Kugadaikan Hatiku

Kugadaikan Hatiku
Episode 6


__ADS_3

Pukul tiga pagi Dira terbangun karena tubuhnya kembali ditindih oleh Haidar, ia kembali menggarapnya.


Ia terus menciumi leher dan sesekali menggigitnya meninggalkan bekas kepemilikannya.


Dira tak bisa menolak keinginan Suaminya yang sudah tiga kali menindihnya itu.


"Tuan ini yang terakhir ya, aku capek Tuan, " kata Dira dengan wajah memelas disela-sela permainan panasnya dengan Haidar


Haidar tak menjawabnya ia terus melanjutkan aktivitasnya mengorek sisa-sisa kenikmatan yang masih ingin ia rasakan bersama istri barunya.


Ia tak menghiraukan Dira yang sudah kewalahan melayani permainannya, yang terus membuatnya merasa ketagihan untuk melakukannya lagi bersama Dira.


Hari sudah menunjukan pukul dua belas siang ketika Dira mulai mengerjapkan matanya.


**kruyuuk!!


Cacing-cacing diperutnya sudah berdemo setelah semalaman mereka berpuasa.


Dira segera menurunkan tangan Haidar yang masih melingkar ditubuhnya. Setelah selesai mandi ia kemudian memesan makanan dari aplikasi online, ia tak kuat memasak karena tubuhnya terasa remuk rendah setelah semalaman digenjot oleh Haidar tanpa ampun.


Setengah jam kemudian seseorang mengetuk pintu rumahnya. Ia segera mengambil pesanannya dan membayar ongkos pengirimannya.


Dira segera menata hidangannya dimeja makan dan membangunkan Haidar untuk makan siang.


Dira segera masuk kekamarnya, namun ia tak mendapati suaminya disana. Haidar keluar dengan memakai handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya.


Dira tertegun melihat tubuh suaminya yang atletis.


"Makanannya sudah siap, " ucap Dira


"Tunggu sebentar aku ganti baju dahulu, " jawab Haidar


Dira segera berjalan keluar namun Haidar segera menarik tangannya.


"Ambilkan bajuku di lemari!" perintah Haidar

__ADS_1


Dira berjalan perlahan menuju Almari dan memberikan sebuah kaos dan celana pendek kepadanya lengkap dengan celana dalamnya.


Haidar segera menyusul Dira diruang makan.


Dira langsung menuangkan nasi dan lauk pauk diatas piring Haidar.


Baru satu suap Haidar menyendokkan nadi kemulutnya, ia langsung melepehnya.


"Apa kau yang memasaknya?" kata Haidar


"Tidak, aku memesannya dari aplikasi online, " jawab Dira yang ketakutan melihat ekspresi Haidar


"Ingat!!, aku hanya makan makanan yang dibuat olehmu, aku tidak akan memakan makanan sampah seperti itu, sekarang masakan makanan untukku, " titah Haidar


Dira merasa kaget dengan perilaku Haidar yang hanya memperlakukannya lembut ketika di ranjang tapi akan berubah galak saat diluar ranjang, ia merasa Haidar menganggapnya hanya sebagai seorang pembantu.


Ia segera pergi ke dapur dan memasak lauk pauk untuk Haidar.


Setelah selesai memasak ia segera memanggilnya.


Haidar segera melahap semua makanan yang dimasak Dira hingga tak bersisa. Dira terpaksa memakan makanan yang ia pesan dari online karena makanan yang ia masak habis dimakan oleh Haidar.


Haidar pergi ke pusat kebugaran yang tak jauh dari tempat tinggalnya.


Sementara udara terasa panas Dira berjalan menuju kolam renang, ia kemudian menceburkan dirinya kekolam renang. ia merasakan tubuhnya menjadi lebih segar setelah mandi di kolam renang. Ia kemudian memakai handuk untuk menutupi bagian bawah tubuhnya yang berbalut bikini, ia kemudian bersantai sejenak, membaringkan tubuhnya di atas kursi panjang. Semilir angin berhembus membuatnya merasa ngantuk dan mulai terlelap.


Haidar masuk kedalam rumahnya, ia mencari-cari Dira yang tak terlihat didalam rumah.


"Dira!!!" teriak Haidar yang terus memanggilnya


"Jangan-jangan ia kabur!" batin Haidar


Ia kemudian berjalan kebelakang rumah dan mendapati Dira tertidur disana hanya memaki bikini.


Haidar berjalan mendekati Dira yang masih tertidur pulas.

__ADS_1


Ia memandangi tubuh montok Dira yang hanya ditutupi handuk di bagian bawahnya.


"Kamu yang menggodaku, jadi jangan salahkan aku" kata Haidar yang mulai mengrayangi tubuh istrinya


Dira menggeliat saat jari jemari Haidar mulai menyingkap handuk yang dipakainya dan mengelus paha mulusnya.


"Tuan!!!" kata Dira kaget mendapati Haidar sudah duduk disampingnya


"Kamu sengaja memancingku, " kata Haidar yang langsung mencium bibir ranum Dira


"Lepaskan tuan!!!" kata Dira meronta mencoba melepaskan diri darinya


"Kita harus sering bercinta agar kau bisa cepat hamil" kata Haidar kembali mencium bibir tipisnya


Dira tak bisa melawan Haidar yang begitu kuat menekannya dan terus mencumbuinya hingga keduanya terkulai lemas setelah melakukan pelepasan bersamaan.


Dira berjalan tertatih menahan perih diarea ***********, sementara Haidar berjalan dibelakangnya tanpa membantunya.


Sesampainya dikamar Dira segera membilas tubuhnya. Sementara Haidar masih asyik menonton televisi tanpa memperdulikannya.


Dira berjalan keluar dari kamar, ia tidak mau dekat-dekat dengan suaminya, ia takut Haidar akan menyerangnya lagi.


Ia duduk diruang tamu dan menelpon ibunya.


"Halo!!" kata bu Hindun


"Hallo bu," kata Dira sambil menitikkan air mata menyesali perbuatannya karena memilih jalan pintas mendapatkan uang hingga menyiksa dirinya


"Kamu nangis nak, ada apa cerita sama ibu," kata Bu Hindun


"Gakk papa kok bu, Dira cuma kangen ibu," kata Dira coba menutupi kesedihannya, ia tidak ingin membuat ibunya khawatir


Tapi Bu Hindun tau kalau putrinya sedang membohonginya, sebagai ibu kandungnya tentunya ia memiliki ikatan batin dengan putrinya itu, yang membuatnya bisa merasakan kesedihan yang Dira alami.


" Yaudah main kesini kalau kangen " kata Bu Hindun mencoba menghibur Dira

__ADS_1


"Iya bu, nanti kalau diijinkan Dira pasti main kesana, " jawab Dira


"Udah dulu ya bu, Pak Haidar memanggil ku, "kata Dira berbohong, ia sudah tak kuat menahan tangisnya dan ia tak ingin ibunya tahu makanya ia segera menutup teleponnya.


__ADS_2