
Hafsah yang sedang duduk sambil menikmati secangkir teh terkejut melihat kedatangan Haidar.
"aku pulang sayang" kata Haidar mendekatinya
Ia terperanjat dan menjauh dari Haidar, ia terlihat ketakutan saat Haidar mendekatinya.
"jangan mendekat!!" teriaknya sambil terus menjauhi Haidar
"sayang aku masih hidup, aku kembali untukmu" kata Haidar
Hafsah kemudian menghentikan langkahnya ia mengusap wajah Haidar yang berada dihadapannya.
"kau benar-benar masih hidup sayang" Hafsah meyakinkan dirinya
"iya, Alhamdulillah aku masih bisa selamat dari kecelakaan itu" kata Haidar
Hafsah kemudian menuntun Haidar masuk kedalam rumahnya.
"aku senang kau kembali sayang" kata Hafsah sambil bersandar di bahu kekarnya
"aku juga senang bisa melihatmu lagi" jawab Haidar
"oh ya sayang ada kabar bagus untukmu" kata Hafsah dengan mata berbinar
"apa?" tanya Haidar
"kita sebentar lagi akan memiliki seorang anak, Dira hamil sayang" kata Hafsah
"sudahlah kau tak perlu memikirkan tentang itu lagi, yang aku mau sekarang hanyalah memulai lembaran baru bersama mu aku sudah tidak peduli lagi dengan anak " jawab Haidar
"tapi sayang kebahagiaan kita akan semakin lengkap dengan kehadiran seorang buah hati yang akan menemani hari tua kita" ucap Hafsah
"untuk apa kita bahagia diatas penderitaan orang lain, lebih baik kita balik lagi ke Dubai agar bisa menjauhi Dira" kata Haidar
"jadi kau ingin kita kembali ke Dubai?" tanya Hafsah
Haidar hanya mengangguk dan kemudian masuk ke dalam kamarnya.
*************
"masuklah sayang!" perintah Ashraf ketika mereka sudah sampai didepan rumah
"ini kamarmu, kau bisa beristirahat sekarang" kata Ashraf sambil meletakkan barang-barang milik Dira
"ayah dan ibumu tinggal dimana?" tanya Dira
"mereka tinggal di apartemen yang kemarin kau kunjungi" kata Ashraf
"jadi kita hanya berdua disini?" tanya Dira lagi
"tidak juga, kan ada mbak Sum sama mang Udin" ucap Ashraf
"oh begitu " ucap Dira lega
"yaudah kalau gitu aku tinggal dulu ya, aku mau kembali ke rumah sakit, hubungi aku kalau kau menginginkan sesuatu" kata Ashraf
__ADS_1
Ia segera memutar mobilnya menuju kerumah sakit.
Sesampainya di sana ia segera menuju ruangan pengamanan , untuk melihat rekaman CCTV. Ia meminta bantuan seorang petugas keamanan untuk membantunya, sudah berkali-kali mereka memeriksa ulang rekaman yang terjadi pada tanggal dimana ibunya meninggal namun hasilnya nihil, ia tak menemukan sesuatu yang mencurigakan dikamar perawatan ibunya.
"sial kenapa aku tak menemukannya" kata Ashraf
"sudahlah Yash, ikhlaskan saja ibumu, mungkin memang tidak ada yang membunuhnya, ia meninggal karena memang sudah waktunya" kata Malik yang menemaninya
"apa yang kau bilang!" kata Ashraf hampir saja melayangkan tinjunya kepada Malik kalau saja seorang sekuriti tak menahannya
Ia kemudian pergi untuk mengambil hasil otopsi jenazah ibunya.
Setelah mendapatkan amplop itu, Ashraf segera membukanya.
"meninggal karena adanya cairan asing yang masuk kedalam infusnya, sudah kuduga seseorang berusaha membunuhnya" batin Ashraf sambil menyimpan amplop itu kedalam saku celananya
Ashraf kemudian kembali ke apartemennya, dia terkejut ketika melihat Fira yang sedang beristirahat diruang ibunya. Ia segera menarik lengan gadis itu dan menyeretnya keluar dari dalam kamar ibunya.
"keluar kau dari rumahku, jal*ng seperti mu tak pantas tinggal disini" kata Ashraf mendorong tubuhnya keluar
"kau tak bisa mengusirku dokter, karena ayahmu yang menyuruhku tinggal disini" kata Fira mencoba untuk bangkit dan berdiri
"aku tidak peduli!!" kata Ashraf sambil menutup pintu dan menguncinya
Fira terus menggedor-gedor pintu apartemen itu dari luar.
"buka!!!" teriak Fira
Ia kemudian menelpon Rasyid dan melaporkan perlakuan Ashraf kepadanya.
"tenang sayang sebentar lagi aku akan pulang dan kau bisa istirahat dengan nyaman dikamarku" jawab Rasyid menenangkan istrinya
"Sebentar lagi kau yang akan ku usir dari sini Yash" batin Fira sambil tersenyum
***brakkk!!!
Terdengar seseorang mendobrak paksa pintu apartemen itu, Ashraf segera keluar untuk mengeceknya.
"apa yang kau lakukan abi, apa kau sudah gila merusak rumahmu sendiri" cibir Ashraf
"apa yang kau lakukan terhadap Fira, ingat Yash dia sekarang adalah ibumu, aku yang mengajaknya tinggal disini, jadi kau harus menghormatinya, dan satu lagi aku akan segera menikahinya secara resmi" kata Rasyid sambil menggandeng istrinya
"kau sudah dibutakan oleh nafsumu sendiri abi, ingatlah sampai kapanpun aku tak akan pernah menerimanya disini apa lagi menganggapnya sebagai ibuku, cih itu hanya mimpi" kata Ashraf sambil berlalu pergi meninggalkan apartemen itu
"terima kasih sayang kau sudah mau menjadikan aku sebagai nyonya Rasyid Amrullah, sekarang aku akan memberikan hadiah untukmu "kata Fira sambil menarik Rasyid masuk kekamarnya
***********
Ashraf kembali kerumahnya dengan keadaan yang sangat kacau dan mabuk berat.
Dira segera membawa Ashraf masuk kedalam kamarnya.
"sebenarnya apa yang sedang terjadi denganmu sayang" ucap Dira sambil merebahkan tubuh Ashraf
"jangan tinggalkan aku Dira, aku sangat mencintaimu" kata Ashraf ketika Dira hendak meninggalkan kamarnya
__ADS_1
"aku tidak akan pernah meninggalkan mu sayang, karena aku juga mencintaimu" bisik Dira ditelinga Ashraf
Ashraf kemudian menarik Dira kesampingnya ia kemudian memeluknya dan tertidur, Dira pun akhirnya tidur disampingnya.
Pagi hari yang cerah matahari mulai masuk kedalam kamar Ashraf melalui celah-celah jendela kamarnya.
Dira mulai mengerjapkan matanya, ia perlahan melepaskan tangan Ashraf yang masih memeluknya.
"kau mau kemana sayang" kata Ashraf yang sudah membuka matanya
"aku harus bersiap-siap pergi ke kampus" jawab Dira
"kamu pulang jam berapa, biar nanti aku jemput" kata Ashraf sambil memeluknya dari belakang
" aku pulang jam tiga sore" kata Dira
"baik sayang, maafkan aku sudah merepotkan dirimu semalam" kata Ashraf sambil membalikan badan Dira
"apa aku melakukan sesuatu yang membuatmu tidak nyaman?" tanya Ashraf
"tidak" jawab Dira
"syukurlah, sekarang kamu mandi sayang nanti aku akan mengantarmu ke kampus sekalian aku pergi kerumah sakit" kata Ashraf
Dira segera pergi meninggalkan kamar Ashraf dan kembali kekamarnya.
Mbak Sum hanya tersenyum melihat Dira yang baru saja keluar dari kamar Ashraf.
"semoga tuan Ashraf segera menikahi wanita itu, sepertinya mereka saling mencintai" kata mbak Sum
"betul itu Sum, seumur-umur baru kali ini tuan membawa pacarnya kerumah" kata bang Udin menimpali ucapan mbak Sum
"kita doakan saja mereka berjodoh" jawab mbak Sum
"yoi" jawab bang Udin
Selesai mandi Ashraf menghampiri mbak Sum dimeja makan.
"mbak Sum masak apa hari ini?" tanya Ashraf
"masak capcay, cumi tepung, sambal goreng hati sama pepes ikan mas kesukaan tuan" jawab mbak Sum
"hmmm, pasti enak, mbak tolong panggilkan Dira dikamarnya, aku ingin dia sarapan bersama ku" kata Ashraf
"baik tuan" jawab mbak Sum
"sayang sarapan dulu" kata Ashraf sambil menarik satu kursi untuk Dira
"makan yang banyak ya, agar bayimu sehat" kata Ashraf sambil menyendokkan nasi ke piring Dira
Mbak Sum terkejut ketika mendengar ucapan Ashraf.
"jadi neng Dira sudah mengandung anak tuan!" kata mbak Sum tercengang
Ashraf dan Dira ikut tercengang mendengar ucapan mbak Sum.
__ADS_1