Ku Genggam Asa Dan Cinta Dalam Doa

Ku Genggam Asa Dan Cinta Dalam Doa
Menyadari


__ADS_3

Nuril mulai duduk gelisah di tempatnya. Ia merasa tak nyaman berada di dekat Yuna . Ada hal yang tidak ia ketahui tentang wanita itu. Entah masa lalu apa yang pernah dialaminya hingga ada dendam yang terlihat di sorot mata wanita itu.


'' Maaf Yun,aku gak tau apa yang pernah terjadi di hidup kamu. Tapi jangan kamu terbelenggu dengan masa lalu. Ada masa depan yang harus kamu perjuangan. Untuk hal yang lebih baik,'' tutur Nuril,Yuna tampak tersenyum hambar.


'' Apa aku tidak cukup baik buat kamu ?,'' tanya Yuna dengan tatapan tertuju pada Nuril, lelaki itu tersenyum lembut.


'' Bukan begitu Yun kamu baik, kamu cantik. Tapi nama kamu yang tidak tertulis dalam lembar takdirku,'' ucap Nuril, Yuna tertawa getir.


'' Yah, mungkin memang takdir yang tak pernah berpihak padaku. Entah kesalahan apa yang aku perbuat di masa lalu, hingga aku seakan pantas untuk terluka. Di khianati dan sekarang di tolak,'' ujar Yuna diakhiri dengan tawa yang terdengar miris.


Nuril semakin merasa tak nyaman saat menyadari teman kerjanya beberapa kali tertangkap oleh netra nya sedang melirik kearah dirinya.


'' Berserah diri pada Allah dan biarkan Allah yang berkehendak atas jalan hidup kita. Karena Allah lebih tahu apa yang kita butuh bukan sekedar apa yang kita mau. Ambil hikmah dari kejadian masa lalu. Jangan menyimpan dendam dalam diri. Maaf kalau aku terkesan menggurui,'' tutur Nuril,Yuna kini menatap Nuril dengan sebuah senyum tulus.


'' Aku pikir semua laki-laki sama hanya karena aku di khianati oleh seorang lelaki. Ternyata aku salah, masih ada lelaki setia di dunia ini. Padahal sudah ku sodorkan diri bahkan sekedar untuk menjadi yang kedua. Beruntung istri kamu Ril, terima kasih ,atas pertemuan singkat ini. Jika nanti di lain waktu kita di pertemukan kembali. Semoga aku sudah menjadi Yuna yang lebih baik, doakan aku bisa menjadi pribadi lebih baik Ril,'' ucapan wanita itu terdengar tulus dan bersungguh-sungguh .


Nuril mengangguk, rasanya seperti ada beban yang terangkat dari dalam dada. Melihat teman lamanya yang bisa tersenyum tulus tanpa beban menyakitkan yang sepertinya pernah melukai hati wanita itu.

__ADS_1


'' Tolong kamu terima makan siang ini, bukan sebagai bentuk aku mengembalikan uang kamu . Tapi sebagai bentuk rasa terima kasih ku. Karena kamu ,aku bisa yakin masih ada lelaki baik di dunia ini,'' tutur Yuna, wanita itu bangkit dari duduknya, kemudian menatap ke arah teman-teman Nuril yang kini telah beristirahat namun memisahkan diri dari mereka.


'' Makanlah dengan teman-teman mu,aku permisi ,'' ucap Yuna seraya melangkah meninggalkan Nuril yang masih terduduk di tempat.


'' Yun !," panggil Nuril saat wanita itu baru beberapa langkah meninggalkan dirinya. Yuna tampak membalikkan tubuh, menatap ke arah Nuril dengan seulas senyum.


'' Ya ?,'' wanita itu mengangkat dua alis, Nuril mengangkat paper bag yang tadi di bawah oleh Yuna.


'' Makasih ,''ucap Nuril,Yuna mengangguk kemudian berucap salam


'' Assalamualaikum ,''


Sesaat kemudian lelaki itu mengusap wajahnya sendiri dengan telapak tangan.


'' Astaghfirullah,'' ucap Nuril yang tersadar dirinya menatap terlalu lama pada wanita itu.


Nuril beranjak dari tempat ia duduk, menghampiri para teman kerjanya dengan membawa paper bag yang di bawakan oleh Yuna.

__ADS_1


'' Ada rejeki nih,buat di makan bareng-bareng,'' ujar Nuril sembari meletakkannya di hadapan teman-temannya.


''Wiih,apaan tuh ?,'' tanya salah satu temannya seraya meraih dan membukanya.


'' Itu siapa Ril ?,'' tanya Fadil yang merasa janggal dengan kedatangan tamu wanita yang jelas bukan istri sang sahabat.


'' Yuna, temen sekolah dulu ,'' jawan Nuril, yang tampak memperhatikan dua teman lainnya yang sedang membuka makanan pemberian Yuna. Lelaki itu tersenyum sesaat ketika melihat makanan cukup mahal yang di bawa Yuna.


'' Cuma temen ?,'' Fadil tampak menyelidik dengan tatapan curiga. Nuril tersenyum tenang seraya mengangguk.


'' Cuma temen,itu makanan kalian habisin aja,aku udah di bawain bekal sama istri. Aku sholat dulu,'' ucap Nuril yang di sambut antusias teman-temannya. Lelaki itu berlalu hendak menjalankan kewajiban empat rakaat nya.


Di dalam mobil, dalam perjalanan menuju rumahnya. Yuna tampak sesekali tersenyum getir. Ia merasa malu sendiri dengan apa yang nekat ia lakukan. Ia selalu berpikir semua lelaki itu sama. Ternyata ia salah, masih ada lelaki baik di dunia ini.


'' Mungkin karena aku yang belum pantas bersanding dengan lelaki baik. Tugasku sekarang cukup memperbaiki diri. Dan serahkan semuanya pada Alloh,'' Yuna berbicara pada dirinya sendiri.


Terkadang ada rencana dari Alloh yang tidak kura sadari. Seperti pertemuan Yuna dan Nuril, tanpa di sadari pertemuan tanpa sengaja itu. Membuka mata Yuna,dia yang pernah dikhianati oleh mantan suaminya. Bertekad berubah menjadi lebih menarik versi dirinya. Untuk menarik lawan jenis. Ia bertekad hendak membuat banyak lelaki bertekuk lutut pada dirinya. Untuk ia campakkan selanjutnya.

__ADS_1


Sudah ada beberapa lelaki yang jatuh dalam pelukannya, bahkan ada yang rela meninggalkan keluarga demi dirinya. Tapi tak ada kepuasan yang ia dapat, justru rasa sepi dan hampa yang semakin menguasai jiwanya.


Dan pertemuan dengan Nuril, lelaki yang tak bisa ia rayu dengan tubuhnya. Tak bisa ia sentuh dengan perasaannya. Menyadarkan dia, bahwa ia yang harus memperbaiki diri agar Alloh mempertemukan orang baik untuk dirinya. Ia hanya perlu terus berbuat baik,agar Alloh yang memilihkan siapa yang pantas untuk dirinya. Jika ia menginginkan lelaki baik, sudah seharusnya ia memantaskan diri untuk jadi pribadi yang lebih baik lagi.


__ADS_2