Kota Baru Di Hari Kiamat

Kota Baru Di Hari Kiamat
27


__ADS_3

Menghadapi pencuri tadi aya semakin gugup dan kondisi itu juga diketahui oleh han ji tapi dia tidak berdaya dan yakin aya bisa mengatasinya.


Di sini han ji juga berpikir tentang tendanya sendiri. Jika dia nekat untuk meninggalkan dan membantu aya.


Walaupun situasinya sangat menakutkan tapi sebenarnya masih akan baik-baik saja, karena lingkungan ini dijaga oleh para prajurit.


Hanya setelah ke semua orang kembali han ji baru keluar dari tendanya dan bertanya dengan wajah bersalah.


"Aya kau baik-baik saja maaf kakak tidak bisa membantumu tadi"


"tidak apa-apa kak ini baik kok, masih ada prajurit untuk menjaga keamanan"kata Aya.


Ketika mama dan papa diberitahu mereka merasa tidak bagus meninggalkan anak-anak sendirian di tenda. Karena itu Mama han ji dan mama aya tidak berpikir untuk pergi.


"kabar bagusnya besok adalah pengiriman ke tiga ke pangkalan kota S. papah dan pamanmu berbicara dengan prajurit mereka juga tahu jika kita adalah pendatang pertama jadi mengizinkan kita untuk lewat besok"


"maksud Papa kita akan meninggalkan stadion ini?" tanya aya senang.


sebenarnya situasi ini masih bagus dan daripada mereka tinggal di komunitas mereka yang lama.


tapi masalahnya dari segi sanitasi itu sama sekali tidak bagus.


Lagi pula tidak ada air sekarang. Bisa dibayangkan bagaimana manusia hidup tanpa air.


Karena ada cukup air di ruang angkasa, mereka cukup puas untuk menggosokkan tubuh dengan kain basah. Tapi para penyintas yang baru datang memiliki bau yang sama joroknya dengan para zombie tersebut.


ini sangat wajar mengingat kondisi air yang sulit ditemukan. bukan saja tidak mandi para pencinta juga sudah tidak menggosok gigi selama di perjalanan.


"Ya papa pikir lama tinggal di sini tidak akan baik-baik saja semakin ramai orang maka semakin tinggi resiko terjangkit virus zombie" kata papa aya.


Hanya tinggal satu hari lagi.


Selama mereka di dalam tenda Papa dan Mama bercerita pengalaman yang mereka dapatkan hari ini.


kata papa dia bertemu dengan sekelompok orang yang berteriak memohon makanan dengan para prajurit.

__ADS_1


"suasananya sangat gaduh sekali para prajurit ini hanya memiliki beberapa ransum di tangannya"


Prajurit itu melihat ada seorang anak kecil yang menangis mengatakan dia lapar.Karena rasa iba prajurit memberinya satu keping roti. Siapa sangka roti ini memiliki daya tarik yang sangat berbeda sebelum hari kiamat terjadi.


berapa orang maju untuk meminta hak yang sama pada prajurit itu bukan hanya prajurit itu yang menyiksa seorang beberapa prajurit yang berada di sekitarnya juga dimintai makanan.


Jumlah pendatang baru ini tidak sedikit. Jadi mereka sangat berani apalagi rasa lapar ini mendorong mereka menjadi ganas.


Semuanya mendadak ribut dan terjadi pertarungan yang tidak seimbang. Para prajurit ini memiliki senjata tapi mereka sama sekali tidak berpikir untuk membunuh para penyintas yang mencari selamat.


sebagai dampaknya prajurit lah yang dipukul mundur.


"jadi bagaimana ,Papa bagaimana situasinya?"tanya aya yang jadi penasaran.


Prajurit itu memiliki hati yang baik jadi dia tergerak untuk membantu sesamanya. Namun kebaikan hati ini sebenarnya memicu pemberontakan yang tidak perlu di stadion sepak bola.


"Mama melihatnya dengan mata kepala sendiri ada seorang prajurit yang melemparkan sejumlah api di tengah-tengah kekacauan " kata mama aya bersemangat.


Masih jelas dalam ingatannya seorang prajurit mengeluarkan kemampuannya pada saat itu.


Karena keberaniannya semua penyintas yang berhasil selamat itu merasa takut dan mundur diam-diam.


Meskipun demikian tidak ada rasa bersalah di mata masing-masing orang .Karena berpikir para prajurit ini adalah orang-orang yang pelit dan tidak benar-benar berniat ingin membantu.


Buktinya mereka tidak memikirkan bagaimana para penyintas ini sebenarnya dalam kondisi lapar.


"papa pikir ini tidak akan baik bibit perselisihan sudah ditabur maka lebih baik kita pergi lebih cepat dari sini"


"itu benar sekali papa orang-orang yang baru datang ini benar-benar mengerikan dan tidak memiliki hati nurani, hanya memikirkan diri mereka. Mereka bahkan tidak berterima kasih karena sudah dibantu"kata aya ketakutan.


Tidak ada yang berbicara lagi, semua orang diam dengan pemikiran masing-masing.


Kehidupan seperti ini sangat berat dan tidak ada satupun di antara mereka yakin akan bertahan selama itu.


Secara tidak langsung mama aya berharap aya cepat-cepat membangun koneksi dengan sistem alien .Mari membangun kota dan selamatkan umat manusia selagi bisa.

__ADS_1


Tapi kapan itu terjadi.


Di sini aya berpikir apakah dia benar-benar akan mampu membangun sebuah kota untuk peradaban yang baru sementara manusianya saja sangat mengerikan dan tidak bisa dikendalikan lagi.


Di tenda sebelah Hanji juga mendapatkan informasi yang sama mengenai kegaduhan di pintu penerimaan.


Han ji benar-benar ingin membangun kemampuannya sendiri. Luar angkasa hanya bisa menjadi gudang portable tapi tidak bisa melindungi diri sendiri.


"Mah akankah umat manusia ini selamat apakah yang dikatakan oleh alien itu benar-benar adanya. manusia akan habis dan tidak relevan lagi tinggal di bumi?"


"Entahlah yang jelas untuk saat ini kita harus bertahan hidup. tidak peduli bagaimana kita harus bertahan terlebih lagi dengan dirimu sayang"kata mama nya memeluk han ji.


Dia juga tidak pernah bisa berharap banyak dengan kondisi sekarang. Hari ini masih bisa bernafas tapi tidak tahu bagaimana situasinya besok.


"terkadang papa pikir sistem yang dimiliki aya itu adalah hal yang baik. kenapa dia tidak cepat-cepat aktif dan benar-benar membangun pangkalan yang bagus untuk manusia?" seru papa han ji.


Mungkinkah aya memang benar-benar mampu mewujudkan sebuah pangkalan seperti itu. jika itu benar yang pertama selamat bukankah keluarga mereka sendiri.


Akan sangat bagus jika sistem itu memang benar-benar ada.


"aku malah tidak yakin sistem seperti itu wujud. lagi pula yang berbicara adalah alien, jika manusia benar-benar menjadi seperti itu maka ini adalah hal yang mengerikan"kata mama lagi


Semua orang terdiam lagi dan mereka juga jatuh dalam pemikiran masing-masing.


Mungkinkah manusia itu masih memiliki harapan dalam menjalani kehancuran bumi secara global. entah kenapa keluarga ini merasa skeptis dengan pemikiran tentang aya.


Bagi Papa dan Mama han ji ,aya adalah gadis kecil yang menurut tapi memiliki pribadi yang sedikit penakut.


Jika pun sistem benar-benar wujud dan tiba secara acak di bumi ini .Lalu kenapa pilihannya jatuh kepada gadis seperti aya.


Hal ini sangat disayangkan sekali, kehidupan manusia benar-benar akan berakhir tapi semua bisa dibalikkan melalui seorang gadis penakut.


Dan itu adalah Hanaya.


Tiba-tiba saja keluarga tiga orang ini menarik nafas panjang dan merasa dunia benar-benar berada di dalam kehancuran dan tidak bisa tertolong lagi.

__ADS_1


Sayang sekali


__ADS_2