
Rasyid Amrullah segera kembali untuk menjenguk putranya Ashraf dirumah sakit.
"abi, tadi Ashraf memberikan ini pada umi" kata Zainab sambil menyerahkan secarik kertas dari Haidar
"siapa Dira?" tanya Rasyid
Ashraf kemudian mengambil kembali kertas yang sedang dipegang oleh Rasyid.
Setelah menuliskan sesuatu Ashraf segera memberi kan lagi kertas itu kepada Rasyid Amrullah.
"hmmm !!, jadi dia istri kedua Haidar, dan kau menyukainya?" tanya Rasyid
Ashraf hanya mengangguk.
"kau tenang saja, Dira akan baik-baik saja, karena Haidar tidak akan bisa menyiksanya lagi" kata Rasyid
"apa kau ingin aku membawa wanita itu untukmu?" tanya Rasyid
Ashraf hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari ayahnya.
" yasudah kalau kau tidak mau, abi tinggal dulu, abi ingin menemui rekan bisnis abi" kata Rasyid meninggalkan mereka
"apa bekas jahitannya masih berasa sakit jika kamu bicara?" tanya Zainab
Ashraf hanya mengangguk.
***************
Hafsah nampak kebingungan karena sudah seminggu suaminya belum pulang dan juga tidak ada kabar darinya. Padahal ia sudah berusaha menghubunginya, namun tak pernah ada jawaban darinya.
"apa ia, masih marah padaku, makanya ia selalu mengabaikan panggilan dariku?" tanya Hafsah dalam hati
" baiklah aku akan menyusulnya kerumah Dira, tidak ada salahnya aku meminta maaf duluan" kata Hafsah lirih
Ia kemudian mengambil tas kecilnya, ia juga merapikan penampilannya dan segera meminta pak Harun untuk mengantarnya kerumah Dira.
Sesampainya dirumah Dira, ia segera masuk dan mencari Haidar.
"apa Haidar belum pulang kerja?" tanya Hafsah
"dia sudah seminggu tak menemuiku" jawab Dira
"apa!!!" teriak Hafsah kaget mengetahui bahwa Haidar juga tidak datang ke vila
__ADS_1
"kalau tidak disini berarti kemana dia?" tanya Hafsah
"aku tidak tahu ka, yang aku tahu terakhir dia bilang tidak akan menemuiku dalam waktu yang lama, jadi aku kira tuan menginap dirumah kaka" jawab Dira
**dreeet!!, dreeet!!!
Hafsah segera mengangkat ponselnya yang begetar.
"apa benar ibu istri dari Haidar Ali Khan?" tanya seseorang diujung telepon
"iya saya sendiri, ada apa pak?" tanya Hafsah
"kami menemukan mobil suami anda sudah hangus terbakar dan masuk kedalam jurang, kami juga menemukan barang-barang pribadi tuan Haidar, ia sepertinya tewas ketika mobilnya meledak, untuk informasi lebih lanjut silahkan anda mendatangi Polresta Bogor" kata seorang polisi
Tubuh Hafsah mendadak lemas mendengar ucapan dari polisi yang menelponnya, mukanya pucat dan ia langsung jatuh tak sadarkan diri.
*************
Dira segera memanggil pak Harun untuk membantunya memapah Hafsah masuk kedalam kamarnya.
Dira segera mengolesi pelipis Hafsah dengan minyak kayu putih, dan melonggarkan baju yang ia pakai. Perlahan Hafsah mulai mengerjapkan matanya, menatap sekeliling ruangan itu.
Air matanya seketika langsung berjatuhan membasahi pipinya.
Adira berusaha untuk menenangkan Hafsah yang tampak sangat kacau.
" kaka dirumah saja, biar Dira datang ke polres Bogor" kata Dira
"tidak, aku harus kesana untuk memastikan apakah itu Haidar atau bukan, karena hanya aku yang mengenalnya dengan sangat detail" kata Hafsah
Dira kemudian menemani Hafsah untuk mendatangi polres Bogor.
**********
Rasyid menghentikan mobilnya disebuah vila yang tidak terlalu besar, seorang wanita muda langsung menyambut kedatangannya dengan bergelayut manja di tangannya.
"kok tumben sayang udah nengokin Fira lagi?" tanya Fira
" aku kangen sayang, beruntung istriku masih sibuk mengurusi anaku yang dirawat dirumah sakit jadi aku bisa menemuimu" jawab Rasyid
"memangnya kenapa anakmu, kok sampe dirawat dirumah sakit, bukannya dia seorang dokter?" tanya Fira lagi
" dia ditembak oleh Haidar, temannya sendiri" jawab Rasyid
__ADS_1
"kok bisa temennya sendiri melakukan itu?" tanya Fira
"kalau dari yang aku tangkap dari apa yang disampaikan oleh Ashraf, sepertinya dia menyukai istri muda Haidar, lalu Haidar tidak terima ketika sahabatnya itu menyukai istrinya, makanya ia berusaha membunuh Ashraf" jawab Rasyid
"ooh, terus suaminya Dira, eh Haidar gimana, udah dilaporkan ke polisi,?" tanya Fira
"kamu kenal Dira?" tanya Rasyid kaget
"oh tidak, aku tadi salah sebut saja" kata Fira mencoba berbohong
Fira baru ingat kalau cewek yang diajak Ashraf dan memergoki dirinya dengan Rasyid adalah Dira, dan ia tahu betul kalau nama suami Dira adalah Haidar, makanya ia sampai keceplosan menyebut nama Dira, beruntungnya Rasyid tidak begitu peduli dengannya.
"Haidar sudah ku bunuh, dan apa kau tahu Ashraf memintaku untuk menyelamatkan Dira?" kata Rasyid
"memangnya Dira kenapa?" tanya Fira khawatir
"katanya dia dalam bahaya" jawab Rasyid
"kamu harus segera menolongnya sayang, aku takut Dira memang dalam bahaya" kata Fira semakin khawatir
"sebenarnya apa yang terjadi denganmu Dira?" batin Fira
"kenapa kamu begitu mengkhawatirkan nya apakah kamu mengenalnya?" tanya Rasyid mulai curiga
"eh tidak, cuma kalau dengar dari perkataan anakmu mungkin benar juga jika Dira memang dalam bahaya, jadi apa salahnya jika kamu menolongnya" jawab Fira
"tidak mungkin ia dalam bahaya, kan Haidar sudah mati mana mungkin ia akan menyakitinya lagi, lagian kenapa kita jadi membahas mereka, mendingan kita segera masuk ke kamar, aku sudah rindu untuk bercinta denganmu sayang" ucap Rasyid
"syukurlah" batin Fira yang kemudian mengunci pintu kamarnya
**********
Sementara itu Dira menemani Hafsah mendatangi Polres Bogor untuk memastikan apakah orang yang dimaksud polisi adalah benar-benar Haidar atau bukan.
Polisi menunjukan sejumlah barang-barang berharga seperti jam tangan dan juga sebuah cincin emas.
"benar ini adalah jam tangan Haidar, dan ini adalah cincin pernikahan kami" kata Hafsah yang tangisnya pecah seketika mengetahui bahwa suaminya telah meninggal dunia.
"tidak!!! maafkan aku sayang maafkan aku..hiks...hiks" kata Hafsah sambil memeluk jam tangan dan cincin pernikahan Haidar
Dira hanya bisa memeluk wanita dihadapannya dan berusaha menenangkannya.
"sabar ka, mungkin ini memang sudah kehendak yang maha kuasa, kita ikhlaskan saja" kata Dira
__ADS_1
"ini semua gara-gara kamu, kalau kamu tidak berselingkuh dengan Ashraf pasti suamiku tidak akan berbuat seperti ini" ucap Hafsah sambil mendorong tubuh Dira hingga jatuh ke lantai