Kugadaikan Hatiku

Kugadaikan Hatiku
Episode 8


__ADS_3

Malam semakin larut, Ashraf mulai terlelap diruang tamu. Ia terbangun saat mendengar suara benda jatuh dari dalam kamar Dira.


**bruuugghhh!!!


Ia segera berlari menuju ke kamar Dira, benar saja ia melihat Dira jatuh tergeletak dilantai.


"Kamu kenapa?" tanya Ashraf


"Oh dokter, kirain sudah pulang?" kata Dira yang mencoba bangun


"Aku sudah izin sama Haidar untuk nungguin kamu sampai pulih, karena aku tak tega meninggalkanmu sendiri dalam kondisi tidak sehat" jawab Ashraf


"Cih, kenapa kau begitu peduli dengan ku padahal suamiku sendiri mengabaikan ku bahkan sudah dua hari tidak ada kabar, boro-boro menelpon untuk sekedar menanyakan keadaanku, atau basa-basi apa gitu..hufft !!benar-benar istri yang malang," gumam Diraa


"Kamu mau apa?" tanya Ashraf lagi yang membuat Dira segera menepis lamunannya


"Aku mau ke kamar mandi, tapi tubuhku lemes banget" jawab Dira


"Yaudah biar aku bantu" kata Ashraf yang kemudian memapahnya menuju kamar mandi


" Dokter sampai sini aja, aku bisa kok sendiri" Ucap Dira melangkah masuk kedalam kamar mandi


Ashraf kemudian menunggunya didepan pintu kamar mandi.


Dira kemudian keluar dari kamar mandi,dan Ashraf kembali memapahnya menuju keranjangnya.


"Kalau kau perlu sesuatu panggil saja aku" ucap Ashraf


"Aku akan tidur di sofa kamarmu agar memudahkan ku mengecek kondisimu" kata Ashraf lagi


Dira kemudian berbaring sementara Ashraf mengambil stetoskopnya, ia kemudian mengecek kondisinya lagi.


"Kalau sampai besok panasnya belum turun, terpaksa kamu saya rujuk kerumah sakit" kata Ashraf


Adira hanya mengangguk.


"Boleh minta tolong ambilkan saya minum " ucap Dira


Ashraf segera mengambil kan segelas air untuknya.


Ashraf kemudian merebahkan tubuhnya diatas sofa dan mulai memejamkan matanya.

__ADS_1


Wangi aroma masakan dari dapur membangunkan Ashraf dari tidurnya, hidungnya mulai mengendus darimana aroma itu berasal.


"Hmmm, wangi banget aromanya" kata Ashraf yang sudah berdiri dibelakang Dira dan membungkukkan sedikit badannya mengendus aroma masakan Dira


Dira yang kaget secara refleks langsung menoleh kearahnya, membuat keduanya menjadi lebih dekat, mata mereka saling bertemu membuat hidung mancung Ashraf menyentuh bibir mungil Dira.


Deg!!, seketika jantung Ashraf berdetak lebih cepat membuatnya salah tingkah, perasaanya campur aduk ketika melihat wajah cantik Dira dari dekat.


"Kenapa gue jadi gini, duh kenapa lo cantik banget sih, dan kenapa juga gue mulai suka sama lo, hufft!! kenapa lo juga harus jadi istri teman gue" batin Ashraf


Begitu juga Dira ia merasakan denyut jantungnya berpacu lebih cepat dari biasanya membuat tubuhnya lemas, entah perasaan apa yang ia rasakan saat ini, ia begitu mengagumi dokter tampan dihadapannya.


Cukup lama mereka bertatapan, membuat keduanya salah tingkah dan canggung.


"Emm, memangnya kau sudah sehat?" tanya Ashraf yang mulai mencairkan suasana canggung diantara mereka


"Alhamdulillah, saya sudah baikan dok" jawab Dira sambil membalikan badannya, ia tak kuat lama-lama menatap dokter Ashraf yang begitu tampan dan bisa membuatnya grogi.


"Oklah kalau begitu, jadi kamu tak perlu dirawat dirumah sakit" jawab Ashraf sambil meneguk segelas Air dingin untuk meredam kekacauan direlung kalbunya.


Ashraf kemudian masuk kekamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Ia keluar dari kamar dan mengambil peralatannya yang ia simpan dikamar Haidar.


"Karena kamu sudah sehat, saya pamit pulang" kata Ashraf berpamitan dengan Dira yang sedang menyirami tanaman


"Benarkah dia masak spesial untukku" batin Ashraf yang senang mendapat perlakuan spesial dari Dira


"Benarkah hanya untukku?" kata Ashraf memastikan


"Iya" jawab Dira tersipu malu


"Baiklah kalau kamu memaksa" kata Ashraf yang berbalik masuk kedalam rumah diikuti oleh Dira


Dira segera menuangkan nasi dan lauk pauknya keatas piring Ashraf.


"Hmmm, masakan kamu enak banget, kamu pasti jago masak ya?" puji Ashraf


"Biasa aja pak, saya cuma hobi masak" jawab Dira


"Pantes rasanya mantul, mantap betul" kata Ashraf sambil menambahkan nasi kedalam piringnya


"Bolehkan aku nambah?" tanya Ashraf

__ADS_1


"Silahkan, dihabiskan juga boleh" kata Dira sambil tersenyum manis


"Duh, please jangan senyum Dira, senyum kamu membuat hatiku meleleh" kata Ashraf dalam hati


Ashraf menyantap makanannya sambil terus menatap kearah Dira, membuatnya salah tingkah karena terus diperhatikan oleh Ashraf.


Dira segera mengambil tisu dan mendekatinya, membuat Ashraf jadi grogi.


"Ada saus dibibir bapak" kata Dira sambil menyeka ujung bibir Ashraf


"Coba kau seka bibirku dengan bibirmu pasti lebih nikmat" batin Ashraf yang mulai mesum melihat wajah cantiknya dari dekat


"Ahhh!!" kata Ashraf yang segera menepis pikiran mesum yang mulai merasuki otaknya


"Bapak sakit ya, kok wajah bapak merah" kata Dira sambil menyentuh dahinya


Ashraf semakin grogi dibuatnya, ia kemudian menarik tangan Dira dan meletakkannya diatas dada bidangnya.


"Iya aku sakit, tapi sakitnya disini" jawab Ashraf sambil meletakkan tangan Dira di atas dadanya


"Bapak sakit jantung?" tanya Dira


"Duh!!, kenapa kamu gak peka sih Dira?" batin


Ashraf yang mulai gemes dengan kepolosan Dira


"Iya aku sakit hati Dira, semenjak aku tahu kamu sudah menikah dengan Haidar sahabatku" jawab Ashraf


"Diih ..... pak dokter gombal" kata Dira sambil melepaskan tangannya


"Maaf ya Dira, aku gak tau kenapa jadi alay kaya gini" jawab Ashraf yang mulai menggaruk-garuk kepalanya yang tak terasa gatal


Dira hanya terkekeh melihat tingkah dokter Ashraf yang lucu, tak bisa ditampik sebenarnya Dira juga menyukai gombalan Ashraf yang membuatnya berbunga-bunga.


Selesai sarapan Ashraf segera berpamitan pada Dira, Ia kemudian mencium tangan Ashraf dan secara refleks Ashraf mencium kening Dira.


Wajah Dira langsung memerah mendapatkan perlakuan manis dari Ashraf, yang tak pernah ia dapatkan dari Haidar.


Melihat perubahan wajah Dira membuat Ashraf merasa bersalah ia kemudian menarik tangannya dan meminta maaf.


"Maafkan aku Dira, sudah lancang mencium keningnmu" kata Ashraf

__ADS_1


"Ahh, tidak papa pak, saya tahu anda pasti tidak sengaja" jawab Dira mencoba menepis segala kekecewaannya


__ADS_2