Kugadaikan Hatiku

Kugadaikan Hatiku
Episode 30


__ADS_3

Sudah dua hari Ashraf setia menunggu Dira di rumah sakit. Ia bahkan belum sempat pulang kerumahnya.


Dira masih belum bisa banyak bergerak karena cedera punggung yang ia alami.


"kamu mau makan apa sayang?" tanya Ashraf


"aku cuma ingin segera pulang sayang, aku sudah gak betah disini" jawab Dira


"sabar ya, kita tunggu dokter Devin dulu" kata Ashraf


"sekarang kamu makan dulu, kasian bayi kamu" kata Ashraf sambil menyuapinya


"ehemmm!!" Devin berdehem melihat kemesraan Ashraf dan Dira


"ada pasien noh" kata Devin mencoba menggangu Ashraf


"biarin aja, aku sudah minta Alice buat gantiin gue" jawab Ashraf


"bisa aja lo " ucap Devin


"Dira gimana Dev, apa dia sudah bisa pulang atau belum?" tanya Ashraf


"sebenarnya sih udah, tapi tergantung Dira juga, kalau masih betah disini ya tidak masalah" jawab Devin


"jangan bercanda Dev" kata Ashraf


"yaudah kamu minggir, aku mau periksa Dira" kata Devin menggeser posisi Ashraf


"apa punggungmu masih sakit?" tanya Devin


"iya"


"coba kamu berdiri dan jalan perlahan" perintah Devin


Dira segera turun dari brankar dan berdiri, ia kemudian berjalan perlahan-lahan didepan kamarnya.


"sepertinya dia sudah boleh pulang" kata Devin


"terima kasih bro" ucap Ashraf


Dira kemudian kembali memasuki kamarnya, namun ketika ia mencoba membalikan badannya tiba-tiba ia mulai oleng. Tentu saja hal ini membuat Ashraf dan Devin yang sedang asyik berbincang menjadi terkejut dan segera berlari untuk menolongnya.


Devin berlari lebih cepat dari Ashraf dan berhasil menangkap tubuh Dira.


Ashraf segera menarik lengan Dira dari pelukan Devin.

__ADS_1


"sudah jangan lama-lama bisa bahaya" kata Ashraf


"jiaaah.... kenapa kamu mendadak jadi possesive gini, mana Yash yang dulu!" ledek Devin sambil tertawa


"Yash yang dulu sudah mati " jawab Ashraf


"oh gitu..., jadi boleh donk kalau Alice aku ajak jalan" goda Devin


"boleh aja silahkan kau ajak nikah juga tidak masalah, asal jangan Dira" kata Ashraf sambil memeluk Dira


"hahaha... kenapa lo jadi bucin gitu, yaudahlah gue mending pergi aja dari pada dikacangin" kata Devin yang kemudian meninggalkan keduanya


"sayang sekarang kita siap-siap pulang yah" kata Ashraf


"iya, tapi aku tidak mau pulang ke apartemen kamu, aku mau pulang ke rumah kamu saja" kata Dira


"memangnya kenapa kalau di apartemen, apa kau takut dengan abiku atau Fira?" tanya Ashraf


"pokoknya aku maunya pulang ke rumah kamu titik, kalau kamu tidak mau mending aku balik ke rumahku saja" kata Dira


"iya sayang, sekarang ayo jalan" kata Ashraf sambil menggandeng lengan Dira


Keduanya berjalan meninggalkan ruangan itu, mereka terkejut ketika melihat Hafsah yang berdiri didepan lobi rumah sakit menunggunya.


"kamu lebih baik tinggal bersamaku saja Dira, disana lebih aman daripada di apartemen Ashraf yang jelas-jelas tidak aman untukmu" kata Hafsah pada Dira


"kenapa kau lebih memilih tinggal bersama laki-laki yang bukan suamimu, bukankah itu tidak baik, mendingan kau tinggal bersamaku, kau tidak perlu takut, aku tidak akan mencelakakan dirimu lagi, aku janji" kata Hafsah


"maaf sekali kaka, tapi aku tidak mau lebih baik aku tinggal bersama dokter Ashraf karena disana lebih aman dan calon suamiku akan melindungi ku dari orang-orang jahat" kata Dira


Ia kemudian mengaitkan lengannya dengan lengan Ashraf dan berjalan meninggalkan Hagsah


"cih, dasar jal*ng, sudah dikasih hati malah ngelunjak, dasar wanita tidak tahu diri kau malah memilih tinggal bersama laki-laki yang bukan muhrim mu, dasar wanita murahan!!" gerutu Hafsah yang merasa diacuhkan oleh Adira


Fira yang melihat kejadian itu tersenyum sinis sambil berjalan mendekati Hafsah.


"apakah kamu istri dari Haidar?" tanya Fira


"benar" jawab Hafsah


"perkenalkan saya Fira, sahabatnya Adira istri kontrak Haidar" kata Fira sambil mengulurkan tangannya


Hafsah kemudian menjabat tangan Fira dan memperkenalkan dirinya.


""Hafsah"

__ADS_1


"nyonya Hafsah, seperti ada sangat membenci Dira apakah itu benar?" tanya Fira


"jika iya, apa urusanmu?" jawab Hafsah


"well, sepertinya kita sama-sama membenci orang yang sama dan juga memiliki tujuan yang sama untuk melenyapkan Dira dari muka bumi ini, apa benar begitu?" tanya Fira lagi


Hafsah hanya mengangguk mendengar ucapan Fira.


"baiklah, karena kita memiliki tujuan yang sama bagaimana kalau kita bekerja sama untuk menyingkirkan Dira" ucap Fira


"ok, tapi bagaimana kalau kita membicarakan masalah ini di kafe depan saja" kata Hafsah


"dengan senang hati nyonya Haidar" jawan Fira sambil mengajak Hafsah keluar dari rumah sakit


************


Sesampainya di rumah Ashraf segera meletakkan barang-barang Dira dikamarnya.


"sebenarnya apa yang membuatmu takut untuk kembali ke apartemen ku?" tanya Ashraf


Dira merasa bingung ketika mendengar ucapan Ashraf. Dia ingin sekali memberi tahu kan Ashraf tentang kejadian yang menimpanya, tapi ia takut jika nanti Ashraf dan ayahnya akan bermusuhan karena kejadian ini. Tapi di satu sisi ia juga takut jika tak menceritakan kejadian ini nyawa ayahnya Ashraf dalam bahaya karena Dira sedang merencanakan untuk membunuhnya


"sebenarnya aku takut dengan Fira sayang, ia kemarin mencoba untuk membunuhku karena ternyata ia sangat mencintaimu dan ia tau kalau kau mencintaiku makanya ia berusaha mendorong ku dari tangga" kata Dira


Ashraf terkejut mendengar ucapan Dira


"benar-benar wanita iblis, bahkan aku juga curiga kalau dialah yang membunuh mama Zainab" jawab Ashraf


"kamu harus hati-hati dengan dia sayang, dia orangnya nekad, bahkan ia bilang padaku kalau akan membunuh ayahmu untuk mendapatkan mu" kata Dira


"kau tidak usah takut lagi sayang, aku akan menjagamu, dan masalah Fira kau tidak usah khawatir karena aku sudah meminta paman Malik untuk menyelidikinya" kata Ashraf mencoba menenangkan Dira


"tapi bagaimana kalau dia kesini sayang" kata Dira khawatir


"tenang saja, besok aku akan menyewa dua orang security untuk menjaga rumah ini" kata Ashraf


"sekarang kau istirahat saja, aku akan menjagamu" kata Ashraf sambil membaringkan tubuh Dira dan menyelimutinya


"tidurlah, semoga mimpi indah sayang" kata Ashraf sambil mengecup kening Dira


Ashraf kemudian pergi meninggalkan Dira yang sudah terlelap ia meminta pak Udin untuk menjaga rumahnya.


Ia kemudian melesatkan mobilnya menuju ke apartemennya.


Sesampainya disana ia tak melihat abinya, ia hanya melihat Fira yang sedang menonton televisi mengunakan busana malam yang transparan sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya.

__ADS_1


Ia menoleh kearah pintu dan tersenyum ketika melihat Ashraf yang masuk ke dalam rumahnya. Ia berjalan mendekati Ashraf.


"kau baru pulang sayang?" tanya Fira sambil menempelkan tubuhnya ke dada bidang Ashraf


__ADS_2