Kugadaikan Hatiku

Kugadaikan Hatiku
Episode 25


__ADS_3

"sayang sarapan dulu" kata Ashraf sambil menarik satu kursi untuk Dira


"makan yang banyak ya, agar bayimu sehat" kata Ashraf sambil menyendokkan nasi ke piring Dira


Mbak Sum terkejut ketika mendengar ucapan Ashraf.


"jadi neng Dira sudah mengandung anak tuan!" kata mbak Sum tercengang


Ashraf dan Dira ikut tercengang mendengar ucapan mbak Sum.


"bukan bi, ini bukan anak dokter Ashraf, tapi anak suamiku" kata Dira mencoba meluruskan kesalah pahaman mbak Sum


"oh neng udah nikah toh" jawab mbak Sum


"iya tapi suamiku sudah meninggal" kata Dira


"oh begitu.." kata mbak Sum mengangguk paham


"anaknya Dira akan jadi anaku mbak Sum" kata Ashraf


"iya tuan, hehehe" jawab mbak Sum sambil berlalu meninggalkan keduanya di meja makan


Setelah selesai sarapan Ashraf mengantar Dira ke kampusnya.


"belajar yang rajin ya sayang" kata Ashraf sambil mengecup keningnya


"iya, terima kasih sayang, kamu juga semangat kerjanya ya" balas Dira


Dira segera pergi dan melambaikan tangannya pada Ashraf.


**********


Sementara Fira sedang melakukan fitting baju pengantin bersama Rasyid disebuah butik yang cukup megah.


"sayang aku mau pesta pernikahan kita dibuat semeriah mungkin, aku ingin pesta yang berkesan karena ini pertama kalinya bagiku" pinta Fira


"sayang, aku minta kali ini kau menurut denganku ya, aku ingin pesta kita diadakan private saja, karena usiaku yang sudah tidak muda lagi dan aku ingin menjaga perasaan Yash, dia pasti terluka dengan keputusan ku ini" kata Rasyid

__ADS_1


"pokoknya aku gak mau tahu, kalau kau tidak mai menurutinya, seperti janjiku aku akan pergi meninggalkanmu atau aku akan bunuh diri" ancam Fira


"kenapa kau selalu saja mengancamku, bahkan ketika kau memintaku untuk menikahimu secara resmi aku segera menyetujuinya walaupun aku harus bermusuhan dengan putraku, kau meminta untuk tinggal dirumah ku akupun setuju, walaupun aku tahu Yash pasti akan bertambah benci terhadapku. Bahkan aku hanya diam saja ketika aku tahu bahwa kau yang membunuh Zainab, aku lakukan semua itu karena aku sangat mencintaimu dan aku tak mau kehilangan dirimu" kata Rasyid


Fira terkejut mendengar ucapan terakhir Rasyid.


"jadi kau tahu kalau aku yang membunuh istrimu?" tanya Fira


"tentu saja, bahkan aku juga yang menghapus rekaman CCTV ruangan Zainab karena aku tidak mau polisi menangkap dirimu" kata Rasyid


"dan satu lagi aku memang sengaja meninggalkan Zainab sendiri malam itu, karena aku tahu kau akan datang untuk membunuhnya" kata Rasyid


"jadi kau...lalu pengirim pesan misterius itu ..." kata Fira


"itu aku juga yang mengirimnya, karena sebenarnya aku menikahi Zainab karena terpaksa, aku sama sekali tidak mencintainya, aku menikahinya karena untuk mempertahankan usaha bisnis ku yang sedang kolleps saat itu, karena hanya keluarga Zainab yang bisa membantuku saat itu, tapi semuanya ingin segera aku akhiri ketika aku bertemu denganmu. Bersama mu aku menemukan kembali semangat hidupku yang telah lama mati, kau membuat hari-hari ku lebih berwarna, aku ingin meninggalkan Zainab untuk hidup bahagia bersamamu, tapi itu susah makanya aku sengaja mengirimnya pesan itu, dan aku tahu kau juga sepertinya sangat ingin menjadi nyonya Rasyid, makanya aku memuluskan semua usahamu, karena aku juga ingin hidup berdua dengan mu tanpa ada pengganggu" kata Rasyid


"jadi kau melakukan semuanya untukku" kata Fira


"benar sayang...aku akan melakukan apa saja untuk mendapatkan dirimu" ucap Rasyid


"baiklah sayang aku setuju denganmu, aku tidak akan menuntut pernikahan yang megah lagi" kata Fira


"bagus sayang kalau kau mengerti" ucap Rasyid


**********


Haidar bersiap-siap untuk pergi ke kantor nya.


"kau mau kemana sayang?" tanya Hafsah


"aku mau ke kantor sekalian memberi tahu bahwa aku masih hidup" jawab Haidar


"yaudah hati-hati ya" ucap Hafsah


Haidar segera mengemudikan mobilnya menuju ke kantornya.


Sesampainya disana semua karyawan nya tercengang dengan kehadirannya, setelah memenangkan suasana kantor yang menjadi riuh karena kedatangannya Haidar segera pergi lagi untuk menemui rekan bisnisnya.

__ADS_1


Ia kemudian menghentikan mobilnya disebuah kafe yang tak jauh dari kantornya.


Ia duduk sambil menikmati secangkir kopi, ketika Dira dan Ashraf memasuki kafe itu. Ia segera menutupi wajahnya dengan koran yang ia bawa, Haidar tidak mau Ashraf dan Dira melihatnya.


"sayang aku ke toilet dulu ya, kamu pesan aja dulu" kata Ashraf


Dira hanya mengangguk, ia kemudian memesan minuman kepada seorang pelayan.


Seorang lelaki datang mendekati Dira, ia segera menarik dengan paksa dan menyeretnya menuju keluar kafe. Haidar yang melihatnya segera menolongnya.


Namun Haidar tak dapat berbuat banyak ketika laki-laki itu menodongkan pistol kepada Dira.


"pergi atau aku akan menembaknya!" ancam lelaki itu


Haidar segera beringsut mundur menjauhi laki-laki itu.


Ashraf yang baru kembali terkejut karena tidak menemukan Dira ditempatnya, ia kemudian mencarinya keluar kafe.


Dan benar saja ia melihat Dira yang sedang dibekap oleh seorang sambil menodongkan pistol di kepalanya.


Ashraf segera berlari untuk menyelamatkan Dira, tapi Haidar segera menariknya.


"jangan gegabah, atau kau akan melihat dia mati!" kata Haidar


Ashraf tercengang dengan pria yang berada disampingnya.


"bukankah kau sudah mati!" kata Ashraf menjauh dari Haidar


"aku masih hidup karena aku tidak akan rela membiarkan dirimu bersama Dira" kata Haidar


"jangan mimpi Haidar, Dira tidak pernah mencintaimu, dia hanya mencintaiku saja" kata Ashraf


"tapi aku suaminya" kata Haidar


"kau hanya suami siri, lagian hubungan kalian sudah berakhir jadi sekarang Dira sudah bebas" ucap Ashraf yang kemudian berlari ke arah mobilnya untuk mengejar pria yang menculik Dira


Haidar hanya terdiam ia tahu bahwa Hafsah pasti yang melakukan semua ini.

__ADS_1


__ADS_2