
Silviana dan separa stafnya menunggu dengan patuh di bandara tempat bergerak sekalipun.
mendekati bandara.
Semakin lama hari berlalu hati Silviana dan para krunya tiba-tiba mendingin dan segera berpikir buruk.
"Ibu Silvia bagaimana nihh buk sepertinya tidak ada yang hidup di sini" kata seorang staf yang juga sudah menangis duluan.
Mereka yang sudah tidak sabar lagi, baru saja kembali untuk menjelajahi seisi kota. tidak ada mobil ataupun sepeda motor di sini tapi untung saja kota ajaib memberikan sepeda yang bisa dipakai untuk keliling kota.
walaupun agak melelahkan tapi pekerjaan ini pasti akan menyenangkan Kita mereka bisa menemukan orang-orang yang masih hidup. Artinya perjalanan mereka sejauh ini tidak lah sia sia belaka.
Tapi sayangnya sepanjang Sore dan sampai malam pun.Mereka tidak bisa menemukan satu orang pun di kota yang sudah terbentuk ini.
Hanya ada satu hal saja yang bisa terjadi.Seluruh manusia yang ada di sini sudah musnah karena pepohonan yang tiba tiba saja menjadi mutan.
Kantong semar, durian anggang, mangga bahkan pohon ulin yang menjadi kebanggaan Kalimantan karena merupakan pohon endemik dari Kalimantan Timur.
Begitu juga dengan pohon tengkawang tungkul ,merambang ,anggrek hitam dan sebagainya.
Dulu mereka adalah ciri khas di Kalimantan ini .Tapi sekarang mereka adalah salah satu dari sumber penyebab kematian di sini.
Setelah berkeliling tapi tidak menemukan seorang pun yang hidup mereka kembali lagi di tempat di mana ibu duta sedang menunggu.
Tapi mereka tidak kembali dengan kabar baik melainkan kabar yang buruk.
"Gimana buk, sekarang kita pulang dengan sia-sia tidak ada yang bisa kita lakukan lagi. Apalagi kita sudah menanggung hutang begitu banyak apa yang harus kita bayar pada kuota ajaib setelah ini?"
tidak seorangpun yang bisa menjawab pertanyaan itu .Karena itu adalah hal yang sedang dipikirkan oleh Silviana saat.
ibu duta dari Indonesia ini menghapus air matanya dan mencoba untuk tegar dia harus ikhlas karena tidak bisa menyelamatkan keluarganya yang tercinta.
Tapi sekarang dia bisa membantu orang yang masih hidup.
Setelah menghapus air matanya dia langsung menghubungi walikota hanaya di kota ajaib.
Begitu gelang komunikasi terhubung.Segera terdengar suara walikota hanaya yang begitu lembut dan merdu khas anak-anak remaja.
"Ibu duta , hahaha Sekarang Anda adalah orang pertama yang menghubungi saya kemarin. hari ini anda menghubungi lagi apakah untuk mengatakan kabar baik?"kata aya.
karena perjalanannya hanya memotong waktu 1 jam lebih memang Silviana tiba lebih awal daripada kelompok yang lain.
Tapi sekarang Silviana tidak menghubungi untuk memberikan kabar baik tapi dia malah memberikan kabar terburuk yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.
"Walikota hanaya, Saya memang tiba lebih awal dari yang lain tapi mungkin saya yang paling sial di antara yang lain. begitu saya tiba dan sampai saat ini tidak ada satu orang pun di ibukota Nusantara.Sepertinya...
kata-kata itu menggantung begitu saja tapi ayah segera menangkapnya dengan sesuatu yang buruk.
"Ohh begitu, jadi sekarang apa rencana ibu duta selanjutnya?"
"saya menghubungi walikota saat ini untuk meminta bantuan dan mohon maaf jika menyinggung kota ajaib. tidak bermaksud untuk menyinggung tapi ini benar-benar di luar imajinasi saya sebagai perwakilan Indonesia"kata nya dengan suara yang menahan tangis.
"ohh Saya sangat senang bisa membantu siapapun tapi kalau boleh tahu apa yang bisa saya bantu?"kata aya yang mencoba menebak isi hati dari wanita yang bergelar perwakilan negara ini.
Kira-kira apakah dia ingin kembali ke kota ajaib dan menjadi penduduk tetap secara tidak ada lagi orang yang hidup di ibukota. Tapi aya hanya ingin mendengar alasan ini secara langsung dari mulut orang yang bersangkutan.
"begini walikota, dengan menahan malu saya ingin berhutang lagi kepada walikota atas sejumlah dana untuk membuka 37 titik kota sekaligus"
"tapi berkenaan ini saya juga tidak bisa menyebut berapa lama saya bisa membayar tunggakan hutang ini. saya pikir penduduk dari negara ini tidak sebanyak dulu mungkin akan sedikit lama dibanding dengan negara lain"kata nya yang merasa malu.
Aya sangat terkejut dengan pengajuan proposal seperti ini. Diketahui untuk membuka satu titik di ibukota negara saja memerlukan hutang yang tidak sedikit. Tapi sekarang duta perwakilan ini benar-benar sedang mengajukan proposal untuk membuka 37 titik sekaligus.
Apa dia bercanda?
__ADS_1
"Tapi Saya pikir itu pasti tidak bisa hanya saja perlu diketahui apakah di setiap titik itu memiliki ciri khasnya masing-masing sebagai sebuah potensi yang layak diperhitungkan?"tanya aya yang tentu harus memikirkan masalah untung dan ruginya.
Jika sebuah negara saja mau berhutung begitu banyak dalam satu gerakan. Bagaimana jika episode ini diketahui oleh negara lain dan ingin melakukan hal yang serupa.
Jadi aya sangat bersikeras tidak ingin memulai sesuatu yang buruk dan tidak baik untuk di tiru.
Tapi jika ada sesuatu yang khusus sehingga hutang Ini bisa diselesaikan dalam tenggat waktu yang serupa. Mungkin dia akan berubah pikiran.
"beberapa wilayah bisa menghasilkan minyak bumi dan juga gas alam. mungkin tidak sekaya yang ada di beberapa negara tapi aku bisa menjaminnya jika ini akan memuaskan dan mungkin bisa menjadi potensi bagus untuk kota ajaib"
Bukan itu saja ada mimika di Papua, gunung pongkor di Bogor .Sumbawa di NTB. martabe di Sumatera Utara. Pujon di Kalimantan Tengah .
gosowong di Maluku Utara .7 bukit di Banyuwangi dan Nanggroe Aceh Darussalam.
Mereka semua adalah penghasil emas terbesar di Indonesia.
Jawa Timur masih menjadi provinsi yang memiliki luas panen padi terbesar nasional.
jangan lupa Indonesia juga menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia bersama dengan Malaysia.
jangan lupa masih ada Sulawesi Selatan yang menjadi produsen budidaya perikanan terbesar di Indonesia.
belum lagi beberapa kabupaten yang membuat tambak ikan dan penghasil ikan kering terbesar di Asia.
ada juga beberapa daerah yang menjadi sentra petani garam meskipun tidak bisa diekspor keluar.
Ada juga beberapa daerah yang menghasilkan karet di masa lalu. seperti Sumatera Selatan contohnya yang mampu menghasilkan sekitar 30% dari total produksi karet nasional diikuti oleh Sumatera Utara dengan produksi total sekitar 15% dari total keseluruhan.
lebih dari 2 jam ibu perwakilan dari Indonesia ini menjelaskan apa saja hal-hal bagus yang bisa diproduksi di Indonesia.
Aya dibuat tercengang mendengar berita ini dia sama sekali tidak pernah menyangka akan ada sebuah negara yang memiliki potensi sebesar itu di masa lalu tapi belum begitu terkenal ke kancah internasional.
Mereka bukan saja bisa berkembang melalui segi pertanian dari biji-bijian karet dan sawit.mereka bahkan bisa menghasilkan minyak bumi gas alam dan juga emas belum lagi batubara dan sebagainya.
Jika seperti ini mudah untuk membayar hutang-hutang itu di masa depan. Hanya saja persyaratannya temukan pemimpin yang tidak serakah dan juga rendah hati.
"Walikota, aku hanya duta di sini tapi aku bisa berjanji agar hutang Ini dibayar dalam waktu sesingkat-singkatnya. lalu bagaimana walikota apakah pengajuan hutang ini akan terima?"kata Silviana .
Dari nada bicara walikota tadi jelas dia tertarik dan berpikir ulang tentang penambahan hutang ini.
Walaupun hutang negara akan menjadi membengkak karenanya Silviana tidak peduli sama sekali. dunia sudah benar-benar hancur dan begitu juga dengan negaranya yang tercinta.
Tapi jika masih ada satu orang yang diselamatkan di setiap provinsi. Maka bisa dikatakan penyelamatan ini tidak sia-sia.
"Oke Aku sedang menghitung untung ruginya tapi jika kau berjanji bisa membayar semua hutang hari ini dalam ajang ke waktu 3 tahun, ya..
"Aku bisa " kata. Silviana buru buru.
baiklah kalau begitu pergi cari titik koordinat yang cocok begitu juga cetak biru dari perkotaan yang ingin kau bangun nantinya"
"Terima kasih walikota aya, kalau gitu izinkan aku mengundurkan diri untuk mempersiapkan segala sesuatunya 37 titik sekaligus dan itu mungkin memerlukan waktu 1 minggu dari sekarang" katanya lagi.
Tiba-tiba saja rasa kesedihan yang tadi dirasakannya berganti dengan sebuah harapan yang menyala begitu terang.
"baiklah aku akan menunggumu tapi hati-hati ya."
"Oke "kata Selvia yang langsung menutup pembicaraan ini.
para staff yang mendengar pembicaraan ini merasa tidak begitu yakin dengan ide yang akan dilakukan oleh ibu Silvia ini.
walaupun rencananya agak mustahil tapi mereka harus mencoba daripada berpangku tangan yang menunggu sesuatu yang tidak pasti di sini.
"Ibu Silvia, apa yang harus kami lakukan sekarang?"
__ADS_1
Hem begini, kemarin menurut perjanjian di pedesaan tepatnya di taman mini Indonesia indah. bangunan di situ tidak akan mengalami apapun bahkan tidak ada sehelai kertas pun yang dipindahkan, ingat?"
pada waktu itu Silviana sedang berpikir jika Indonesia hancur maka dia bisa melihat kebudayaan dan jejak masa lalunya di taman mini Indonesia indah. jadi dia mempertahankan itu sebagai bentuk dari warisan sejarah.
saat ini tempat itu berpotensi untuk Indonesia memulai segalanya.
" buatlah tim yang terdiri dari dua orang. setiap tim harus mengambil dua provinsi sekaligus untuk ditulis data koordinat dan juga akar budayanya"kata nya dengan semangat juang.
Setiap provinsi memiliki ciri khas masing-masing dan itu tergambar jelas di taman mini Indonesia indah.
Berapa luas provinsi dan juga berapa anggaran bangunan yang bisa ditempatkan di sana semuanya di harus bisa diperinci secara detailnya.
ini adalah kerja keras untuk beberapa staf yang bahkan tidak memiliki pengalaman di bidang ini tapi mereka tidak memiliki seseorang yang bergerak di bidang itu hanya bisa mencoba nasib dan membuat jalan untuk negara ini sendirian.
"pastikan gorong gorong dan bendungan cukup lebar di setiap lokasi. Indonesia adalah hak negara tropis yang terkadang mengalami banjir tapi juga kerap mengalami kekeringan"
Selesaikan ini semua dalam tiga hari setelah itu aku akan menelitinya lagi. setelah penelitian selesai satu tim akan dikirim ke lokasi itu untuk membuat kotak cabang.Apa bisa?" katanya lagi.
"Tapi Bu, jika kami yang pergi membuka cabang bukankah itu artinya kami akan menjadi kepala desa di setiap titik itu. lalu apa yang akan ibu lakukan jika ibu sendirian di sini?"
"Tidak Indonesia adalah negara besar ibukota bukan satu-satunya tempat yang perlu diselamatkan. setiap dari kita memiliki tanggung jawab di pundak masing-masing maka lupakan saja kesulitan dan mari bahu membahu agar semuanya berjalan lancar"
Kalau dipikir lagi setiap orang yang pergi membuka kota mungkin tidak akan kembali lagi ke ibukota dengan tanggung jawab di pundak mereka.
Mereka semua saling pandang dan tidak yakin bisa memikul tanggung jawabnya begini berat. masing-masing dari individu adalah staf yang diperbantukan bukan ahli di bidang itu.
Tapi seperti yang dikatakan oleh ibu Silviana mereka tidak memiliki pilihan lain negara ini terlalu besar dan tidak bisa bergerak hanya dengan satu orang saja.
Kalau ingin membantu maka berpencar lah.
Setelah pemikiran panjang pada akhirnya proposal ini disetujui. Dengan begitu semua orang berhamburan lagi pergi ke taman mini Indonesia indah. Untuk menuliskan data-data yang diperlukan untuk membangun sebuah kota lain.
Bahkan tim ini tidak kembali sampai malam tiba.
Tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan di sini karena tidak akan pernah ada zombie dan para mutant yang masuk. Di samping itu makanan masih akan selalu tersedia di setiap titik karena keberadaan mesin makanan instan.
Jadi Silviana Herman juga tidak khawatir dengan kepergian mereka meninggalkan dia dan seorang asisten di sampingnya.
dia juga sedang meneliti beberapa hal yang akan dibandingkan dengan apa yang sudah dibuat oleh para stafnya itu.
Bangunan-bangunan yang nantinya menjadi ikonik di setiap provinsi juga haruslah khas sehingga tidak akan sama di setiap kotanya.
agak lucu jika sebuah kota penghasil karet memiliki bangunan dengan bentuk pohon karet sebagai bangunan ikonik.
Dan tidak mungkin juga kota yang menghasilkan ikan harus menggambarkan bentuk ikan sebagai gambaran tentang provinsi mereka.
ada juga beberapa hal transportasi yang harus disertakan agar mempermudah para penduduk nantinya berinteraksi dengan penduduk yang lain.
Seperti sebuah provinsi yang mengandalkan ikan menggunakan akan meminta beberapa armada kapal ikan yang bisa langsung pergi ke laut.
Atau beberapa titik yang perlu mengandalkan kereta api express demi menunjang transportasi.
Ada juga beberapa bandara yang dibangun. Satu provinsi harus memiliki satu bandara walaupun kecil. Sepertinya pekerjaan ini mudah karena hanya corat-coret di kertas yang tidak penting tapi ini akan menjadi wajah dari setiap provinsi itu di masa depan.
Jadi ini harus dipertimbangkan dengan matang.
Lagi pula gedung yang digambar secara acak ini akan menjadi sesuatu yang permanen di masa depan. Sulit untuk menggantinya lagi jika sudah dikirim ke kota ajaib nanti.
Di sinilah letak perbedaan antara duta negara lain dan duta negara Indonesia. Begitu datang mereka harus kembali lagi untuk menambah hutangnya yang berkali-kali lipat.
Bukan dua kali atau tiga kali lipat .tapi 38 lipat sekaligus. Angka yang begitu fantastis sekali tapi diharapkan bisa ditutupi dalam waktu 3 tahun.
Indonesia semangat, kau pasti bisa.
__ADS_1