Ku Genggam Asa Dan Cinta Dalam Doa

Ku Genggam Asa Dan Cinta Dalam Doa
Harsa


__ADS_3

Dua wanita berjilbab tampak berjalan seraya mengamati beberapa ruko yang masih tampak kosong. Di belakang mereka dua orang lelaki tampak mengikuti.


'' Ini kayaknya strategis deh,'' ucap Lisna sambil menunjuk salah satu ruko yang menempelkan sebuah tulisan " Di sewakan" yang lain ikut berhenti dan mengamati.


'' Bangunannya juga masih bagus sih,'' sambung salah satu lelaki berjaket kulit yang berada di belakang Risda.


'' Menurut kamu gimana Ris ?,'' lanjutnya bertanya pada Risda.


'' Aku sih ikut aja,'' jawab Risda namun matanya menatap sekitar.


'' Cari apa ?,'' tanya lelaki bernama Harsa itu saat melihat Risda seperti mencari sesuatu.


'' Gak, cuma haus aja. Aku cari minum dulu ya,'' pamit Risda pada ketiga temannya. Lisna mengangguk diikuti Tama sedang Harsa menawarkan diri untuk menemani wanita yang masih di harapkan.


'' Aku temenin ,"


'' Gak usah , makasih aku sendiri aja. Ada yang mau nitip ?,'' tanya Risda sembari menatap wajah temannya dengan bergantian.


'' Air mineral aja deh Ris,aku tunggu di sini ,'' ucap Lisna sambil mendudukkan diri di depan ruko yang ingin di sewanya. Disusul Tama yang duduk berjarak dengan Lisna.


'' Ya udah aku beli minum dulu,'' ujar Risda yang pergi menjauh di bawa tatapan ketiga temannya.


'' Belum nyerah kamu Sa ?,'' tanya Lisna saat di rasa Risda tak lagi mendengar.


'' Aku belum ikhlas aja,'' jawab Harsa dengan mata yang tak lepas dari punggung yang kian menjauh.

__ADS_1


'' Sebenarnya aku juga lebih setuju kamu sama dia sih. Daripada sama suaminya dia ,'' tutur Lisna, membuat dua lelaki yang berada di dekatnya menoleh ke arah wanita itu.


'' Kenapa ?,'' tanya Tama dengan dahi berkerut. Pun dengan Harsa yang menunggu jawaban Lisna.


'' Suami Risda itu cuma lulusan SMK , kerja serabutan. Gak ada penghasilan tetap. Kalian tahu sendiri kan, Risda itu lahir dari keluarga kaya,dan sekarang harus hidup dengan suaminya itu. Kebayang gak sih gimana tertekannya dia ?,'' pungkas Lisna, yang merasa bahwa pernikahan sang sahabat tidaklah bahagia.


'' Jadi, suami Risda orang miskin ?,'' tanya Harsa yang belum mengetahui latar belakang suami wanita yang diidamkannya.


'' Ya gitu deh, rumahnya kecil, gak ada mobil,'' ucap Lisna.


'' Tapi kita kan gak bisa bilang kalau dia gak bahagia. Yang aku lihat sih dia happy-happy aja. Kalau cerita suaminya juga kelihatan dia itu bahagia,'' sela Tama.


'' Bisa aja dia itu cuma menutupi perasaannya kan ?,aku gak akan lepasin Risda kalau sampai suaminya itu gak bisa bikin Risda bahagia,'' ujar Harsa penuh keyakinan. Tiga orang tersebut diam saat melihat Risda kembali dengan tentengan kresek berisi empat botol kecil air mineral.


'' Nih,'' Risda menyodorkan kresek yang di bawanya setelah ia mengambil sebotol. Kemudian wanita itu memilih duduk di samping Lisna. Risda membuka botol plastik miliknya dan meminumnya lewat sedotan.


'' Jadi gimana ?,fix mau di sini ?,'' tanya Risda setelah mengusir rasa haus di tenggorokannya.


'' Nanti aku hubungi pemiliknya,aku udah save nomer telponnya kok,'' jawab Lisna. Risda mengangguk paham, wanita itu melihat jam di layar ponselnya. Sudah hampir seharian ia keluar rumah. Jam sudah menunjukkan pukul setengah empat sore. Biasanya sebentar lagi sang suami pulang. Ia harus segera kembali sebelum suaminya sampai di rumah.


'' Kayaknya aku balik duluan deh,'' ucap Risda sembari menoleh ke arah Lisna.


'' Yah, padahal pingin ngajak nonton,'' ujar Lisna dengan wajah cemberut.


'' Suamiku sebentar lagi pulang,masa aku masih keluyuran .''

__ADS_1


'' Emang suami kamu bakal marah kalau kamu pulang telat ?,'' tanya Harsa sembari menatap dalam kearah Risda.


'' Ya gak sih, cuma gak enak aja,suami pulang gak di sambut,'' tutur Risda seraya memasukkan ponsel ke dalam tas.


'' Aku cabut duluan gak apa-apa ya ,'' sambung Risda sembari berdiri dan memakai tas selempang nya.


'' Aku anterin,'' sahut Harsa yang langsung berdiri dari posisi duduknya.


'' Thanks banget Sa,tapi aku naik angkot aja,'' tutur Risda dengan nada sopan.


'' Please Ris,aku juga gak ada niatan apa-apa kok. Aku cuma mau nganterin kamu, mastiin kamu sampai rumah dengan selamat,'' ujar Harsa bersikeras.


'' Iya Ris. Biar di anterin Harsa aja. Aku gak bisa nganter soalnya harus ketemu pemilik ruko ini juga. Barusan aku udah WA dan pemiliknya bisanya ketemu sekarang,'' jelas Lisna.


'' Iya gak apa-apa,kamu ketemu aja sama pemilik ruko. Aku balik pake angkot,'' lanjut Risda.


'' Please Ris,ijinin aku buat nganter kamu pulang. Aku gak akan ngapa-ngapain Ris,'' sambung Harsa yang membuat Risda menghela nafas dalam.


'' Please Sa,aku perempuan bersuami. Tolong hargai pernikahan aku ,gak etis kamu yang bukan saudara aku nganterin aku pulang. Bisa aja nanti jadi fitnah yang akan merugikan kita di masa depan,'' ujar Risda dengan wajah serius.


'' Aku pulang dulu,'' pamit Risda tanpa memberi kesempatan lelaki yang terpaku di hadapannya bersuara.


'' Assalamualaikum,'' pungkas Risda yang melangkah menjauh dari ketiga temannya.


'' Wa'alaikumussalam ,'' sahut mereka serentak dengan tatapan terarah pada wanita yang kini berjalan memunggungi ketiganya.

__ADS_1


" Aku pergi dulu,'' suara Harsa membuat Lisna dan Tama menatapnya bersamaan. Namun tak bisa mencegah ketika lelaki itu berlalu cepat dari sana dan mengendarai mobilnya. Keduanya hanya mengawasi gerak-gerik Harsa.


Keduanya menggelengkan kepala saat melihat lelaki itu mengikuti angkutan umum yang membawa Risda.


__ADS_2