
Di tengah pembatasan teknologi tinggi, robot penjaga mulai memindai semua individu yang berada dalam antrian dengan menggunakan teknologi tinggi yang canggih.
Robot Penjaga berbicara dengan suara mekanis " Inisiasi pemindaian. Mengidentifikasi kemampuan mental yang baru dilepaskan dan pelaku yang terkait. Aktivasi teknologi pemindai tinggi"
Teknologi pemindai yang ditempatkan di sekitar antrian mulai beroperasi. Dalam sekejap, sekelompok sinar cahaya biru terpancar dari sensor teknologi dan menyapu semua orang dalam jangkauannya.
Deskripsi Teknologi Pemindai Tinggi:
Teknologi pemindai ini terdiri dari berbagai sensor canggih yang memancarkan sinar cahaya biru dengan frekuensi dan panjang gelombang yang unik. Sinar cahaya tersebut terdiri dari pulsa energi yang mampu memindai secara menyeluruh DNA, getaran mental, dan kemampuan psikis seseorang. Teknologi ini juga dilengkapi dengan sistem kecerdasan buatan yang canggih untuk menganalisis dan menginterpretasi data yang terkumpul dengan akurasi tinggi.
Saat pemindaian berlangsung, robot penjaga melihat visualisasi data di panel kontrolnya, termasuk informasi identitas lengkap dan kemampuan mental setiap individu yang dipindai. Dalam hitungan detik, data tersebut diolah dan dianalisis untuk menentukan apakah mereka terkait dengan kemampuan mental yang baru dilepaskan.
Beberapa orang dalam antrian terlihat gelisah dan tegang, sedangkan yang lain tetap tenang namun penuh kekhawatiran. Semua mata tertuju pada robot penjaga yang sedang melaksanakan pemindaian ini. Sementara itu, Aiden Morgan berusaha tetap tenang, berharap bahwa kemampuannya tidak terdeteksi oleh teknologi tinggi tersebut.
Robot Penjaga terus menerus dengan suara mekanis ketika dia bergerak dari satu target ke satu target yang lainnya. "Pemindaian selesai. Hasil....tidak ditemukan memiliki kesamaan dengan kemampuan mental baru yang terdeteksi pada individu dalam antrian"
Aiden Morgan belum merasa lega ketika mendengar hasil pemindaian tersebut. Meskipun semua orang yang berkemampuan mental masih terperangkap dalam pembatasan teknologi tinggi.
Setidaknya identitas Aiden sebagai pemilik kemampuan mental belum terungkap.Namun, dia menyadari bahwa situasi masih berbahaya karena giliran dia belum tiba.Karena itu dia harus segera mencari cara untuk meloloskan diri sebelum robot penjaga datang untuk memindai diri nya.
Sementara Aiden Morgan yang terus berkeringat karena takut.Dia melihat orang tua yang tinggal beberapa langkah dari tempat dia berdiri.Di mana Robot-robot penjaga terlihat sibuk memindai orang-orang yang mereka curigai.
Orang tua itu adalah orang terakhir yang akan di pindai sebelum dia, setelah dia maka giliran nya akan tiba.
" Oh tidak, robot itu akan semakin dekat. Saya harus tetap tenang dan berpura-pura seperti manusia biasa"
Aiden berusaha mengontrol napasnya yang terengah-engah dan berusaha menghilangkan bekas keringat di wajahnya. Dia mencoba untuk menyembunyikan rasa takutnya di balik senyum yang dipaksakan.
Robot Penjaga masih dengan suara mekanis " Pendekatan tahap akhir.... Siap untuk memindai dan mendeteksi target...
Aiden memperhatikan cara kerja robot-robot penjaga dalam memindai orang-orang yang terduga sebagai pelaku. Mereka menggunakan sensor-sensor canggih yang mengeluarkan sinar inframerah yang tidak terlihat oleh mata manusia. Sinarnya melintasi tubuh orang-orang dan mengumpulkan data tentang suhu, getaran, dan komposisi kimia tubuh mereka.
Robot Penjaga masih saja menggerakkan sensor pemindai ke arah seorang pria tua .
....Pendekatan akhir. ...Pemindaian dimulai.
Aiden terus berusaha menjaga sikapnya yang biasa-biasa saja, tetapi ketakutan semakin memenuhi pikirannya. Dia tidak bisa menyangkal bahwa risiko terdeteksinya identitasnya sebagai zombie semakin nyata.
Semua Anggota Tim tertawa meremehkan ."Lihatlah si pria tua itu, seperti apa yang bisa dia lakukan? Hanya lelucon belaka!"
"Ya jika benar itu dia , mungkin dia nyanyuk kan, siapa tahu kan"
Hahahaha.
Aiden memperhatikan timnya yang tidak mengetahui rahasianya. Mereka hanya beranggapan bahwa kemampuan mental ini adalah kepunyaan orang lain bukan Aiden Morgan kan.
" Mereka tidak tahu apa-apa. Mereka hanya melihat apa yang mereka inginkan. Tetapi saya harus tetap waspada. Robot-robot ini semakin dekat dengan orang tua itu"
Robot penjaga menyelesaikan pemindaian pada orang tua tersebut dan melanjutkan pergerakannya. Aiden merasa sedikit lega melihat robot melanjutkan langkahnya. Namun, ketegangan dan rasa takutnya masih melekat, karena dia menyadari bahwa ancaman terdeteksinya identitasnya belum sepenuhnya hilang.
Giliran nya hampir tiba.
Aiden Morgan berbisik pada timnya"Kita harus tetap waspada. Robot-robot ini semakin cerdas dalam memilih target. Kita tidak boleh meremehkan mereka"
Tim mengangguk, meskipun mereka masih tetap meremehkan kemampuan Aiden. Mereka mulai menyadari bahwa situasinya semakin serius dan mereka harus waspada terhadap setiap tindakan dan gerakan yang mencurigakan.
__ADS_1
Tiba-tiba saja Aiden Morgan mendapatkan ide ketika melihat ada topi hitam di antara kerumunan pria yang mengantri. Dia menggunakan sedikit kemampuan mentalnya untuk menempel pada pria dengan topi tersebut,sehingga robot penjaga bisa segera mencurigai orang tersebut karena kemiripan kemampuan dengan target yang dicari.
" Saya harus menemukan topi hitam itu dan mengalihkan perhatian robot. Seseorang harus menjadi kambing hitam, tetapi saya harus memastikan bahwa dia tidak menyadari itu"
Aiden dengan cermat mengamati pria-pria yang berdiri di antrian, mencari tanda-tanda topi hitam. Dia melihat seorang pria yang tampak santai, berpakaian rapi dengan pakaian hitam dan sebuah topi yang terlihat mirip.
Aiden Morgan dengan cara halus segera mendekati pria tersebut dengan wajah serius." Maaf, saya kehilangan topi hitam saya. Apakah Anda melihatnya?"
Pria itu tidak sadar jika dia sedang dalam bahaya,dia hanya mengangguk. "Maaf, saya tidak melihat topi hitam. Semoga Anda bisa menemukannya"
Aiden menggunakan kemampuan mentalnya dengan hati-hati, mempengaruhi pikiran robot penjaga untuk mencurigai pria tersebut.
Robot Penjaga masih berbicara dengan mengeluarkan suara mekanis."Deteksi pola kemampuan mental yang mirip dengan target yang dicari. Prioritaskan pemindaian pada pria dengan pakaian hitam dan topi"
Pria santai tersebut, tidak tahu bahwa dia menjadi target yang dicurigai, mulai disorot oleh perhatian robot-robot penjaga. Mereka mulai memindai dan memantau setiap gerakannya dengan ketat.
" Saya harap dia tidak menyadari bahwa dia menjadi kambing hitam. Saya harus segera mencari jalan keluar sambil mereka sibuk dengan dia" pikir Aiden Morgan.
Aiden terus mencari peluang untuk melarikan diri, tetap waspada terhadap pergerakan robot-robot penjaga. Sementara itu, pria yang di jadikan kambing hitam tersebut tidak mengetahui bahaya yang mengintainya.Dia masih berdiri dengan tenang tanpa menyadari perannya sebagai sosok yang dicurigai.
" Apa yang sedang terjadi? Mengapa robot-robot itu terus memperhatikanku? Aku hanya di sini untuk mengantri"pikir pria tadi dengan heran.
Aiden terus melangkah dengan hati-hati, berusaha untuk tidak menarik perhatian robot-robot penjaga. Dia berharap bisa menemukan jalan keluar sebelum situasi semakin memburuk.
" Saya harus mengambil kesempatan ini dan segera pergi. Saya berharap dia akan baik-baik saja setelah ini. Saya tidak ingin membahayakan orang lain dalam pelariannya"pikir Aiden Morgan.
Adegan: Pemindaian Pria Kambing Hitam
(Scene: Robot penjaga melakukan pemindaian terhadap pria yang dijadikan kambing hitam, namun hasil pemindaian menunjukkan kesamaan yang hanya sebesar 30 persen.)
(Pria yang dijadikan kambing hitam merasa sedikit lega mendengar hasil pemindaian tersebut. Dia masih disorot oleh perhatian robot-robot penjaga, namun perhatian mereka agak berkurang.)
Sementara itu, komputer utama pada robot penjaga, yang bertanggung jawab untuk menganalisis data pemindaian, secara otomatis melakukan pemindaian lebih lanjut saat mendeteksi benang-benang transparan kemampuan elemen mental yang mengalir dari target sesungguhnya, Aiden Morgan.
Komputer Utama: (berpikir dalam algoritma yang kompleks) Identifikasi kemampuan elemen mental yang terdeteksi. Bandingkan dengan database target utama. Kesamaan signifikan ditemukan.
Komputer utama terus memproses data dengan cepat, menghubungkan dan membandingkan kemampuan elemen mental yang terdeteksi dengan profil target utama, Jhon Do.
Komputer Utama segera berkerja dalam algoritma yang kompleks,Aya yang di beri tau secara tiba-tiba jadi bingung karena ini adalah kejadian aneh setelah dua tahun di hari kiamat.
Sistem segera mencocokkan pola kemampuan mental. Profil target utama adalah Jhon Do Identifikasi tingkat ancaman: tinggi.
Sedikit catatan disebutkan di sini karena sebenarnya Zombie tidak memiliki masa lalu. Dia adalah kumpulan dari beberapa elemen manusia di tambah dengan beberapa elemen kimia, sedang kan nama Aiden Morgan adalah sebutan yang di buat kan sendiri oleh zombie ini.
Kembali ke tempat kejadian.
Komputer utama atau sistem aya, segera memberikan peringatan kepada robot-robot penjaga yang bertugas di lapangan.
Ini akan bekerja secara dua sisi ,satu sisi memberi kan perintah pada robot tentang target yang salah.Satu sisi komputer utama atau di sini adalah sistem sang walikota segera memindai target nya yang di sebut sebagai Jhon Do, alias orang tanpa identitas.
Komputer Utama secara otomatis segera mengirim sinyal ke robot penjaga."Target utama terdeteksi. Prioritaskan penangkapan dan penghentian.Segara tangkap, pindai...
... tingkat kontaminasi 100%... bahaya...bahaya...
Robot-robot penjaga segera mengalihkan perhatian mereka dari pria kambing hitam ke Aiden Morgan. Mereka mulai memindai dan memantau gerakan Aiden dengan cermat.
__ADS_1
Aiden Morgan segera menyadari jika pengalihan nya tadi tidak berguna,dia berpikir dalam hati dengan perasaan yang semakin cemas."Saya harus segera pergi dari sini sebelum mereka menyadari identitas saya. Waktu semakin sempit"
Aiden berusaha tetap tenang dan bergerak dengan hati-hati, menyusup di antara kerumunan orang. Dia tahu bahwa situasinya semakin berbahaya dan dia harus menemukan cara untuk keluar dari pengawasan robot-robot penjaga yang semakin dekat.
Robot segera mengeluarkan suara mekanis nya."Prioritaskan penangkapan target utama. Lanjutkan pemindaian dan persiapan penghentian"
Aiden masih berusaha untuk mengendap-endap demi mencari celah untuk melarikan diri tanpa menarik perhatian yang lebih banyak. Dia harus menemukan jalan keluar dengan cepat sebelum terjebak dalam perangkap robot-robot penjaga yang semakin mendekat.
Aiden Morgan yang telah terungkap sebagai zombie, tiba-tiba dikepung oleh robot-robot penjaga secara langsung.
Robot Penjaga segera mengelilingi Aiden Morgan dengan posisi bertahan dengan komposisi berlapis lapis.
Beberapa suara juga dengan lampu merah yang berkedip-kedip segera menjadi fokus semua orang yang ada di tempat itu.
"Target terdeteksi sebagai raja zombie.... Raja zombie...raja zombie...segera...Lakukan penangkapan segera!"
Aiden Morgan merasakan tekanan dan ancaman yang meningkat saat robot-robot penjaga mendekatinya dengan sikap yang mengancam. Dia menyadari bahwa situasinya sangat berbahaya.
Aiden Morgan berusaha menjaga ketenangan " Sial, rahasiaku terbongkar. Harus mencari cara keluar dari situasi ini"
Sementara itu,mimik wajah tim yang tadinya mengira Aiden Morgan adalah anggota mereka berubah menjadi kebingungan dan keheranan saat mereka menyadari bahwa mereka sebenarnya telah terkena serangan mental.
Tim yang tadinya tenang dan percaya diri, sekarang menunjukkan ekspresi kepanikan dan kebingungan. Mereka memegang kepala mereka, menunjukkan rasa frustrasi dan takut yang melanda.
Beberapa orang dari tim itu mulai mundur, dengan ekspresi ketakutan yang tergambar jelas di wajah mereka. Mereka menyadari bahwa Aiden Morgan bukanlah zombie biasa, melainkan seorang raja zombie yang jauh lebih kuat dan berbahaya.
Mimik wajah yang cemas, gelisah, dan takut menjadi pemandangan umum di antara tim dan penonton yang menyadari bahwa mereka berada di tengah bahaya yang tak terduga. Mereka saling pandang, mencoba mencari jalan keluar dari situasi yang semakin genting.
Siapa yang ingin tinggal berdekatan dengan Raja Zombie yang bahkan sudah mirip dengan manusia.
Richard yang masih berada di dalam kolam tiba-tiba menyadari jika itu adalah pria yang sama berbicara dengannya tadi. Baru kemudian dia menyadari jika dia terkontaminasi setelah bersentuhan dengan raja zombie bukan gara-gara dia bertarung di luaran sana kemarin.
Dalam hati dia hanya bisa mengurutkan dadanya dengan kata-kata bersyukur. Untung saja posisi dia terjangkit masih dalam lingkungan kota ajaib jika tidak.....
Bayangkan saja itu
Di saat yang sama,Aiden Morgan dengan cepat mencoba mengumpulkan kekuatan mentalnya dan berpikir cepat untuk menemukan jalan keluar.
Robot juga mengeluarkan suara mekanis," Target akan ditangkap dan dihentikan. Tidak ada pelarian"
Dalam sekejap, robot-robot penjaga mulai mendekat dan menghadang setiap kemungkinan pelarian Aiden. Mereka menggerakkan anggota robotik mereka dengan kecepatan dan kekuatan yang luar biasa.
" Saya harus mencari celah. Robot-robot ini sangat kuat, tapi mungkin ada titik lemah"
Aiden Morgan secara cermat memantau gerakan robot-robot penjaga, mencari celah yang bisa dimanfaatkan. Dia menyadari bahwa meskipun robot-robot tersebut memiliki kekuatan fisik yang hebat, mereka mungkin rentan terhadap serangan yang strategis.
Sistem yang bertindak sebagai komputer utama, segera memberikan instruksi kepada robot-robot penjaga untuk tidak memberikan kesempatan kepada Aiden Morgan untuk melarikan diri. Dengan cepat robot terus bergerak secara terkoordinasi, mencoba menciptakan lingkaran yang sempurna untuk menangkapnya.
"Tidak ada jalan keluar. Tapi aku tidak akan menyerah begitu saja!"pikir Aiden Morgan dalam hati.
Aiden Morgan merasakan tekanan semakin meningkat dan peluang untuk melarikan diri semakin sulit. Namun, dia masih mempertahankan tekadnya untuk bertahan hidup dan mencari cara untuk melawan.
Meskipun dia terkepung, Aiden Morgan menggunakan kemampuan mental dan kecepatan fisiknya yang luar biasa untuk menghadapi setiap serangan robot-robot tersebut. Dia berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan diri dan mencari celah yang mungkin membantunya melarikan diri dari kepungan yang mematikan.
Namun begitu sampai detik-detik terakhir aiden Morgan masih belum mendapatkan ide bagaimana caranya dia bisa kabur di tempat ini dengan selamat.
__ADS_1