
Hafsah mulai membuka matanya, ia kemudian menarik lengan Haidar yang tertidur disampingnya.
Haidar segera membuka mengerjapkan matanya dan tersenyum kepada istrinya.
"kamu sudah sadar sayang?" tanya Haidar
"Dira" kata Hafsah
"kenapa?" kamu ketemu Dira?" tanya Haidar
Hafsah hanya mengangguk.
"untuk apa?, sudahlah kau mendingan fokus sama kesehatan kamu aja" kata Haidar
Hafsah semakin keras menarik lengan Haidar dan mencakarnya.
"ada apa lagi?" tanya Haidar
"Dira" jawab Hafsah yang mulai berlinang air mata
Haidar seperti tidak tega ketika melihat embun yang berjatuhan membasahi pipi istrinya. Ia kemudian keluar untuk memanggil Dira di ruangan Ashraf.
"maaf mengganggu, tapi bisakah kau menemui istriku sebentar" Pinta Haidar ketika menemui Dira diruang Ashraf
"apa ka Hafsah sudah siuman?" tanya Dira
"iya, dan dia langsung manggil nama kamu ketika membuka matanya" jawab Haidar
"sudahlah sayang kau tak perlu menemuinya lagi, aku takut dia punya rencana jahat lagi padamu" kata Ashraf
"iya aku tahu, istri ku memang sangat jahat padamu, tapi bisakah kau menemuinya sekali ini saja, anggap saja ini terakhir kalinya ia menemuimu" kata Haidar
"baiklah aku akan menemuinya" jawab Dira
"aku ikut!" kata Ashraf yang mendampinginya menemui Hafsah
Dira masuk keruang perawatan Hafsah, ia melihatnya sedang berdzikir sambil merintih menahan sakit.
"Dira!!!" panggil Hafsah sambil terisak
Dira segera mendekatinya sambil tersenyum.
"iya ka, ada apa?" tanya Dira
Hafsah hanya diam dia hanya terus menangis menatap Dira.
Dira kemudian memeluknya, dan membantunya untuk bersandar.
"apa yang mau kaka katakan, katakan saja" kata Dira
Lagi-lagi Hafsah hanya menangis sambil menyadarkan kepalnya di bahu Dira.
" maaf" bisik Hafsah sambil bergetar
"iya Dira sudah memaafkan kaka" jawab Dira
"maaf..kan a..ku" kata Hafsah sambil terbata-bata
'iyah, Dira udah maafin kaka" jawab Dira
"sakit!!, aku sudah tidak kuat, aku tidak kuat lagi" kata Hafsah sambil meringis menahan sakit
Haidar segera mendekatinya dan memeluknya.
"kamu harus kuat sayang, aku yakin kamu pasti kuat" kata Haidar sambil memeluknya
__ADS_1
Kristal bening mulai membasahi pipi Dira yang tak tega melihat Dira yang terus merintih kesakitan.
Tangan Hafsah kemudian mengelus perut Dira yang sudah membesar.
"tolong berikan anak ini pada Haidar, aku tidak bisa meninggalkannya sendirian, aku bisa tenang jika aku pergi ada bayi mungil yang menemaninya nanti, dan bisa menghiburnya ketika dia sedang sedih" kata Hafsah
"kamu tidak usah berkata seperti itu sayang, bagaimana mungkin aku bisa merawat seorang bayi sendirian, kau tahu aku tidak pernah menuntut apapun darimu, asal bisa selalu bersamamu aku sudah bahagia, aku tidak butuh yang lain aku cuma mau kamu saja sayang" jawab Haidar sambil menitikkan air mata
Hafsah tersenyum mendengar ucapan Haidar.
"kaka tidak usah khawatir aku janji akan memberikan anak ini pada tuan Haidar, percayalah aku tidak akan ingkar janji" kata Dira meyakinkan Hafsah
Hafsah tersenyum mendengar jawaban Dira.
"awww!!, sakit!!!, aku sudah tidak kuat!!!" teriak Hafsah yang kemudian pingsan
Ashraf segera melakukan tindakan medis kepadanya.
Ashraf segera menghentikan aktivitasnya ketika melihat denyut jantungnya yang mulai melemah.
"bawakan aku alat pacu jantung!!" teriak Ashraf
Seorang perawat segera berlari dan memberikan alat pacu jantung padanya.
"inna lillahi wa Inna ilaihi roji'un" kata Ashraf sambil menghentikan kegiatannya
Ia kemudian keluar dan mengabari Haidar, ia kemudian memeluk sahabatnya itu dan menenangkannya.
"sabar bro, ini ujian kamu harus sabar" kata Ashraf
Haidar tak dapat menyembunyikan kesedihannya setelah ditinggal pergi wanita yang sangat ia cintai.
Ia kemudian berjalan masuk menemui Hafsah yang terbaring di brankarnya.
"sekarang kamu sudah tidak akan kesakitan lagi, tenanglah disana, aku akan selalu mendoakan mu" kata Haidar sambil memeluknya
Ashraf kemudian kembali ke apartemennya setelah mengantar Dira pulang.
"tumben rumah sepi banget, pada kemana sih" batin Ashraf
Ia tak melihat Malik ataupun Fira dirumah itu.
Dia segera masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai mandi Ashraf segera turun kebawah untuk makan malam.
Tapi ia terkejut karena ternyata tidak ada makanan di meja makan.
"bahkan airpun tidak ada" kata Ashraf sambil menutup kulkas
Ashraf lalu mengambil satu gelas air yang ada di atas meja makan.
Namun ketika ia mulai meneguknya tiba-tiba Malik segera merebutnya.
"hey, itu milikku" kata Ashraf kesal
"cih, bahkan kau menghabiskannya" kata Ashraf sambil meninggalkan Malik dimeja makan.
"nih aku bawakan satu galon untuk mu" jawab Malik sambil memasang galon itu keatas dispenser
"maafkan aku, aku sangat haus karena lelah mencari galon yang mulai langka dikomplek ini gara-gara virus Corona" jawab Malik
Ashraf hanya terkekeh mendengar jawaban Malik.
"emang sampai segitunya ya" kata Ashraf
"iya semua galon habis diborong ibu-ibu komplek" kata Malik yang kemudian menjatuhkan tubuhnya disofa
__ADS_1
" trus wanita j*lang itu kemana?" tanya Ashraf
"dia pergi dari tadi pagi, aku lupa tak menanyainya" jawab Malik
"kenapa paman tidak masak, aku kan lapar paman?" tanya Ashraf
"sudahlah, masak mie instan saja.
Aku sedang malas masak hari ini" jawab Malik
"itu tidak sehat paman, yaudah mending aku pesenin di online saja, paman mau apa?" tanya Ashraf
"aku mau nasi bebek sama kebab saja" jawab Malik
"ok, udah aku pesenin paman tunggu ya, aku mau telpon Dira dulu" kata Ashraf yang kemudian naik menuju kamarnya.
"hey!!, kenapa rasanya panas sekali hari ini" kata Malik sambil membuka bajunya.
Ia kemudian masuk ke kamar mandi untuk mendinginkan suhu tubuhnya.
***ting nong!! ...ting nong!!
Ashraf segera turun untuk membukakan pintu.
"kemana lagi tuh orang, padahal sudah aku suruh tungguin malah kabur" gerutu Ashraf
Ia kemudian membuka pintu, dan dilihatnya seorang driver ojol yang berdiri didepan pintu sambil membawa pesanannya.
"terima kasih ya pak" ucap Ashraf setelah menerima pesanannya
"hmmm... ajiib!" kata Malik yang baru keluar dari kamar mandi
"giliran udah datang aja baru nongol" dengus Ashraf
"sorry, aku kegerahan makanya mandi dulu" jawab Malik
"gerah dari mananya sih paman, orang habis hujan kok panas, yang ada dingin iya" jawab Ashraf
"gak tau nih kenapa aku jadi kegerahan gini" jawab Malik
"udah buruan makan keburu dingin " ajak Ashraf
Malik segera memakan makanan didepannya dengan lahap.
"bener-bener ajib nih makanan" kata Malik yang terus berkeringat
"sepertinya aku harus mandi lagi, aku tidak kuat. Panas banget!!" teriak Malik yang kepanasan
Ashraf heran melihat Malik yang terus kepanasan.
"sepertinya ada yang tidak beres" batin Ashraf
"huftt!!, segar!!" kata Malik yang sudah keluar dari kamar mandi
"Yash, boleh paman tidur dikamarmu, paman ngantuk sekali" kata Malik.
"pakai saja, aku akan tidur dirumahku saja malam ini. Disini panas!" ucap Ashraf sambil meninggalkan apartemen itu
Malik segera masuk kedalam kamar Ashraf dan menutupnya.
**krieet!!!
Fira perlahan-lahan membuka kamar Ashraf dan masuk kedalamnya.
"sepertinya dia sudah tidur, dan air yang aku sudah campur obat perangsang pun sudah diminumnya"
__ADS_1
"baiklah sayang, malam ini kita akan menghabiskan malam yang panjang dengan penuh penuh cinta" kata Fira sambil berjalan mendekati ranjang Ashraf