Kota Baru Di Hari Kiamat

Kota Baru Di Hari Kiamat
200


__ADS_3

Kedatangan walikota aya di taman, adalah hal yang biasa di sini. Walaupun aya dikategorikan sebagai selebriti yang paling unik di Kota Ajaib , tapi semua orang berpikir untuk melayani walikota seperti tidak ada apa-apa yang terjadi.


Justru karena mereka tahu, walikota ingin hidup dalam kesederhanaan lah, mereka langsung melakukan ini.


Semua orang menyadari betapa tidak nyamannya jika anda keluar bersenang-senang tapi diburu beberapa orang dengan kepentingan yang tidak ada sangkut pautnya dengan selebritas itu.


Jadi semua orang di kota ajaib berusaha membuat hal yang sewajar mungkin baginya. Walaupun masih ada beberapa orang yang menginginkan hal-hal pribadi.


Tapi berkat lampu indikator emosi aya mampu memilah-milah siapa yang bersikap jujur dan siapa yang bersikap egois.


Mungkin tanpa lampu indikator emosi itu, aya akan jatuh dalam penipuan berkali-kali mengingat sikap dan perilakunya yang begitu naif.


Begitu sampai di taman, aya langsung menurunkan sepedanya dan diparkir ke tempat khusus. Begitu juga dengan little han yang langsung dikeluarkan dari pemenjaraan perut robot pengasuhnya.


Bocah kecil itu dengan lincah berlarian di taman seperti bebek bertemu air.


Beberapa anak-anak yang memang ada di lokasi segera mengambilnya dan mengajaknya bermain-main secara otomatis.


Tidak ada yang perlu dikhawatirkan oleh aya jika melepaskan putranya bermain-main di taman.


Bahkan kemarin dia membiarkan sang putra pergi ke sekolah di virtual demi mencoba apakah si kecil mampu berinteraksi dengan dunia luar .


Hasilnya sangat menakjubkan sekali.


Little Han sebenarnya memiliki banyak bakat yang pasti tidak dimiliki oleh banyak orang. Dia memiliki kemampuan tiga baris sejak dilahirkan.


Jadi kemampuan ini benar-benar adalah kemampuan bawaannya sendiri.


Dengan begitu kemampuan ini pasti bisa berkembang lagi dan bukan tidak mungkin dia mampu mengembangkan kemampuan lain di masa depan.


Aya benar-benar berharap jika bayi itu tidak perlu mengalami hal yang sama pada sekolah virtualnya tapi dia juga tidak bisa menjaga bayi itu selama hidupnya.


Warisan terbaik dari orang tua sebenarnya bukanlah harta dunia. Tapi sebuah ilmu yang pasti akan berguna untuk dirinya sendiri .Bukan saja untuk membangun emosinya menjadi lebih baik tapi juga membuat dia bisa berkembang dan menjaga ekonomi keluarga tetap stabil.


Sudah banyak kejadian di mana orang kaya generasi kedua mampu menghancurkan kekayaan orang tuanya hanya karena sifat mereka yang egois dan tidak toleran dengan orang lain.


Perilaku yang cenderung meremehkan orang-orang di bawahnya. Membuat dia memiliki banyak musuh daripada yang seharusnya.


Ketika ada kejadian di rumah ,dia tidak mampu bertahan tapi terus jatuh dan jatuh lagi dalam lubang yang tidak bisa membuat dia bangkit lagi.


"Walikota hanaya,kau datang?"sapa seorang wanita tua yang melihat Aya baru masuk ke dalam taman.


"Oh nenek ai,apa kabar?"kata Aya ramah.


"nenek baik-baik saja, sudah berapa hari kamu tidak datang di taman ini tiba-tiba nenek selalu teringat walikota.oh nenek baru masuk baru saja memasak sup tulang sapi. makan dengan mie dan beberapa saus pasti akan bertambah lezat . Hem tunggu sebentar ya nenek akan ambil karena satu porsi untuk mu"kata nenek dengan penuh harap berharap agar walikota tidak menolak untuk mencicipi kerajinan tangannya.


Sudah berapa kali dia ingin aya menerima pemberiannya tapi walikota aya terus saja menolak dan menolak lagi. Nenek jadi sedih sendiri tapi dia sama sekali tidak berputus asa terus saja membujuknya untuk mencoba paling tidak cobalah cicipin untuk satu kali saja.


"oh nenek tidak perlu repot-repot aku sudah sarapan tadi ini hanya sekedar jalan-jalan lagi pula suntuk seharian berada di rumah"jelas aya dengan serius.


Dia tidak bohong walaupun tadi di rumah cuman makan roti bakar bersamaan dengan telur mata sapi. itu pun dibarengi dengan segelas kopi susu yang hangat. Jadi sekarang dia tidak lapar sama sekali.


"siapa bilang merepotkan ini tidak merepotkan sama sekali. nenek malah senang kalau walikota mau makan masakan nenek.kau tau nenek membuat ini tapi mungkin tidak bisa menghabiskannya dalam waktu 3 hari"kata sang nenek yang beralasan.


Tapi aya melihat lampu indikator di atas kepalanya melambangkan dia sedang sedih karena ditolak aya.


"Oh kenapa masaknya begitu banyak cobalah untuk membuatnya sedikit" kata aya membujuk sang nenek . Dia baru saja mencerna sarapan paginya dan sekarang disodori dengan makanan lagi.


Perutnya tidak sebesar itu


"Ya tidak banyak kok hehehe"


Nenek itu tidak bercerita sama sekali tapi aya tahu apa yang terjadi. Sebenarnya sang nenek selalu pergi dari rumah ke rumah ketika orang-orang membeli daging.


Daging saat ini ukurannya sudah begitu besar. Ketika seseorang membeli daging mereka tidak mungkin bisa menghabiskannya dalam satu hari.

__ADS_1


Tapi tidak ada penjual daging yang mau menjual daging dalam ukuran perkilo. Bahkan untuk membeli daging sapi atau daging babi , mereka hanya dijual setiap 10 kiloan.


Contohnya seekor ayam , ayam yang paling kecil saja berukuran 20 kiloan per ekor. Jika seseorang ingin membeli ayam dia harus mencari orang lain terlebih dahulu untuk membagi dua satu ekor ayam.


Tapi jika seseorang memiliki kulkas di rumahnya mereka mungkin bisa menyimpannya alih-alih memasaknya untuk hari itu.


Tapi tidak semua orang mampu membeli kulkas bukan.


Nah nenek ini tadi sudah begitu akrab dengan orang-orang yang selalu membeli daging.


Sejak pertama kali melakukannya, orang-orang sudah tahu dan tidak perlu nenek datang untuk meminta.


Yang diinginkan oleh sang nenek bukanlah daging tapi tulang dari ayam dan sapi itu.


Sebenarnya ada pengepul yang mengumpulkan tulang-tulang yang tidak diinginkan oleh banyak orang.


Ada beberapa hal yang bisa dilakukan dengan tulang-tulang ini dari beberapa pabrik bumbu dapur.


Tapi jika mereka hanya memiliki sedikit lebih baik memberikannya kepada si nenek.


Tulang-tulang ini direbus nenek dengan beberapa bumbu tambahan selama satu malam penuh.


Di hotel kapsul ada sebuah dapur yang bisa digunakan bersama-sama.


Agar tidak mengganggu orang lain nenek mulai merebusnya ketika orang sudah tidak lagi menggunakan dapur di malam hari.


Maka tulang yang sudah dipotong kecil-kecil ini direbus dari sejak malam sampailah ketika orang-orang sudah bangun tidur.Di mana mungkin mereka memerlukan dapur.


Hanya pada saat itulah nenek bisa beristirahat mengganti waktu tidurnya dari malam menjadi siang hari


sup dari tulang ini nantinya akan dijual di nenek ke dalam persatuan. Setelah sup disaring meninggalkan air beningnya rasa dari daging itu masih tersisa di dalam sup.


Mungkin tidak ada yang menginginkan tulang tapi sop ini masih layak dijual di beberapa restoran kecil yang tumbuh seperti jamur di musim hujan.


Nenek memiliki tiga warung kecil yang menginginkan jasanya. Jadi dia harus selalu mengirimkan sup kaldu ini kepada pelanggannya sebelum pagi hari.


Dengan sup itu pemilik warung hanya perlu menambahkan mie dan suwiran daging di atasnya .Berikut dengan bawang goreng sebagai pelengkap. jika mau beberapa warung juga menambahkan kerupuk agar lebih canggih


Itu simple untuk pemilik warung dan mereka pikir sup ini sangat murah jika dibeli dari sang nenek daripada mereka membuatnya sendiri di rumah.


Bukan saja mereka harus mencari dan atau membeli tulang. Tapi juga memerlukan waktu lama untuk merebusnya agar kaldunya bisa lebih enak dan lebih gurih.


Berbeda dengan si nenek pemilik warung pasti enggan untuk meminta-minta sisa tulang pada orang lain.


Yang jelas tidak akan pernah bagus untuk reputasi warung mereka nanti. Karena itu mereka masih mau membeli kaldu ini dengan nenek ditambah lagi harganya yang cukup murah.


Harga ini memang cukup murah tapi bagi nenek itu adalah hidup nya.


Dari penghasilan yang sedikit ini nenek mampu membayar sewa hotel kapsulnya dan juga membeli beberapa makanan yang masih dia ingin makan.


Bukan hanya satu nenek, tapi beberapa nenek lain juga mengikuti perilaku ini. Tidak ada yang melarang mereka melakukannya hanya tidak diperbolehkan merebut langganan nenek yang lain.


Tidak ada yang membuat pengaturan seperti ini .Tapi semua orang berpikir itu adalah baik dan tidak ingin memulai perkelahian hanya karena uang yang sedikit itu.


Sebuah perkelahian memiliki arti kartu hitam di kota ajaib . Jadi siapa yang ingin membuka kartu hitam jika hidup di kota Ajaib Ini benar-benar bebas dari khawatir.


Aya tidak bergerak di tempatnya ketika sang nenek sudah kabur untuk membawa sesuatu.


Inilah yang terjadi jika aya pergi ke taman.


Seseorang juga datang menyapa aya dan memberikan beberapa sosis goreng dengan alasan sosis ini untuk si kecil.


Padahal anda bisa bayangkan sosis sekarang tidak seperti sosis yang dulu. Di mana ukuran mereka hanya sebesar jari orang dewasa


Sosis menggunakan usus dari binatang itu sendiri. Bayangkan bagaimana besar usus itu ketika pemilik tubuhnya mengalami perubahan secara signifikan.

__ADS_1


Sosis terkadang memiliki ukuran sebesar paha bayi. Ketika akan digoreng untuk ditusuk-tusuk mereka harus memotongnya lagi dalam ukuran yang sesuai.


Penjual sosis goreng dan berbagai jenis gorengan lain banyak bertebaran di sepanjang taman. Semua orang sedang berusaha untuk hidup salah satunya dengan cara membuka warung-warung kecil seperti ini.


Kehidupan seperti ini memang hampir mirip dengan kehidupan sebelum hari kiamat terjadi.


"Paman tidak perlu aku baru saja selesai sarapan" tolak Aya dengan cepat. Dia tidak ingin membuat orang-orang ini kehilangan uang hanya karena ingin menyenangkan hatinya.


Aya hanya ingin jalan-jalan oke.


"Paman memberinya untuk little han bukan untukmu kok hehehe simpan di kulkas jika dia belum mau makan"setelah berkata begitu Paman tersebut langsung kabur sehingga dia tidak bisa dipanggil lagi.


Aya bukannya tidak mau tapi sosis yang kemarin masih ada di dalam kulkas.


Mana mungkin dia memiliki waktu untuk memakan semua itu sementara ada begitu banyak hal di dalamnya.


Terkadang dia membagi semua kepada keluarganya bahkan menghidangkan ini untuk makan siang.


Sudah beberapa kali aya mengatakan agar tidak perlu mengirimkan barang seperti ini tapi tidak ada seorangpun yang mengindahkannya.


Dulu aya sudah berhenti pergi ke taman gara-gara ini .Tapi kemudian ketika dia datang lagi orang-orang malah memberinya dengan cara sembunyi-sembunyi seperti yang dilakukan hari ini.


Baru saja dia menarik nafas, seseorang datang lagi dan meletakkan jagung yang sudah dibakar tanpa berbicara satu patah kata pun.


Bukan hanya jagung tapi ada juga roti bakar dan segala sesuatu yang dijual di sini.


Hei ...


Aya tidak bisa menahan senyumnya dengan perilaku orang-orang di sini. Setelah memberi barang mereka berpura-pura tidak terjadi apa-apa.


Bahkan tidak ada yang memandang ke arahnya sama sekali. Seolah-olah bukan mereka yang sudah mengirim barang-barang tersebut di samping kursinya.


Walaupun sedikit lucu tapi bagi aya ini adalah sebuah penghiburan untuknya. Mungkin mereka ingin mengatakan terima kasih atas hidup yang lebih baik daripada di luar sana.


Ungkapan terima kasih yang sepele tapi bagi aya benar-benar membuat dia bersemangat dan hidungnya menjadi masam di saat yang sama..


Hadiah mahal dari orang-orang kaya mungkin tidak sebanding dengan hadiah sepele dari mereka yang miskin ini.


Tidak lama kemudian nenek ai datang lagi dengan semangkok sup panas berisi mie dan perlengkapannya.


Bisa dilihat jika nenek begitu khawatir seandainya walikota sudah pergi ketika dia datang. tapi begitu melihat walikota masih duduk dengan cantik di sana kegelisahannya tiba-tiba hilang entah ke mana.


Wajahnya tersenyum seterang matahari. Sebanding dengan terangnya lampu indikator kebahagiaan di atas kepalanya yang dilihat oleh aya.


Aya yang memang sudah kenyang mencoba memaksakan diri untuk memakan sup ini .jika produk lain bisa dibawa kembali berbeda dengan semangkuk dengan minyak yang tidak mungkin dibawa pulang.


agar nenek tidak kecewa lagi dia berusaha menelannya namun memberikan jeda waktu sedikit dengan berbicara panjang lebar dengan si nenek.


Tanpa terasa berjam-jam sudah berlalu ketika aya tidak sadar menghabiskan satu mangkok mie, dua porsi es serut dan dua batang jagung .


Baru kemudian masih kecil kembali bersenang-senang karena memiliki perasaan mengantuk.


Sudah waktunya kembali ke rumah lagi dengan alasan si kecil perlu tidur.


Tapi little han tidak kembali dengan tangan kosong ada begitu banyak hal di tangannya yang kecil.


Robot pengasuh juga menenteng beberapa hal di lengannya yang gemuk. Jelas saja anak itu benar-benar disodori beberapa makanan yang perlakuannya sama persis pada Aya.


Melihat itu aya hanya bisa menarik nafas panjang. Sungguh bukan maksud ayah untuk membuat intrik seperti ingin meminta makanan.


"oh nenek ai, Terima kasih nenek ai, mie itu sangat enak sekali. Aku pulang dulu ya karena little han sudah mengantuk nenek" kata aya sopan.


Nenek ai tersenyum ramah dan menganggukkan kepalanya. dia mengatakan akan senang jika walikota datang lagi besuk.


Ayah hanya menggangguk tapi dia berkata tidak berjanji karena ada begitu banyak hal yang membuat dia jarang bisa bersantai seperti ini.

__ADS_1


Padahal itu hanya alasan saja, dia tidak ingin membuat orang-orang yang berjualan di sini menjadi direpotkan hanya untuk menjaga hatinya.


Tapi yang jelas aya benar-benar bergembira melihat semua orang senang tinggal di kota ajaib nya.


__ADS_2