
Lima orang dewasa dan satu wanita hamil, segera keluar dari rumah yang berada di tingkat 8 mereka berlari cepat menuju ke arah pintu lift berada.
Karena ini adalah hari pertama, tidak begitu banyak zombie yang berlarian.Beberapa zombie sudah pun dibunuh sewaktu aya dan han ji datang tadi.
Beberapa penghuni rumah tetangga, juga melihat aksi mereka. Namun tidak ada yang bergerak ataupun berteriak. Ini adalah hari pertama jadi semua orang masih merasa aman dan yakin jika seseorang akan datang untuk membantu mereka.
Mereka sama sekali tidak akan pernah menyangka jika bantuan yang diharapkan tidak akan datang sama sekali.
Jadi ketika sekelompok orang berlari meninggalkan ruma. para tetangga hanya mendengar dan berpikir orang-orang ini adalah orang yang bodoh.
Adapun para zombie sebenarnya adalah orang-orang yang sakit.
Sementara itu keluarga Han tidak mau tahu apa yang dipikirkan oleh orang lain. Mereka hanya bergerak cepat menuju pintu lift dan berhasil masuk ke dalam lift tidak lama kemudian.
Ketika pintu lift ditutup semua orang sudah dalam keadaan berkeringat dingin.
Tidak ada yang bersuara karena kondisinya sangat tegang dan mereka akan bertarung begitu pintu lift terbuka lagi.
Semuanya memegang senjata masing-masing dengan erat, tanpa sadar tangan yang menggenggam pisau semuanya sudah basah dengan keringat nya sendiri.
Tiba di sini timbul satu pertanyaan lagi. Bagaimana caranya mereka bisa menemukan sebuah rumah yang benar-benar kosong di lantai 1.
Ada hampir 30 rumah di lantai 1. Sulit untuk menemukan rumah itu ada penghuninya atau tidak.
"Kakek Lin? aya mari kita coba lihat di rumah kakek Lin, bagaimana?" tanya han ji pelan.
Sama orang tidak punya waktu untuk berpikir jadi mereka hanya berkata oke.
Kakek Lin tinggal bersama istrinya saja. Mereka adalah pasangan tua yang anaknya tinggal di tempat yang jauh.
Beberapa tahun yang lalu keduanya menolak untuk tinggal di panti jompo tapi lebih menyukai tinggal di sebuah rumah di lantai 1 mereka memilih lantai satu karena kondisinya yang agak sulit untuk turun dan naik.
Karena anak anak nya punya banyak uang. Jadi mereka bisa memilih sebuah hunian yang dirasa cocok dengan kondisinya saat itu. Posisi rumah memang di lantai 1 dan di dekat pintu lift. itu juga tidak jauh dari aula.
Dengan begitu rumah kakek Lin sama cocok dijadikan tempat rumah singgah.
Tapi yang dipikirkan oleh aya dan han ji sebenarnya bukan masalah lokasi.Ini adalah masalah yang terkait dengan zombie.
Orang tua sangat rentan dengan virus zombie. Jadi untuk bertahan pada sesi pertama ,sepertinya akan sulit untuk pasangan tua itu.
Itulah mengapa rumah mereka adalah calon target yang pertama.
Jika pun mereka berhasil sama mas tidak apa-apa menambahkan dua lansia di dalam.
__ADS_1
Tiba-tiba saja semua orang memandang angka di pintu lift yang menunjuk mereka sedang turun.
Mereka sama gugupnya ketika aya dan han ji naik menggunakan lift tersebut.
Tidak ada yang bicara tapi semua orang tahu apa yang harus dilakukan.
Bunuh dan potong.
Begitu pintu lift terbuka,mereka segera lagi ke arah rumah Kakek Lin. Hanya ada dua zombie yang menunggu di pintu lift dan itu segera dihabisi oleh aya.
Mamah aya dan Mama han ji segera muntah melihat aya dengan mudahnya membunuh zombie itu.
Ini adalah pertama kalinya mereka melihat pembunuhan seperti ini. Mendengar dan melihat langsung itu berbeda jauh. Jadi wajar jika mereka tidak tahan dan muntah di tempat.
Zombie yang dibunuh ini memakai pakaian seragam. Artinya ini adalah para pekerja pembersihan yang memang bertugas di pagi hari.
Tidak jauh dari pintu lift ada beberapa zombie lagi yang tertarik dengan suara di sini. Mereka bergerak ke arah keluarga Han dengan niat membunuh.
Untung saja mereka bergerak lamban tapi han ji dan aya tidak mau melepaskannya. Selagi belum kuat ini adalah waktunya untuk membunuh. Jadi keduanya maju dan segera menghabisi beberapa zombie yang tiba-tiba datang.
Papa aya dan papa Han ji merasa malu. Jika mereka hanya berpangku tangan dan melihat anak-anak ini maju tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
Anak-anak juga harus belajar bagaimana melindungi diri sendiri dengan membunuh para zombie.
Jarak antara lift dan pintu rumah kakek lin berjarak sekitar 15 meter saja.Tapi untuk sampai di jarak sependek itu sebenarnya ini sudah menghabiskan waktu sekitar 15 sampai 20 menit .Karena ada beberapa zombie yang perlu dibersihkan terlebih dahulu.
Dari perjalanan ini masing-masing mampu membunuh satu zombie.
Mama aya sebenarnya takut tapi dia sangat ingin menjadi kuat untuk melindungi anak dan cucunya. Jadi untuk menutupi rasa takut ,dia malah berteriak dan bergegas menuju zombie.
Aaaaaaaaaa...
Suara teriakan itu malah menarik zombie. anamun begitu dia berhasil membunuh zombie pertama di dalam hidupnya.
Setelah pembunuhan pertama dia tidak lagi kaku untuk melakukan pembunuhan kedua.
Saat mereka semua aktif untuk maju menghabisi zombie. Papa aya sudah tiba duluan di pintu rumah. Saat ini semua pintu rumah menggunakan kode khusus sebagai kuncinya .
Tapi papa aya ini bergerak di bidang security keamanan perumahan. Jadi dia bisa melakukan sesuatu untuk mendobrak rumah tanpa membobol kuncinya.
Hanya dengan berbekalkan lima jari nya saja, pintu yang terkunci bisa terbuka lebar.
"Oke semua nya masuk"kata papa aya dengan cepat.
__ADS_1
Tapi papa han ji masih waspada dengan dua lansia di dalam.Dia masuk dengan pisau dapur di tangannya.
Benar saja,di pintu kamar dua lansia yang sudah pun menjadi zombie terlihat bersemangat ketika keluarga han masuk.
Mereka berjalan dengan perlahan tapi tangannya menggapai-gapai seolah-olah tidak sabar untuk menarik daging-daging segar ini.
Karena sudah melewati fase pertama dalam memotong kepala zombie. Jadi tidak ada keraguan lagi untuk itu.
Dia langsung melambaikan pisaunya dan satu kepala wanita tua jatuh ke lantai.
Karena jarak yang dekat jadi dia tidak berhenti di sini tapi melambaikan sekali lagi dan pria tua mantan tetangganya itu juga tidak bisa bergerak lagi.
Begitu keduanya selesai dengan dua lansia. Semua orang sudah pun masuk ke dalam rumah dan buru-buru mengunci rumah dari dalam.
Aya yang han ji masuk terakhir kali tapi mereka tidak berhenti sampai di situ.
Ambil selimut tebal di dalam kamar lalu bungkus 2 mayat itu ke dalam selimut.
Mereka akan tinggal di sini untuk beberapa saat jadi melihat zombie sewaktu waktu adalah ide yang buruk.Apalagi masih ada wanita hamil di tengah tengah mereka.
Yang lebih kejam lagi,mayat itu di simpan dalam gudang dan di kunci dari luar.
Baru setelah itu semua orang bisa santai lagi.
Sementara yang lain duduk dua wanita bergegas berkeliling area untuk melihat situasi yang bisa mereka selamatkan saat ini.
Pertama kali dituju adalah dapur.
Sayangnya dapur dalam kondisi kosong dua lansia bukanlah orang yang suka memasak mereka lebih suka memesan di luar.
Jadi tidak ada apapun di sini selain dari sisa makanan tadi malam.
Karena ini adalah hari pertama di mana zombie zombie itu lahir .Maka pasokan listrik dan aliran air masih ada.
Manfaatkan semuanya untuk mengisi power bank yang ada. cari sesuatu yang bisa menggunakan listrik cadangan.
Kipas angin dan senter yang menggunakan baterai isi ulang. Semua ini diambil untuk dibawa dalam perjalanan nanti.
Mereka juga tidak menunggu tapi dengan cepat mengisi segala sesuatunya dengan air. Panci ,vas, baskom dan bathtub ,semuanya diisi dengan air bersih.
Aya dan han ji hanya melihat kesibukan dua wanita itu. Tapi mereka sudah letih dan tidak bisa membantu sama sekali.
Ini baru hari pertama.
__ADS_1