
"Aku hanya ingin minta tolong padamu?" tanya Haidar
"Apa yang bisa saya bantu tuan?" Dira balik bertanya
"Malam ini kau akan menginap dirimahku, dan besok aku minta tolong kamu antarkan Hafsah untuk melakukan kemoterapi" katanya Haidar
"Baik" jawab Dira
"Dekarang bersiap-siaplah, karena kita akan berangkat kerumahku" kata Haidar
Dira segera masuk kedalam mobil, Haidar segera melajukan mobilnya menuju kerumahnya.
Setibanya disana Haidar segera mengajaknya masuk dan menemui Hafsah.
"assalamualaikum ka" sapa Dira
"waalaikum salam Dira, kamu sudah makan?" tanya Hafsah
"sudah ka"
"baiklah, ayo kaka antar kekamarmu" ajak Hafsah
"ini kamarmu, selamat beristirahat Dira" ucap Hafsah
Dira segera menutup pintu kamarnya ketika Hafsah sudah meninggalkannya.
Hafsah melihat suaminya sudah terlelap, ia kemudian berbaring disampingnya.
Adzan subuh berkumandang membangunkan Dira yang mulai mengerjapkan matanya, ia segera mengambil air wudhu dan sholat. Sementara itu Haidar sudah bersiap-siap untuk berangkat keluar kota, Dira menatap kearah Haidar yang mengecup kening Hafsah dan kemudian pergi meninggalkannya.
"kenapa kau tak pernah melakukan itu padaku" kata Adira
Ia sedikit merasa iri melihat Haidar yang bersikap sangat lembut terhadap istrinya, sedangkan dengannya dirinya Haidar selalu bersikap kasar dan dingin.
Dira segera menepis lamunannya dan ia segera pergi ke dapur untuk memasak.
"kamu tak perlu repot-repot memasak segala Dira, kan kamu tinggal suruh mbok Darmi aja untuk memasak makanan kesukaanmu" ucap Hafsah
"gapapa ka, Dira sudah terbiasa melakukannya sendiri" jawab Dira
Mereka berdua kemudian sarapan bersama.
"masakan kamu enak Dira" puji Hafsah
"makasih ka" kata Dira
Setelah selesai sarapan mereka berdua kemudian berangkat kesebuah rumah sakit besar di Jakarta.
Setibanya disana Hafsah segera menemui dokter Ashraf untuk melakukan kemoterapi.
" kau datang sendirian?" tanya Ashraf yang melihat Hafsah masuk keruangannya seorang diri
"tidak, aku berdua dengan Dira, cuma dia lagi ketoilet, dulu" ucap Hafsah
" memangnya Haidar kemana?" tanya Ashraf
"dia sedang dinas keluar kota" jawab Hafsah
__ADS_1
’’baiklah sekarang masuklah keruangan kemo, aku akan menyusulmu setelah membuat laporan ini" kata Ashraf
**kriet!!
Dira membuka pintu ruang kerja Ashraf.
Ia kaget karena tak mendapati Hafsah disana.
"maaf saya salah masuk" kata Dira sambil membalikan badannya
"kamu tidak salah masuk" kata Ashraf yang menarik lengannya
" kenapa sepertinya kau menghindariku" kata Ashraf yang kemudian menarik tubuh Dira kedalam pelukannya
"lepaskan!!" kata Dira meronta mencoba melepaskan diri dari pelukannya
"apa Haidar yang melarangmu, bertemu denganku" kata Ashraf
"bagaimana dia tahu kalau aku dilarang menemuinya" batin Dira
Ashraf segera mendongakkan wajah Dira yang terus menunduk, ia kemudian mendaratkan ciumannya kebibir Dira.
***plakk!!!
Dira menampar wajah tampan Ashraf.
"jadilah pacarku, aku pasti akan membahagiakanmu" kata Ashraf sambil menggenggam kedua tangan Dira
"aku sudah menikah, bagaimana bisa aku menjadi pacarmu" jawab Dira
Deg!!, rasanya jantung Dira ingin meloncat keluar ketika mendengar ucapan Ashraf yang membuatnya melayang.
"maafkan aku, aku tidak bisa, aku tidak bisa menghianati suamiku" jawab Dira mencoba berperang dengan nafsunya yang menginginkan Ashraf menjadi kekasihnya
Ia takut, Ashraf juga hanya akan menjadikan nya sebagai pelampiasan nafsunya saja.
"aku tau kau juga sebenarnya menyukaiku hanya saja kau masih malu untuk mengakuinya" kata Ashraf
" maaf dokter, anda salah" balas Dira
"Dira kau sudah datang!!, darimana saja kamu kenapa lama sekali" kata Hafsah yang keluar dari ruang kemoterapi
Dira terkejut melihat Hafsah yang menghampirinya, ia takut jika Hafsah melihat apa yang terjadi antara dirinya dan Ashraf.
Ashraf segera duduk dikursinya, mencoba mengatur nafasnya yang tidak teratur setelah mendapat penolakan dari Dira.
" kau sudah selesai?" tanya Ashraf
"sudah" jawab Hafsah
Ashraf kemudian memanggil perawat untuk membawakan hasil kemoterapinya.
Tak berapa lama, seorang perawat masuk dan membawakan hasil kemoterapi Hafsah.
"hasilnya bagus, sudah ada kemajuan. Sel kankernya sudah mulai mengecil" kata Ashraf
"Alhamdulillah" kata Hafsah
__ADS_1
"Dira, tolong kau tunggu resep obat dari dokter Ashraf, aku akan keluar sebentar untuk menghubungi Haidar" kata Hafsah yang meninggalkan mereka berdua
"baik ka" jawab Dira
Dira kembali hanya berdua dengan Ashraf, keduanya hanya terdiam dan mendadak suasana ruangan yang dingin tiba-tiba menjadi panas.
Ashraf kemudian meneyerahkan selembar kertas berisi resep obat, tanpa berkata apa-apa. Dira segera meraih kertas itu dan pergi meninggalkan Ashraf.
"terimakasih dok, assalamu'alaikum" kata Dira sambil berlalu pergi
Ashraf hanya terdiam bahkan ia juga tak membalas salam dari Dira, membuat hati Dira terasa sakit bagai tertusuk duri.
"apakah dia sangat marah kepadaku" batin Dira yang menyesali apa yang telah ia lakukan kepadanya
Dira kemudian mencari apotek untuk menebus resep obat Hafsah. Cukup lama Dira berputar-putar mencari keberadaan apotek yang belum juga ia temukan ia kemudian bertanya kepada seorang office boy menanyakan dimana letak apoteknya.
Dira segera mengikuti petunjuk yang diberikan oleh Ob itu, tapi tetap saja ia malah kembali keruangan Ashraf.
Ashraf keluar dari ruangannya dan melihat Dira yang sedang berputus asa, ia kemudian menarik lengannya dan membawanya kesebuah apotek yang tak jauh dari ruangannya.
" fiuuh!!, ternyata disini, terima kasih dokter" kata Dira
Namun lagi-lagi Ashraf hanya diam dan pergi meninggalkan Dira.
Selesai menebus obat Dira segera menuju ke parkiran, dimana Hafsah sudah menunggunya.
mereka kemudian pulang menuju rumah Hafsah.
Seperti pesan Haidar malam ini Dira menginap dirumah Hafsah untuk menemaninya selama Haidar pergi keluar kota.
Keesokan paginya Hafsah meminta Dira untuk menemui dokter Ashraf.
"Dira, kaka minta tolong kamu temui dokter Ashraf, tolong ambilkan hasil kemoterapi aku yang tertinggal diruangannya" perintah Hafsah
Dira hanya mengangguk dan kemudian pergi meninggalkan Hafsah.
Setibanya dirumah sakit Dira segera menuju keruangan Ashraf.
"maaf nona hari ini dokter Ashraf sedang off, temui saja ia dirumahnya" kata seorang perawat
"Tapi aku tidak tahu alamatnya sus" kata Dira
Kemudian perawat itu memberikan kartu nama dokter Ashraf
Dira segera menuju alamat yang diberikan oleh perawat itu
Dira memencet bel apartemen yang cukup luas itu.
Seorang wanita datang dan membukakan pintunya.
"apa dokter Ashraf ada?" tanya Dira
"sayang ada yang mencarimu!!" teriak wanita itu
Dira menyangka wanita itu adalah kekasih Ashraf.
"ternyata kau sama saja dengan Haidar" batin Dira kecewa
__ADS_1