Ku Genggam Asa Dan Cinta Dalam Doa

Ku Genggam Asa Dan Cinta Dalam Doa
Menjaga Cinta


__ADS_3

Matahari telah menampakkan diri di ufuk timur. Cahayanya tampak terang, hujan semalaman tak membuat pagi ini mendung kelabu. Seperti sepasang suami istri yang juga tampak berseri. Sang lelaki sedang memberi makan ikan, sedang sang wanita sedang sibuk memasak di dapur.


Tampak Nuril menjauh dari kolam ikan miliknya. Berjalan dengan seulas senyum tipis di bibir. Tergambar rasa bahagia dari sorot mata lelaki itu. Langkah panjangnya membawa ia masuk ke dalam dapur. Saat ia melihat istrinya sibuk meracik sayuran,ia datang menghampiri. Memeluk tubuh ramping sang istri dari belakang. Tak lupa lelaki itu mengecup leher jenjang Risda yang tampak mulus karena rambut panjangnya di gulung ke atas.


'' Masak apa, sayang ?,'' tanya Nuril yang kini menyandarkan kepalanya di pundak sang istri. Risda menoleh sejenak lalu menyahut


'' Sambal goreng hati,sayur bayam,abang pingin di masakin yang lain ?,''


'' Gak, itu aja cukup. Sayang bisa libur gak hari ini ?,'' tanya Nuril yang masih menggelayut pada sang istri.


'' Kenapa ?,'' tanya Risda sembari membalikkan badan, setelah mematikan kompor dan menatap sang suami yang kini mengungkung dirinya.


'' Pengen ngajak adek jalan ,''ucap Nuril sembari memainkan ujung rambut istrinya yang keluar dari ikatan. Kemudian menyelipkannya di belakang daun telinga.


Risda tampak tersenyum lebar , kemudian memeluk tubuh suaminya.


'' Mau, Risda nanti ijin gak masuk,'' jawab wanita itu dengan semangat masih dengan memeluk tubuh sang suami. Nuril tersenyum sembari mencium kepala istrinya. Hatinya sedikit mencelos, betapa ia sangat jarang meluangkan waktu untuk menghabiskan waktu berdua.

__ADS_1


'' Maaf ya dek,abang yang selalu menyibukkan diri sampai tidak punya waktu untuk berdua,'' tutur Nuril. Risda melepaskan pelukannya. Tersenyum manis menatap wajah suaminya yang tertunduk menatap wajah cantik sang istri.


'' Gak apa-apa, Risda ngerti kok,'' keduanya saling tatap beberapa saat. Sampai Nuril menundukkan kepala dan meraup bibir merona yang menggoda dirinya.


Risda memejamkan mata , mengikuti ciuman lembut yang Nuril lakukan padanya. Wanita itu mengalungkan tangannya di leher Nuril. Keduanya terhanyut dalam ciuman lembut yang memabukkan. Nuril meraih pinggang sang istri dan membawanya semakin erat menempel pada dirinya. Hingga mereka mampu merasakan detak jantung masing-masing.


Nuril melepaskan ciumannya saat Risda tersengal dan tampak kesulitan bernafas. Ia menempelkan keningnya pada kening Risda. Saling menatap dalam jarak yang begitu dekat. Kemudian saling melempar senyum sebelum mereka memundurkan tubuh masing-masing.


'' Kita sarapan dulu !," ajak Risda yang kini kembali dengan pekerjaan dapurnya. Ia tampak menuangkan sambal dalam mangkok dan meletakkan di atas meja. Nuril menyiapkan air putih dan piring kosong. Saat semuanya telah tersaji di atas meja, sepasang suami itu duduk bersebelahan. Risda melayani sang suami dari mengambilkan nasi hingga lauknya.


Kini keduanya menikmati sarapan pagi dalam diam. Seperti biasanya mereka makan tanpa banyak bicara. Hingga habis makanan dalam piring keduanya. Risda membereskan makanan di atas meja, sedang Nuril membawa piring dan gelas kotor untuk dicucinya.


'' Hampir selesai kok Yang, nanti mandinya bareng aja .''


Nuril mengerling genit pada istrinya yang tersenyum tersipu melihat wajah menggoda sang suami.


'' Abang genit ,'' ucap Risda sembari meninggalkan Nuril yang kini tertawa kecil melihat wajah merona sang istri.

__ADS_1


Seperti keinginan sang suami akhirnya sepasang suami istri itu mandi bersama. Setelahnya mereka bersiap untuk berkencan hari itu.


'' Kita mau kemana ?,'' tanya Risda yang sudah siap dengan kulon berwarna hijau tosca di padu cardigan warna senada. Flatshoes berwarna hitam serupa dengan tas selempang yang menggantung di bahunya. Wajahnya tampak berseri dengan polesan make up tipis.


'' Gak jauh-jauh ya Yang, soalnya udah agak siang ,'' ucap Nuril sembari memakaikan helm pada sang istri. Risda mengangguk sembari tersenyum.


'' Ikut Abang aja,'' Nuril mencubit gemas pipi istrinya membuat wanita itu mengembungkan pipinya. Membuat wanita itu terlihat semakin menggemaskan di mata sang suami.


'' Gemes ,'' ucap Nuril yang kembali mencubit pipi Risda lagi.


'' Abang ,'' keluh Risda seraya mengusap pipinya sendiri. Nuril tertawa kemudian merangkul pundak sang istri dan memeluk wanitanya dari samping.


'' Berangkat sekarang ?,'' tanya Nuril, Risda mengangguk. Nuril memakai helm miliknya dan naik ke atas motor diikuti oleh istrinya. Nuril meraih tangan Risda dan melingkarkan nya di perut. Risda menurut dan menyandarkan kepala di punggung lebar sang suami.


Nuril menstarter motor dan perlahan melaju meninggalkan halaman rumah. Di sepanjang perjalanan berkali-kali lelaki itu menggenggam tangan sang istri yang melingkar di perutnya. Senyum seolah enggan pergi dari bibir mereka.


Jarak yang tercipta tanpa sengaja beberapa minggu terakhir membuat mereka kini semakin lengket. Mereka menyadari ada rindu yang menggunung saat mereka di sibukkan oleh urusan masing-masing. Mereka butuh waktu untuk tetap memelihara perasaan cinta yang ada.

__ADS_1


Jangan sampai kesibukan terus merenggangkan hubungan mereka. Cinta itu fana mudah berubah dan bahkan bisa saja menghilang jika tak bisa menjaga dan terus merawatnya. Buruh hal-hal kecil untuk terus merawat agar cinta itu tetap tumbuh dalam hati keduanya.


__ADS_2