Kugadaikan Hatiku

Kugadaikan Hatiku
Episode 13


__ADS_3

Dira segera masuk kedalam rumahnya, ia kemudian memberikan amplop coklat itu kepada Hafsah.


"kenapa lama sekali?" tanya Hafsah


"tadi aku mampir kerumah teman dulu" jawab Dira mencoba berbohong ia tidak ingin memberi tahukan hubungannya dengan Ashraf


Hafsah tau jika Dira berbohong karena ia melihat Ashraf mengantarnya pulang.


"dasar *******, sekarang kamu sudah mulai bertingkah, awas saja jika kau ketahuan berselingkuh aku tak segan-segan untuk membunuhmu" batin Hafsah


Hafsah kemudian menelepon Haidar dan memberitahukan tentang Dira yang diantarkan pulang oleh Ashraf.


"kurang ajar berani-beraninya kau melanggar larangan dariku " kata Haidar setelah mendengar pemberitahuan dari Hafsah


Haidar segera mengemasi semua barang-barang miliknya, ia hendak pulang lebih awal, untuk segera memberi perhitungan terhadap Dira dan juga Ashraf yang telah berselingkuh.


"kalian akan meresakan akibatnya jika berani membuat masalah denganku" batin Haidar


Setelah menyerahkan semua tanggung jawab kepada Asistennya Haidar segera terbang menuju ke Bogor.


Tengah malam Haidar akhirnya tiba dirumah nya.


Mendengar bunyi klakson mobil suaminya, Hafsah segera keluar untuk menyambut kedatangan suaminya itu.


"apa Dira masih menginap disini?" tanya Haidar


"cih, bahkan suamiku juga sudah mulai peduli dengannya, bukannya aku yang ditanya, malah ****** itu yang pertama kali ia tanyakan" batin Hafsah


"dia sudah kembali kerumahnya" jawab Hafsah


"baiklah aku akan menemuinya sekarang" jawab Haidar


"apa kamu tak merindukan aku, sehingga kamu sangat ingin menemuinya" ucap Hafsah


"sayang aku menemui Dira hanya untuk memberinya pelajaran, karena ia telah melanggar laranganku untuk tidak menemui Ashraf" kata Haidar


"kau bisa melakukannya besok pagi, sekarang kau istirahat saja dulu, aku tahu kau pasti cape setelah melakukan perjalanan jauh" kata Hafsah


"baiklah" jawab Haidar yang luluh dengan permintaan istrinya itu


Pagi harinya setelah selesai sarapan Haidar kemudian berpamitan kepada Hafsah untuk pergi bekerja.


"nanti malam aku tidak pulang kesini karena aku akan menginap dirumah Dira" kata Haidar

__ADS_1


"tapi bukannya lusa kamu baru kerumah Dira, besok kau seharusnya masih tidur dirumahku" ucap Hafsah


"aku janji hanya malam ini karena aku akan memberikan pelajaran pada anak itu agar ia jera" ucap Haidar


"tapi sayang" kata Hafsah yang mulai cemburu karena Haidar lebih sering menginap dirumah Dira


"bukannya kamu yang menyuruhku untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama Dira, agar ia bisa segera mendapatkan anak, tapi jika sekarang kamu mulai keberatan aku akan segera mengakhiri hubunganku dengan Dira, aku tidak mau membuatmu sakit hati atau cemburu hanya karena masalah seperti ini, percayalah hanya engkau satu-satunya wanita yang aku cintai" jawab Haidar


"maafkan aku sayang ...bukan maksudku untuk menghalangimu bertemu dengan Dira, hanya saja aku masih ingin bersamamu malam ini, tapi sudahlah demi masa depan kita, aku akan mengalah kali ini" kata Hafsah yang kecewa


"yaudah aku gak jadi kerumah Dira" jawab Haidar yang mulai mengetahui istrinya mulai cemburu terhadapnya


" tidak sayang, aku izinin kok kamu menginap dirumah Dira malam ini" kata Hafsah menahan Haidar yang akan memasuki mobilnya


"sudahlah, kalau kau keberatan tak perlu memaksakan diri, kamu hanya akan sakit hati nanti" kata Haidar


"benar sayang aku tidak apa-apa" kata Hafsah


"baiklah kalau kamu memaksa, jangan salahkan aku karena aku sudah menuruti semua keinginanmu" kata Haidar


"iya" jawab Hafsah sambil melambaikan tangannya kepada Haidar yang mulai melajukan mobilnya meninggalkan rumah mewah itu


Sesampainya dikantor Haidar segera menemui sekretarisnya.


"apakah ada dokumen yang harus aku tandatangani?" tanya Haidar


"baiklah kau boleh pergi" kata Haidar


"baik pak" jawab sekretaris Haidar


Setelah selesai menandatangani dokumen-dokumen itu Haidar bergegas meninggalkan kantornya, ia pergi menuju kerumah sakit tempat Ashraf bekerja.


"maaf pak, hari ini dokter Ashraf sedang menghadiri konferensi dokter spesialis kanker di Jakarta" kata seorang receptionis ketika Haidar menanyakan keberadaan Ashraf


"bisakah kau memberiku alamat dimana tempat konferensi itu berlangsung?" tanya Haidar


"aku ada urusan penting dengannya" kata Haidar lagi


"baiklah, ini dia" jawab receptionis itu sambil menyodorkan sebuah kartu nama kepada Haidar


Haidar segera melajukan kendaraannya menuju ketempat Ashraf berada.


Haidar segera mengisi pistolnya dengan beberapa peluru dan segera menyembunyikannya dibalik bajunya.

__ADS_1


Ia kemudian menghubungi Ashraf.


" halo sobat, kamu dimana?" tanya Haidar


"aku masih ada pertemuan di Jakarta, ada urusan apa kau mencariku" jawab Ashraf


"turunlah sekarang, aku menunggumu di parkiran, ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan mu" kata Haidar


"tunggulah lima menit lagi" jawab Ashraf


Lima menit kemudian Ashraf berjalan mendekati Haidar yang sudah menunggunya.


Sesampainya Ashraf dihadapan Haidar, ia segera menodongkan pistol kepalanya.


" apa yang kau lakukan?" tanya Ashraf


"aku akan membunuhmu" jawab Haidar yang sudah menarik pelatuk pistolnya


"kau sudah gila, memangnya apa salahku padamu, sehingga kau ingin membunuhku" kata Ashraf


"kau sudah berselingkuh dengan Dira istriku, bukankah aku sudah bilang jangan menemuinya, tapi kau malah sengaja mengajaknya pergi keluar" jawab Haidar


"kau salah paham, aku bertemu dengannya karena Hafsah yang menyuruhnya menemuiku untuk mengambil hasil kemo yang tertinggal diruanganku" kata Ashraf


"jangan bohong!!" bentak Haidar


"tapi kenapa kamu juga mengantarnya pulang?" tanya Haidar


"karena aku kasihan melihatnya pulang sendirian" jawab Ashraf


"tapi tetap saja kau bersalah" kata Haidar yang mulai sedikit melunak


Melihat Haidar yang sudah mulai lengah, Ashraf segera menyikut Haidar sehingga membuat pistol yang ada ditangannya terjatuh. Haidar berusaha mengambil kembali pistolnya, tapi Ashraf segera menghajarnya, membuat Haidar mengerang kesakitan. Kini keduanya terlibat baku hantam yang sangat sengit.


Mereka saling pukul dan tendang, hingga Haidar berhasil memukul mundur Ashraf, ia jatuh tersungkur dengan mulut berdarah.


Haidar segera mengambil kembali pistolnya dia kemudian menarik pelatuknya dan mengarahkannya tepat mengenai dada Ashraf.


***dor!!!, dor!!


Dua buah peluru bersarang di dada bidang Ashraf membuatnya roboh seketika.


Dua orang sekuriti segera berlari kearah suara tembakan itu, sedangkan Haidar segera melarikan diri dari dari kejaran sekuriti gedung.

__ADS_1


Kedua sekuriti itu segera membawa tubuh Ashraf yang terluka kerumah sakit.


"tolong Dira...tolong ia...dia dalam bahaya " kata Ashraf sebelum ia tak sadarkan diri


__ADS_2