Kugadaikan Hatiku

Kugadaikan Hatiku
Episode 36


__ADS_3

"ada apa Yash?" tanya Rasyid


"abi ada dimana sekarang? " tanya Ashraf


Baru saja Rasyid akan menjawabnya tiba-tiba Fira langsung merebut ponselnya dan mematikannya.


"kenapa dimatikan?" tanya Rasyid


"kamu lagi nyetir, bahaya sayang kalau sambil telponan" sahut Fira


"aku pake ear phone, jadi tidak perlu khawatir" ucap Rasyid


"tetap saja tidak boleh sayang" jawab Fira


Rasyid kemudian menghentikan mobilya disebuah cottage yang sangat mewah, ia segera turun dan mengajak Fira masuk kedalamnya.


*********


"kau sudah aman sekarang dan tidak perlu takut lagi" ucap Haidar pada Dira


"terima kasih kau sudah datang untuk menyelamatkan aku" kata Dira


"sama-sama, sekarang tidurlah. aku akan menghubungi Yash untuk memberi tahukan keadaanmu sekarang" ucap Haidar


Ia kemudian pergi meninggalkan Dira dikamarnya dan segera menghubungi Ashraf.


***dreet...dreet...dreet


Ashraf segera mengangkat ponselnya.


"halo, assalamualaikum Haidar. ada apa kau menelponku?" tanya Ashraf


"waalaikum salam Yash, aku cuma ingin mengabarimu kalau Dira selamat dan ia ada bersamaku sekarang" ucap Haidar


"syukurlah!, aku senang mendengarnya, aku takut terjadi sesuatu terhadapnya, karena aku melihat banyak darah yang berceceran di kamar Dira" ucap Ashraf


"hmmm, kalau kau ingin melihatnya datang saja ke rumahku" kata Haidar yang kemudian mematikan ponselnya


***Haidar POV


Haidar memiliki perasaan yang tidak enak, mungkin karena ia pernah manjadi suami nya sehingga membuatnya bisa merasakan apa yang Dira rasakan saat ini.


"kenapa aku terus kepikiran Dira" batin Haidar


"apa yang terjadi padanya, apa dia sedang berada dalam bahaya, kenapa perasaanku bilang ia dalam keadaan bahaya dan memerlukan bantuan dariku" gumam Haidar


Ia kemudian memutuskan untuk pergi menemui Dira dirumah Ashraf.


Sesampainya disana, ia tercengang karena keadaan rumah sepi dan pintu rumah tampak terbuka, ia kemudian berlari kedalam kamar Dira, benar saja ia mendapati Fira yang sedang mengalungkan pisau ke leher Dira.


Ia kemudian segera menangkap Fira dan mengamankan pisau yang dipegangnya.


Fira tentu saja tidak tinggal diam, ia kemudian segera menggigit lengan Haidar agar tidak menggangu aktivitas balas dendamnya.


Haidar kemudian langsung meringkusnya dan membawanya keluar dari kamar Dira, namun Fira terus meronta hingga akhirnya ia bisa melepaskan diri dari Haidar dan berhasil melukai lengan Haidar dengan pisaunya.


Beruntung Haidar segera merebut pisau dari tangannya dan mendorong Fira hingga tersungkur ke lantai, ia kemudian bangkit dan melarikan diri dari kejaran Haidar.

__ADS_1


**************


Ashraf kemudian bersiap-siap untuk pergi kerumah Haidar.


Sesampainya disana ia segera berlari ke kamar Haidar, tapi sayangnya ia tak mendapati Dira disana. Ia hanya melihat Haidar sedang mengobati luka dilengannya.


"kau sudah datang rupanya?" ucap Haidar


"dimana Dira?" tanya Ashraf


"dia ada di kamar tamu" jawab Haidar


Ashraf langsung berlari menuju ke kamar tamu yang berada didepan kamar Haidar.


"kamu tidak apa-apa sayang?" tanya Ashraf sambil memeluk Dira


"iya aku tidak apa-apa, karena Haidar datang tepat waktu untuk menyelamatkan aku" sahut Dira


"syukurlah!!, aku sempat stress karena takut terjadi sesuatu padamu" ucap Ashraf sambil mencium kening Dira


"sekarang Fira dimana?" tanya Dira


"dia bersama abi" ucap Ashraf


"kamu harus segera beri tahu abimu kalau Fira itu sangat berbahaya, aku takut dia akan menjadi sasaran berikutnya karena gagal membunuhku" ucap Dira


"aku sudah menelponnya, tapi si j*lang itu malah memutus panggilannya" ucap Ashraf kesal


"tapi tunggu, biar ku lacak dimana keadaan mereka melalui GPS" ucap Ashraf


Ia kemudian menemui Haidar dikamarnya.


"hmmmm!!" jawab Haidar


"yasudah aku pergi dulu!!, tolong jaga Dira untukku" Ashraf memohon sebelum pergi meninggalkan Haidar


"iya, percayakan semuanya padaku" ucap Haidar


"thanks bro!!" jawab Ashraf yang kemudian bergegas kembali ke kamar Dira


"sayang aku pergi dulu, jaga dirimu dan doakan aku kembali dengan selamat" ucap Ashraf sambil mencium keningnya


Ia kemudian pergi meninggalkan rumah Haidar dan Dira mengantarnya hingga pintu gerbang.


"semoga aku belum terlambat" ucap Ashraf


Ia kemudian menghubungi Malik untuk menyusulnya.


Ashraf menghentikan mobilnya disebuah cottage yang sangat megah. Ia kemudian bertanya pada receptionis dimana abinya menginap.


"tuan Rasyid Amrullah menginap di ruang VIP nomor 234" ucap seorang receptionis


"terima kasih atas informasinya" ucap Ashraf yang kemudian segera menuju ke ruangan itu


"ini dia ruangannya!!" ucap Ashraf ketika tiba didepan ruangan VIP 234


Ia kemudian mengetuk pintu kamar itu.

__ADS_1


**tok!!, tok!!, tok!!


Seorang wanita keluar dari balik pintu kamar hotel itu, dan Ashraf segera menarik lengan wanita itu dan menguncinya hingga ia tak bisa bergerak.


"kena kau j*lang!!, dimana abiku!" bentak Ashraf


"kau siapa aku tidak kenal dengan abi" sahut wanita itu sambil meringis kesakitan


"jangan bohong Fira, kau tak bisa mengelak lagi" kata Ashraf


"aww!!, sakit" rintih wanita itu


"aku bukan Fira, dan aku tidak kenal dengannya" jawab wanita itu


Mendengar ucapan dari wanita itu, Ashraf segera melepaskan tangannya. Ia kemudian membalikan tubuh wanita itu.


"sial!!, bagaimana bisa kau menempati kamar yang dipesan oleh abiku,?" tanya Ashraf


"maksud kamu tuan Rasyid Amrullah?" jawab wanita itu


"iya"


"seorang wanita menukar kamarnya dengan kamarku dengan alasan dia tidak merasa nyaman disini" ucap wanita itu


"apa wanita itu seperti ini" kata Haidar sambil menunjukkan foto Fira


"iya, benar!!, tapi wanita itu hanya sendiri tidak bersama laki-laki itu" sahut wanita itu


"baiklah, tapi boleh tahu dimana kamar wanita itu?" tanya Ashraf


"suite room nomor 119" ucap wanita itu


"baiklah, terima kasih atas informasinya" jawab Ashraf


Ia kemudian menuju ke kamar yang dimaksud oleh wanita itu, tapi ia kaget karena kamar itu tidak terkunci.


"kenapa kamarnya terbuka?" tanya Ashraf sambil melangkah masuk kedalam kamar itu


Sesampainya didalam kamar itu, tiba-tiba pintu kamarnya langsung tertutup dan terkunci.


"sial, siapa yang mengunci pintunya " ucap Ashraf sambil mencoba membuka pintunya


Tapi sekuat apapun ia mencoba ia tidak berhasil membuka pintu kamarnya.


*******


"bagaimana, apa kau berhasil meringkusnya?" tanya Fira pada wanita yang berdiri di depan kamarnya


"tentu saja Fira, dan dia sudah terkunci di kamar itu" jawab wanita itu sambil menyunggingkan senyumnya


Halo Readers semua maaf ya up nya lama, selain lagi persiapan untuk sidang skripsi, penulis juga harus menyelesaikan novel istri Tomboy sang pangeran yang sudah mendekati tamat, jadi mohon sabar menunggu ya, jangan lupa like, love, komen dan juga vote. terima kasih atas pengertiannya.


salam manis dari Author...


muaaaach...😘😘😘😘


muaaaach ...😘😘😘😘

__ADS_1


Happy Reading all


love you all...tahanks


__ADS_2