
Dengan tidak sabar semua nya sedang menunggu jam 05.00 pagi .Bisa ditebak kenapa mereka melakukan itu, tentu saja untuk menunggu Lima puluh enam gubuk yang baru.
Tepat pada jam tersebut tiba tiba terjadi getaran kecil di sekitar kota ajaib. Aneh memang jika ini adalah pada hari normal ketika anda merasakan gempa seperti sekarang. Tentu saja anda akan memiliki reaksi yang sedikit di impulsif ataupun merasa sedikit takut.
Tapi yang terjadi pada keluarga han malahan sebaliknya. Mereka saling pandang dan tersenyum. Pada akhirnya buru-buru keluar gubuk untuk melihat apakah yang terjadi.
Di luar ada puluhan gubuk yang mirip tapi memiliki nomor yang berbeda ,semuanya sudah berjajar rapi di sudut kanan.
"astaga baru sekarang aku percaya kalau sistem itu benar-benar ada. Gubuk gubuk sebanyak ini bisa datang hanya dalam hitungan detik, Ckckck" kata mama han ji berdecak kagum.
Mama Han ji jadi ingat dengan perumahan kumuh di pangkalan S. Gubuk gubuk ini lebih baik dari pangkalan kumuh tersebut.
"hebat putriku benar-benar bisa membangun sebuah kota" kata mama aya berseru kegirangan. Matanya yang berbinar berkeliling melihat ke segala arah.
"ini putriku." pikir mama aya.
"Hem aya pasti bisa membuat perubahan untuk umat manusia di masadepan. dengan gubuk sebanyak ini berapa nyawa yang bisa diselamatkan" kata papa Han ji
"jangan terlalu memujiku paman. ini semuanya karena sistem.Perfu lihat lihat dulu ,aku masih mengantuk aku tidur lagi ya " kata aya melambai tangan nya pada yang lain.
"oke walikota silakan istirahat kami akan mengurusnya dari sini" kata mama aya tersenyum
"terima kasih para wargaku yang baik hahaha" canda nya
Aya memang merasa kantuk dan semakin sering lelah padahal dirinya hanya berjalan-jalan.Sebenarnya aya hanya tinggal menunggu waktu saja untuk melahirkan anaknya.
Setelah aya pergi semua orang berlari ke arah gubuk-gubuk yang baru.
Senang rasanya memiliki begitu banyak bangunan untuk disewakan namun yang dipikirkan oleh papa aya adalah masalah kamar mandi.
Selama tinggal di gubuk ini dia dikenakan tugas untuk menimba air untuk kebutuhan semua orang.
Bayangkan jika dia harus melayani para penyewa. ini pasti bukan pekerjaan yang mudah.
Ada begitu banyak gubuk baru, bagaimanakah dia bisa menyelesaikan masalahnya.
Tapi sebenarnya apa aya banyak berpikir. Sistem sudah memikirkan semua itu terlebih dahulu.
Setiap lima gubuk ada satu sumur yang memiliki air bersih juga satu kamar mandi dan satu toilet.
Artinya 5 penyewa harus berbagi dalam kebutuhan yang satu ini. Ini buruk tapi sebenarnya orang-orang yang sudah tinggal di hari kiamat merasa masalah ini tidak besar sama sekali.
Ada juga keran umum yang memudahkan keluarga Han dalam menyediakan air yang layak minum.
Semuanya sama persis hanya berbeda angka di setiap rumah.
Satu blok memiliki 20 hunian.
Jadi ini semua dibagi menjadi tiga hunian sekaligus.
Setiap kamar hanya ada ranjang yang keras berikut perlengkapan tempat tidurnya dan satu meja yang sudah tersedia dengan teko air.
Tidak ada yang berbeda walaupun begitu semua orang cukup puas.
Meskipun hanya gubuk dan ranjang yang keras namun keselamatan akan dikedepankan di kota ajaib.
" Han ji apa kau memiliki sebuah buku yang besar? Papa ingin membuat pembukuan terlebih dahulu."kata papa han ji.
Setiap hotel pun memiliki pembukuan tentang keluar dan masuk para tamu.
Siapa tahu ada seseorang seperti Luna dan Jeremy yang memesan kamar lebih awal.
Bukankah semua akan merepotkan jika tidak dicatat terlebih dahulu.
Adapun masalah pembayaran semuanya akan langsung ditelan oleh sistem jadi mereka tidak perlu mencatat pemasukan dan pemesanan.
__ADS_1
Cukup mencatat nomor rumah dan penyewa nya saja.
"untungnya aku ingat untuk mengosongkan toko buku. Kupikir ada beberapa tapi tidak banyak lagi pa" jawab han ji pelan.
Ini adalah salahnya kenapa tidak ingat untuk menyimpan buku dan pena. Jika dia tahu aya akan membangun kota seperti ini mungkin dia akan memprioritaskan masalah itu.
"tidak apa-apa kita akan menghematnya" kata papa han ji menepuk pundak putri nya.
Han ji langsung mengeluarkan sebuah buku berikut dengan penanya.
Dia menyerahkan semua itu pada papa han ji. Ada ada juga sebuah kalkulator penghapus pena dan penggaris juga.
Melihat semua itu Papa Hanji hanya bisa tersenyum pahit. Dia merindukan era teknologi di mana semuanya bekerja dengan komputer.
"tidak apa-apa, kakak ini masih lebih baik daripada kita tidak bisa melakukan apapun. Sekarang kita hanya tinggal menunggu calon tamu masuk hahaha" kata papa aya tertawa senang.
Semua nya otomatis tertawa bersama sama. sejak mereka masuk ke kota ajaib sebenarnya kebahagiaan yang sudah lama hanya itu datang lagi.
Trauma masa lalu Mama han ji juga sudah hilang. Dia hanya menganggap semua ini sebagai sebuah mimpi buruk saja.
"tapi Paman kupikir handuk bersih tidak cukup. Jadi untuk menyewakan handuk dan sabun kurasa itu mustahil" kata han ji mengeluh.
Sebenarnya han ji tidak memiliki banyak stok untuk produk kebersihan. Dulu dia hanya memikirkan masalah perut jadi yang paling banyak di dalam luar angkasa adalah makanan.
Tapi setelah melalui lebih dari 5 bulan di hari kiamat sebenarnya stok makanan juga sudah menipis.
Saat itu semua orang mengkhawatirkan tentang keberadaan ruang angkasa nya. Jadi han ji sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk menambah perbendaraan di luar angkasanya itu.
"tidak masalah barang-barang di luar angkasamu adalah barang yang tidak dihitung oleh sistem.Jadi jangan disewakan jika tidak bisa."kaya mama nya.
"tapi mamah masalahnya 7 hari akan berakhir besok artinya kita juga harus membayar uang sewa besok. aku harus mencari pemasukan agar kita tidak perlu keluar mencari inti kristal"
Memang sebenarnya seperti itu tapi Hanji lupa mereka sudah memiliki banyak inti kristal akhir-akhir ini. Itu sudah pun disetor pada sistem terlebih dahulu.
"jangan khawatir sayang kita akan memikirkan cara bagaimana bisa membayar sewa"mama han ji.
walaupun mereka akan kesulitan namun harga sewanya tidak mahal.
"Hei lihat lihat ke tanah pertanian robot sudah berhenti bekerja. sepertinya dia sudah selesai menanam benih" seru mama aya.
mereka semua memalingkan wajah ke tanah pertanian benar saja robot itu sudah mengganti posisi.
begitu dilihat secara jelas sebenarnya robot itu sedang memanen gandum.
"Ah memanen bukankah baru semalam menanam gandum sekarang malah sudah panen?"
"hahaha ini sudah sesuai dengan namanya kota ajaib. hari ini menanam makan esok akan panen ini bagus"kata Mama han ji.
mereka dengan cepat pergi ke area penanaman di sini jelas robot sudah sibuk memanen gandum.
bulir-bulir gandum itu cukup gemuk dan ukurannya lebih panjang daripada gandum biasa.
tanah tidak besar jadi kemarin ayah menginstruksikan untuk menanam dua macam terlebih dahulu yaitu gandum dan beras.
setelah memanen robot diinstruksikan untuk menanam berbagai macam benih sayuran sekaligus.
Mereka hanya keluarga 6 orang. Dengan tanah seluas ini di tambah dengan kecepatan panen .Mungkin mereka tidak perlu mengkhawatirkan akan makan apa di masa depan.
Cara robot memanen itu sangat sistematis. Dia hanya memotong sekumpulan besar gandum dan memasukkannya langsung ke dalam perutnya.
Tanpa disadari oleh semua orang hal-hal yang dimasukkan ke dalam perut ini. Sebenarnya diproses langsung menjadi bulir bulir gandum tanpa kulit.
Semua kulit batang dan sebagainya sudah diproses lagi dan dikirim lagi ke tanah untuk dijadikan pupuk. Dan itu terjadi pada detik yang sama.
Hasil produksi ini akan langsung disimpan ke dalam gudang secara otomatis.
__ADS_1
Dengan begitu dalam satu kali panen sebenarnya di gudang sudah ada gandum dan beras yang bisa dimakan.
Keluarga Han sangat tercengang mengetahui hal ini. Perlu beberapa waktu ketika mereka menyadari gudang mulai terisi ketika sang robot memanen di tanah pertanian.
Hanya butuh satu jam untuk memanen semua padi dan gandum di tanah yang hanya memiliki 0,5 hektar.
Tapi robot adalah sesuatu yang tidak kenal lelah. Baiknya lagi dia tidak memerlukan energi apapun selain daripada matahari.
Berjemur selama 10 detik bisa mengisi baterai robot untuk 5 hari ke depan.
Ini sangat murah dan murah. Selain itu robot-robot ini tidak memerlukan perawatan sama sekali.
Mereka hadir dengan sistem merawat diri sendiri.
Selesai memanen robot langsung menanam beberapa sayuran.
Ada 15 produk yang ditanam langsung hari ini.
Cabai hijau, cabai setan ,cabai merah ,bawang merah, bawang putih. sawi, kol dan ubi jagung juga kedelai serta kacang hijau.
Saat robot menanam padi dan gandum, itu memerlukan waktu satu hari untuk bisa memanennya
Tapi berbeda siklusnya jika robot menanam produk yang disebutkan tadi.
Pertumbuhan tanaman-tanaman itu bisa dilihat dengan mata telanjang. Kurang lebih satu jam kemudian Robot sudah memanen produk-produk dengan siklus yang lebih pendek.
Baru terakhirnya dia memanen jagung dan ubi jalar. Dengan begitu bisa dilihat jika robot pertanian mengetahui mana yang bisa dipanen dulu dan mana yang dipanen terakhir.
Keluarga han berlari lagi ke gudang. Di mana sekarang ada begitu banyak bahan yang bisa dimakan.
Sementara robot tidak berhenti setelah memanen dia akan menabur lagi dan lagi.
Ada begitu banyak benih yang ditemukan oleh Luna kemarin jadi robot akan memanen sesuatu yang memiliki siklus yang lebih pendek.
Hanya setelah semua benih ditanami barulah kembali dimulai menanam padi dan gandum yang memiliki siklus lebih panjang yaitu satu hari.
Tapi melihat pergerakan seperti ini hanya dalam waktu 2 hari saja gudang kemungkinan besar tidak akan memuat lagi.
Sekarang masalahnya keluarga Han sudah melihat masalahnya. Akan dikemanakan isi dari gudang ini.
Jika dia terus-menerus berproduksi seperti sekarang.
Jika dibuang pun akan sayang sekali.
Keluarga Han tercatat sebagai penyewa bukan pemilik.
Jadi segala sesuatu yang dihasilkan sistem di sini, keluarga Han tetap harus membayarnya.
Sekilas Aya mengingat mereka tidak bisa menghasilkan sejumlah inti kristal jadi dia berpikir ingin membeli sejumlah produk pertanian dan mengolahnya menjadi makanan dan yang bisa dijual nanti pada para penyewa.
Tapi siapa tahu aya mengatakan sistem melarang itu.
Hanya walikota yang bisa menjual produk yang dihasilkan oleh sistem. sistem hanya mengatakan semua akan dibenarkan jika sudah mencapai level tertentu.
Untuk sekarang level tidak mendukung proses jual beli.
Sedangkan ide yang dikemukakan oleh han ji tidak bisa dipakai sama sekali pada kota ajaib.
Sekarang han ji lagi-lagi kecewa dengan pengaturan sistem seperti sekarang. Sepertinya mereka benar-benar harus mencari inti kristal sendiri di luar sana.
Paling tidak mereka harus bersabar menunggu sistem naik ke level lain.
Untungnya han ji masih memiliki beberapa produk lagi seperti peralatan mandi yang bisa disewakan .Meskipun itu tidak akan bisa tetap ada dalam waktu yang lama.
Paling tidak semua orang harus mencoba mencari jalan untuk hidup.
__ADS_1