat sadar ini bukanlah dunia nyata tapi hanya sebuah dunia virtual pada gedung sekolah anti zombie.
Bisakah dia peduli dengan pendapat orang-orang yang tidak nyata.
Beberapa orang segera maju menangkap ana tapi ana tidak peduli sama sekali. Setelah digigit gadis itu juga tidak akan selamat, artinya dia adalah calon zombie di supermarket ini.
Yang menahan Ana memiliki tubuh besar daripada tubuhnya sendiri tapi Ana adalah orang yang berpengalaman dalam bertempur selama hampir satu tahun.
Dengan keras dia menginjak kaki orang yang menahannya sehingga orang itu melenguh. Secara otomatis pegangannya terlepas pada saat itulah Ana berlari ke arah gadis yang saat ini dalam kondisi yang mirip dengan si Kakek.
Trak...
Gadis kecil itu juga mati dengan cara yang hampir sama dengan kakeknya.Kepala putus dan pecah akibat hantaman dari tongkat baseball.
Belum lagi ana bernafas lega rupanya kakek dan cucu perempuan ini bukanlah satu-satunya calon zombie yang ada.
di sudut kiri masih ada seorang wanita tua yang juga kejang-kejang. artinya dia adalah zombie yang ketiga.
"Sialan ini adalah game yang sulit dimenangkan"gumam nya
Karena lambannya pergerakan Ana, wanita tua itu sudah mati dan berubah menjadi zombie hanya dalam hitungan detik.
Bukan hanya wanita tua itu masih ada beberapa orang yang mengalami hal yang sama.
Ana ingin bergegas mencari senjata lain yang lebih akurat. Tapi orang-orang yang histeris malah kabur ke berbagai arah membuat dia tidak bisa bergerak.
zombie-zombie yang baru saja dihidupkan dari darah. Mencari mangsa mereka yang terdekat dan itu masihlah ana.
Ana yang tidak memiliki tenaga lagi masih mencoba bangkit pada menyadari ini adalah batas yang bisa ditanggung oleh tubuhnya.
Tapi entah bagaimana Ana merasakan ada sebuah ledakan energi di dalam tubuhnya.
Energi panas yang berpusat pada sekitar pusar. Dia menggulung-gulung dari dalam dan membakar ana.
"ke .. kemampuan api? hahaha aku membangkitkan kemampuan api.Bagus haha mati lah Kalian semuanya"
Ana yang awalnya tidak memiliki tenaga lagi tiba-tiba bangkit dengan semangat juang yang baru.
__ADS_1
Dia adalah pengguna kemampuan api yang baru lahir, dan ini adalah berkat dari sekolah virtual anti zombie.