
Sekelompok orang sedang menarik gerobak dengan wajah malu.Mereka menjual mie daging.
Ini adalah keluarga Wen yang malu.
Setelah tidak berhasil menemukan pekerjaan di sektor manapun. Kelompok ini sama sekali tidak memiliki pilihan selain daripada membuka warung dadakan seperti sekarang.
demi pengiritan mereka bahkan memaksakan diri untuk tinggal di hotel kapsul alih-alih dengan rumah yang bertingkat.
Apapun yang terjadi tinggal di hotel kapsul itu masih lebih baik dibandingkan dengan tinggal di pangkalan sebelumnya.
Masih ada listrik 24 jam dan air yang mengalir tanpa henti di sana.Bahkan ada kamar mandi dan dapur yang bisa digunakan secara gratis.
ketika dana di kantong sudah tidak ada lagi, mereka satu keluarga terpaksa keluar untuk mencari dana tambahan.
Untung saja tidak perlu berjalan jauh dari kota ini.Hanya perlu mencari beberapa inti kristal dan mereka pulang setelahnya.
Dengan dana yang didapatkan mereka berencana untuk membuka membeli gerobak dan menjual makanan di taman kota.
Memang ada begitu banyak orang yang memiliki pekerjaan seperti ini karena dorongan ekonomi.
Awalnya mereka tidak yakin bisa ,karena tidak satupun di antara mereka memiliki pengalaman berjualan seperti itu apalagi tidak ada pengalaman dalam memasak.
Tapi seseorang yang berbaik hati di hotel kapsul segera mengusulkan ide ini. Ada beberapa kelompok wanita tua yang mendedikasikan diri untuk menjual sup dasar.
Selain harganya cukup murah mereka juga tidak perlu repot-repot memikirkan tentang rasa.
Cukup membeli sup ini dan sajikan dengan beberapa mie dan pelengkapnya. Jadi hanya tinggal menjualnya saja di taman.
Selain daripada mie daging ada juga hotspot yang bisa di kirim kan pada pelanggan nya dengan mangkok.
Harga akan naik lagi jika pelanggan menginginkan porsi yang lebih besar dengan isian yang lebih mewah.
pekerjaan ini memang cukup melelahkan dan membuat malu di awal tapi setelah menjalaninya mereka cukup nyaman dengan itu.
Lagi pula tidak semua orang di kota ajaib mengenal siapa itu keluarga Wen. Jika pun ada orang yang menyaksikan kejadian di pintu gerbang kemarin mungkin mereka sudah melupakannya begitu saja.
Dengan pengajaran di awal bagaimana mungkin mereka mau melakukan ngengat lagi. Jadi sekarang keluarga ini benar-benar jujur melakukan pekerjaan masing-masing. Dan termotivasi untuk menabung agar bisa mengembalikan masa kejayaan keluarga Wen seperti di masa lalu.
Tapi benarkah tidak ada seorangpun yang masih mengingat keluarga Wen.
Itu mungkin benar jika tidak ada sosok yang menghampiri ayah dari wen ji.
"Tuan Wen?kau kah ini?"
Pria tua yang sudah memiliki banyak cucu ini mengangkat kepalanya dan terkejut ketika melihat siapa yang menyapanya ini.
"Tuan mei?"
"Ohh tadinya aku pikir aku salah orang tapi sekarang aku bersyukur masih bisa menemukanmu dalam kondisi hidup di hari kiamat ini"Kata Paman Mei yang langsung memeluk Pak Tua Wen seolah-olah mereka memang seakrab itu.
Wajah ayah dari wen ji ini tiba-tiba membiru dan sebentar-bentar memerah dengan cepat. Perubahan ini mungkin dari wujud dari rasa keterkejutannya, malu dan juga terpana di saat yang sama.
Sulit untuk menemukan orang-orang di masa lalu yang masih menghargai mereka seolah-olah tidak ada kejadian sama sekali.
Jadi dia mulai menghargai pria yang masih menganggapnya manusia ini.
"Ohh Tuan Mei melihat dari kondisinya sepertinya kau baik-baik saja sekarang.Apa begitu?"Tanya seorang pria yang datang dari belakang.
Dia adalah saudara Wen ji,Wen dongsu.
Tahun ini usianya sudah 42 tahun. putranya bahkan sama usianya dengan Wen ji. Dia memiliki pemikiran yang sama dengan ayahnya yang sudah tua.
Orang di depannya ini masih menghargai status lama keluarga mereka dan mereka juga harus menghargainya dengan cara yang sama.
Tapi di dalam hati dia bertanya apa status pria ini sekarang. Dari cara dia berpakaian dan berbicara jelas dia tidak memiliki pengaruh apapun di hari kiamat.
__ADS_1
Tidak seperti mereka yang jatuh begitu jauh.Hanya bisa bersyukur karena masih hidup di saat ini.
Tiba tiba saja timbul reaksi alam bawah sadarnya .Jika dia mungkin bisa memanfaatkan kenalan yang berharga ini.
Walaupun hidup dengan cara berjualan di taman masih bisa menjamin mereka makan lengkap .Tapi dengan tinggal di hotel kapsul, itu juga bisa dikatakan sebuah penghinaan yang tidak bisa diterima.
"Hahaha Tuan muda Wen, sekarang aku hanya bergantung hidup dengan keponakan yang memiliki pekerjaan tetap di biro penyiaran.Apa kau ingin,ini Mei li" kata Paman Mei yang tidak ingin berbasa-basi terlalu lama.
Orang-orang di depannya ini sangat menjijikkan, pakaiannya yang lusuh bisa membuat dia kontaminasi kemiskinan dengan dirinya yang jelas-jelas sudah berbeda status.
"Mei Li, siapa dia?" tanya pak Tua Wen yang mencoba mengingat-ingat sosok ini.
"Ah bukankah dia gadis yang aku tenangkan dengan putra bungsu mu dulu" kata Paman Mei mencoba mengingat kan lagi peristiwa lama.
Wen dongsu segera mengingat pertunangan pada tahun itu. Pertunangan tapi orangnya tidak ada di tempat. Ini menjadi sebuah lelucon yang tidak ada habis-habisnya di sekitar lingkaran pertemanan mereka.
Hal ini juga yang mengungkap jati diri Wen ji sebagai putra bungsu dari keluarga Wen.
Sungguh Wen dongsu mengutuk sang ayah yang selalu bisa menebar benih kemanapun dia pergi.
Tapi sekarang sepertinya pertunangan itu bisa menyelamatkan mereka dari kesengsaraan ini.
Nona Mei Li kan.
"Ohh aku ingat dia, jadi dia dapat pekerjaan di mana?" tanya Pak tua gembira
Pria tua Ini benar-benar mendapat pengajaran hari itu .jadi hari ini dia tidak pernah berpikir ingin mengambil keuntungan dari pihak lain. Hanya saja dia bersyukur jika kenalan ini tidak memiliki nasib yang serupa dengan yang mereka alami sekarang.
Paling tidak Putri dapat pekerjaan dan mereka bisa hidup makan dan berpakaian bagus tanpa perlu bersusah payah.
Tapi berbeda dengan putranya yang satu ini. Dia menegakkan telinganya dan bersemangat ingin mencari tahu di manakah Gadis itu sekarang bekerja. Berapa gajinya dan apakah dia bisa mencarikan mereka pekerjaan juga.
"Ohh keponakanku itu gajinya tidak banyak tapi cukuplah untuk membeli mobil dan perumahan di gedung xx.Hen dia adalah bos di departemen penyiaran. ada puluhan karyawan di bawahnya hehehe"
"Ohh begitu, bos di departemen penyiaran? jika orang ingin membuat manajemen artis apakah harus melapor dulu Padanya?"
Dia hanya tahu tentang gajinya saja dan tunjangan.
"Tuan mei , anda beruntung sekarang. paling tidak kau bisa berpakaian bagus dan tidak khawatir tentang apa yang akan dimakan besok" kata pak tua dengan menyesal.
Putranya sekarang adalah kepala desa pemimpin tertinggi di kota ajaib cabang ibukota ini .Tapi lihat apa yang ada dengan dirinya sekarang.
Jika saja dia tidak terlalu egois dan lebih merendah diri .mungkin Putra itu masih akan berbaik hati.
Hanya saja,begitu sampai mereka sudah menyinggungnya .Bagaimana mungkin dia akan memberikan mereka wajah ini .
Keluarga wen ini bekerja di siang hari dan secara terus-menerus. Jadi mereka tidak pernah mendapatkan berita yang terjadi di luar itu.
Keluarga bahkan tidak mengetahui jika Wen ji sudah pindah ke kota ajaib utama dan mengganti jabatan dengan presiden yang baru saja diangkat.
Karena kejadian di pintu gerbang semua keluarga wenmulai menekan rasa keberadaan mereka. Karena itu mereka jarang bersosialisasi dengan orang orang di sekitarnya.Mereka masih ingin hidup dan tidak ingin terus-menerus di landa dengan rasa malu.
"Hahaha sepertinya kalian terlalu merendah.ohh setiap orang sekarang mulai berubah dan kalian sedang menjual makanan di sini.Ayolah pak tua biarkan anak-anak yang melakukannya mari kita berbicara di sana oke"katanya dengan nada ramah seraya memeluk pundak pria tua itu.
"Ayah jarang sekali bisa bertemu dengan teman lama pergilah, kami akan berada di sini"kata wen dongsu seolah-olah dia adalah anak yang terbakti. tapi rasa bakti ini lebih rendah dibandingkan dengan kebutuhan pribadinya.
Jika saja memiliki pilihan lain mana mungkin dia mau bersusah payah mendorong gerobak seperti ini.
Mereka adalah keluarga kaya dengan puluhan bawahan di rumah dan sekarang terpaksa mendorong gerobak.
Cis,mana bisa.
"Tidak , Tuan Mei aku sekarang sedang bekerja anak-anak akan malas jika tidak ada ayahnya. Bagaimana kalau kita meluangkan waktu di lain hari saja" tolak nya.
Dia memang ingin pergi berbicara dengan teman-teman lama. Tapi sekarang dia memiliki perasaan rendah diri yang lebih dominan.
__ADS_1
Pria tua ini adalah orang yang sering berkecimpung dalam dunia sosial. Walau bagaimanapun Paman meili ini menyembunyikannya .Tapi dia bisa melihat secercah sinar jijik di matanya.Dia pikir Paman mei tidak sejujur kelihatannya.
"Begitu kah, sayang nya aku tidak selalu punya waktu senggang.jadi...
Wen dongsu kecewa dengan ayahnya tapi dia juga tidak ingin terlalu terlihat bersemangat.Tapi sekarang pikirannya penuh dengan uang dan uang.
Kerena itu dia berkata,"Tuan Mei mereka sudah bertunangan tapi apakah akan ada kelanjutannya atau berakhir karena hari kiamat?"
Paman Mei sudah hilang harapan tapi kemudian dia tersenyum mendengarnya karena ini adalah pertanyaan yang sudah dia tunggu-tunggu dari tadi.
"Ohh kami adalah keluarga yang berkomitmen. jika tidak ada masalah di tengah maka pertunangan tentu saja masih akan dilanjutkan dan itu masih berlaku sampai sekarang tapi tidak tahu dengan keluarga kalian" katanya.
"Itu...
"Tuan Mei tentu saja itu masih berlaku. hanya kami tidak menduga jika sisi kalian masih mengingat pertunangan ini"
Wen dongsu segera memotong kata-kata ayahnya.Ayahnya sudah tua dan pemikirannya juga begitu pendek. Bagaimana mungkin hal-hal baik seperti ini bisa dilepaskan dari tangan.
" ya kan, kalau seperti itu kita masih akan menjadi keluarga di masa depan.ah Wen ji itu kan kepala...
"Jangan pikirkan tentang dia, anak itu memiliki pemikirannya sendiri Jadi lupakan saja perkembangan ini dan anggap saja tidak pernah terjadi"kata Pak Tua itu yang langsung memotong pembicaraan.
Mereka sudah di tekan sedemikian rupa dan tidak ingin ditekan lagi karena mengaku-ngaku kerabat dari kepala desa kota ajaib.
Paman mei tidak puas dengan perilaku ini dia pikiran Pak Tua hanya sedang menyembunyikan identitas anak nya saja.Siapapun di masa lalu tahu hubungan apa yang terjadi pada ayah dan anak ini.
Tapi walau bagaimanapun mereka masih berhak menentukan pernikahan untuk putra mereka. Tidak peduli apa darah itu lebih kental daripada air.
Berpikir seperti itu Paman meili tidak pergi tapi malahan mengambil kursi dan duduk di sana. Seraya berbicara tentang masa lalu dan tentu saja berkaitan dengan pertunangan.
Selain dari Pak Tua Wen yang lain juga bersemangat mendengarnya.Jadi paman Mei Li merasa pernikahan itu semakin dekat saja.
Di tempat lain,papa mei li sudah ganti baju bawah gedung pencakar langit di mana salah satu lantai adalah tempat kerja putrinya.
Dia memang belum pernah pergi ke sini tapi tidak sulit mencarinya karena gedung ini begitu populer sekali.
Tanyakan saja pada seseorang maka mereka akan secara aktif menunjukkan lokasinya.
Apalagi ada pilot otomatis yang bisa menentukan arah. karena itu dia tidak takut tersasar.
Tapi masalahnya ada di sini, dia perlu mencocokkan janji pada robot resepsionis terlebih dahulu jika ingin naik ke atas.
("Halo bisa dibantu pak")
"Hem Aku ingin bertemu dengan Nona mei dari departemen penyiaran,aku papanya"tanya nya .
Padahal tidak perlu juga menjelaskan hubungan apa di antara mereka. Karena robot rapesionis memiliki data lengkap tentang penduduk di kota ajaib.
Dari urutan DNA saja dia sudah menyadari hubungan mereka hanya dalam kurun beberapa detik.
Jadi robot tidak peduli sama sekali dia langsung bertanya,("tidak ada janji dibuat hari ini jadi maaf sekali anda tidak bisa naik")
"Hem tidak bisa kak adapun jualan ini ada urusan mendadak di rumah?"tanyanya lagi pada si robot.
("jadwal nona Mei ketat, ini penuh sampai 2 bulan kedepan")
"Sialan , Hem kalau gitu apa aku harus menghubungi terlebih dahulu?"pikirnya. pantas aja anak itu jarang kembali ke rumah . Jadwal nya aja begitu ketat bahkan sampai 2 bulan ke depan.
Hei ,sepertinya pekerjaan di kantor tidak semudah yang dipikirkan.
Walaupun berpikir begitu papa dari meili ini tidak bisa kembali dengan tangan kosong. Biasanya yakin jika pulang yang mengatakan tidak bisa membawa Gadis itu kembali bersama. Mungkin dia akan diludahi dengan sumpah serapah lagi.
Tapi mendengar jadwalnya begitu kata dia juga ragu untuk menunggu.
Tidak perlu dikatakan lagi ,sebenarnya Mei Li sudah pun melihat papanya datang terburu-buru dan masuk ke dalam gedung percakar langit. Untuk apa pria itu datang jika tidak ingin bertemu dengan dirinya.
__ADS_1
Jadi sebelum papanya bertanya dia sudah menghubungi robot resepsionis yang mengatakan jika jadwalnya hari ini begitu ketat dan tidak bisa menerima tamu lain lagi.
Mei Li di tepuk pundaknya oleh kapten Tim. Ini hanya mengungkapkan kata jika mereka semua mendukung nya.