Ku Genggam Asa Dan Cinta Dalam Doa

Ku Genggam Asa Dan Cinta Dalam Doa
Drama Belum Usai


__ADS_3

Nuril mengejar langkah istrinya selepas kepergian sang adik. Ia tahu istrinya tidak baik-baik saja. Langkah Nuril terhenti saat ia melihat sang istri yang berdiri memunggungi dirinya. Tampak wanita itu sedang mencuci piring di wastafel. Namun terlihat pundak istrinya bergetar,bisa di tebak wanitanya sedang menahan tangisannya agar tak mengeluarkan suara.


Nuril tertegun sejenak, hatinya merasa bersalah pada istrinya. Istrinya mungkin mendengar ucapan sang adik. Dan membuat hati wanita itu terluka. Nuril melangkah perlahan, hingga jejak langkahnya tak terdengar. Tersamarkan oleh suara gemericik air yang mengalir di hadapan Risda.


Nuril memeluk istrinya dari belakang. Mendaratkan sebuah kecupan di kepala wanitanya.


'' Maafkan abang ,'' lirih Nuril seraya membungkukkan sedikit badannya. Ia merasa tubuh istrinya sedikit menegang.


'' Maaf Abang yang tidak bisa membimbing adik abang. Maaf kalau ucapan Sayba menyakiti kamu sayang ,'' ucap lembut Nuril di telinga Risda. Risda tampak semakin tergugu dalam tangis. Isak tangisnya terdengar memilukan. Wanita itu menghentikan kegiatannya, tangannya berpegangan pada dua sisi wastafel. Hati Nuril terasa ter cubit melihat tangis istrinya. Tanpa terasa air mata lelaki itu ikut tumpah.


Nuril membalikkan tubuh istrinya dan memeluknya dengan erat. Ia tampak menengadahkan kepalanya, berharap air mata itu tak semakin banyak yang jatuh.

__ADS_1


'' Seharusnya abang nikah sama Zahra saja biar bisa cepat punya anak ,'' ujar Risda di sela isak tangisnya yang teredam dada bidang sang suami. Benar dugaannya , Risda mendengar percakapan dirinya dengan Sayba.


'' Ssst, tapi abang cintanya cuma sama adek ,'' sahut Nuril sembari mengusap lembut punggung sang istri.


'' Tapi aku gak bisa ngasih Abang anak ,'' ujar Risda sesenggukan. Semakin miris saja perasaan Nuril.


'' Jangan berbicara seperti itu,yang memberi kita anak itu Alloh. Jangan mendahului takdir,kita sebagai manusia cukup berdoa dan berusaha. Untuk hasilnya percayakan saja pada Alloh. Biar Alloh dengan segala kehendaknya,dan kita sebagai manusia cukup jalani apa yang tertulis dalam lembar takdir kita,'' tutur Nuril dengan lembut.


Risda tak menyahuti, namun tangan wanita itu semakin erat melingkar di pinggang sang suami. Wajahnya masih bersembunyi di balik dada bidang lelakinya. Nuril tersenyum tipis, mendapati sang istri yang semakin memperdalam pelukan. Ia sadar, masalah keturunan adalah hal sensitif bagi sebagian besar wanita.


'' Ibu sudah ingin punya cucu bang,'' ucap Risda yang membuat Nuril menghela nafas. Drama paginya belum usai. Ia melepaskan pelukannya pada sang istri. Memegang dua pundak Risda dan membungkuk kan badan hingga membuatnya menatap tepat di depan wajah sang istri yang menundukkan kepala .

__ADS_1


'' Sayang dengerin abang, jangan bebani hati kamu dengan perkataan atau keinginan orang lain. Kita tidak bisa menjadi pengabul atas keinginan orang lain. Jangan kita terbebani dengan tuntutan dari siapa pun. Karena tuntutan orang lain bukan kewajiban kita untuk memberikannya. Jangan tutupi hati kita dengan segala pikiran negatif kita, karena akan membuat kita lupa bersyukur atas begitu banyak nikmat yang Alloh berikan,'' ucap Nuril yang membuat sang istri menengadah dan membuat keduanya saling bertemu tatap.


Nuril menghapus air mata yang masih mengalir di pipi sang istri.


'' Mas yakin,ibu tidak mungkin menuntut kita pada sesuatu yang tidak bisa kita ciptakan. Mungkin ibu menginginkan seorang cucu,tapi tidak mungkin menuntut kita untuk memberikannya. Karena ibu juga pasti tahu bahwa anak adalah titipan. Bukan kuasa manusia untuk menciptakannya. Jangan terlalu terbebani dengan perkataan Sayba. Maafkan adik abang ya ,'' ucap Nuril dengan tutur kata yang selalu terdengar lembut. Risda mengangguk kemudian menghirup nafas dalam.


'' Maaf ya bang, Risda yang terlalu terbawa perasaan ,'' ucap Risda, Nuril tampak tersenyum dan mengangguk.


'' Gak apa-apa,wajar manusia mempunyai kekhawatiran dan ketakutan. Yang penting jangan membuat kita lupa ada Alloh tempat kita mengadu atas segala kekhawatiran dan ketakutan kita,'' jawab Nuril, membuat istrinya tersenyum kemudian mendekap erat sang suami.


'' Terima kasih ya bang, selalu mengingatkan Risda.''

__ADS_1


'' Sama-sama sayang, sebagai suami istri kita harus saling mengingatkan. Ketika abang ada salah,adek juga harus mengingatkan,'' ucap Nuril, Risda mengangguk sembari melepaskan pelukannya.


Keduanya saling tatap sesaat dengan seulas senyum. Kemudian Nuril merapikan kerudung sang istri yang berantakan . Sedang Risda menatap penuh kagum wajah karismatik nan tampan yang Alloh takdir kan sebagai jodohnya. Lelaki yang yang selalu bisa menenangkan hatinya, saat gundah menyapa. Lelaki yang selalu mengingatkan dirinya pada kuasa Alloh atas segala yang terjadi pada diri setiap manusia.


__ADS_2