
Aiden Morgan, dikelilingi oleh orang-orang yang mengantri di pintu gerbang kota ajaib, merasa ketakutan yang tak terbendung. Tatapan cemas dan kecemasan menghiasi wajahnya, sementara hatinya berdegup kencang.
Dia merasa seakan-akan semua orang di sekitarnya dapat membaca pikirannya dan mengetahui identitasnya yang tersembunyi sebagai zombie. Penuh kegelisahan, Aiden berusaha menekan rasa takutnya yang meluap-luap agar tidak menarik perhatian yang tidak diinginkan.
Dia merasakan napasnya yang berat, rasanya seolah dunia di sekitarnya menyempit, dan keadaan menjadi semakin terasa terik. Suara orang-orang yang berbicara dan tertawa di antrian terdengar semakin jauh, ditutupi oleh kekhawatiran yang menghantui pikirannya.
Dalam kegelisahan yang memenuhi dirinya, Aiden berusaha untuk tidak menunjukkan ketakutannya secara jelas. Dia mencoba mengekang perasaan cemasnya dengan napas dalam, berharap dapat menenangkan diri dan menemukan jalan keluar dari situasi yang semakin mencekam.
Setiap detik terasa seperti seribu tahun baginya. Dia terjebak di antara orang-orang yang tidak menyadari siapa sebenarnya dia. Aiden berusaha mengendalikan ketegangan dalam dirinya dan memaksakan senyum palsu di wajahnya, berharap dapat memperdaya mereka yang mungkin mencurigai keberadaannya.
Namun, semakin lama dia berada dalam antrian, semakin besar rasa cemas yang menyusup ke dalam pikirannya. Aiden merasakan adrenalin mengalir melalui tubuhnya, dan perasaan terjebak semakin menguat.
Tapi meskipun ketakutan dan kecemasan melanda, Aiden terus berusaha untuk tetap berdiri tegak. Dia tahu bahwa satu langkah yang salah atau gerakan yang mencurigakan bisa menjadi bencana bagi identitasnya yang tersembunyi.
Dalam situasi yang mencekam, Aiden mengulangi mantra dalam benaknya, "Tetaplah tenang. Jaga kendali. Kau bisa melaluinya." Dia berharap dapat melewati momen ini dengan selamat dan mencari cara untuk menjaga rahasianya tetap terjaga.
Dengan tekad yang kuat, Aiden memperkuat hatinya dan berusaha memfokuskan pikirannya pada tujuannya yang lebih besar: mencapai kota ajaib dan memulai kehidupan baru. Meskipun ketakutan masih ada, dia tahu bahwa dia harus melewati antrian ini dengan bijaksana dan hati-hati.
Sementara itu, Aiden terus menunggu gilirannya dengan harapan yang rapuh. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan membiarkan ketakutan menguasai dirinya dan akan mencari jalan keluar yang aman.
Di bawah sebuah pohon yang teduh, sekelompok petualang berkumpul untuk merencanakan perjalanan mereka ke tempat yang diyakini menyimpan banyak kelompok Zombie berkumpul.
John adalah pemimpin yang berpengalaman dan bijaksana .
Emily ahli strategi yang cerdas.
Alex petarung tangguh dengan keahlian bertarung, dan Sarah, peneliti yang ahli dalam penemuan benda-benda mistis.
Aiden Morgan, yang sedang berada di dekat mereka, tidak sengaja mendengar percakapan mereka. Diam-diam, dia tertarik dengan rencana mereka dan penasaran tentang inti kristal tersebut. Dia memutuskan untuk mendengarkan dengan hati-hati, bersembunyi di balik orang orang yang sedang antri.
"Menurut informasi, ratusan zombi terkururung di dalam gua yang terletak di pegunungan terpencil. Namun, perjalanan menuju gua tersebut tidaklah mudah. Kami harus melalui hutan yang penuh rintangan, melewati sungai yang ganas, dan akhirnya mencapai gua yang tersembunyi di dalam tebing." kata pemimpin Tim"
"Saya telah memetakan rute terbaik berdasarkan informasi yang kita dapatkan. Kita harus melintasi jembatan lama di sungai itu dan melewati hutan yang dipenuh dengan hewan mutan. Persiapan dan kerjasama akan menjadi kunci keberhasilan kita." kata emili.
"Saya akan memastikan kita aman selama perjalanan. Kita harus siap menjaga tim ini dan melindungi kita dari ancaman apa pun yang mungkin muncul di sepanjang jalan."
Aiden, yang menyimak percakapan mereka dengan antusias, berpikir bahwa perjalanan ini mungkin merupakan kesempatan baginya untuk menemukan jawaban dan memenuhi tujuan hidupnya. Dia merasa tergugah oleh tekad dan semangat tim tersebut.
Namun, dalam hati Aiden, pertanyaan-pertanyaan bermunculan. Apakah dia akan bisa bergabung dengan tim ini? Apakah mereka akan menerima dirinya yang sebenarnya? Bagaimana jika identitasnya sebagai zombie terbongkar? Dia merasa ragu dan khawatir, tetapi di saat yang sama, tekadnya untuk mencapai inti kristal semakin kuat.
Sementara tim terus membahas rencana mereka dengan semangat, Aiden memutuskan untuk mencari kesempatan untuk berbicara dengan mereka dan menggunakan Tim ini sebagai batu loncatan.
Aiden Morgan terus menyusup kan kemampuan mental nya dalam keseriusan nya mengantri.Dia berusaha tak terlihat di antara anggota tim yang tengah berdiskusi. Namun, tiba-tiba salah satu anggota tim memperhatikan kehadirannya dan bergerak mendekatinya.
Tapi yang tidak di duga adalah salah satu dari tim ini adalah pengguna kemampuan mental juga sehingga orang ini juga bisa merasakan jika anda seseorang yang sedang memguping.
Anggota tim segera menghentikan pembicaraan dan menghadap Aiden dengan curiga,"Hei, siapa kamu? Apa kamu kau mencuri dengar pembicaraan tim kami?"katanya.
Aiden Morgan terkejut dan tidak tahu harus merespons apa. Namun, kemampuan mentalnya segera bergerak untuk mencari solusi yang paling aman.
Jaringan mental yang di miliki oleh Aiden Morgan adalah level Lima tapi masih dalam tahap perkembangan.
Sehingga kemampuan pria tadi bukan lah lawan Aiden Morgan sama sekali.
Akibatnya pria itu terdiam tapi tidak ada yang mengetahui jika teman mereka sedang di serang dengan kemampuan mental.
Aiden Morgan segera mengatur wajah serius " Ya maaf teman teman, saya telat"
Semua anggota Tim sekarang menatap Aiden dengan skeptis.merrka jelas tidak kenal dengan Aiden tapi karena kemampuan mental.
Tim ini sudah mengalami rekayasa memori di mana mereka berpikir jika Aiden adalah anggota mereka sendiri.Sehingga tanpa sadar mereka berpikir jika Aiden Morgan adalah kapten tim yang sudah lama mereka kenal.
__ADS_1
Anehnya lagi, kapten asli tidak tau jika pangkat nya sudah di turunkan secara langsung.
"Hehehe , sekarang aku sebagai kapten Tim, akan memberikan kalian instruksi yang baru"Kata nya.
"Instruksi terbaru? Kenapa kami tidak diberitahu sebelumnya?" gumam mereka dalam hati.Aneh tapi dia kan kapten jadi ikutan aja lah.Begitulah kira kira pikiran tim ini.
" Ada beberapa perubahan rencana mendadak"Kata Aiden Morgan.
" Baiklah, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?"Kata Mantan kapten yang malang.
"Kita harus segera melanjutkan perjalanan ke tempat persembunyian para zombie itu Setelah itu, saya akan memberikan petunjuk lebih lanjut"
Mantan kapten mengarahkan pandangan ke anggota tim lainnya "Baiklah, kita ikuti rencananya. Kamu harus memastikan informasi yang kamu berikan valid, Aiden"
"Tentu, saya akan memastikannya. Kita tidak punya banyak waktu. Mari kita bergerak sekarang"Kata Aiden Morgan lagi.
Tim tersebut akhirnya menerima kehadiran Aiden Morgan sebagai anggota tim dan bersiap untuk melanjutkan perjalanan mereka. Aiden berharap bisa memanfaatkan situasi ini untuk mencapai tujuannya yang lebih besar.
Aiden Morgan bergerak seraya berbicara dalam hati ,"Jika aku tidak bisa masuk ke dalam kota ajaib ini, aku harus mencari jalan untuk membangun kota sendiri.Kota di mana para zombie bisa tinggal dan berkembang. Mengapa aku harus terus menyembunyikan identitasku dan hidup dalam ketakutan? Aku bisa menciptakan kota sendiri. Aku bisa membuat lingkungan yang ramah bagi zombie, di mana mereka bisa menjadi diri mereka sendiri tanpa rasa takut atau penindasan"
" Jika aku berhasil, aku akan menjadi pemimpin mereka, membawa perubahan positif dalam dunia ini. Saya harus mencari cara untuk mewujudkan visi ini, tidak peduli berapa banyak tantangan yang harus aku hadapi"
(Scene: Tim bergerak dengan hati-hati melalui lingkungan yang penuh dengan rintangan. Mereka menyusuri lorong gelap yang dipenuhi reruntuhan dan puing-puing. Aiden Morgan berusaha keras untuk menyamar sebagai manusia, mengikuti langkah tim dengan hati-hati.)
Aiden Morgan: (berbicara dalam hati) Aku harus tetap tenang dan memainkan peran dengan baik. Mereka tidak boleh tahu bahwa aku sebenarnya seorang zombie. Aku harus menyesuaikan perilaku dan gerakanku agar tampak seperti manusia biasa. Semua gerakan dan tindakanku harus tampak alami dan meyakinkan.
Tim melanjutkan perjalanan mereka, dengan Aiden terus berusaha menyamarkan identitasnya sebagai zombie. Dia berjalan dengan tenang dan mengikuti langkah anggota tim dengan teliti.
" Aku berhasil lolos tanpa mencurigakan. Mereka tidak mengetahui rahasia sebenarnya di balik penampilanku. Tetapi aku harus tetap berhati-hati. Aku harus terus mempertahankan penampilan dan tindakan manusiawi agar tidak terbongkar." kata Aiden Morgan berbicara dalam hati.
Baru saja Aiden Morgan berjalan beberapa langkah tiba-tiba saja. Dia melihat pria yang tadinya berbicara di dengan Aiden sedang ditangkap oleh robot penjaga setelah terdeteksi terkontaminasi oleh virus zombie.
"Pria bernama Richard Thompson, usia 45 tahun. Persentase kontaminasi virus zombie sebesar 5 persen. Harap dihadapkan untuk pemeriksaan lebih lanjut"
Richard Thompson yang namanya di sebut tentu saja jadi terkejut dan ketakutan "Tidak, tidak mungkin! Aku tidak bisa terkontaminasi! Ada kesalahan!"
"Richard, tetap tenang! Mungkin ada kesalahan dalam sistem deteksi robot"Kata orang yang di depan, mungkin mereka adalah sebuah Tim juga.
" Kami tahu kamu bukan zombie, Jika kau terkontaminasi kenapa kami tidak tahu kau sedang terluka.Lagian Ricard,ada kolam untuk melakukan penetral virus,apa lagi baru lima persen kan"kata yang lain nya.
"ya Ricard tenang saja, tidak apa apa. paling paling kau hanya harus berendam di kolam semalam suntuk kan hahaha "kata orang pertama dengan lucu.
Dengan adanya kolam renang itu, maka terkontaminasi lima persen bukan kahh apa apa, jadi mereka sedikit santai.
Namun tidak begitu dengan Aiden Morgan,di mana dia langsung berniat untuk tidak lama lama di sini.
Kota ajaib adalah kandang ayam yang buruk untuk zombie seperti dia.
" Persentase kontaminasi 5 persen. Richard mungkin memiliki paparan kecil terhadap virus karena tersentuh oleh ku tadi.Jadi ini tidak bisa di katakan main main.aku harus tetap berhati-hati dan mempertahankan identitasku yang seolah-olah manusia"pikir Aiden Morgan yang mulai merasa kan ada firasat buruk.
Tapi kemudian robot penjaga berkata lagi dengan kata-kata yang hampir tidak bisa di percaya "Persentase kontaminasi Enam persen. Identifikasi tidak dapat diubah. Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan"
Richard Thompson segera ketakutan dan frustrasi .Baru beberapa menit sudah naik dari lima jadi Enam persen,ohh secepat itukah."Tidak, tolong, saya tidak ingin jadi zombie!"
Anggota Tim nya juga berpikir demikian, kecepatan satu persen setiap dua menit, jika begitu hanya dalam durasi satu jam saja maka...
"Oh Richard, cepat lah pergi....
"Ya kawan,kami tidak mau kehilangan mu, cepat lah!"
Segera saja Richard berlari dengan kecepatan tinggi ke arah kolam renang di samping.Dia tidak menunggu di tarik oleh robot keamanan untuk pergi ke kolam.
__ADS_1
Rasa takut di wajah nya jelas sekali terlihat oleh semua orang.Segera adegan ini mewarnai area masuk ke kota ajaib
Aiden Morgan juga memperhatikan ketakutan yang jelas terpancar dari wajah Richard. Dia merasa tidak nyaman tapi menyadari bahwa situasi ini juga dapat memperburuk kecurigaan orang orang terhadap dirinya sebagai zombie yang sempurna.
Sementara itu Richard Thompson yang sudah terjun bebas ke kolam,bisa bernafas lega namun dia jelas masih ketakutan ." Terima kasih kota ajaib! Terima kasih banyak! Saya benar-benar tidak ingin terkontaminasi!"
Beberapa anggota timnya juga heran, mereka keluar bersama sama.Richard tidak terluka walaupun sedikit tergores kan .Secara mereka pergi dengan persiapan lengkap .
Jadi kapan Richard terkontaminasi.
Sementara itu Aiden Morgan dan Tim melanjutkan perjalanan mereka dengan Richard yang masih berada dalam pikiran nya.
Tentang bagaimana cara tercepat agar dia bisa pergi dari sini.Tentang dia yang menyesalkan keputusan nya untuk pergi ke kota ajaib.
Yang jelas saat ini robot penjaga pintu gerbang segera mengoordinasikan agar sistem darurat di berlakukan segera.
Dengan jumlah orang yang begitu banyak berdiri di antrian yang panjang menular. Tidak mungkin robot penjaga bisa mengetahui siapa pelaku dari penggunaan kemampuan mental ini.
Tapi teknologi yang digunakan oleh robot penjaga ini bukanlah teknologi yang dibuat oleh manusia. Ini adalah teknologi yang dibuat di luar angkasa oleh para. Kira-kira jutaan tahun setelah hari ini.
Karena itu teknologi ini juga bisa memperkecil area target. Target dicari adalah seseorang yang memiliki kemampuan mental. Jadi saat itulah robot segera mendeteksi beberapa orang yang memiliki kemampuan yang sama.
Tapi diperkecil lagi dengan tingkatan kemampuan itu sendiri level 5 ke bawah tidak akan dipedulikan oleh robot.
Diketahui kemampuan hanya bisa bertahan dengan durasi satu jam atau lebih, itupun dengan kemampuan yang diperkirakan hanya sekitar setengah dari kemampuan pemiliknya.
Tapi pendeteksi ini menerima informasi jika kemampuan yang dilepaskan setingkat lebih tinggi dari kemampuan level 5. Tapi tingkat penggunaannya sudah lebih dari 2 jam yang artinya pemiliknya adalah seseorang yang lebih kuat dari level 5 itu sendiri.
Saat Aiden Morgan dan tim masih berada di antrean, tiba-tiba robot penjaga mendeteksi keberadaan kemampuan mental yang baru dilepaskan di sekitar area di mana dia berdiri.
Robot Penjaga berkata dengan suara mekanis " Deteksi kemampuan mental baru yang diaktifkan. Aktivasi Pembatasan Teknologi Tinggi"
Secara instan, sekeliling antrian dikelilingi oleh perisai energi yang tercipta dari teknologi tinggi yang dikembangkan oleh alien. Pembatasan ini bertujuan untuk mencegah siapapun yang memiliki kemampuan mental untuk keluar dari area tersebut.
Tentu saja hal ini membuat beberapa orang yang memiliki persyaratan yang tercukupi tentang target, segera menjadi heboh dan khawatir.
" Apa yang terjadi?! Mengapa kita terperangkap di sini?"
" Sepertinya robot penjaga mendeteksi kemampuan mental yang baru dilepaskan dan memutuskan untuk mengurung kita"
Sementara itu pelaku aslinya ,Aiden Morgan sedang berbicara dalam hati. "Mereka telah mengetahui keberadaan kemampuan mentalku. Tapi aku harus tetap tenang dan mencari cara untuk melepaskan diri"
Sejak awal masuk ke area antrian dia memang sudah melepaskan kemampuan mentalnya. Ini dikarenakan dirinya sedikit ragu dan berpikir mungkin ada celah bagi manusia bisa mendeteksi keberadaannya sebagai Zombie.
Pada puncaknya dia malah menggunakan kemampuan yang lebih tinggi untuk mempengaruhi kelompok dari tim ini dengan mencuri identitas kapten.
Baru kemudian para robot menyadari ada celah di sini.
Secara bertahap, kehebohan dan kekacauan melanda tempat antrian. Orang-orang mulai memprotes penangkapan ini, mengutuk pelaku yang tidak diketahui.
" Ini tidak adil! Mengapa kita semua harus terperangkap di sini?"
"Siapa yang bertanggung jawab atas ini? Mereka harus bertanggung jawab!"
"Kami hanya ingin masuk ke kota ajaib! Mengapa mereka membatasi kita seperti ini?"
Aiden Morgan menyadari bahwa perhatian orang-orang masih terfokus pada pembatasan teknologi tinggi . Tapi belum menyadari bahwa dirinya adalah sumber kemampuan mental yang dideteksi.
" Sementara mereka masih sibuk dengan kehebohan ini, aku harus mencari celah untuk keluar dari situasi ini tanpa menarik perhatian lebih banyak"
Aiden Morgan berusaha untuk tetap tenang dan mencari peluang untuk meloloskan diri dari pembatasan yang dibuat oleh robot penjaga. Mereka menyadari bahwa waktu mereka semakin terbatas dan harus bertindak cepat sebelum situasi semakin memburuk.
__ADS_1