
Haidar segera melajukan mobilnya menuju ke rumahnya.
"Hafsah!!" teriak Haidar
Hafsah segera keluar untuk menemui suaminya.
"ada apa sayang kenapa kau berteriak seperti itu?" tanya Hafsah
"dimana Dira!!" tanya Haidar dengan nada tinggi
"Kenapa kau tanya kepadaku, ya aku tidak tahulah" jawab Hafsah
"jangan bohong!, aku tahu kau menyuruh orang untuk menangkap Dira, karena kau tahu dia sedang hamil bukan?" tanya Haidar
"jangan fitnah kamu!" jawab Hafsah dengan nada tinggi
" Ya sudah terserah kau saja, aku akan mencarinya sendiri, dan jangan salahkan aku kalau aku menemukannya, maka jangan harap aku akan memaafkan mu" kata Haidar
Haidar segera mencarinya didalam rumah tapi tidak ada.
"pasti ia ada di vila " kata Haidar sambil bergegas meninggalkan rumahnya
"mau kemana kau" panggil Hafsah
Namun Haidar tak menghiraukan ucapannya, ia terus berjalan meninggalkannya.
"bahaya kalau ia menemukannya" batin Hafsah
Ia segera menghubungi anak buahnya.
" bawa Dira pergi dari vila, Haidar akan kesana, jangan sampai ketahuan" kata Hafsah
"baik nyonya" jawab anak buahnya
Sesampainya di vila, ia harus gigit jari lagi karena Dira tak ia temui disana.
__ADS_1
"dimana dia menyembunyikannya" batin Haidar
*************
Ashraf yang kesal karena kehilangan jejak para penculik Dira, segera kembali ke apartemennya. Tapi bukannya ketenangan yang ia dapatkan malah perasaan kesal yang ia dapatkan.
"kau sudah pulang anaku sayang" kata Fira mencoba menggoda Ashraf yang terlihat kacau
"pergi kau dari kamar ku!!" hardik Ashraf sambil mendorong tubuh Fira
Tak lama kemudian Rasyid pulang, memang setelah Fira ada dirumah itu Rasyid lebih sering dirumah tidak seperti dahulu yang hampir seminggu sekali ia baru ada dirumah.
"sayang kau sudah pulang" sapa Fira
"iya sayang, entahlah sejak kau disini aku ingin cepat-cepat pulang ke rumah" kata Rasyid
"cih, dasar lelaki tua tak tahu diri, beraninya kau berkata seperti itu dibelakang ku" batin Ashraf yang mendengar ucapan abinya
"sekarang kita makan dulu sayang, aku sudah masak banyak untukmu" ajak Fira
"Yash, ayo kita makan nak" ajak Rasyid
"maaf bi, Yash sudah makan" jawab Ashraf
"apa kau masih kesal dengan abi" kata Rasyid
"sudahlah bi, abi urus saja istri baru abi itu, dan satu lagi jika abi ingin melihat Yash bahagia maka bawa pergi wanita itu dari sini, aku muak melihatnya" kata Ashraf
"baiklah Yash, nanti abi akan mencoba membujuknya" ucap Rasyid
*********
Sementara itu disebuah vila yang tak jauh dari rumah Haidar, dua orang laki-laki bertubuh kekar menyekap Dira diruang yang sangat pengap.
Dira sangat ketakutan karena harus tinggal dikamar kecil yang pengap dan dipenuhi dengan kecoa.
__ADS_1
"dokter tolong aku" kata Dira sambil meringkuk dipojok ruangan
"aku takut, dokter cepatlah datang" kata Dira yang mulai menggigil kedinginan
***braakk!!!
Seorang wanita membuka paksa pintu ruangan itu, ia melihat Dira yang meringkuk disudut kamar.
"itulah akibatnya kalau kau tak menurut denganku!" kata Hafsah sambil mendekati Dira
"tolong lepaskan aku dari sini ka, aku janji aku pasti akan menyerahkan bayiku padamu jika ia sudah lahir nanti, sekarang aku perlu bedrest ka, kalau aku seperti ini terus aku takut akan keguguran" kata Dira yang terus memegangi perutnya
"kandungan ku lemah ka, aku harus bedrest dan tidak boleh stress" ucap Dira lagi
"kau jangan coba-coba membohongiku!!" kata Hafsah yang kemudian meninggalkannya
"ka tolong keluarkan aku dari sini aku sudah tidak kuat lagi perutku sakit" kata Dira yang sudah mulai lemas
Hafsah kemudian mendekatinya lagi.
"Dira bangun!!!, jangan pura-pura pingsan kau!!" kata Hafsah
Namun Hafsah terkejut setelah melihat darah yang mulai keluar dari kakinya.
"Ya Allah dia tidak bohong!!" kata Hafsah yang berlari mencari anak buahnya
Ia kemudian membawa Dira kerumah sakit.
Hafsah masih mematung memandangi tubuh Dira yang masih tertidur di depannya. Masih terngiang-ngiang dibenaknya, ucapan dokter yang menyatakan bahwa kandungan Dira lemah dan harus banyak istirahat. Dokter juga menyatakan hampir saja nyawa bayi yang dikandungnya tak terselamatkan jika ia telat mendapatkan pertolongan.
"hampir saja aku membunuhnya" batin Hafsah
"sekarang kau baru sadar apa yang sudah kau lakukan" ucap Haidar yang baru saja memasuki ruang perawatan Dira
"iya aku salah, tapi aku melakukan semua itu karena takut Dira akan mengingkari janjinya" jawab Hafsah
__ADS_1
"sudahlah, lupakan saja sekarang biarkan dia istirahat, kau juga harus istirahat" kata Haidar mengajak Hafsah pergi dari sana