
Haidar melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia memutar mobilnya kembali ke kantornya.
Sesampainya di kantor seorang klien sudah menunggunya.
"halo Mr. Zayn, maaf anda harus menunggu lama" sapa Haidar
"tidak masalah Mr. Khan, apa kita sudah bisa membicarakan tentang proyek baru kita" kata Zayn
"tentu, mari kita keruanganku saja" ajak Haidar
Kemudian mereka berdua segera masuk keruangan Haidar dan membicarakan proyek mereka.
"baiklah Mr. Khan proyek kita sudah deal, jadi aku harus segera kembali ke kantor ku " kata Zayn berpamitan
"silahkan Mr. Zyan" balas Haidar
Haidar kemudian memanggil sekretarisnya.
"apa jadwalku berikutnya?" tanya Haidar
"sudah tidak ada pak" jawab sekretaris Haidar
"baiklah kalau begitu aku pulang, tolong kabari aku kalau ada hal yang penting" kata Haidar sambil pergi meninggalkan ruangan nya
Ia segera meluncurkan mobilnya menuju kerumahnya.
"kok tumben, kamu pulang cepat" kata Hafsah yang menyambut Haidar pulang
"iya aku harus siap-siap buat besok" jawab Haidar
"memangnya besok kamu mau kemana?" tanya Hafsah
"besok aku harus ngurusin proyek aku di Cepu, jadi mungkin aku akan lama disana?" jawab Haidar
"jadi besok aku kemo sendirian" kata Hafsah sambil menyungutkan wajahnya
"besok aku akan suruh Dira untuk menemanimu" kata Haidar sambil mengelus rambut Hafsah
"tak bisakah kau yang menemaniku sebentar sebelum kau berangkat ke Cepu" jawab Hafsah
"tidak bisa sayang, besok aku harus berangkat subuh agar tidak terlambat sampai lokasi" kata Haidar
************
**Dreet....dreeet...dreeet!!
ponsel Dira bergetar, ia kemudian segera mengangkatnya.
"halo" sapa Dira
"halo Dira, kemana aja lo, kok lo ngilang kaya ditelan bumi" kata Shafira
"gue di Bogor Fir" jawab Dira
"lo lagi liburan?" tanya Dira
"gak kok" balas Dira
__ADS_1
"trus ngapain lo disana" Fira kembali bertanya
"gue ikut suami gue" ucap Dira
"lha, sejak kapan lo nikah?, kok gak ngundang gue" jawab Fira kaget
"panjang ceritanya Fir" kata Dira
"tapi lo jadikan ambil Lelang itu" tanya Fira
"iya jadi, dan gue udah sama nikah orang itu sekarang" jawab Dira
"whaaat!!!, lo nikah sama orang yang lelang lo" ucap Fira kaget
"iya, tapi gue nikah kontrak bukan nikah resmi" balas Dira
"tapi dia tetap bayar lelang itukan" Fira kembali bertanya
"iya?" balas Dira
"berarti dia suka donk sama lo, makanya dia sampai nikahin lo walaupun cuma kontrak" ujar Dira
"dia udah punya istri Fir?" Dira mencoba menjelaskan
"jadi lo cuma jadi simpanan doang gitu" Fira memastikan
"tidak juga, ia menikahiku atas izin istrinya, mereka hanya menginginkan anak saja dariku, karena istrinya gak bisa punya anak, setelah gue melahirkan otomatis kontrak nikahnya selesai dan mereka akan mengambil anak gue" kata Dira menjelaskan
"berarti lo dapat duit gede dong" Fira bertanya lagi
"lo bener Fir, tapi gue juga harus merelakan tubuh gue jadi pemuas nafsu suamiku, yang menganggap gue cuma sebagai pelampiasan seksualnya saja, bahkan yang lebih menyakitkan dia cuma mengangap gue sebagai pembantunya saja, bahkan dia pernah menyebut gue sebagai *******. Itulah yang membuat gue kadang menyesali semua yang gue lakuin" kata Dira
'bukan salah lo Fir, mungkin ini sudah takdir gue" jawab Dira
"yaudah mending lo sekarang nikmatin hidup lo, jangan sedih terus , bagaimana kalau kita belanja sekarang, kebetulan gue juga lagi ada di Bogor, kita ketemuan aja gimana?" ajak Fira
"tapi gue takut fir, gue takut suami gue marah kalo dia pulang gue gak ada dirumah" kata Dira khawatir
"emang laki lo pulang jam berapa?" tanya Fira
"bisanya jam sembilan malam" jawab Dira
"ok gue jemput lo sekarang, gue janji lo bakal pulang sebelum jam sembilan" kata Fira
Dira kemudian bersiap-siap menunggu Fira. Beberapa menit kemudian sebuah mobil sudah berhenti didepan rumahnya.
"ayo naik" ajak Fira
Dira segera masuk kedalam mobil.
"lo kok bisa ada di Bogor Fir?" tanya Dira
"gue juga nikah kontrak kaya lo, cuma bedanya gue nikah kontrak bukan untuk ngelahirin anak kaya lo" jawab Fira
"berarti lo udah gak kerja lagi donk di counter" tanya Dira
"masih, kan suami gue gak nglarang gue kerja juga" jawab Fira
__ADS_1
"trus lo tinggal dimana sekarang?" tanya Dira
"gue tetep dijakarta, cuma kalo weekend sama kalo aku lagi libur gue pasti kesini buat nemenin laki gue" jawab Fira
"enak ya jadi lo" jawab Dira
Fira hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Dira.
"lo gak tau aja rasanya jadi istri simpanan yang sewaktu-waktu harus dimaki-maki ataupun disiksa oleh istri resmi, gue lebih menderita dari lo" kata Fira dalam hati
Fira kemudian memarkirkan mobilnya disebuah mall, dipusat kota Bogor.
Keduanya asyik berbelanja, dan kemudian makan sekalian curhat, karena keduanya sudah lama tak bertemu. Pukul tujuh malam Fira mengajak Dira pulang, ia mengantarnya sampai dirumah Dira.
"makasih ya Fir, lo udah bikin gue seneng hari ini" kata Dira
"sama-sama Dira, nanti kalau aku ke Bogor lagi, gue akan ajak lo jalan lagi" kata Fira
"ok... bye-bye" kata Dira sambil melambaikan tangannya
Dira segera masuk kedalam rumahnya, ia terkejut karena Haidar sudah menunggunya diruang tamu
"darimana saja kamu, jam segini baru pulang" tanya Haidár
"saya habis belanja keperluan dapur dan juga keperluan pribadiku" ucap Haidar
"sama siapa kamu pergi" tanya Haidar
"sama temanku, Fira" jawab Dira
"lain kali kalau mau pergi izin dulu" ucap Haidar
"dan satu lagi jangan pernah kamu mememui Ashraf atau membalas pesan darinya, aku gak suka dia dekat sama kamu" pesan Haidar
"baik" jawab Dira
"sekarang masakin makan malam buat aku" perintah Haidár
Dira segera menuju dapur untuk memasak, satu jam kemudian ia memanggil Haidar untuk makan malam.
"makanannya sudah siap tuan" kata Dira
"kamu juga harus makan yang banyak, karena habis ini kita akan bertempur sepanjang malam, aku gak mau kamu sakit lagi" kata Haidar
Dira terpaksa makan lagi, dia takut jika ia menolaknya, Haidar akan memarahinya.
"sekarang aku mau mandi, siapkan air hangat" titah Haidar
Dira segera bergegas kekamar untuk menyiapkan air hangat untuk Haidar mandi.
Haidar segera masuk kekamar mandi ketika Dira masih menyiapkan air hangat untuknya.
"airnya belum siap tuan" kata Dira segera memenuhi bathubnya dengan air hangat
Haidar hanya menatap Dira yang masih sibuk mempersiapkan air mandi untuknya.
Dira kemudian melangkahkan kakinya keluar ketika airnya sudah siap, namum haidar menarik lengannya.
__ADS_1
"Jangan pergi!" kata Haidar
"Apa lagi yang harus saya kerjakan tuan?" tanya Dira penasaran